KAMPUNG ZOMBIE

KAMPUNG ZOMBIE
BAB 21 "Penjarah"


__ADS_3

3 pemuda kota itu pun terlepas dari ikatan tali yang mengikat kencang diri mereka, lalu Rayen pun memberi kode ke 2 teman nya tersebut untuk segera beraksi menyerang Perampas yang sudah separuh sadar tersebut.


Lalu!


"Aaah!?"


"Hoi di mana kalian?"


Jerit perampas yang mengawasi 3 pemuda kota itu dengan Ekspresi setengah sadar akibat Miras.


Lalu ia pun beranjak pergi, tak jauh dari tempat tersebut, tampak nya orang tersebut ingin buang air kecil.


Tampa banyak basa basi 3 pemuda kota itu pun langsung beraksi.


Di mana Rayen langsung menghampiri orang tersebut, lalu Langsung menyayat tenggorokan orang tersebut degan pisau belati yang sedari tadi telah di sembunyikan nya.


"Ssraakk!!"


"Aarrg"


Suara sayatan dan gerangan penjarah itu dan seketika roboh bersimbah darah.


Lalu Rayen pun langsung mengambil senapan yang terdapat pada orang tersebut.


"Ayo kita Cari 2 berengsek itu"


Beritahu Rayen ke 2 teman nya


Lalu mereka pun mencari 2 penjarah lain nya.


Dan menemukan salah 1 penjarah itu yang sedang melancarkan aksi bejat nya, di mana terlihat orang tersebut memaksa Mira untuk melepas pakaian nya.


Lalu


"Deggerr!"


Suara senapan yang di acukan Rayen ke penjarah tersebut.


Dan mengenai pass di bagian kepala orang tersebut.


Beruntung teman penjarah yang satu nya tak menyadari hal itu.


"Mampus Lu bajingan!"


Gerutu Rayen lalu 3 pemuda kota itu pun menghampiri Mira yang sudah lemas akibat paksaan orang bejat tersebut.


Sesampai nya Mira pun langsung memeluk Rayen sembari menangis.


"Ka. Kamu tidak apa-apa kan?"


Tanya Rayen degan nada terbata-bata


"Hiks-hikss. Iya gak apa-apa"


Jelas Meri sambil menangis.


"Di mana Milea?"


Tanya Jaki


"Aku tidak tahu, munkin di sana, .."


Jelas Mira sembari menunjuk ke arah dalam hutan.


"Ok. Ayo kita cari Berengsek itu!?"


"Adi, tolong lu bawa Mira ke luar dan kamu jaga mereka"


Jelas Jaki


Lalu di jawab oleh Adi


"Okeh"


"Hati-hati!,.."


Beritahu Mira ke Rayen


"Iyah. Gak pa pa, kamu tunggu saja kami di luar"


Sahut Rayen


Degan cepat nya 2 pemuda itu pun Mencari keberadaan Milea yang telah di bawa oleh bajingan yang tak berperikemanusiaan itu.


Tak begitu lama akhirnya mereka berdua pun menemukan keberadaan orang tersebut yang di mana terlihat, tubuh milea telah di ikat dan baju nya pun telah sobek.


Sungguh pemandangan yang tak ber adab, di mana dunia pada saat itu dalam kehancuran karna akibat Wabah virus zombie, tapi manusia nya ada yang seperti itu. Seperti setan, tak mempunyai akal sehat.


"Sialan!!"


Gerutu Jaki


Yang melihat tubuh Milea yang di Ciumi oleh bajingan tersebut, Tampak Milea memberontak dan menangis tapi hal itu tak membuahkan hasil sama sekali.


"Ssstt!"


Sahut Rayen sembari menenangkan Jaki, dan memberikan nya senapan.


Lalu Jaki pun Membidik orang tersebut


Dan berkata


"Mati lu bajingan!"


"Deggerr!!"


Suara tembakan yang mengenai bagian baha orang tersebut dan seketika terjatuh.


"Aaaarr!!"


Jerit orang itu


Lalu Rayen dan Jaki pun keluar dari tempat persembunyian nya.


"Jakii!!"


Jerit Milea sembari menangis terisak-isak


Tampa sepatah kata pun Jaki langsung memeluk erat tubuh Milea dan melepaskan ikatan nya.


"Aduuh, maafkan aku"


Beritahu Jaki yang tak sampai hati melihat wanita yang di sukai nya menangis ketakutan

__ADS_1


Lalu Rayen pun melepas jaket nya dan memberikan ke Jaki.


Lalu di pasangkan ke Milea yang tampak baju nya telah terkoyak dan tak layak pakai.


"Emm sialan Lu!!"


Satu pukulan di layangkan oleh Rayen ke bagian muka penjarah yang sudah tak dapat berbuat apa-apa itu.


Lalu!


"Bajingaan!!"


Teriak Jaki sembari menginjak injak tubuh orang tersebut sampai mulut nya mengeluarkan darah yang cukup banyak.


"Sudah cukuup!, Hiks-hikss"


Rintih Milea


"Kamu baik-baik saja kan?, Kamu belum di apa-apain kan dengan setan ini?!"


Tanya Jaki


Degan wajah sangat nya


"Enggak. Aku gak apa-apa."


Jelas Milea


"Okeh, baik lah kalo begitu. Bro tolong lu bawa Milea ke luar dari sini"


Pinta Jaki


"Emang lu mau ngapain?"


Sahut Rayen


Lalu. Tampa menjawab sepatah kata pun


Tampak Jaki mengangkat tubuh orang itu dan mengikat nya di pohon.


"Bajingan!!"


Gerutu Jaki dan langsung memukul kepala orang itu Hingga babak belur dan mengeluarkan darah.


"Sudah cukup! Ayo kita pergi biar lah hukum alam yang membalas nya"


Beritahu Milea yang tampak lemes sembari menghapus jejak air mata nya.


Lalu mereka bertiga pun pergi meninggal kan orang tersebut yang sudah tak berdaya.


Sesampai nya di tempat semula, Tampak lah Adi, Mira dan Meri yang telah menunggu dengan raut wajah gelisah dan, ...


"Mira!?"


Panggil Milea dan mereka pun langsung berpelukan, tampak raut wajah mereka masih ketakutan karna kejadian tadi


"Apakah kau baik-baik saja?"


Tanya Mira


"Iyah tidak apa-apa, kau?"


"Iyah tidak apa-apa, syukurlah kalo begitu"


Sahut Milea


Beritahu Rayen ke teman-teman nya.


"Iyah, Eh kalian bertiga pergi lah masuk"


Perintah Jaki, lalu tiga gadis itu pun masuk ke dalam mobil


"Itu barang-barang kita?!"


Tanya Adi


"Oh jelas kita ambil, sekalian kita kuras minyak mobil kampret ini"


Jelas Jaki


Lalu 3 Remaja itu pun Mulai bergegas memindahkan barang-barang yang tadi nya telah di rampas dan mengambil minyak mobil tersebut.


Kehidupan saat itu berubah derastis semenjak ada nya wabah virus mematikan tersebut, di mana kejahatan menjadi-jadi dan setengah dari populasi manusia pada saat itu pun turun derastis.


Sesuai itu.


3 pemuda kota itu pun beranjak meninggalkan tempat tersebut, dan melanjutkan perjalanan mereka menuju Bangker pengungsian yang sudah di tentukan.


"Emm dengan ada nya kejadian ini sebaik nya untuk sterus nya kita harus lebih berhati-hati dan lebih waspada "


Jelas Rayen ke teman-teman nya


Lalu mereka pun berjalan menyusuri jalan raya yang terdapat pada pinggiran hutan tersebut.


Tampak jalan tersebut sangat sepi dan tidak ada 1 kendaraan pun yang melintas area jalan tersebut, Matahari pun mulai terbenam bertanda malam akan tiba lalu


"Eh Geng?! Menurut Informasi yang Gw dapat Pemerintah negara kita saat ini telah meresmikan padmi stadium akhir, dan pemerintah kita saat ini telah Membangun beberapa banker pengungsian di negara kita. Satu di antara nya terdapat pada kota kita, dan di harapkan bagi orang yang masih selamat agar bisa pergi menuju Bangker pengungsian tersebut degan syarat tidak terinfeksi oleh virus zombie ini"


Jelas Adi yang telah menemukan berita tersebut lalu, ..


"Di mana letak Banker pengungsian itu?"


Tanya Rayen yang ke sekian kali nya


"Yang sesaui di Maps, itu adalah Maps resmi dari pemerintah yang telah ku temukan"


Sahut Adi dengan penuh rasa percaya diri


"Hmm apakah jalan yang akan kita lalui nanti aman?.."


Sahut Jaki yang tampak masih ragu degan Maps tersebut.


"Menurut gw sih aman"


Jawab Adi


"Eh gays apakah kita harus melanjutkan perjalanan pada malam ini juga?"


Tanya Mira


"Emm, .. gimana nih Geng?"


Sahut Rayen yang tampak nya masih bingung degan situasi tersebut, suasa pun Hening seketika

__ADS_1


"Apakah aku boleh berbicara?"


Tanya Meri dengan lugu nya


"Haa??. Ada apa dek Meri?,.. Ngomong lah gak apa-apa kok"


Sahut Milea


"Menurut pengalaman ku semasa aku tinggal di Kampung ku, yang sekarang telah di penuhi oleh zombie ada sedikit pelajaran yang aku ketahui, yaitu Para mayat hidup itu tetap bisa menyerang kita walaupun dalam keadaan gelap. Karna mereka bergerak itu degan cara menggunakan indra pendengaran dan penciuman. Walaupun pun begitu mereka tetap lah buas di ketika mencium aroma tubuh manusia atau pun hewan."


Jelas Meri Yang di mana itu semua adalah benar.


"Ooo begitu ya.."


"Jadi bagaimana ini? Apakah malam ini kita harus melanjutkan perjalanan atau menginap di suatu tempat?"


Sahut Rayen


"Emm lebih baik kita Menginap aja"


Sahut Adi


"Iyah benar!"


Dan di jawab oleh teman-temannya yang lain


"Haaah lagian gw capeek banget nih!"


Beritahu Jaki ke teman-teman nya


"Aah luu!"


Jawan Rayen


Lalu di sahut oleh Jaki hanya dengan Cekikilan ketawa Kecil.


"Dii?! Kek nya lu dapat tugas baru nih"


Jelas Jaki ke Adi


"Aah gw udah paham ama maksud Lu"


Sahut Adi


Pemandangan sore itu terlihat sangat indah, walaupun mereka hanya bisa melihat pemandangan sore itu di dalam mobil.


Tampak dari kejauhan Bangunan perkotaan yang menjulang tinggi bertanda mereka tidak begitu jauh lagi dari wilayah pusat kota.


"Waah indah banget yah"


Beritahu Milea


"Iyah baru kali ini gw melihat terbenam nya matahari hehe!"


Sahut Mira sembari tertawa kecil, karna memang Mira ini adalah anak rumahan ia melarikan diri dari rumah karna selalu di atur-atur dan di marahi oleh orang tua nya.


"Eh Itu apaan kak?"


Beritahu Meri yang tampak takjub degan pemandangan Kota tersebut.


"Iyaa itu nama nya gedung, indah kan"


Sahut Mira sembari merangkul Meri


"Hehe kalian jodoh yah!?"


Potong Adi dari belakang


"Paan??!"


Jawab Mira, ...


"Enggak, maksud gw kalian jodoh nama aja hampir sama haha!"


Beritahu Adi dan dengan tawa nya yang besar dan bulat.


Lalu di jawab oleh Mira


"Iih lu!. ."


"Oh iya. Geng gw menemukan tempat peristirahatan yang sepertinya cocok untuk kita"


Beritahu Adi.


"Aman gak?"


Sahut Rayen.


"Emm kurang tau juga gw"


Sahut Adi


"Emang nya di mana?"


"Itu di Mol, kenapa gw memilih tempat itu?!.. yah karna di situ lengkap loo geng semua kebutuhan kita pasti terpenuhi dAh!, Lagian gw gak ada menemukan tempat yang nyaman selain itu"


Jelas Adi


"Iyaah gw tau, tapi aman gak?,"


Sahut Rayen degan nada Membentak.


"Hmm entar kita Cek dulu dAh"


Sahut Adi


"Cara nya gimana Nduut?!!"


Jawab Jaki dengan ekspresi meledek.


"Anjim dAh! klen mah enak Nyuruh-nyuruh gw, .."


"Ah elu, ..."


Sahut Jaki, belum sempat selesai ia berbicara Adi pun langsung memotong pembicaraannya tersebut


"Eeh dengerin dulu ide Gw, .. Cara nya entar kita stop dulu gak jauh dari Mol tersebut kira-kira 1 KG atau kurang lah, tujuan nya gw Cek dulu lokasi nya dengan menggunakan Dron. Kalo aman kita gass, kalo enggak yah kita cari tempat lain dAh. Gimana??"


Beritahu Adi mengenai Ide nya tersebut


"Oke siip!"


Sahut Rayen.

__ADS_1


__ADS_2