KAMPUNG ZOMBIE

KAMPUNG ZOMBIE
BAB 12. "Malapetaka"


__ADS_3

Akhir nya tiga zombie itu keluar dari rumah tersebut, dengan cepat nya Meri dan Yanto pun bergegas pergi bersembunyi di sebelah rumah tersebut.


Akhir nya tiga zombie itu pergi menuju luar rumah dan itu lah kesempatan Meri dan Yanto untuk masuk ke rumah tersebut.


Dengan mengendap-endap Yanto dan Meri pun masuk ke rumah tersebut, dan langsung mengunci pintu rumah itu dari dalam.


Suasana yang tadi nya sangat mencekam kini berangsur-angsur tenang.


Rasa tenang itu pun tidak begitu lama, kini mereka


Berdua pun terkejut di ketika melihat kerangka manusia, yang hanya menyisa kan tulang belulang saja tampak sangat mengerikan.


Lalu mereka berdua pun berusaha untuk memfokuskan diri pada tujuan awal mereka ya itu mencari petunjuk tentang wilayah ini.


"Baik lah kita harus mencari informasi tentang wilayah ini, . .. bila dek meri menemukan sesuatu beri tahu Abang"


Meri hanya menjawab dengan anggukan saja, karna meri masih merasa takut dengan suasana rumah tersebut.


"Sudah lah tidak apa-apa" beri tahu yanto dengan kesan menenangkan.


Lalu mereka pun langsung mengacak-acak seisi rumah tersebut.


Rumah tersebut bukan lah besar namun terdapat banyak buku dan lemari.


Hampir setengah jam mereka menggeledah rumah tersebut namun tak kunjung menemukan apa-apa.


Tiba-tiba!?.


"Aaa!!" Jerit Meri


Dan langsung di hampir oleh yanto sembari memberi kode menaruh jari telunjuk ke bibir Bertanda menyuruh diam dan tetap tenang.


"Ada apa?" Tanya Yanto sambil berbisik


Ternyata terdapat dua ekor tikus yang sedang berlari dari suatu peti di dalam lemari.


Yanto pun berinisiatif untuk membuka peti itu.


Peti itu tampak usam dan tampak antik


Namun sayang peti tersebut terkunci repat menandakan di dalam nya terdapat sesuatu yang berharga.


Karna peti tersebut terkunci repat yanto pun pergi menuju ruang dapur rumah tersebut, berharap menemukan alat untuk mencongkel peti itu. Akhir nya yanto pun menemukan sebuah batang besi dan langsung bergegas membuka paksa peti itu.


Setelah peti itu terbuka betapa terkejutnya mereka berdua di ketika melihat beberapa biji emas, mutiara dan segulung kertas di dalam peti itu.


Yang di pikir yanto pada saat itu hanya lah apa isi segulung kertas itu. Ia tak sama sekali memikirkan tentang Emas dan mutiara itu, bagi nya barang itu tak berguna, karna ia membutuhkan informasi tentang wilayah ini bukan harta.


Lalu ia pun membuka gulungan kertas itu, ternyata isi dari gulungan kertas itu adalah sebuah peta wilayah ini, dan tampak beberapa jalur menuju ke luar.


Sungguh usaha yang tak sia-sia


Dari tadi meri hanya memperhatikan yanto dan isi dari gulungan kertas itu lalu ia bertanya


"Apa itu bang?" Sambil berbisik


"Ini nama nya peta" jawab yanto


Meri bertanya sedemikian karna memang pada dasar nya ia tidak tau apa isi dari kertas itu.


Hanya tampak seperti coretan-coretan saja


Dan ia tidak tahu apa itu peta.

__ADS_1


Maklum lah ia hanya lah seorang gadis desa yang tak berpendidikan, karna pada dasar nya kampung tersebut tidak ada sekolah padahal Meri ini adalah salah satu anak yang cerdas dan berbudi pekerti tinggi.


Belum sempat lama yanto mengamati peta tersebut tiba-tiba!


"Arrrgg!!"


suara gerangan yang tidak lain adalah suara zombie. Yanto dan Meri pun seketika terkejut dengan ada nya suara tersebut.


Lalu yanto pun memberi isyarat ke meri agat tidak bersuara karna ia ingin memeriksa keadaan sekitar dan melihat ke luar rumah melalui celah jendela.


Alangkah terkejut nya yanto di ketika melihat puluhan zombie sedang berkeliaran mengelilingi rumah tersebut.


Mereka berdua kini terjebak di dalam rumah tersebut, yanto dan meri pun hanya dapat menunggu kepergian para zombie itu.


Alangkah aneh nya mengapa para Zombie-zombie itu dapat mendeteksi keberadaan mereka, Hmm munkin saja karna terdengar nya suara pergerakan di rumah tersebut.


Sore pun tiba, matahari sudah maulai tenggelam menandakan malam akan tiba.


Lalu Yanto pun mengintip di celah-celah dinding tampak nya para Zombie-zombie itu sudah mulai berkurang. Hanya menyisakan beberapa zombie.


Lalu yanto pun memberikan isyarat ke meri, memberi tahu bahwa sebentar lagi mereka akan mencoba melarikan diri dari rumah itu.


Lalu yanto pun mengecek ke bagian belakang rumah, yang ternyata di bagian belakang rumah itu hanya terdapat beberapa zombie yang tak tahu jelas berapa banyak.


Lalu yanto pun mebisik ke meri


"Ikuti aku" nada membisik


Lalu di jawab oleh meri dengan anggukan


Lalu yanto pun membuka pintu belakang itu dengan sangat pelan agar tidak menimbulkan suara.


Setiba nya pintu terbuka mereka pun langsung berjalan perlahan mengarah rumah sebelah, aksi mereka kali ini berjalan dengan mulus yang di mana mereka menemukan peta jalan keluar, dan dengan mudah nya mereka meloloskan diri dari segerombol zombie itu.


Setiba nya di rumah meri, mereka langsung membersihkan diri. Malam pun semakin larut dan meri pun beranjak tidur dan meninggal kan yanto yang tengah duduk sembari memperhatikan peta itu.


Alangkah senangnya yanto karna harapan nya selama ini untuk lari dari tempat ini kini tercapai dengan di bekali peta itu. Ia memperhatikan isi peta itu dan segera tahu letak suatu jalan keluar dari kampung itu. Ternyata terdapat suatu jalan menuju luar kampung yang terletak di balik gunung dan hal ini baru saja di sadari oleh yanto.


Rasa Kantuk pun mulai di rasa kan oleh yanto, ia pun memutuskan untuk tidur karna hari pun semakin malam.


Sesampai nya di pagi yang cerah mereka berdua pun terbangun dari tidur. Lalu mereka pun langsung membuat makanan tuk hari itu.


Meri pun bertanyaa


"pakah abang faham dengan isi suran yang kita temukan semalam?"


Yanto yang sambil menyalakan api pun menjawab


"Iya abang faham, ternyata di balik gunung itu terdapat satu jalan menuju luar kampung ini"


Sembari melihat kan isi dari pata itu


Tiba-tiba!


"Aarrggg!!!"


Terdengar lah suatu gerangan bertanda di sekitar rumah itu terdapat suatu zombie


Lalu yanto pun memberikan isyarat ke mari agar tetap tenang.


Suara gerangan itu sontak membuat tiga Zombie yang berada di dalam rumah meri itu menyahut.


Yanto yang dari tadi memperhatikan sekeliling rumah dari celah-celah dinding kini melihat letak keberadaan zombie tersebut.

__ADS_1


Ternyata terdapat satu zombie yang mengenakan topi petani yang tampak menyeramkan.


Tampak zombie itu sedang mengendus-endus di sekitar rumah itu.


Setelah di perhatikan yanto lebih lanjut ia menyadari ternya zombie itu hanya sendirian, maka dari itu lah yanto memutuskan untuk memusnahkan zombie tersebut.


Yanto pun memberi tahu ke Meri agar tetap tenang dan tetap tinggal di dalam rumah, sebelum pergi keluar yanto pun membisikan sesuatu ke meri


"Kamu harus tetap tanang dan tetap tinggal"


Lalu Yanto pun mengambil suatu lingis yang ada pada rumah itu dan menuju luar.


Sebelum keluar rumah sempat-sempatnya meri menarik tangan yanto dan sambil menggelangkan mepala, bertanda meri tidak setuju dengan rencana yanto yang ingin menghabisi zombie di luar itu, karna meri sendiri takut akan terjadi sesuatu hal ke yanto. Namun yanto mengabaikan sikap meri itu


Lalu yanto pun beranjak pergi keluar dengan membawa linggis.


Sesampai nya di luar yanto pun mengendap-endap untuk menghantam tubuh zombie itu dari belakang.


Tampak zombie itu tak menyadari yanto yang sedang menghampiri nya dari belakang.


Yanto pun bersiap untuk memukul zombie itu dari belakang, yang tak di sadari yanto ia lah pada saat itu terdapat beberapa zombie di sekitar rumah itu. Yanto berfikir zombie itu hanya seorang saja.


Yanto pun langsung mengambil ancang-ancang untuk memukul zombie itu dari belakang


Tiba-tiba!


Ada satu Zombie lain yang berlari menuju nya dan langsung menerkam melompat ke tubuh yanto, sontak yanto pun terkejut.


Yanto pun terbaring karna terkaman zombie itu dan sontak beberapa zombie yang berada di sekitar situ menghampiri dan mengepung yanto yang tengah terbaring.


Meri yang di dalam rumah pun dari tadi merasakan cemas dan gelisah, di ketika mendengar keriuhan dari luar sontak meri pun langsung ke luar dan melihat dari kejauhan tubuh yanto yang sedang di keroyok empat zombie dan terlihat pula dari kejauhan dua zombie yang berlari menuju yanto itu lalu meri pun berteriak


"Abaang!!"


Meri pun langsung mengambil sebatang tongkat yang terdapat bada samping rumah itu.


Lalu memukuli zombie-zombie yang mengeroyok tubuh yanto.


Beruntung nya yanto dapat bertahan dari serangan empat zombie itu.


Karna bantuan dari meri yang memukuli salah satu zombie itu kini yanto pun dapat berdiri namun sayang tangan yanto pun tercakar dan tertarik oleh genggaman tangan zombie yang mencengkram nya, dan menimbulkan luka yang tampak besar dan dalam.


Meri yang tadi nya di belakang para zombie kini terjatuh karna dorong salah satu zombi yang menerkam nya.


Namun beruntung yanto langsung sigap berdiri dan menghantam kepala zombie itu dengan linggis hingga kepala zombie itu hancur oleh hantaman yanto yang begitu kuat.


Yanto pun sontak mendirikan tubuh meri dan mereka pun langsung berlari mencari tempat yang aman.


Para Zombie-zombie itu tampak linglung dan sontak mengejar yanto dan meri.


Beruntung meri dan Yanto pun berhasil mengecoh zombie-zombie itu mereka berdua pun bersembunyi di salah satu rumah tak jauh dari letak rumah meri.


Setiba nya di dalam rumah itu dan serasa aman.


Yanto pun meringis kesakitan karna tangan kiri nya kini terluka parah dan mengucurkan begitu banyak darah, meri sontak panik dengan yanto yang kesakitan itu.


Mari yang tadi nya tampak tegar kini hanya bisa terdiam memegangi tangan yanto yang terluka sembari mengucurkan air mata.


Lalu meri pun pergi mengarah belakang rumah tersebut yang sudah tampak kotor dan usam, karna sudah lama di tinggal kan oleh pemilik nya.


Lalu ia pun mengambil spray penutup jendela bagian dapur rumah tersebut, lalu mengikat kan ke lengan yanto yang terluka.


Yanto hanya terdiam,

__ADS_1


__ADS_2