
Meri yang tadi nya di kejar-kejar oleh segerombol zombie kini terselamatkan karna ia terjun ke dalam kolam persembunyian nya di belakang rumah nya itu. Yang tampak tergenang oleh air hujan dengan keahlian nya meri pun bertahan di dalam kolam tersebut.
Keadaan pun tampak mulai membaik Meri pun keluar dari kolam itu dengan cara mengendap-endap dan masuk ke dalam rumah nya
Namun alangkah terkejut nya ia ketika melihat Seorang Edi di dalam rumah tersebut yang tampak tidak baik-baik saja.
Meri pun bertanya
"Apakah abang baik-baik saja?"
"Ooh dek meri, tolong aku" Rintih edi
"Apa yang harus ku lakukan?"
Jawab Meri
"Seperti nya aku akan mati, dan menjadi sama seperti mereka"
"Jadi bisa kah kau tolong mengikat diriku sama seperti kedua orang tua mu?" Beri tahu Edi yang tampak tubuh nya penuh luka dan tampak tak baik-baik saja.
"Ba baik lah"
Jawab meri terbata-bata
Meri pun dengan cepat nya mencari tali ke dapur. dan langsung mengikat kan ke diri edi
Tubuh edi pun berangsur-angsur mulai aneh dan sifat nya pun berubah.
Tiba-tiba si edi langsung terjatuh tak sadarkan diri
Meri pun mengikat kencang tubuh edi di tiang rumah nya karna meri sadar sebentar lagi edi akan berubah menjadi zombie sama seperti yang lain nya.
Meri tampak cemas dan sedih karna ia tahu edi tidak akan bertahan lama, karna edi telah terinfeksi oleh virus zombie itu di karenakan ia telah banyak terkena gigitan oleh para zombie.
Setiba nya datang lah Yanto yang tampak terengah-engah
"Haah ada apa ini?!, Apa yang terjadi pada diri mu Dii?" Tanya yanto sambil merangkul tubuh Edi yang tampak tak sadarkan diri.
"Menjauh lah dari dia Bang!!" Jawab meri
"Kenapa? Ada apa dengan dia?" Tanya Yanto dengan bingung dan tampak khawatir.
"Ia telah tiada dan ia akan berubah menjadi zombie sama seperti yang lain nya"
"Menjauh lah dari diri nya!" Jawab meri dengan tegas.
"Aaaaa!! Kenapa ini bisa terjadi!" Jerit yanto
Meri hanya dapat terduduk dan terdiam melihat semua kejadian itu.
Tiba-tiba tubuh Edi yang tadi nya tampak tak sadarkan diri, kini bangun dan sifat nya pun berubah, terlihat dari Gerangan edi dan tubuh nya yang pucat itu tampak seperti mayat hidup.
Lalu dengan gesit nya langsung menyerang yanto yang berada tak jauh dari Edi itu.
"Aaaa!!" Teriak yanto dan langsung menendang tubuh edi dan langsung menjauh dari edi yang kini telah tiada dan telah menjadi zombie.
Meri dan Yanto hanya terduduk diam, mereka hanya dapat memandangi tiga zombie yang terikat itu.
Sungguh malang nasib Edi yang kini ia telah tiada dan berubah menjadi zombie
"Maaf kan aku Dii" Rintihan yanto dengan perasaan penuh bersalah karna rencana mereka kali ini gagal total, yang di mana Yanto tak menemukan Walkie-talkie yang di harap kan dapat untuk menyelamatkan mereka namun malah edi yang kini telah berubah menjadi zombie, kini hanya tinggal mereka berdua hanya penyesalan duka lara yang membuat mereka kecewa.
Tiba-tiba ketiga zombie itu, tidak lain ia lah Zombie orang tua nya meri dan Edi kini memberontak layak nya seperti hewan buas yang kelaparan.
Membuat situs menjadi lebih tegang.
Ternyata ikatan tali yang mengikat tubuh edi telah longgar dan menyebabkan tubuh edi kini terlepas dari ikatan nya dan langsung menyerang mereka berdua.
Betapa kaget nya yanto dan meri dengan terkaman zombie edi itu.
"Aaaa! Menjauh dari ku!!!" Teriak yanto yang kepanikan
__ADS_1
Tiba-tiba meri meluncur kan serangan dengan menggunakan sebilah tongkat yang bertubi-tubi mengarah kepala edi dan
"Dragg!!" Suara kepala zombie edi yang terhantam tongkat. Dan seketika terkulai tak berdaya.
"Apa Abang baik-baik saja?" Tanya meri
Yanto langsung panik dan membuka pakaian nya ia memeriksa tubuh nya apakah ia terkena gigitan dari edi, beruntung nya yanto tidak terkena gigitan dari yanto dan berarti ia tidak terinfeksi oleh virus zombie yang mematikan itu.
Setelah kejadian itu jasad edi pun langsung di kubur .
Meri pun langsung berinisiatif untuk memberikan pertolongan terhadap yanto, ia memberikan obat gosok dan membungkus jari yanto yang tampak bengkok itu.
"Terimakasih dek" yanto hanya dapat duduk terdiam meratapi nasip teman nya yang kini telah berubah menjadi monster ( ZOMBIE ).
Dan terfikir nasip nya pun entah gimana.
Suasana pada saat itu tampak hening perasaan mereka di penuhi rasa kecewa dan kesedihan.
Sore pun tiba. Terdengar suara Helikopter yang terdengar jauh dan itu mengejut kan yanto ia ingin sekali berlari keluar menuju titik suara helikopter tersebut.
Namun ia pun mengurungkan niatnya karna ia tahu bila ia keluar dari persembunyian nya ini, itu berarti sama saja dengan mengantar nyawa ke para Zombie-zombie yang buas itu.
Hari pun semakin gelap mereka berdua pun memutuskan untuk beristirahat.
Begitu pula dengan tim pencarian, tim pencarian pun memutuskan untuk pulang ke titik posko pencarian.
Sesampai nya di posko Pencarian.
Para awak pencarian atas hilangnya Edi dan Yanto pun bernegosiasi.
Karna sudah lima hari mereka berusaha mencari atas hilang nya Edi dan Yanto belum membuah kan hasil sedikit pun.
Esok hari ke enam, adalah hari terakhir pencarian atas hilangnya Edi dan Yanto.
Bila mana esok Edi dan Yanto tidak di temukan dan tidak ada perkembangan dalam pencarian itu maka tim SAR dan tim Damkar akan menghentikan pencarian, karena di perkirakan edi dan yanto telah tiada.
Berita atas hilangnya Edi dan Yanto pun Gempar di era perkotaan.
Padahal pada saat itu Yanto dan Meri masih bertahan hidup hanya saja letak mereka sangat sulit untuk di jangkau.
Malam pun tiba yanto tak bisa memejam kan mata nya karna ia hanya memikirkan nasib teman nya dan nasib diri nya, apakah ia akan tewas di tempat itu dan menjadi zombie sama seperti teman nya Edi.
"Ya Tuhan Ampunilah dosa ku serta dosa bapak ibu ku" renung yanto yang tampak sedih, ia hanya dapat merenungi nasib nya dan nasib ibu nya yang bila ia tewas maka ibu nya akan hidup berdua bersama sang adik nya.
Sungguh memprihatinkan.
Yanto pun bangun dan duduk ia melihat si meri gadis kecil yang telah lama berada di tempat ini.
Ia berfikir kenapa meri bisa bertahan sampai saat ini.
Hari pun semakin malam, yanto yang masih belum tidur merenungi nasib diri nya sembari memikir kan jalan pelarian nya dari tempat terkutuk itu.
"Hmm esok aku akan mencari tau ada apa saja di tempat ini" Gumam yanto di dalam hati nya
Tak sadar ia pun tertidur.
Ke esokan hari nya para tim Pencarian pun bersiap-siap untuk melanjutkan aksi pencarian atas hilang nya edi dan yanto.
Kali ini mereka tidak lagi menggunakan maps GPS jejak terakhir helikopter edi dan yanto.
Namun mereka mencoba untuk mencari di area pegunungan yang di perkirakan daerah pegunungan itu sangat sulit untuk di jangkau dan sangat berbahaya jika salah dalam memilih rute.
Hari itu ia lah hari terakhir para tim pencari untuk mencari Edi dan Yanto.
Bila kali ini tidak membuah kan hasil sedikit pun
Maka pencarian atas hilangnya Edi dan Yanto akan di hentikan.
~SIN PUN BERALIH,~ ke Meri dan Yanto
Mereka pun terbangun dari tidur lelap nya.
__ADS_1
Hari itu adalah hari di mana seharus nya mereka mencari perbekalan makanan, namun yanto mengurungkan niat nya karna ia masih mengingat kejadian semalam, dan merasa tubuh nya tidak enak. Mereka pun makan dengan makanan seada nya.
Sembari menghidupkan api Yanto bertanya ke meri
"Dek meri. .. apa nama kampung ini dulu?"
"Sensillon bang" jawab meri
"Hmm apakah di daerah sini ada jalan alternatif menuju ke luar?"
"Emm aku tidak begitu tahu bang, tapi dulu ada salah satu warga yang ingin keluar dari kampung ini namun naas diri nya tak kunjung kembali, hanya tubuh nya saja di temukan oleh warga desa, kata ayah ku orang itu mati karna di terkam oleh hewan buas" turut penjelasan Meri
"Hmm begitu ya"
"Kalo jalan menuju luar itu sebenarnya ada.. tapi aku tidak tahu di mana"
"Hanya orang-orang tua saja yang tahu jalan itu"
Jelas meri
"Hmm iya-iya"
Tiba-tiba Yanto pun terfikir tentang jalan itu, dalam benak nya ia akan mencari tahu di mana jalan itu berada.
Lalu yanto pun melanjutkan pertanyaan nya
"Apakah dulu di desa ini ada kepala kampung ya?"
"Ada!"
"Tapi ia sudah tewas dan menjadi monster ( ZOMBIE )" jawab meri
Yanto pun terdiam sejenak ia memikirkan sesuatu yang tidak di ketahui oleh meri.
"Ada apa ya bang?" Tanya meri
"Hmm apakah dek meri masih ingat dengan rumah kepala kampung itu?"
"Yaah masih ingat, emang ada apa ya bang?" Tanya meri kembali
"Hmm baik lah, esok kita akan ke rumah tersebut, kita akan mencari informasi tentang kampung ini"
"Baik lah Abang" jawab meri
Lalu mereka pun makan dengan seada nya.
Siang pun tiba yanto terfikir dengan suara Helikopter semalam.
Ia berfikir sejenak lalu
"Dek meri?!"
"Iya abang" jawab meri
"Kamu harus tetap tinggal di sini, abang mau keluar"
"Abang mau ke mana??" Rintih meri
"Abang akan keluar sebentar, untuk menaruh kode agar tim pencari melihat kita berada di sini" jawab yanto
"Baik lah kalo begitu, tapi hati-hati" jawab meri yang tampak tak ikhlas atas kepergian yanto
"Tidak apa-apa dek meri, semua akan baik-baik saja, harus kamu ingat apa pun yang terjadi jangan keluar!!" Beri tahu Yanto dengan tegas, sambil tersenyum memastikan semua akan baik-baik saja.
Lalu yanto pun pergi ke luar di mana tidak jauh dari rumah meri letak persembunyian mereka itu terdapat sungai, dan yanto pun langsung melompat ke dasar sungai untuk melumuri tubuh nya dengan lumpur, bertujuan agar aroma tubuh nya tidak tercium oleh zombie.
Lalu Yanto pun pergi menuju dataran luas dengan mengendap-endap agat ia tidak terlihat oleh zombie.
Sesampai nya di dataran luas yanto pun melepas jaket damkar nya yang berwarna oren lalu mengikat nya di suatu tiang dan menegak kan tiang itu, tampak lah seperti tiang bendera.
Yang di harap-harap yanto bisa terlihat oleh tim pencari nanti nya.
__ADS_1
Setelah usai, yanto pun beranjak pergi.