KAMPUNG ZOMBIE

KAMPUNG ZOMBIE
BAB 18. "Perjuangan Yanto"


__ADS_3

Lalu mereka berlima pun sepakat untuk pergi ke tujuan mereka ya itu hutang sensillon, menurut rayen tempat pada saat ini yang aman dari gangguan buas nya zombie-zombie itu ia lah hutan itu.


Yang mereka kira pasti lah sepi dan aman.


Namun yang tak mereka sadari ia lah bahwa hutan itu pun berbahaya dan dari situ lah asal virus zombie itu.


Lalu cerita pun berpindah ke Meri dan Yanto yang di mana mereka berdua pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka seusai beristirahat sejenak.


Sesekali tampak lah yanto membuka lembaran peta itu, iya pun mencoba mengecek jalan yang mereka lalui tersebut.


"Nampak nya perjalanan kita sudah separuh jalan"


Beri tahu Yanto ke meri


"Hmm syukurlah, berapa lama kite bisa sampai ke tempat keramaian?" 


Tanya meri


"Emm mungkin sekitar 1 hari" 


Jawab yanto yang di kira-kira kan nya.


Mereka berdua pun tampak berjalan berdampingan, yang mereka tak sadari ternyata ada beberapa hewan buas yang sedang mengintai mereka sejak dari tadi.


Senja pun tiba. 


Kini mereka berdua pun memutuskan untuk membangun suatu tempat peristirahatan, yang tidak mungkin bagi mereka berjalan di tengah gelap nya malam.


Begitu pula terhadap 5 pemuda kota tadi.


Mereka pun sudah memasuki area perhutanan lalu mereka pun memutuskan untuk mendirikan kemah di tempat tersebut.


Sesuai nya malam pun tiba


Kini Meri dan Yanto pun memutuskan untuk makan, di mana mereka memakan perbekalan seada nya yang telah mereka sediakan semenjak pergi dari kampung sensillon.


Begitu pula terhadap 5 pemuda kota itu.


Mereka tampak masih kebingungan atas hal yang menimpa kota pada saat itu, di mana hampir separuh dari penduduk kota telah tewas dan bermutasi menjadi Zombie.


Sembari beristirahat mereka pun tampak berbincang-bincang


Lalu adi pun mencari informasi terkini yang melanda kota pada saat itu.


Dengan bakat ilmu teknologi & informasi yang di miliki oleh adi, akhirnya ia dapat menemukan asal usul dari virus zombie itu 


Dan ia pun menemukan suatu berita yang di mana isi berita itu ia lah; pemerintah pada saat itu telah membuat tempat pengungsian paling aman yang tentu nya tidak bisa di jangkau oleh para Zombie-zombie yang semakin menjadi-jadi.


Di mana tempat pengungsian ini adalah salah satu tempat pengungsian paling besar dan paling aman.


Di mana pemerintah membangun tempat, tembok yang amat besar dan luas, di mana tujuan nya ia lah untuk menjaga populasi manusia pada era zombie itu.


Asal nya tempat itu adalah suatu lokasi perkotaan yang baru saja di dirikan. Nah di situ lah tempat pengungsian yang di maksud oleh pemerintah.


Mendengar berita itu mereka berlima pun memutuskan untuk ke tempat itu namun tidak sekarang, mereka memutuskan untuk menuju ke tempat pengungsian itu ke esok kan hari nya.


Malam pun tiba kini 5 pemuda itu pun berkumpul mengelilingi api unggun seusai makan dan tampak lah mereka sedang berbincang-bincang mengenai bencana zombie tersebut.


"Emm gw bingung kok bisa ya ada zombie?"


Tanya jaki


"Menurut info yang gw dapat Wabah virus ini berawal dari di temukan nya bangkai sarigala, dan serigala itu sangat aneh di mana sarigala ini sedang mengidap seperti suatu penyakit kulit gitu..


Lalu bangkai nya pun di bawa dan di teliti oleh ilmuwan untuk pengetahuan, nah usut punya usut ternyata sarigala ini telah mengidap virus zombie. gitu kata nya gays"


Jelas Adi.


"Emang lu dapan info dari mana?"


Tanya milea 


"Ini nih gw dapat dari internet, maka nya kalo punya Hp tuh di gunain dengan baik jaan update status muluu' "


Jelas Adi dengan kesan mengejek dan meledek.


" Ooo lu meledek gw!!"


Jawab milea dengan marah nya


"Sudah-sudah ini bukan saat nya untuk bercanda dan bertengkar, yang kita butuh kan saat ini ia lah bagai mana cara agar kita bisa ke tempat pengungsian Dengan selamat, karna perkotaan saat ini sedang dalam kehancuran jadi gw harap kita semua bisa bersatu"

__ADS_1


"Emm adi? Lu bisa gak nyari jalan terdekat dan tentu nya jalan yang aman menuju tempat pengungsian itu?"


Jelas dan tanya Rayen ke pada teman-teman nya.


"Emm Entar gw coba cari" 


Sahut adi sambil membuka Handphone dan leptop nya


"Lu hebat yah Adi, di tengah hutan begini kok lu bisa mengakses internet"


Tanya Mira ke adi dengan polos nya


"Ya iya lah, di mana pun gw berada, gw tetap bisa mengakses internet"


Jawab Adi dengan sombong nya.


"Cara nya?"


Tanya mira.


Lalu di jawab oleh adi hanya dengan menunjuk kepala nya.


Arti nya ia lah dengan otak yang cerdas tentu nya.


Dan akhirnya Adi menemukan suatu jalan yang dekat menuju tempat pengungsian.


Namun ia tidak tahu kalo jalan itu sedang di penuhi oleh ratusan zombie.


Karena tidak jauh dari jalan yang iya maksud terdapat kompleks perumahan yang tentu nya ramai akan penduduk nya.


"Ada nih, tapi untuk menuju ke tempat pengungsian itu membutuhkan waktu yang cukup lama nih Gays. Munkin bisa jadi sampai satu hari atau lebih munkin"


Beri tahu adi.


"Hmm baik lah kalo begitu. Kalo menurut mu itu jalan yang aman, besok kita akan bergerak"


Jawab Rayen .


Lalu mereka berlima pun memutuskan untuk tidur di kem masing-masing.


Begitu pula dengan Meri dan Yanto, tampak lah mereka berdua sudah tertidur lelap.


Malam itu tampak tenang namun yang mereka tak sadari ia lah ternya ada segerombolan sarigala zombie yang sedan berkeliaran di dekat Meri dan Yanto pada saat itu.


Yah munkin saja sarigala zombie itu takut akan api.


Malam semakin larut


Kini subuh pun beranjak, di mana api unggun yang tadi nya menyala terang kini mulai redup. Suasana saat itu sangat hening tidak ada satu hewan pun yang bersuara.


Karna api unggun itu sudah tampak redup kini para sarigala zombie itu pun mulai mendekati Meri dan Yanto yang masih tertidur lelap.


Tampak lah sarigala zombie itu berkelompok, rupa nya pun seperti zombie yang di mana tubuh nya berkoreng, sungguh penampakan yang amat mengerikan.


Dengan ramai nya sarigala-sarigala zombie itu pun menghampiri Meri dan Yanto dengan aungan suara yang menyeram kan.


Dengan ganas nya para sarigala zombie itu pun beranjak menghampiri Meri dan Yanto pada saat itu yang masih tengah tertidur lelap.


Karna mendengar suara raungan tadi Meri pun terkejut dan terbangun, lalu ia pun dengan cepat nya membangun kan Yanto.


"Abang!!. Abaang Banguun"


"Ha ada apa?!"


Jawab yanto yang terbangun dengan ekspresi terkejut.


"Tadi aku dengar ada suara Lolongan, seperti nya itu suara lolongan serigala" 


Jelas Meri ke Yanto.


Yanto pun langsung waspada.


Lalu ia mencoba menghidupkan api unggun yang tadi nya sudah redup dan hampir mati.


Tiba-tiba!!?


"Aarrgg!!!"


Suara Gerangan yang terdengar tak jauh dari tempat mereka berada.


Yanto pun langsung waspada

__ADS_1


Api unggun pun mulai menyala walaupun tampak tak terlalu terang.


"Woy! Apa itu?"


Teriak Yanto, tujuannya agar hewan-hewan itu tidak mendekat


Suasana pada saat itu brubah menegangkan dan tiba-tiba hening


Yanto pun mulai lega di kira nya bahwa hewan itu telah pergi.


Yang tadi nya Yanto sedang berjongkok kini ia pun duduk karna sudah merasa aman.


Belum sempat ia terduduk


"AarrggG!!"


"Aaauuu!"


Tiba-tiba tampak lah beberapa sarigala yang menghampiri mereka berdua


Yanto dan Meri pun kaget dan panik di ketika di kelilingi oleh segerombol sarigala itu, karna minim nya cahaya pada saat itu mereka berdua tidak dapat melihat jelas ada berapa banyak sarigala itu.


Lalu meri pun mengambil kayu bakar yang menyala itu.


Belum sempat beraksi tiba-tiba!


Segerombolan sarigala zombie itu pun langsung mengepung dan menghampiri mereka langsung.


&


Tampak nya ingin menerkam mereka, samar-samar tampak lah rupa dari sarigala itu yang sangat mengerikan.


Lalu


Segerombolan sarigala itu pun menyerang mereka berdua, dengan ganas nya para sarigala zombie itu menyerang mereka, dengan di bekali golok yang di sambung ke tangan Kiri yanto tampak lah ia melindungi diri Meri.


Meri hanya meringkut terdiam di belakang Yanto namun degan ganas nya sarigala zombie itu pun tampak tak kunjung habis-habisnya dan tambah semakin banyak pula.


Di mana kini tampak banyak dari jasad sarigala itu yang bergelimpang karna habis di tebas oleh Yanto menggunakan golok.


Dengan banyak nya sarigala zombie itu kini yanto pun tak tahan, tampak kekuatan nya pun mulai melemah.


"Larii!!!"


Beri tahu Yanto ke meri, namun Meri enggan meninggalkan Yanto sendirian


Lalu meri pun tampak membantu melumpuhkan beberapa dari sarigala zombie itu yang menyerang mereka.


Degan ramai nya, seakan-akan tiada habis nya kini Mereka berdua pun tampak kewalahan.


"Lariii!!!"


Beritahu Yanto ke Meri dengan berteriak.


Namun Meri tetap enggan meninggalkan diri Yanto sendirian.


Walaupun Meri masih anak di bawah umur, namun ia mempunyai sifat dan prinsip yang baik.


Di mana ia adalah tipekal anak yang yang cerdas dan berbudi pekerti.


"Larii!!. Percaya lah pada abang"


Teriak Yanto ke meri degan memaksa,


Lalu degan berat hati Meri pun pergi berlari.


Subuh berganti pagi kini matahari pun mulai menerangi hutan itu. 


Dengan rela Yanto pun berkorban demi keselamatan Meri agar iya bisa hidup layak di kemudian hari.


Dengan di bekali peta yang ia selipkan di pinggang meri pada saat ia tidur, sebentar nya Yanto pada malam sebelum kejadian itu ia sudah merasakan prasaan yang tak enak dan tak wajar yang ia rasa kan, lalu dengan prasaan itu lah Yanto pun degan sempat-sempatnya menyelipkan Peta itu ke Pinggang meri.


Tampak yanto masih berusaha sekuat tenaga untuk membela diri dan menahan semua sarigala zombie itu agar tak mengejar Meri.


Ternyata Wabah virus zombie itu tidak hanya menginfeksi pada manusia, namun tidak luput bagi hewan-hewan pula.


Degan ramai nya seakan-akan segerombol sarigala zombie itu tak habis-habisnya dan akhirnya Yanto pun Habis di keroyok oleh buas nya gerombolan sarigala zombie itu.


Itu lah titik terakhir perjuangan Yanto untuk menyelamatkan diri Meri ia rela mati demi keselamatan orang lain, sungguh hati yang mulia.


Setelah yanto Tewas, meri yang tadi nya berusaha Melarikan diri dari segerombol sarigala zombie tadi, kini tak luput pula dari kejaran beberapa sarigala zombie itu.

__ADS_1


Tampak lah meri sangat berusaha untuk melarikan diri dari kejaran ganas nya sarigala zombie itu.


__ADS_2