KAMPUNG ZOMBIE

KAMPUNG ZOMBIE
BAB 8. "Pelarian 01 nan berujung maut"


__ADS_3

"Itu jasad orang tua ku"


"Tolong jangan sama kan mereka seperti yang lain nya, walaupun orang tua ku telah tiada, hanya jasad nya ini lah yang menghilangkan rasa rindu ku terhadap bapak ibu ku" jawab meri


Yang Tampak sedih.


"Oo ooo maaf kan kami dek, maaf kan atas perkataan kami" jawab yanto dengan gaguk nya.


Lalu meri pun beranjak pergi menuju dapur


"Mau ke mana kau dek?" Tanya Edi


Yang tidak sama sekali di jawab oleh meri


Mereka pun bingung ada apa dengan MERI


Setiba nya di bagian belakang rumah nya


Meri langsung menuju kandang ayam dan langsung menyembelih nya lalu membawa ayam tersebut ke ruang tengah yang di situ ada Edi Dan Yanto.


"Untuk apa itu?" Tanya yanto


Meri hanya melemparkan ayam itu ke depan dua zombie itu lalu berkata


"Itu untuk mereka berdua"


"Walaupun orang tua ku sudah tiada, tapi pesan nya selalu ku jaga"


"Dulu sebelum ayah ku menyembunyikan diri ku ke dasar kolam ia sempat berpesan. Agar jangan mendekati mereka berdua dan jangan sesekali melepas tali yang mengikat mereka"


Tutur kata meri yang tampak dari raut wajahnya sangat sedih.


Dengan cara begini lah jasad orang tua ku ini bisa bertahan sampai saat ini.


"Ooooo!!" Sahut edi dan yanto


"Sudah lah dek, ini semua atas kehendak yang maha kuasa" tutur yanto


"Iya dek meri, ini semua sudah berlalu kau harus sabar"


Lalu, "sebelum nya perkenalkan Aku EDI dan teman ku ini YANTO"


"Maaf kan kami dek meri, sangking takut nya kami, kami sampai-sampai lupa untuk memperkenalkan diri" sahut yanto.


"Iya tidak apa" Meri menerima itu semua dengan tulus nya, lalu bertanya


"Kenapa abang-abang sampai bise ke tempat ini. Dan alat apa yang abang tumpangi pada saat itu. Aku sangat takjup melihat nya"


Edi dan Yanto pun tampak bingung apa yang di maksud dari meri yang di katakan nya alat.


Lalu "ooo itu Hahah, itu Nama nya helikopter dek meri" jawab edi


"Apakah sebulan - sebelumnya adek tidak pernah melihat barang yang serupa?" Tanya edi


"Emm gak pernah bang hanya baru kali ini lah ak melihat alat itu" jawab meri


Edi dan Yanto pun sadar memang daerah ini baru pertama kali ia masuki.


Bagai mana tidak. Jarak yang begitu aman jauh dan tempat ini bisa di bilang terpencil sekali, bahkan tidak masuk ke dalam bagian perkotaan sekitar.


"Kami bisa sampai ke sini, karena kami mempunyai tugas untuk memantau atau menjaga daerah perhutanan ini" beri tahu Edi


"Ooo tugas apa itu abang?" Tanya meri kembali


"Yah seperti tugas. Menjaga perhutanan begitu lah" sahut yanto


Malam pun kunjung tiba suasana pada saat itu tampak lumayan tenang di karenakan memang letak persembunyian mereka yaitu rumah meri memang bisa di bilang sangat jauh.


Mereka pun dengan tenang menyantap beberapa makanan yang baru saja mereka kumpulkan tadi sore.


Sembari beristirahat mereka pun berbincang-bincang


"Bagai mana ini, kita tidak bisa selama nya seperti ini" Beri tahu edi


"Yah benar harus ada cara agar kita dapat pergi dari tempat ini" sahut yanto

__ADS_1


"Tapi cara nya gimana?! Wilayah ini sangat jauh dari peradaban dunia luar, dan di kelilingi oleh hutan yang sangat lebat" meri menjawab dan


"Ayah ku dulu pernah bercerita bahwa di wilayah hutan ini terdapat beberapa hewan buas, karna dulu prnah ada warga yang mencoba keluar dari kampung ini, namun berakhir tewas dan mayat nye di ketemukan di dekat pedalaman hutan yang letak nya tak jauh dari desa ini" beri tahu meri


"Hmm iya benar, lagian kita tidak tahu rute mana yang harus kita lalui" jawab Edi sambil memegang kepala nya. Yang di mana sudah 3 hari mereka terjebak di kampung zombie ini.


"Emm apakah orang-orang di luar sana tidak panik atas hilangnya kita?" Tanya Yanto


"Ah ku rasa orang-orang di luar sana pasti sibuk mencari kita"


"Hanya saja mereka belum bisa menemukan tempat ini" jawab Edi


"Iya benar, di karenakan tempat ini sangat jauh dari titik lokasi perkotaan dan cuaca nya sangat lah ekstrim" yanto Melanjutkan


"Hmm sebenar nya ada salah satu cara, agar kita dapat pergi dari tempat ini" jawab Edi


"Apa itu?!" Tanya yanto


"walkie-talkie! yang berada pada Helikopter kita" Jawab edi dengan wajah penuh harapan


"Yaah benar! Tapi bagai mana cara agar kita bisa mengambil itu? Lagi pula letak helikopter itu tepat di tengah-tengah lapangan dan tempat berkumpulnya para zombie saat ini" tutur kata yanto


"Hmm benar tapi kita harus berusaha, tidak mungkin kite bisa bertahan lama di tempat seperti ini!!"


"Hmm besok kita akan mencoba mengambil walkie-talkie itu bagaimana pun cara nya karna hanya itu lah harapan kita satu-satu nye"


"Apakah ada cara?!"tanya Edi


"Emm ada, bagai mana kalo kita menggunakan cara melumuri tubuh dengan lumpur agar para zombie tidak mendeteksi kita?, Dan di antara kita harus mengalih kan zombie-zombie itu" ide yanto yang tampak cemerlang.


"Yah ide yang sempurna, besok kita lancarkan aksi itu, biyar aku dan meri yang mengalih kan oara zombie-zombie itu, bagai mana?"


"Baik lah dan aku akan mencari walkie-talkie itu"


"Baik lah" sahut meri


"Apa itu walkie-talkie?" Tanya meri


Lalu di jawab oleh yanto dengan senyuman Edi


"Ooo" sahut meri sambil mengangguk


"Hmm Ya Tuhan semoga saja orang tua ku baik-baik saja disana" keluh yanto


Berbeda dengan edi yang di mana ia sudah tidak mempunyai orang tua.


Malam pun semakin larut


Mereka pun memutus kan untuk tidur.


Pagi pun tiba


Kini para petugas Pencarian atas hilangnya Edi dan Yanto mulai beroperasi.


"Lapor pak! Bagai mana ini pak? Pencarian kita sudah memasuki 4 hari pencarian, namun tak membuah kan hasil sedikit pun" Beri tahu komandan tim pencarian


"Mmm iya saya tahu, tapi harus bagai mana lagi kita harus berusaha mencari letak keberadaan mereka"


"Apakah kalian sudah mengecek perlengkapan dan melihat ulang maps jejak terakhir mereka?"


"Siap sudah pak!" Di jawab serentak dengan tim pencarian itu


Lalu mereka pun bersiap-siap untuk mengudara melanjut kan pencarian atas hilang nya Edi dan Yanto dari tim Damkar.


Sin pun berpindah ke ke Kampung zombie


Yang di mana Meri, Edi dan Yanto mulai melancarkan aksi mereka yang telah di persiapkan tadi malam.


Sesuai rencana mereka, yang di mana yanto sebagi pengambil walkie-talkie kini mulai melumuri tubuh nya dengan lumpur. Begitu pula dengan Edi Dan Meri. Mereka pun mulai melancarkan aksi mengambil walkie-talkie yang berada pada Helikopter. Pada saat itu mereka berusaha agar tidak menimbulkan suara sedikit pun.


Dan aksi itu pun di mulai


Mereka pergi menuju pertengahan kampung dengan cara mengendap-endap setibanya di di dekat bangkai helikopter itu terlihat sekumpulan para zombie yang terdiam dan hanya menggerang layak nya Harimau kelaparan.


Penampakan yang sangat mengerikan dan membuat nyali mereka menjadi kiut.

__ADS_1


"Apakah kalian siap?" Tanya Edi


"Iya!!" Jawab meri dan yanto


Yanto pun pergi bersembunyi di balik rumah kosong. Edi dan Meri pun mulai melancarkan aksi pengalihan.


Mereka berdua pun memukul-mukul kentongan yang berada di dekat situ.


Segerombolan zombie itu pun mulai bereaksi dan mendekati Edi dan meri itu lalu mereka pun langsung lari menuju hulu sungai.


Tampak hari yang tadi nya terlihat cerah kini berubah menjadi mendung bertanda sebentar lagi akan turun hujan.


Dengan panik nya meri dan edi berlari karna terlihat semakin banyak pula para zombie mengejar mereka.


Yanto yang tadi nya bersembunyi kini mendapatkan peluang karna hampir semua zombie berlari mengejar Edi dan Meri.


Lalu yanto mengacak-acak seisi Helikopter yang sudah tampak hancur dan isi nya pun berserakan.


Dengan harapan mendapat kan Walkie-talkie Namun sayang barang tersebut tak kunjung terlihat.


Tiba-tiba tampak dua zombie mendekati Yanto yang di mana yanto kini tidak sadar atas keberadaan dua zombie itu. Lalu dengan terkejut nya yanto mendengar Gerangan zombie tersebut


Dengan sekuat tenaga nya Yanto mencoba untuk melarikan diri dari dekapan zombie itu.


Yang kini yanto tengah terbaring karna dekapan zombie itu sesambil memegang kepala zombie itu agar tak menggigit nya.


"Aaarrg!! Menjauh dari ku Setan" teriak yanto


Yanto pun mendapat celah ia langsung menendang perut zombie yang menindih nya itu.


Yanto pun berhasil melarikan diri, ia menuju perkebunan warga dan memanjat pohon.


Dua zombie itu tampak kebingungan.


Namun sayang Keberuntungan kini tak berpihak pada yanto.


Yang di mana batang kayu yang di duduki yanto patah seketika dan membuat ia terjatuh.


Dengan sekuat tenaga nya yanto berusaha untuk melawan ia pun memegang sebatang kayu dan memukul ke arah kepala zombie itu.


"Draaggg!!" Suara kayu yang mengenai kepala zombie, yang tampak kepala zombie itu pecah dan berserakan pemandangan yang amat mengerikan dan menjijikkan.


Dan satu zombie lagi di terjang oleh Yanto hingga terjatuh ke dasar sungai.


Yanto sangat panik dan ketakutan pada saat itu sampai ia tak sadar ternyata salah satu jari nye bengkok, ia pun merintih kesakitan.


Hujan pun tiba-tiba turun dengan begitu deras


Membasahi tubuh mereka membuat lumpur yang tadi nya menutupi tubuh mereka kini berangsur-angsur hilang.


Setiba nya meri dan edi


Kini mereka telah berpencar yang di mana edi telah habis di keroyok oleh segerombol zombie


Edi pun berusaha sekuat tenaga agar dapat melarikan diri dari segerombol zombie tersebut.


Edi berusaha melawan dengan bermodal sebatang tongkat kayu namun apalah daya zombie itu tampak tak habis-habisnya


Tampak begitu banyak kepala zombie yang berserakan akibat pukulan keras dari edi.


Edi pun mulai kewalahan. Ia terjatuh karna salah satu kaki nya telah di tarik oleh zombie


Edi pun jatuh dalam gerombolan zombie yang tampak kelaparan itu


"Aaaarrg!!" Teriak Edi yang bahu nya telah tergigit oleh zombie


Ia pun berusaha untuk mencoba melepaskan diri dari Zombie-zombie Tersebut.


Dengan sisa-sisa tenaga nya, edi pun berhasil melepaskan diri dari Zombie-zombie Tersebut


Ia tampak kewalahan dan terlihat sangat lemah.


Karna gigitan zombie tadi.


Hujan pun berhenti edi pun pasrah dan ia lenyap dalam segerombol zombie itu

__ADS_1


Dan berakhir tewas.


__ADS_2