KAMPUNG ZOMBIE

KAMPUNG ZOMBIE
BAB 17. "Kiamat zombie"


__ADS_3

Tampak lah beberapa orang yang berdiri kaku seperti patung.


Lalu salah 1 dari anggota keamanan itu pun menghampiri orang tersebut


Namun alangkah terkejutnya ia di ketika melihat muka dari orang itu yang tampak pucat, dengan mata yang melotot, lalu tiba-tiba dengan buas nya langsung menerkam salah satu dari anggota keamanan itu.


Sontak hal itu lah yang membuat beberapa zombie lain nya ikut mendekati dan menyerang mereka.


Tampak puluhan zombie mengepung 5 anggota keamanan tersebut.


Mereka berlima pun tidak dapat berbuat apa-apa dan mereka semua pun mati karna di keroyok habis oleh zombie-zombie yang buas itu.


Puluhan hingga ratusan orang di lokasi perumahan itu pun habis dan bermutasi menjadi zombie.


Belum ada satu malam berlalu, kini 1 komplek perumahan telah habis dan semua orang menjadi zombie.


Begitu lah rantai siklus penyebaran virus mematikan tersebut, di mana satu persatu dari mereka tewas dan menjadi zombie.


Para pemerintah pusat pun bingung harus berbuat apa dengan wabah virus ini.


Pagi pun tiba.


Cerita pun berpindah ke Meri dan Yanto


Mereka berdua pun sedang bersiap-siap untuk melancarkan aksi pelarian mereka.


Yanto berharap pelarian mereka kali ini akan membuahkan hasil dan dapat keluar dari tempat terkutuk itu.


Lalu mereka pun langsung menjalan kan aksi pelarian tersebut, dengan cara melumuri tubuh Dengan lumpur.


Tujuan nya agar aroma tubuh mereka tak tercium dan tak terdeteksi oleh zombie.


Lalu


"Meri apakah kau siap?"


Tanya yanto terhadap meri


Lalu di jawab dengan meri dengan anggukan, tanda bahwa ia siap


Setelah mereka melumuri tubuh dengan lumpur, mereka pun langsung beranjak pergi dari rumah tersebut.


Tampak tangan kiri yanto yang buntung itu telah di sambung oleh golok. Karna bagi nya itu adalah alat untuk melindungi diri nya dan tentu nya diri meri, dari hal-hal yang tidak di inginkan.


Dan tidak lupa pula yanto mengambil bahan makanan yang telah mereka masukan ke dalam kain, lalu di gendong oleh yanto.


Kini mereka berdua pun siap untuk meninggalkan perkampungan yang telah menjadi sarang zombie itu.


Dengan cara mengedap-endap akhirnya mereka pun sampai di puncak gunung yang di jelas kan dalam peta itu ia lah titik jalan menuju luar desa.


Dari ketinggian tampak lah pedesaan yang dulu nya tentram kini telah menjadi sarang zombie dan tampak sangat lusuh.


Seketika meri pun terdiam ketika di hadapkan oleh pemandangan itu, yang di mana ia harus meninggalkan tempat kelahiran nya itu, demi hidup yang lebih baik.


"Turut berduka atas kesedihan mu"


Tampak yanto yang sedang menenangkan diri meri yang tampak sedih


Lalu yanto pun mengecek kembali isi dari peta itu, lalu yanto pun melihat-lihat sekeliling area pegunungan itu dan akhir nya ia melihat celah jalan yang dikira nya itu adalah jalan yang tertera pada peta itu.


Meri yang tadi nya berat hati untuk meninggalkan tempat itu, kini harus memaksa diri nya untuk pergi meninggalkan kampung nya itu.


Dalam hati meri berkata, "suatu hari nanti aku akan kembali lagi".


Lalu mereka berdua pun turun dari lereng gunung itu, yanto yang tampak percaya dengan jalan itu pun tampak sangat gembira. Yanto pun baru menyadari bahwa memang benar di balik bukit itu terdapat jalan setapak yang tersembunyi untuk keluar dari kampung tersebut.


Namun Yang mereka tak sadari ia lah perkotaan pada ini telah terkena wabah virus zombie, sama hal nya dengan pedesaan yang baru saja ia tinggalkan.


Mereka berdua pun tampak menyusuri jalan setapak itu yang tampak sudah rimbun akan rerumputan dan kekayuan.


Sudah hampir 3 jam mereka berjalan mengikuti jalan setapak yang terdapat pada peta itu, lalu mereka berdua pun menemukan sebuah sungai yang sangat jernih akan air nya, lalu memutuskan untuk beristirahat dan membersihkan diri dari lumpur yang sudah mengering tadi.


Tujuan Meri dan Yanto ia lah menuju ke perkotaan dan melanjutkan kehidupan di sana, Yanto berfikir alangkah senangnya ia bila nanti bisa bertemu kembali dengan sang ibu nya.


Namun yang mereka tak sadari ia lah Perkotaan pada saat itu pun telah kacau balau karna sedang di landa oleh wabah virus zombie itu.


Cerita pun beralih ke perkotaan yang sedang kacau balau, semua orang panik untuk menyelamatkan diri masing-masing. Karna hampir 5/10 orang di kota tersebut telah terinfeksi dari wabah virus mematikan tersebut.

__ADS_1


Berita penyebaran virus zombie itu pun sampai ke manca negara dan membuat semua orang di dunia panik.


Perkotaan yang tadi nya damai kini berubah seketika menjadi Hancur karna separuh dari penduduk nya telah tewas dan bermutasi menjadi Zombie.


5 pemuda ya itu Rayen, jaki, milea, Mira dan Adi. Tampak lah mereka sedang bersiap-siap untuk pergi berkemah ke dataran pegunungan. Namun mereka berlima pun masih belum menyadari atas kekacauan perkotaan pada saat itu.


Seusai bersiap-siap lalu mereka pun pergi menuju dataran pegunungan yang mereka temukan di situs web internet, yang mereka tak sadari ternyata wilayah yang sedang mereka tuju itu ia lah wilayah SENSILLON sebuah wilayah pegunungan dan hutan yang tentu nya wilayah terlarang.


Mereka berlima pun mulai melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil, sembari di jalan Rayen sebagai pengemudi pun menghidupkan music.


Tampak lah mereka sengat menikmati akhir pekan dan liburan itu.


Sesampai nya di pertengahan kota, tampak ada banyak orang yang sedang berlarian, tampak jalan pada saat itu sangat padat dan macet hingga ratusan meter.


5 pemuda ini pun masih belum menyadari bahwa kota pada saati itu sedang di landa musibah yang amat mengerikan ya itu musibah ZOMBIE.


Lalu tampak lah mereka berlima sedang mengobrol


"Ada apa ini?! Tumben hari minggu macet"


Beri tahu Rayen


"Emm iya Kenapa yah?"


Jawab Mira


"Munkin di depan ada perbaikan jalan kali' . Eh Adi mending lu cari jalan pintas dAh dari pada lu makan mulu dari tadi"


Beri tahu Jaki ke Adi


"Oke dah Okee"


Sahut adi sembari menghentikan makan nya.


Lalu Adi pun mencari jalan pintas agar mereka terhindar dari macet yang amat panjang itu


Walaupun bertubuh gendut dan gempal


Namun adi adalah sosok yang sangat mengerti akan teknologi dan informasi.


"Eeh gays! Ada satu jalan ni yang munkin bisa kita lewatin. Tapi ini jalan kek nya udah gak aktif lagi"


Lalu Rayen pun memutar balik arah kendaraan nya


"Oke Lu tunjukin arah nya Dit"


Beritahu Rayen


Di dalam perjalanan itu, tampak lah beberapa orang yang berkeliaran dengan raut wajah aneh.


Tiba-tiba!!


"Cekring!"


Suara notifikasi dari Handphone Adi.


Di mana isi dari notifikasi itu ia lah tentang berita kekacauan kota pada saat itu.


"Eeh-eh gays apaan nih!?, Waspada ZOMBIE"


Isi berita yang di baca oleh adi


"Hah!!, Apaan sih luu"


Jawab Jaki


"Gini nih kebanyakan nonton anime dah kamu"


Beritahu Milea, lalu mereka ber 3 pun menertawai Adi.


Belum selesai galak tawa mereka ber 3.


Tiba-tiba!!


"Draagg!!!"


Suara tumburan di bagian depan mobil.

__ADS_1


Lalu mobil yang mereka tumpangi pun di hentikan oleh Rayen dengan tiba-tiba.


"Aduuh!"


Seketika Rayen pun panik, dan menghentikan laju mobil nya.


"Ada apa?!"


Jawab mereka ber 4 dengan serentak


"Ada orang nyebrang tiba-tiba!"


Penjelasan Rayen yang singkat, namun membuat suasana pada saat itu menjadi tegang.


Dan mereka ber 5 pun memutuskan untuk berhenti dan melihat orang yang telah tertabrak tadi.


Belum sempet mereka menghampiri sosok yang terbaring itu.


Namun sosok itu pun seketika bangun dengan tangan yang tampak putus, tampak pula wajah nya telah pucat dengan mulut yang berlumuran darah.


Wajah yang amat menyeramkan.


Lalu tiba-tiba orang itu pun berlari mengejar mereka ber 5.


"HaAh!!, Apaan tuh?!"


"Lari-lari?!"


Teriak Rayen dan Jaki.


Lalu mereka ber 5 pun masuk ke dalam mobil dan langsung meninggalkan orang aneh yang tampak menyeramkan itu.


Lalu sempat-sempatnya Adi merekam kejadian itu.


Mereka berlima pun panik sekaligus merasa aneh dengan orang tadi.


Di mana orang tadi itu tampak seperti mayat hidup.


"Eh itu orang kenapa ya?!"


Tanya Mira dengan bingung nya.


"Eh- Eh, gays cobak lu pada bukak HP masing-masing, dan liet tentang berita terkini"


Jelas Adi.


Lalu mereka ber empat pun membuka handphone masing-masing.


Dan alangkah terkejutnya mereka di ketika melihat berita yang terdapat pada internet pada saat itu.


"Haaa!! Waspada virus ZOMBIE"


Tampak mira yang kaget bukan kepayang dengan artikel berita yang baru saja mereka ia baca.


Belum sempat percaya pada berita itu. tiba-tiba Rayen menghentikan mobil dengan sangat tiba-tiba.


Di karenakan di depan mereka terdapat suatu kecelakaan mobil yang amat dahsyat, yang di mana rayen pada saat itu pun mencoba untuk mengelak tumburan dari mobil-mobil yang sudah tampak tak terkendali itu.


Dengan hebat nya kecelakaan lalu lintas itu pun tampak begitu parah dan akhirnya berhenti seketika, karena kecelakaan hebat itu lah membuat arus lalulintas pada saat itu macet.


Lalu tampak lah beberapa orang yang sedang berlarian entah apa penyebab nya, belum sempat reda akan kebingungan mereka pada saat itu, tiba-tiba!?


"Aaaaa!!"


Jerit Mira dan Milea.


kini mereka pun di kaget kan dengan penampakan seseorang yang sangat mengerikan dengan raut wajah pucat dan dengan mulut yang berlumuran darah. Dan di susuli oleh puluhan bahkan ratusan orang yang tampak sangat mengerikan yang tidak lain itu adalah zombie.


"Lari!!, Itu bukan manusia tapi Zombie"


Teriak Adi yang dari tadi membaca artikel berita dan menonton cuplikan berita pada saat itu.


Dengan raspon cepat Rayen pun memacu kendaraan nya dengan membabi buta, tampak lah di belakang mobil mereka itu terdapat beberapa zombie yang mengejar dengan gila nya.


Dengan di bekali maps dari Adi, mereka pun menuju ke suatu jalan yang tampak sepi tampak jalan itu sudah tidak di gunakan lagi.


Lalu adi pun menelusuri arah tujuan dari tempat tersebut yang di mana jalan tersebut adalah jalan menuju hutan belantara yang tidak lain adalah hutan yang mereka tuju pada saat itu.

__ADS_1


Sembari menyusuri jalan sepi itu, tampak lah mereka sedang berbincang-bincang mengenai hal tadi, dan mereka pun percaya akan ada nya zombie. yang baru mereka sadari ternyata perkotaan pada saat itu sedang di landa musibah wabah virus zombie.


Atau kiamat zombie Yang di mana hampir separuh dari penduduk di perkotaan kini telah menjadi zombie.


__ADS_2