
Cerita pun berpindah ke 5 Pemuda kota yang saat ini tampak sedang mempersiapkan barang-barang untuk beranjak pergi menuju tempat pengungsian yang sudah mereka tentukan.
Seusai berkemas, tampak lah mereka ber 5 berkumpul dan makan bersama.
Lalu mereka pun membahas tentang rute yang akan mereka lalui untuk menuju tempat pengungsian nanti.
Setelah tidak ada lagi yang mereka pikirkan, Lalu mereka pun memutuskan untuk beranjak pergi.
Belum sempat masuk ke mobil kini mereka ber 5 pun di kejut kan oleh kedatangan seorang gadis kecil yang tampak sedang berlari menuju mereka
"Eeh Siapa tuh Gays?"
Beritahu Mira ke teman-teman nya.
Lalu mereka pun terkejut oleh penampakan gadis kecil yang tengah berlari menuju mereka.
Akhirnya Meri pun sampai ke kumpulan 5 pemuda itu.
Degan nafas ngos-ngosan meri pun langsung menunduk tampak ia sangat kelelahan, lalu Jaki pun bertanya, ..
"Ada apa dek?"
"Adek dari mana?"
Lanjut Rayen
Dengan nada terbata-bata dan degan raut wajah yang panik meri pun menjawab
"Tolong aku. .. dan tolong Abang ku yang telah di keroyok oleh sarigala zombie di sana"
Sambil menunjuk ke arah dalam hutan.
Yang di maksud Meri ia lah Yanto yang tadi nya di keroyok oleh segerombolan sarigala zombie tersebut.
"Haaa!"
Jawab 5 pemuda kota itu dengan serentak, lalu terkejut dan setengah percaya oleh penjelasan Meri tadi.
"Sarigala zombie?. Siapa di mana Abang mu berada?"
Jawab Rayen tampak lah ia berinisiatif untuk pergi mencari keberadaan orang yang meri maksud tadi.
Lalu Milea pun mencoba melerai gadis kecil itu yang tampak sangat lelah dan lusuh.
Mira dan Milea pun mencoba menenangkan gadis kecil itu.
Lalu Rayen pun ingin mencari keberadaan orang yang Meri maksud tadi.
Belum sempat mengambil langkah tiba-tiba! Rayen pun di kejut kan oleh penampakan beberapa sarigala zombie dari kejauhan.
"Hah Apaan tu?!"
Beri tahu Rayen ke teman-teman nya.
"I itu sarigala zombie, .."
Beri tahu Meri dengan nada Terbata-bata.
"Masuk ke dalam mobil. Cepat!!"
Beritahu Rayen ke teman-teman nya.
Lalu Mira dan Milea pun masuk ke mobil sembari membawa Meri mendahului 3 teman laki-laki nya itu.
Tampak lah segerombol sarigala zombie itu sangat menyeramkan. Di mana tampak tubuh dari sarigala-sarigala itu berkoreng dan tampak membusuk.
"Geng. Prasaan gw gak enak ni"
Beritahu Adi
"Iyah. Lebih baik kita kabur aja"
Sambungan Jaki
Tampak segerombol sarigala zombie itu malah bertambah banyak lalu salah satu dari sarigala zombie itu tampak ada yang membawa lengan manusia.
"Eh eeh, itu apaan cok?!"
Beritahu Rayen ke teman-teman nya dengan nada terkejut sembari menunjuk lengan manusia yang telah di bawa oleh salah satu dari sarigala zombie itu.
Tampa sepatah kata pun lalu mereka ber 3 pun masuk ke dalam mobil.
"Kabur Cook!!"
Teriak Jaki
Lalu mereka semua pun masuk ke dalam mobil dan melihat segerombol sarigala zombie itu mengejar menghampiri mereka.
Degan tergesa-gesa Rayen pun mencoba untuk menyalakan mobil nya.
Namun entah mengapa Mobil tersebut tidak mau hidup
"Ada apa dengan mobil ini!!!"
Jerit Rayen sambil memukul setir mobil tersebut
"Cepat!!"
Beritahu Milea yang melihat ke samping, bahwa Sarigala-sarigala zombie itu tampak semakin mendekat.
"Mobil sialan"
Jerit Jaki
Lalu segerombolan sarigala zombie itu pun mengelilingi mereka dan mencoba untuk menerobos masuk ke mobil.
Adi yang duduk di bagian belakang mobil pun ketakutan ketika melihat rupa dari beberapa sarigala zombie itu.
"Geng Cepeet!"
Beritahu Adi
"Aarrgg!!!"
Suara Sarigala-sarigala zombie itu
__ADS_1
Dan akhirnya mobil tersebut pun hidup dan Rayen pun langsung menancap gas meninggal kan sarigala zombie itu yang tampak sangat menyeramkan.
Degan buas nya sarigala-sarigala zombie itu pun tampak masih mengejar mereka.
Namun tidak bisa karna laju nya mobil tersebut dan akhirnya sarigala zombie itu pun jauh tertinggi.
Akhirnya mereka ber 6 pun bernafas lega setelah kejaran dari sarigala zombie tadi.
Adi yang duduk di bagian belakang pun berkata
"Gila geng, itu tadi nyaris banget"
"Ha sudah lah kite sudah aman"
Jawab Rayen
"Hmm adek berasal dari mana?"
Tanya Mira ke Meri
"Aku dari suatu kampung yang berada di pedalaman hutan ini"
Jawab Meri
"Hah Lalu kenapa adek bisa sampai sini? Abang adek gimana?"
Sambungan Milea
"Sebenar nya tadi itu bukan Abang ku, ia hanya lah Seseorang yang telah terjebak di kampung kami yang telah terkena wabah virus mematikan"
Jelas Meri
"Maksud nya wabah virus? , .."
Sahut Rayen
Sembari mengendarai mobil nya.
"Iyah wabah virus, di mana semua orang di kampung ku telah mati dan menjadi mayat hidup, setelah kejadian letusan gunung berapi di sana"
Jawab meri degan raut wajah sedih
"Lalu kenapa adek bisa sampai sini?"
Tanya Jaki dengan Ekspresi bingung
"Hmm aku hanya lah anak pedalaman yang tidak mengetahui apa-apa, waktu itu terjadi guncangan hebat yang di akibatkan oleh gunung berapi itu yang ingin meletus, di mana gunung berapi ini tidak mengeluarkan lava pada kebnyakan gunung berapi lain nya yang ingin meletus. Namun walaupun begitu gunung berapi ini mengeluarkan semacam asap atau abu, setelah asap itu berterbangan ke mana-mana dan di hirup oleh warga sekitar di situ lah beberapa orang menjadi gila dan satu persatu dari mereka menyerang degan buas layak nya harimau yang kelaparan. Waktu itu ke dua orang tua ku memasang selendang di bagian pernafasan ku agar aku tidak terhirup oleh udara pada saat itu, lalu orang tua ku pun menyembunyikan ku agar diri ku selamat. Hingga sampai lah saat ini"
Jelas meri dengan singkat dan tampak lah ekspresi wajah Meri sangat sedih dan masih menyimpan kenangan pahit itu.
"Emm begitu, lalu apakah hanya adek yang selamat pada kejadian itu?"
Sambungan Jaki
"Iyah"
Lalu di jawab oleh meri dengan singkatan
"Eh geng, kek nya yang adek ini cerita kan barusan sama persis yang terjadi pada kota saat ini, dan menurut informasi yang gw dapet ternyata wabah virus ini berasal dari dataran pegunungan di daerah ini, nah sebelum kejadian wabah virus ini ternyata ada 2 orang awak dari tim DAMKAR yang hilang di daerah hutan ini"
Jelas Adi yang dari tadi diam karna ia sedang mencari informasi tentang wabah virus tersebut
Sahut Meri
"Yah benar sekali"
Jawab Adi dengan lantang
"Namun sayang Mereka berdua telah tiada, di Mana Bang Edi telah Mati dan berubah menjadi mayat hidup"
Jelas Meri
"Lalu yang 1 nya?.."
Sahut Rayen yang dari tadi menguping
"Bang Yanto, Munkin die juga bernasib sama"
Jawab Meri sembari meneteskan air mata nya
"Abang yang ku maksud di awal tadi, tidak bukan ia lah dia"
Sambungan meri sembari menghapus jejak air mata nya.
Lalu Mira dan Milea pun mencoba untuk menenangkan si Gadis kecil itu
Suasana di dalam mobil itu pun seketika Hening.
Semua orang merasa sedih degan kejadian Wabah virus zombie itu dan Mengingat keluarga masing-masing.
Lalu
"Eh gays. Kek nya kita harus berhenti dAh"
Beritahu Rayen ke teman-teman nya
"Ada apa?"
sahut Jaki yang duduk bersebelahan dengan Rayen
"Emm mobil kita kek nya kelebihan muatan dAh, jadi kita stop dulu untuk mendinginkan mesin"
Jelas Rayen
"Oke baik lah"
Sahut Jaki.
Lalu mereka pun stop di pinggir jalan di dalam hutan tersebut.
"Aman gak nih?"
Tanya Milea
"Entar, gw cek dulu"
__ADS_1
Sahut Jaki yang keluar mobil tersebut
"Oke geng kek nya aman"
Beritahu Jaki ke tempat-tempat nya
Lalu mereka semua pun keluar dari mobil tersebut.
"Mire, .. temenin gw Donk"
Tampak Milea yang kebelet ingin buang air kecil.
"Iya iyah, ayok"
Sahut Mira yang paham apa maksud dari Milea.
Lalu mereka berdua pun pergi menjauh dari 3 pemuda itu dan meninggalkan Meri.
"Emm gimana nih geng?"
Tanya Adi
"Apanya yang gimana??"
Sahut Jaki dengan songong nya
"Mmm Lu ah!"
Jawab Adi tampak judes
"Iyah jadi gimana nih Gays. .. Mobil kita sekarang ini lagi dalam keadaan kelelahan muatan jadi gimana ni?"
Tanya Rayen ke 2 teman nya
"Yah degan terpaksa dah Adi harus kita tinggal kan Hahaha!!"
Ledek Jaki
"Gilaa Lu yee, awas aja lu"
Sahut Adi yang memang dia yang paling bertubuh besar di antara mereka semua.
"Udah-udaah! Lu pada ya gw lagi sriyuss jugak"
Sahut Rayen
"Emm Becanda'! "
Sahut Jaki sambil menepuk bahu Adi
"Nah bagaimana kalo alat-alat yang gak penting kita turun kan?"
Sambungan Jaki
"Emm iya, bener jugak"
"Oke sekarang kita turunin alat-alat yang gak di penting kan lagi"
Beritahu Rayen ke teman-teman nya
Lalu mereka ber 3 pun menuruni alat-alat yang sekira nya tidak di butuhkan lagi.
Lalu Adi pun degan cepat nya memindahkan alat-alat milik nya yang di kira nya penting.
Sembari menuruni alat-alat yang sekira nya tidak penting Rayen pun memberi kan sebotol air Mineral ke Meri yang tampak dari tadi berdiri tegak.
"Ini minum lah, adek tunggu di dalam saja"
Beritahu Rayen sembari membukakan pintu mobil. Lalu meri pun masuk ke dalam mobil itu.
"Emm apakah adek lapar?"
Tanya Rayen
Lalu di jawab oleh Meri degan anggukan, dan Rayen pun memberi sebungkus Roti ke Mira.
"Tunggu lah di sini"
Beritahu Rayen ke Meri
Lalu mereka pun tampak memasukan alat-alat yang penting ke dalam mobil yang tampak tak begitu banyak.
Milea dan Mira yang tadi nya belum kunjung tiba kini membuat 3 pemuda itu menunggu.
"Udah belum?"
Tanya Mira ke Milea
"Udah"
Jawab Milea
"Lama ameet"
Sahut Mira
Lalu mereka ber 2 pun pergi menuju jalan yang tidak begitu jauh dari tempat mereka berada.
Tiba-tiba!
Tampak 1 rusa yang melompat mendekati mereka berdua namun penampakan kali ini agak jauh berbeda.
Karna Rusa yang mereka lihat tampak sangat mengerikan rupa nya seperti hewan yang sedang terkena penyakit kulit dan sangat menyeramkan
Akibat melihat itu mereka berdua pun ke takutan dan lari menuju mobil.
"Eh ada apa!?"
Tanya Rayen ke 2 teman nya itu
Belum sempat di jawab oleh Mira dan Milea kini mereka semua di kejutkan oleh segerombolan Rusa yang berlarian dan tampak mengerikan di mana sekumpulan rusa ini sama persis seperti sarigala-sarigala
Zombie tadi yang mengejar mereka.
Dengan tampa sepatah kata pun. Mereka ber 5 pun masuk ke dalam mobil dan meninggalkan lokasi itu.
__ADS_1
Beruntung nya rombongan rusa zombie itu tidak berbahaya dan tidak sama sekali menyerang mereka.
Setelah cukup jauh dari tempat tadi kini mereka pun berada di pinggiran hutan yang berarti tidak jauh lagi dari jalan raya.