KAMPUNG ZOMBIE

KAMPUNG ZOMBIE
BAB 4 "Bertahan hidup di lingkungan zombie "


__ADS_3

Siang pun tiba meri bangun dari tidur nya. Lalu berlari menuju dapur ia mengambil pisang dan dua batang ubi singkong dan air putih, yang di mana untuk di makan nya.


Tiba-tiba!!


Seketika para zombie yang terdapat pada sekitar rumah nya pun pergi berlari menuju rumah di seberang rumah nya meri.


Yang di mana rumah itu adalah rumah nya KISA teman sebaya nya meri.


Lalu


"Degeerr!!" Terobos para zombie mengerumuni pintu rumah tersebut, lalu


"Waaarrrgg!!"


Jerit seseorang terlihat dari jauh dan berlari, yang di mana meri pun ingin sekali menolong dan memanggil orang tersebut, namun apa lah daya ia sendiri pun merasa ketakutan, ternyata yang sedang di kejar-kejar oleh segerombolan zombie itu tidak lain ia lah seorang gadis kecil seusia nya bernama KISA.


Kisa pun di kejar dan di kepung oleh para zombie itu dan akhir nya hilang dalam keroyokan para mayat hidup ( ZOMBIE ) tersebut, Meri pun hanya dapan menangis dan bergidik ketakutan sambil menutup mulut nya.


Di depan mata kepala nya sendiri ia melihat begitu sadis para zombie itu mengeroyok teman nya meri, lalu meri pun dengan terburu-buru nya membawa pisang, singkong dan air minum menuju kamar nya.


Ia hanya dapat merinkup dan menangis.


Sedangkan Zombie orang tua nya pun bertingkah sama seperti zombie yang lain nya.


Zombie orang tua nya pun semakin agresif dan berteriak-teriak.


Sore pun tiba, sekumpulan zombie yang tadi nya ramai pun kini mulai hilang entah kemana pergi nya, meninggal kan jasad kisa yang terlihat tubuh si kisa itu hancur tercakar-cakar namun masih mampu bergerak. Sangat mengerikan.


Dan ternyata kisa teman sebaya meri pun juga sudah terinfeksi oleh ada nya virus zombie tersebut.


Tidak banyak pikir MERI pun beranjak mengumpulkan perbekalan nya seperi pisang, ubi singkong dan air putih lalu ia membuka pintu bagian dapur rumah nya lalu melihat-lihat sekeliling, dan langsung berlari dengan membawa perbekalan yang telah di sediakan nya menuju kolam tempat ia bersembunyi, dan meri pun merasa aman dengan tempat tersebut.


Setengah hari kolam tersebut terendam air hujan, namun syukur nya air hujan tersebut sudah kering.


Tak sengaja ketika meri ingin turun menuju dasar kolam ia lupa membawa kain, yang di mana kain tersebut sangat berguna untuk melindungi diri nya dan menyelimuti diri nya dari dingin nya malam, lalu meri pun dengan berani nya kembali menuju rumah nya yang letak nye tidak jauh dari sumur kering tempat ia bersembunyi.


Dengan tergesa-gesa meri tak sadar bahwa di samping nya terdapat bapak-bapak yang berwajah seram, tidak lain tidak bukan itu adalah warga desa yang kini telah berubah menjadi zombie lalu


"Aarrrgg!!"


Gerang zombie tersebut dan membuat meri kaget bukan kepayang


"Aaaa!!!" Jerit meri.


ketika melihat wajah zombie tersebut, lalu ia berlari menuju tengah jalan dengan panik nya.


Namun alangkah panik nya sekumpulan zombie pun mulai berkerumun dan mengejar Meri,


Meri pun menangis sambil berlari.


Meri berlari mengikuti jalan setapak kampung sensillon.

__ADS_1


Yang di mana semakin banyak pula zombie yang mengikuti dan mengajar nya


Sangat menegang kan dan membuat meri ketakutan setengah mati.


Dengan keterampilan berlari nya yang sangat lincah meri pun dengan gesit mengecoh para zombie.


Dan bersembunyi di balik bukit yang letak nya tak jauh dari perkebunan milik warga.


Di mana di belakang bagian kebun tersebut adalah gunung berapi, yang lumayan tinggi bila di lihat.


Meri pun bersembunyi di balik pohon dan di dekat pohon tersebut terdapat sawah, ia pun berfikir dan mencoba menutupi diri nya dengan lumpur sawah tersebut.


Malam yang sangat gelap gulita namun di terangi oleh seberkas cahaya sinar bulan membuat suasana sangat-sangat mencekam dan mengerikan.


Meri yang tadi nya berlumuran lumpur mencoba memberanikan diri, dan kini mencoba berdiri di tengah-tengah jalan setapak.


Namun aneh nya para zombie yang tadi nya riuh kini menjadi tenang dan sunyi.


Para zombie itu pun hanya mengendus-endus tapi tidak menyerang meri.


Mari pun berdiri tegap sambil menahan air mata dan mengepalkan tangan nya yang di mana meri pada saat itu sangat ketakutan dan mencoba bertahan.


Namun beruntung nya meri pun selamat, di karenakan para zombie menyangka bahwa meri bukan lah siapa-siapa di karenakan tubuh meri kini telah tertutupi oleh lumpur sawah dan menghilangkan aroma tubuh nya.


Itu lah sebap nya kenapa meri tidak di serang oleh para zombie tersebut.


Bahkan beberapa zombie mengendus-endus tubuh meri, tetapi beruntung nya ia tidak di serang.


Ternyata penciuman zombie yang sangat tajam itu bisa di tutupi oleh ada nya aroma lumpur yang menutupi tubuh nya tersebut.


Banyak yang telah di pelajari oleh MERI si gadis kecil itu.


Setelah merasa aman meri pun beranjak pergi dengan berjalan setengah-setengah dan mencoba agar tidak menimbulkan suara.


Dan akhirnya nya meri sampai di rumah nya, lalu ia membersihkan diri nya dengan mandi dan mengganti pakaian nya.


Tampa menunggu-nunggu lama ia langsung bergegas pergi sambil membawa kain yang telah ia sediakan, menuju kolam tempat ia bersembunyi dan menutup rapat mulut kolam tersebut.


2 minggu berlalu setiap per 3 hari meri keluar dari persembunyian nya tersebut, untuk mencari bahan makanan, dengan cara berkelumbun kan kain atau dengan cara berkelumbun kan lumpur.


Begitu lah cara meri si gadis kecil untuk bertahan hidup di sekeliling buas nya para zombie.


Berbagi macam pengetahuan dan pengalam yang telah di dapat meri kini tak sadar 1 tahun pun berlalu.


Meri pun menginjak di usia nya 9 tahun.


Hari itu seperti biasa nya meri keluar dari persembunyian untuk mencari makanan, dengan cara seperti biasa sebelum meri keluar dari persembunyian nya ia mengenakan lumpur untuk menutupi tubuh nya, agar aroma tubuh nya tak tercium oleh para zombie.


Meri pun dengan santai nya berjalan melewati segerombol zombie itu, seperti nya ia sudah terbiasa dengan hal-hal tersebut, meri menuju perkebunan milik warga terdahulu yang di mana di sana terdapat banyak tanaman yang dapat di makan seperti pisang, ubi-ubian dan dan buah-buahan. Tanaman di sana tampak hidup dengan liar nya dan subur nya di karenakan tanah yang subur dan cuaca yang iklan.


Sampai saat ini mari masih mengingat pesan orang tua nya agak jangan pernah melepas masker nya.

__ADS_1


Padahal virus-virus zombie yang dulu nya membunuh para warga kini kiat tak ada lagi, di karenakan meri masih sangat lah takut.


Siang itu meri sedang asyik-asyiknya memakan buah rambutan yang di mana ia sendiri sedang duduk-duduk di atas pohon rambutan, dengan santai nya ia tampak menikmati rambutan yang segar itu. Pada saat itu


Terdengar lah Suara helikopter yang sedang terbang melintasi daerah tersebut yang di mana pada saat itu meri terkejut dan kaget, ia tak tahu barang apa kah itu, yang di mana ia memang lah tidak tahu apa itu dan bisa di bilang baru kali ini ia melihat nya.


Helikopter itu adalah milik damkar yang sedang berpatroli memantau daerah pegunungan itu.


Ternyata wabah virus ZOMBIE itu tidak lah sampai ke daerah perkotaan di karenakan virus itu tidak tahan dengan cuaca ektrim pada saat itu.


Helikopter itu pun berlalu, para zombie pun riuh seketika di karenakan ada nya seekor ayam yang entah dari mana datang nya. Sembari memikirkan kan helikopter tadi, dengan asyik nya meri menontonti para zombie yang bodoh itu.


Para zombie itu tampak sangat ganas dan kelaparan.


Sore pun tiba, meri pun bergegas turun dan menuju rumah nya yang di mana rumah nya dulu mulai tampak reot, sesampai nya di rumah ia pun menangis melihat keadaan jasad orang tua nya dulu yang kini telah berubah menjadi mayat hidup ( ZOMBIE) Itu.


Jasad orang tua meri itu tampak seperti daging busuk dan mengeluarkan aroma yang sangat berbau. Tapi entah kenapa masih bisa bergerak dan menggarang.


Meri pun hanya dapat menangis di pojokan sambil menatapi jasad ke dua orang tua nya tersebut. Sambil berkata


"Ayaah ibuu, aku sangat merindu kan kaliaan"


Rintih meri si gadis malang.


Dengan ada nya jasad orang tua nya itu lah meri tampak agak tenang.


Entah apa yang di pikir kan gadis itu ia keluar dan menjerat seekor ayam, yang di mana ayam tersebut di sembelih nya dan di lempar kan nya ke hadapan zombie itu.


Lalu dengan rakus nya zombi orang tua nya itu melahap ayam mentah itu.


Meri pun tersadar ternyata dengan begini lah para zombie bertahan.


Sesampai nya di daerah perkotaan.


EDI dan YANTO yang tadi nya sedang berpatroli dengan menggunakan helikopter berbicara ke pada teman-teman satu kantor nya, bahwa ia telah menemukan sebuah pedesaan yang sangat-sangat sepi dan tidak terlihat ada nya jejak kehidupan di sana, para teman-teman kantor Edi, yanto pun tidak percaya dan menganggap itu hanya lah buwalan.


Edi dan Yanto pun penasaran dengan keberadaan pedesaan itu dan mencoba menelusuri wilayah tersebut dengan menggunakan maps dan akhir nye usaha mereka pun membuah kan hasil dan menyelidiki daerah tersebut.


Mereka mencoba mencari rute terdekat dan akhir nya mereka menemukan sebuah jalur yang berada di bagian hutan yang sangat rimbun.


Dengan ada nya bukti Maps tersebut baru lah Edi dan yanto memberi tahu teman-teman kantor nya, baru lah mereka percaya dengan ada nya perdesaan itu.


Edi dan yanto pun masih mencari informasi tentang daerah tersebut bahkan mereka ingin sekali mendatangi daerah tersebut di karenakan merasa aneh dengan pedesaan itu yang di mana terlihat tidak ada jejak kehidupan.


Mereka pun mencoba untuk mengunjungi daerah tersebut sesambil berpatroli di wilayah pegunungan itu.


Namun sayang mereka tiba di wilayah tersebut pada saat sore hari dan tidak bisa melihat jelas kebawah di karenakan hari mulai senja.


Mereka pun memutuskan kan untuk kembali dan tidak membawa informasi apa pun.


Edi dan yanto adalah seseorang yang berjiwa petualang jadi wajar saja kalo mereka sangat tertarik dengan keberadaan pedesaan tersebut.

__ADS_1


Edi dan yanto ini adalah sehabat dekat bahkan bisa di bilang mereka ini telah saling mengenal satu sama lain sejak kecil dan bekerja di suatu lembaga damkar yang sama.


__ADS_2