
Lalu di jawab oleh Yanto dengan senyuman dan
"Ooh itu, sebelum nya maaf apakah dek meri belum tau membaca?"
Lalu di jawab oleh meri dengan kesan bingung
"Apa itu membaca?"
"Sebelum nya izin kan abang untuk mengajarkan dek meri untuk membaca dan menghitung, apakah dek meri mau?"
"Iyah aku mau"
Jawab meri dengan semangat nya, sesambil menyuapi makanan ke yanto, lalu yanto pun menjelaskan beberapa hal penting tentang rumus membaca.
Dan yanto pun menyuruh meri untuk mengambil kayu arang dan pelepah daun pinang yang terdapat pada rumah tersebut.
Pinang adalah salah satu tanaman khas di Indonesia, ada beberapa manfaat yang terdapat pada tanaman pinang di antara nya yaitu: menambah energi, menjaga kesehatan jantung, melindungi hati dari kerusakan, berpotensi menurunkan risiko kanker, berpotensi mengurangi gejala skizofrenia (gangguan kronis pada otak) dan masih banyak lagi.
Dengan alat tulis seada nya yanto pun mengajari meri bagai mana cara membaca,menghitung dan menulis.
Tampak meri pun senang karna pada dasar nya ia tak pernah belajar membaca dan menulis selama ini. di karenakan letak kampung nya yang terpencil dan jauh dari wilayah perkotaan.
Sembari belajar membaca dan menulis meri pun sesambil menyuapi makan yanto.
Suasa pada saat itu tampak tenang dan senang
Meri yang tampak riah gembira pun sangat mudah menangkap pembelajaran yang di ajari yanto.
Tak kerasa satu minggu pun berlalu
Tubuh yanto yang dulu nya lemah tak berdaya kini berangsur-angsur mulai bisa beraktivitas seperti biasa nya dan tentu nya luka yanto kini sudah sembuh dan mengering.
Hari itu seperti biasa nya setelah makan pagi meri dan yanto tampak berbincang-bincang
"Dek Apakah kau sudah hafal tentang pelajaran mu semalam?"
"Iyah sudah hafal bang"
"Abang apakah hari ini kita tidak belajar?"
Tanya meri dengan senyuman
"Hmm untuk hari ini kita libur dulu, tenangi lah dulu pikiran mu dan jangan lupakan hapalan mu"
Jawab yanto.
Lalu di jawab meri dengan anggukan.
Meri adalah bocah berusia sembilan tahun, ia adalah anak yang tampak berbudi pekerti dan tak suka banyak omong.
Lalu meri pun keluar rumah itu
"Mau ke mana?"
"Hmm aku mau melihat-lihat rumah ku"
"Abang tunggu saja di sini"
Jawab meri.
Belum sempat yanto berkata-kata meri pun sudah berada di luar rumah.
Meri berlari menuju rumah nya itu yang tampak tidak terlalu jauh.
Sesampai nya di rumah nya.
Meri pun hanya terduduk diam melihat suasana rumah nya itu, lalu ia pun menuju ruang tengah tampak lah tiga jasad zombie yang tergeletak tak bergerak.
Alangkah terkejutnya meri pada saat itu ada apa dengan tiga zombie itu karena tidak bergerak.
Setelah di lihat-lihat lebih jelas ternyata zombie-zombie itu telah mati.
Meri hanya terduduk diam melihat semua itu, ia hanya dapat meneteskan air mata nya dan mengenang jasa-jasa orang tua nya. Tiga Zombie yang terdapat pada rumah itu tidak bukan ia lah orang tua nya dan Edi.
Untuk beberapa saat meri pun terduduk diam di rumah itu. Lalu ia pun beranjak pergi dari rumah itu.
Sesampai nya di rumah persembunyian nya yanto pun bertanya
__ADS_1
"Tadi ke mana?"
"Tadi aku pergi melihat-lihat rumah ku"
"Oo bagai mana keadaan tiga Zombie itu?" Tanya yanto dengan penasaran nya.
Untuk sejenak meri pun tertegun.
"Mereka sudah tiada"
"Hah!!."
Tampak yanto terkejut mendengar kabar itu.
"Iyah mereka telah tiada"
Perjepas meri sekali lagi
Lalu mereka berdua pun terdiam sesaat, ternyata zombie-zombie itu sama seperti manusia biasa di mana mereka harus makan, cara makan zombie itu ia lah dengan memakan atau menghisap darah segar.
Hari-hari mereka lalui bersama, kini yanto pun pulih total dan dapat beraktivitas seperti biasa nya, hanya saja tangan kiri nya yang telah tiada.
Dan begitu pula dengan meri, dulu meri tidak tahu sama sekali tentang membaca, menghitung dan menulis berbeda dengan sekarang di mana meri pun berhasil mengetahui cara membaca dan menghitung.
Walaupun tak banyak yang di ketahui oleh meri namun hal itu sangat lah berarti bagi diri nya.
Minggu kedua pun berakhir, hampir satu bulan mereka hidup berdampingan semenjak di tinggal oleh Edi sehabat dekat yanto.
Yanto berfikir kalo kesedihan ini tak mungkin berlarut-larut, yanto terfikir tentang bagaimana cara agar dapat keluar dari tempat ini, lalu
"Dek meri.. mana peta yang telah abang berikan kemaren?"
Meri pun langsung mengambil peta itu yang berada pada dalam kendi.
"Ini!"
"Dek Apakah adek mau keluar dari tempat ini?"
Tanya yanto
"iya.. walaupun berat rasa nya untuk meninggalkan kampung ini, karna terdapat banyak kenangan ku terhadap orang tua ku di kampung ini, tapi iyah aku setuju".
"Baik lah kalo begitu, bagaimana kalo besok kita mulai menjalankan aksi pelarian ini"
"Hmm baik lah"
Jawab meri dengan tegas
"Bagaimana dengan persediaan makanan kita?"
"Masih cukup"
jawab meri
Lalu yanto pun memeriksa bahan makanan yang nanti nya akan jadi bekal mereka di perjalanan.
Lalu
"Dek apakah kau bisa menolong abang? Tolong kau bungkus beberapa buah-buahan ini"
Lalu meri pun membungkus beberapa buah-buahan itu
"Abang mau pergi ke luar dulu, jangan ke mana-mana sebelum abang pulang"
"Mau ke mana bang!?"
Tanya meri
"Aku mau pergi ke sungai dulu"
"Iya hati-hati bang"
Jawab meri yang sambil membungkus beberapa bahan makanan.
Semenjak kejadian kecelakaan helikopter yang di tumpangi Edi dan Yanto kemarin ternyata mereka telah hampir empat bulan di kampung zombie itu,
Hanya yanto dan meri lah yang masih bertahan hingga saat ini, suka duka mereka rasa kan bersama. Lalu Yanto pun pergi menuju sungai dengan membawa sebilah parang/golok yang tampak sudah berkarat.
__ADS_1
Dengan cara mengendap-endap akhirnya sampai lah yanto di sungai, tujuan yanto ke sungai ia lah ingin mengasah golok tersebut karna di sungai itu terdapat banyak bebatuan yang cukup besar.
Seketika yanto pun terdiam sejenak, ia merasa sedih dan menyadari atas kekurangan nya, di mana tangan kiri nya kini telah tiada.
Lalu dengan susah payah Yanto pun mencoba mengasah golok itu.
Hampir setengah jam berlalu
Sembari mengasah golok itu tiba-tiba yanto melihat beberapa ikan yang tampak melompat-lompat di aliran sungai yang tampak deras itu.
Yanto pun ingin sekali menangkap ikan-ikan itu namun ia bingung bagai mana cara nya.
Namun yanto pun tak habis pikir ia mencoba untuk menebas, menombak ikan-ikan yang terlihat itu, dan beruntung nya cara itu berhasil walaupun menggunakan cara yang cukup sulit dan tragis namun cara itu efektif dan ia mendapatkan dua ekor ikan, merasa cukup lalu yanto pun pergi meninggalkan sungai itu, ia berfikir betapa enak nya ikan itu kalo di panggang dan di makan sama-sama dengan meri.
Sesampai nya di rumah tempat persembunyian, betapa terkejut bercampur senang nya meri di ketika melihat dua ekor ikan yang di bawa oleh yanto tersebut.
"Wah! Di mana Abang mendapatkan ikan ini?"
Tanya meri dengan ekspresi senang.
"Di sungai dek, di ketika abang mengasah golok ini"
Lalu meri pun langsung membuat api dan membersihkan ikan itu.
Sembari menunggu ikan itu mateng mereka berdua pun tampak berbincang-bincang.
"Setelah kita makan, apakah kau siap untuk meninggalkan tempat ini?"
"Hmm apa kah sebaik nya subuh ini saja"
Sahut meri
"Kenapa?"
"Begini bang, kalo sekarang bukan nya waktu kita pendek, lagian kita belum tahu di mana rute yang akan kita lalui"
Penjelasan meri
"Hmm benar juga"
"Baik lah kalo begitu"
Jawab yanto sambil mengangguk
Lalu mereka berdua pun menyepakati untuk melancarkan aksi pelarian mereka di subuh hari nanti, lalu yanto pun melihat-lihat peta wilayah tersebut.
Akhir nya yanto pun memutuskan untuk menggunakan salah satu jalan yang terdapat pada peta itu.
Jalan itu terdapat di balik gunung dan tampak nya jalan itu adalah rute yang cukup dekat menuju luar.
Akhir nya ikan panggang pun jadi mereka berdua pun makan dengan lahap nya.
Sore pun tiba, tampak lah yanto sedang mengajari meri tentang membela diri dan bertahan.
Karena hal itu sangat penting untuk menjaga diri nya sendiri.
Singkat waktu malam pun tiba, sembari beristirahat mereka berdua pun berbincang-bincang tentang bagaimana cara untuk pelarian besok.
Lalu mereka pun memutuskan untuk menggunakan metode melumuri diri menggunakan lumpur, bertujuan agar diri mereka tak tercium dan tak terdeteksi oleh zombie.
Cerita pun berpindah ke perkotaan
Di mana ibu yanto masih berduka atas hilang nya yanto, karna ibu yanto merasa bahwa anak nya tersebut masih hidup.
Tiga bulan setengah berlalu semenjak hilang nya Helikopter damkar yang di tumpangi oleh Edi dan Yanto, kini berita itu telah pudar dan pihak berwenang pun tidak lagi menelusuri hal itu.
Namun semenjak hilang nya Edi dan Yanto di dataran pegunungan ada suatu peristiwa janggal yang terjadi di daerah perkotaan, khusus di pinggiran perkotaan yang bersebelahan langsung dari hutang tempat wilayah hilang nya jejak terakhir helikopter edi dan yanto.
Hari itu ada salah satu pengemudi supir truk sayur-sayuran yang melintasi jalan yang terdapat pada pinggir hutan tersebut, di mana pada sore itu supir ini tak sengaja menumbur hewan yang melompat melintasi jalan itu, ia tak tahu hewan apa yang telah di tabrak nya.
Namun di ketika ia mengecek hewan itu, dan alangkah terkejutnya ia melihat seekor sarigala dewasa yang tampak tubuh nya telah di penuhi koreng, dan aneh nya walaupun telah di tabrak dengan keras jasad dari sarigala itu tak mengeluarkan darah sedikit pun. Aneh bukan!?
Sama seperti orang pada umum nya di mana supir truk ini tidak lupa untuk mengabadikan hal langka tersebut dengan menggunakan HP nya dan mengupload video itu ke social media nya.
Karna video itu aneh, sekali gus menarik maka video itu pun dengan cepat nya viral.
Sampai-sampai si supir truk itu pun di undang ke berbagai stasiun televisi.
__ADS_1
Di dalam acara sebuah siaran televisi si supir truk yang telah menabrak sarigala itu pun menjelasi detail kejadian itu.
"Di mana ia tak sengaja dan tak sempat mengelak karna kejadian itu sangat cepat, sarigala itu melompat menyeberang jalan tampa ia sadari".