
"Degeerr!!"
Suara Pintu rumah itu terbuka dengan paksa segerombol mayat hidup bergulir memasuki rumah itu seperti sedang ingin berebut makanan.
Edi dan Yanto pun bersiaga, tampak wajah para mayat hidup itu sangat lh mengerikan, tampak seperti tulang belulang tetapi masih ada daging yang menempel wajah mereka semua tampak pucat dan daging muka nya tampak membusuk.
Edi pun langsung saja menyerang para segerombol zombie itu dengan di bekali suatu parang.
Ia pun dengan gagah nya menebas kan parang itu ke para zombie, begitu pula yanto yang berusaha membela diri nya dan tampak kesulitan karna semakin banyak pula zombie yang menyerang seperti tidak ada habis nya.
"Dii ayoo keluar!!" Ajak yanto dengan tegas sembari mendobrak pintu belakang rumah dengan paksa
Mereka pun berlari keluar dari rumah itu, melalui pintu belakang.
"Yan ikut aku?!!" Edi dengan cepat mengajak yanto menuju area perkebunan yang kini tampak seperti hutan, lalu mereka mencoba memanjat salah satu pohon yang lumayan tinggi.
Untuk sesaat mereka pun dapat menghindar dari dasyat nya serangan zombie itu.
Para zombie hanya dapat terdiam dan menggerang-gerang layak nya harimau yang sedang kelaparan.
Malam itu sangat lah mencekam dan membuat adrenalin mereka terangkat.
Mereka berdua pun Bertahan di pohon tersebut hingga semua terlihat membaik.
Berita hilang nya Edi dan Yanto pun gempar di perkotaan khusus nya di kantor PMK (kantor damkar), yang menyebabkan orang bertanya-tanya dan beberapa pihak pun menelusuri jejak mereka melalui Maps GPS.
Para anggota damkar pun panik dan berusa untuk menemukan mereka.
Sehari sebelum pemergian mereka berdua .
Mereka di tugas kan untuk berpatroli di daerah pegunungan yang letak nya sangat jauh dari permukiman perkotaan.
Dengan informasi yang tepat dan akurat jejak terakhir edi dan Yanto pun di temukan yang di mana jejak terakhir mereka ia lah di bagian pegunungan
Entah apa yang telah terjadi pada mereka berdua semua orang bertanya-tanya dan kabar hilangnya Edi dan Yanto ini pun menjadi kabar berita utama di tv pada saat itu.
Para tim SAR atau pun tim Damkar pun berusaha mencari Edi dan Yanto di daerah perbukitan dan pegunungan yang hutan nya sangat lah lebat,
Dengan bermodal jejak yang di tinggal kan di GPS para tim SAR dan Damkar berupaya mencari mereka di titik lokasi tersebut namun sayang satu hari pun berlalu para tim pencari pun memutus kan untuk menghentikan pencarian di karenakan malam mulai tiba dan ekstrim nya cuaca di daerah pegunungan itu.
Malam pun tiba Edi dan Yanto yang kini berada di atas pohon mulai merasa kelaparan.
"Aduuh gimana niih? Gw udah mulai ngerasa laper bro" Yanto mengeluh karna sudah kelaparan
"Hmm sama gw juga, tapi mau gimana lagi lu liet tuh para zombie masih rame"
Yang memang bada saat itu para zombie sedang rame-rame nya menunggu mereka
Malam itu tampak remang-remang, Karna cahaya bulan lumayan menerangi mereka.
Mereka pun memutuskan untuk bertahan, dan berharap ke esokan pagi bisa turun dari pohon tersebut.
Subuh menjelang pagi Edi dan Yanto tersadar dan hampir saja mereka terjatuh dari pohon.
"Ssstt" suruh senyap edi ke yanto dengan menutupi mulut nya dengan jari telunjuk.
Lalu edi bergegas turun duluan karna keadaan seperti nya tenang dan tampak aman, dan di susul oleh yanto.
Mereka pun beranjak pergi dengan perlahan menuju atas bukit yang tampak nya terlihat banyak pohon pisang. Sembari menyeberangi suatu jembatan yang tampak sudah rapuh. Lalu
"Bruuk!!" Suara kayu jembatan yang di injak yanto patah.
Situasi pada saat itu sangat lah tegang yang di mana mereka tidak berani bersuara.
__ADS_1
Namun beruntung nya para zombie tidak mendengar itu semua di karnekan edi dan Yanto bisa di bilang sudah jauh dari pedesaan.
Matahari pun mulai timbul edi dan yanto bergegas mencari makanan.
Dan mereka pun menemukan buah pisang.
Mereka pun makan dengan lahap.
Wilayah bekas perkebunan milik warga itu kini telah menjadi hutan dan di tumbuhi beraneka ragam tanaman yang dapat di makan. Seperti pisang, ubi-ubian dan masih banyak lagi.
"Dii kok para zombie itu gak sadar yak kalo kite berada di sini?" Tanya yanto ke edi yang sedang makan pisang mengkal.
"Mana gw tauk? Lu tanya aja langsung ke sana!!"
"Syukur-syukur kita gak di ketahui oleh tu para setan itu" jawab edi, lalu mereka pun melanjut kan makan pisang.
Memang pada saat itu mereka tidak membawa apa-apa hanya berbekal pakaian dinas damkar saja.
Kenapa para zombie tidak dapat berkeliaran di area perkebunan, yah alasan nya ia lah para zombie sangat anti terhadap air dan era perkebunan itu di seberang kampung.
Kampung sensillon ia lah kampung yang berada dekat gunung berapi, dan kampung itu di kelilingi oleh ada nya sungai dan hutan yang sangat rimbun.
Pagi itu gabungan tim SAR dan Damkar memulai pencarian atas hilang nya Tim Dari damkar ia lah Edi Dan Yanto.
Namun aneh nya para tim sar tidak dapat menemukan titik lokasi terakhir kali helikopter yang di tumpangi Edi dan Yanto.
Tim Pencarian hanya berputar di sekeliling dan era pegunungan namun tidak kunjung menemukan edi dan yanto, bahkan Bangkai helikopter edi dan yanto pun tidak terlihat.
Begitu aneh, alasan tim pencarian tidak dapat menemukan edi dan yanto ia lah karena letak geografis dan rimbun nya pepohonan menyulit kan pencarian mereka, yang di mana kampung zombie itu sangat lah kecil dan hampir tidak terlihat ketika di lihat oleh ketinggian.
Sedang asyik-asyiknya berbincang edi dan yanto mendengar suara helikopter gabungan tim pencarian. Namun Sayang mereka tidak melihat Edi dan Yanto yang sedang berusaha memanggil dan berteriak-teriak meminta pertolongan.
"Woow!!!"
"Toloong!!" Jerit edi dan yanto
Memang pada saat itu tim pencarian sedang terbang mengitari perhutanan dengan jarang yang cukup tinggi.
Tim SAR dan Damkar itu pun berlalu.
Dengan ada nya suara teriakan mereka tadi malah menarik para zombie untuk mendatangi sumber suara.
"Aduuh gimana nih Dii?"
"Gw gk tau bro, itu tadi pasti Tim pencarian yang sedang mencari kita" sahut Edi
"Mereka terlalu terbang tinggi, hingga tak melihat lokasi pedesaan ini" sahut yanto
"Iyah tapi mau gimana lagi, mereka udah pergi tuh. Ini semua salah lu tau gk!!" Edi menjawab dengan marah sambil menolak dada yanto
"Weeh lu jaan begitu lah, bangsat lu ah!!" Gw juga gak mau begini sahut yanto
Tiba-tiba
"Aarrggg!!" Terdapat 5 zombie yang menghampiri mereka
"Anjrtt!!, Dii liet"
Lalu edi dan yanto pun langsung bergegas bersiap-siap.
Dengan parang yang di persiap kan edi dari malam tadi ia langsung menebas kan nya ke kepala zombi itu.
Yanto pun tak tinggal diam ia langsung menusuk salah satu zombie dengan menggunakan sebilah besi.
__ADS_1
"Craakk!!" Suara kepala dan tubuh zombie yang di tebas-tebas oleh edi dan Yanto
Dan tersisa lah 1 zombie yang hampir menerkam edi dari belakang namun beruntung yanto dengan sigap memukul tubuh zombie itu hingga hancur.
Lalu!?
"Yan ayoo!!"
Dengan tergesa-gesa edi mengajak yanto untuk bersembunyi di salah satu rumah kosong.
Namun persembunyian mereka kali ini tidak seaman sebelum nya.
Lalu segerombolan zombie berlari menuju rumah yang persembunyian mereka.
Edi dan yanto kewalahan menghadapi zombie-zombie yang tampak sangat banyak
Tiba-tiba
Datang lah Meri si gadis kecil yang kini menjadi gadis kecil yang pemberani, yang tampak aneh dengan berlumuran lumpur.
"Ayoo ikut aku!!?" Teriak meri
Tampa berfikir lama edi dan yanto pun ambil langkah 100 mereka berlarian mengikuti si gadis itu yang tampak sangat lincah.
Para zombie pun semakin rame datang dari segala penjuru arah dan itu semua tampak menegang
Sesampai nya di hujung desa lebih tepat nya di hulu sungai tampak lah sungai yang luas dan terdapat air terjun dan MERI si gadis kecil pun melompat ke dasar sungai.
"Apakah kalian bisa berenang?!" Tanya meri dan di jawab oleh anggukan Edi dan Yanto
"Ayo terjun!!" Meri pun langsung terjun
Dan di ikuti oleh dua pria di belakang nya dan mereka pun timbul dan bersembunyi di balik deras nya air terjun.
Tampak dari kejauhan berapa zombi terjatuh ke sungai. di karenakan sangking banyak nya zombie itu mengejar dan bertabrakan di bagian belakang, hingga zombie yang di bagian depan terjatuh ke dasar sungai dan terlihat zombie itu tidak bisa apa-apa hanya terdiam dan tenggelam.
Mereka ber tiga pun selamat, tampak lah wajah asli Meri yang tadi nya tertutup lumpur Kini telah bersih.
"Aaah syukur lah" Sebut Edi
"Hmm Maaf, adek siapa ya?!" Tanya yanto ke meri
"Mmm nama adek siapa?" Sambungan Edi
"Panggil saja saya MERI" Sahut Meri dengan sikap yang cuek, yah memang lah karena pada umum nya meri ini mempunyai duka luka yang dalam di karenakan ia telah di tinggal oleh orang tua nya dari kecil yang kini orang tua nya telah menjadi mayat hidup sama seperti yang lain nya ( ZOMBIE ), Dan MERI ini lah salah satu orang penduduk asli desa SANSILLON yang terselamatkan dari Wabah virus zombie tersebut.
"Lalu kenapa adek bisa berada di tempat ini??" Tanya yanto yang tampak penasaran
"Saya adalah salah satu warga kampung ini pak" sahut meri yang tampak kaku, karena sudah satu tahun ini meri tidak bercengkeraman dan berbicara ke pada sesama manusia normal.
"Emm apa yang terjadi kepada warga desa ini dek??" Sahut edi .
Lalu di jawab oleh meri dengan singkat
"Karna gunung, dan Penyakit menular!!"
Edi dan Yanto pun terkejut! Ada apa dengan gunung berapi tersebut dan wabah penyakit apa yang membuat warga menjadi seperti ini.
Dengan setengah percaya Edi dan Yanto pun saling berpandangan dengan ekspresi terkejut.
Mereka berdua pun sadar dan percaya dengan ada nya virus Pandoravirus yedoma ( virus zombie ) yang telah di beritakan di tv.
Lalu
__ADS_1
"Ini semua di sebap kan oleh letusan gunung berapi ini, dan mengeluarkan abu vulkanik yang telah tercampur dengan penyakit"
Meri berbicara sambil menunduk karna ia masih mengingat jelas kejadian itu semua.