
Beruntung nya rombongan rusa zombie itu tidak berbahaya dan tidak sama sekali menyerang mereka.
"Di mana posisi kita sekarang Dii?"
Tanya Rayen ke Adi
"Emm menurut maps GPS seperti nya kita sudah berada di pinggiran hutan"
Jelas Adi
Setelah cukup jauh dari tempat tadi kini mereka pun berada di pinggiran hutan yang berarti tidak jauh lagi dari jalan raya.
Matahari pun berdiri tegak, bertanda bahwa waktu telah menunjukkan jam 12 atau tengah hari.
Dan akhirnya mereka pun sampai di pinggir jalan raya lalu
"Oo iya geng. Kita istirahat di mana ya?"
Tanya Rayen ke teman-teman nya
Lalu di jawab oleh Jaki, ..
"Emm jalan aja terus toh nanti kita bakalan ketemu tempat yang cocok untuk istirahat"
"Iyah!"
Jawab Milea
Lalu mereka pun menemukan sebuah jalan tanah dan mereka pun memutuskan untuk beristirahat di situ, jalan tahan itu tampak tak begitu jauh dari jalan aspal yang mereka lalui.
Sesampai nya di pinggir jalan tersebut yang tampak cukup rindang akan pepohonan nya, lalu Rayen pun memarkirkan mobilnya.
Lalu mereka pun langsung mengeluarkan perbekalan yang bisa di bilang cukup.
Lalu Jaki pun langsung menghidupkan api agar mereka bisa memanas kan air.
Sembari menunggu air tersebut panas
Tampak lah Adi yang sedang membuka leptop nya untuk mencari informasi terkini yang tentunya mengandung berita tentang Wabah zombie yang melanda dunia sekarang.
"Waah gawat geng!"
Beritahu Adi
"Paan?"
Sahut Jaki
"Menurut informasi yang gw dapat, ternyata wabah virus zombie ini telah melanda ke beberapa bagian negara lain. Dan pemerintah negara kita saat ini telah membuat semacam tempat pengungsian yang cukup aman bagi orang yang tidak terinfeksi oleh virus ini"
Jelas Adi ke teman-teman nya
"Wah wah Gawat"
Sahut rayen
"Lalu bagaimana cara agar kita dapat ke tempat pengungsian itu?"
Tanya Jaki
"Oo iya menurut kalian apakah rute ini aman untuk menuju tempat pengungsian?"
Tanya Adi sembari menunjuk kan Maps rute jalan menuju tempat pengungsian tersebut.
"Hmm kek nya aman dAh"
Pendapat Jaki yang telah melihat Maps GPS tersebut.
"Itu jalan sepi kah?"
Tanya Mira
Dan lalu di jawab oleh Adi
"Kek nya iya."
"Mil, lu ngapain?"
Tanya Jaki ke Milea yang tampak dari tadi duduk melamun.
"Hmm Gw kepikiran ama keluarga gw, orang tua gw, adek-adek gw, gimana cobak nasib mereka?!, Aku harap mereka semua baik-baik saja dan selamat. aku emang seorang anak berandalan tapi rasa kekawatiran itu tak dapat ku bohongi, emang lu pada gak mikirin gitu, ..?!"
Tanya balik Milea ke teman-teman nya
Setelah Milea bertanya sedemikian rupa suasana pun menjadi hening.
Walaupun 5 pemuda ini adalah golongan pemuda pemudi berandalan. namun mereka semua masih memiliki Hati nurani dan Tujuan hidup yang baik.
Tiba-tiba
"Sebelum nya perkenalkan nama ku MERI, aku berasal dari kampung yang berada pada pedalaman hutan ini SENSILLON nama nya"
Beri tahu Meri ke 5 pemuda itu, karna keadaan Tadi sangat genting dan cukup mendebar kan, maka dari itu lah ia tidak sempat memperkenalkan diri nya.
"Sebelum nya Terimakasih ke pada abang-abang dan kakak yang telah menyelamatkan diri ku. Dan aku meminta maaf karna telah menyusahkan sedari tadi"
Jelas Meri ke pada 5 pemuda kota tersebut
Lalu di jawab oleh Rayen, ..
"Ooh tidak apa-apa dek, dengan setulus hati kami semua, kami iklhas membantu adek Meri. Dan kami juga meminta maaf karna tadi kami gak bisa menyelamatkan Abang nya adek yang di maksud tadi"
Jelas Rayen dengan ekspresi lesu karna merasa bersalah.
"Oo itu, tidak apa-apa bang, itu sudah suratan takdir"
Jawab Meri.
"Oh iya perkenalkan nama ku Rayen, ini Jaki, Adi, Meri dan Milea kami semua berasal dari kota, ini semua sudah suratan takdir. Mulai sekarang Adek Meri telah bergabung dengan tim kami."
__ADS_1
Jelas Rayen sembari memperkenalkan Diri nya dan teman-teman nya.
"Iya abang Terimakasih untuk semua nya"
Jawab Meri, lalu
"Eh Gays ini air nya udah mendidih"
Beritahu Mira Sembari mengangkat air tersebut
"Ni niih Pop Mie nya"
Sambungan Milea sembari memberi kan beberapa Pop Mie instan ke teman-teman nya,
Tak luput Meri pun menerima nya juga.
"Ini apa kak?"
Tanya Meri yang tampak masih bingung degan barang tersebut karena sebelum-sebelumnya ia tak pernah melihat barang tersebut yang tidak lain hanya lah Mie instan.
"Haaa!!"
Jawab 5 pemuda itu serentak dengan ekspresi wajah bingung.
Setelah menjawab 5 pemuda itu pun tersenyum dan tertawa kecil.
"Hehe Emang adek belum pernah makan mie?"
Tanya Milea
Lalu di jawab oleh Meri hanya degan Gelengan kepala dan berekspresi wajah malu.
"Emm ini nama nya Pop mie. Emang di kampung adek gak ada ya jualan barang ini?"
Tanya Jaki, lalu di jawab oleh Rayen, ..
"Huss! Muncung Lu ah"
"Gak ada bang, biasa nya di kampung aku cuma makan Nasi, ubi-ubian sayur-sayuran dan buah-buahan, di sana gak ada yang seperti ini"
Di mana jawab Meri kali ini menyadarkan 5 Pemuda tersebut, betapa terpencil nya kampung asal Gadis kecil tersebut.
Lalu
"Sini biyar Kakak aja yang buatin"
Pinta Mira ke Meri.
Lalu mereka semua pun makan
"Hmmm! Enak yah"
Jelas Meri dengan wajah senang
setelah selesai makan mie instan, Mira pun menawarkan sosis panggang yang ingin di buat nya.
"Bikin aja semua Hehe masih laper nih Gw"
Sahut Adi sembari tertawa kecil
"Lu mAh, gak ada kennyang-kannyeng"
Sahut Jaki
Dan di sambung dengan galak tawa lima pemuda itu.
Hampir 1 jam mereka beristirahat tiba-tiba terdengar suara mobil dari kejauhan yang menuju tempat mereka beristirahat.
Belum sempat beraksi 5 pemuda itu pun terkejut di ketika mobil tersebut stop di tempat mereka, awal nya mereka tak berfikir apa-apa karna mereka menganggap bahwa orang itu adalah orang baik.
Lalu sesampai nya mobil orang tersebut sampai dan stop di tempat mereka.
Lalu
"Hee kalian!! Diam di tempat"
Beritahu salah satu dari 3 orang pendatang tersebut, sembari mengacukan senapan ke arah mereka ber 6.
"Eh ada apa ini?!"
Sahut Rayen
"Dieem Lu ah, .. Lu mau mati haa?!"
Teriak salah satu dari 3 orang yang beru datang tersebut sembari mengacukan golok,
Tampak nya 3 orang itu bukan lah orang baik-baik.
Mereka sangka 3 orang ini adalah orang baik ternyata mereka salah.
Di saat genting nya dunia saan ini di akibatkan Wabah virus zombie yang menjadi-jadi membuat sistem Perkotaan menjadi kacau balau.
"Ambil semua perbekalan dan barang berharga mereka!!"
Beritahu salah 1 dari kelompok yang baru datang tersebut.
Lalu salah satu dari 3 orang itu pun Merampas barang-barang berharga milik 5 pemuda kota tersebut.
5 pemuda kota itu pun tak dapat berbuat apa-apa, mereka ber enam pun hanya terdiam dan tak bisa berbuat apa-apa di karenakan 3 Orang tersebut memegang senjata.
Sesudah merampas barang-barang berharga milik mereka orang tersebut pun ingin beranjak pergi. Namun
"Waah banyak juga nih perbekalan makanan kita"
Jelas 1 di antara 3 orang tersebut yang tampak nya ia yang paling berkuasa
"Oke kita berangkat, Hee kalian semua diam di tempat, tangan di kepala Cepaat!"
Teriak orang tersebut
__ADS_1
Tampak nya 3 orang tersebut pun ingin beranjak pergi, namun
"Eh Cantik juga nih Cewek"
Beritahu salah 1 dari 3 orang tersebut.
"Emm iya juga"
Jawab 2 orang rampok itu
"Bagai mana kalo hari ini kita di sini saja ?"
Tanya ketua dari rampok tersebut.
Lalu di jawab oleh 2 orang lain nya degan anggukan bertanda mereka semua setuju.
Nampak nya maksud dari 3 rampok ini tak baik.
Mendengar hal itu 2 gadis kota itu pun ketakutan sembari menutupi dada mereka.
"Aleeh! Jangan munafik non"
"Tolong jangan apa-apa kan kami"
Rintih Mira ke 3 rampok itu
Lalu di jawab oleh 3 rampok itu dengan Galak tawa.
"Oke baik lah, kamu gak akan kami apa-apa kan tapi cepat lakukan hal yang kami mau!. Cepat buat kan kami bertiga makanan"
Perintah ketua kelompok rampok tersebut.
Tampa menjawab 2 gadis kota itu pun menuruti permintaan dari rampok atau pun penjarah tersebut.
Lalu 1 di antara 2 penjarah tersebut itu pun mengambil tali, tujuan nya untuk mengikat 3 pemuda tersebut.
"He kalian!! Tangan di belakang cepat"
Perintah penjarah itu
Lalu 3 pemuda kota itu pun di ikat degan tali menjadi satu.
Tak mereka sadari ternyata Rayen telah menyisip kan pisau belati di baju nya.
Setelah 3 pemuda itu di ikat tampak nya para penjarah itu senang dan merasa menang.
Lalu salah satu dari penjarah itu pun mengambil minuman keras.
Sembari menikmati makanan yang telah di sediakan oleh Mira dan Milea, tampak lah 3 penjarah itu mabok mabokan.
"Hei nona, siapa nama mu?"
Tanya salah 1 dari penjarah itu ke Milea
"Tolong jangan apa-apa kan kami"
Jawab Milea yang tampak ketakutan
"Haha! Tidak usah takut."
"Hei Gadis jelang! Jangan sok jual mahal lu ah"
Geretak penjarah itu ke Milea, yang memang milea lah yang paling berpakaian sexsi di situ.
Haha
Tampak lah 3 penjarah itu bersenang-senang sembari bermabuk-mabukan.
Meri yang dari tadi hanya dapat terdiam dan tak dapat berbuat apa-apa. Sama seperti Rayen, jaki dan adi
Mereka bertiga hanya dapat diam dan tak dapat berbuat apa-apa karena telah di ikat.
Sore pun tiba, 3 penjarah itu pun tampak sudah sangat mabuk lalu 1 di antara nya berbisik.
"Aah, ayo ikut aku cepat"
Perintah 2 penjarah itu ke milea dan Mira.
"Tolong jangan apa-apa kan kami"
Rintih Mira dan Milea ke orang tersebut
"Sudaah cepat ikut kami!"
Sembari menarik paksa lengan 2 gadis polos tersebut
Haha!
Galak tawa dari ketua penjarah tersebut yang hanya duduk memegang senapan.
Degan terpaksa Mira dan Milea pun menuruti keinginan 2 penjarah itu.
Tampak 2 gadis polos itu pun merintih dan menangis
Karna mereka tau, mereka berdua akan jadi pemuas nafsu 2 penjarah yang tak berperikemanusiaan itu.
Lalu tak jauh dari tempat semula, 2 penjarah itu pun berpencar karna ingin melancarkan aksi bejat nya, ya itu Menodai 2 gadis polos tersebut.
Meri hanya dapat menangis dan merintih ke orang tersebut,.yang sedari tadi mengawasi mereka berempat.
"Diem. Lu mau mati ha!?"
Ancam orang tersebut.
Rayen yang telah menyembunyikan
Pisau belati dari tadi pun tak tinggal diam, diam-diam ia memutuskan tali yang mengikat diri mereka ber 3.
Tampak orang yang dari tadi mengawasi mereka itu tak menyadari hal itu. Di karenakan telah linglung karna pengaruh Miras.
__ADS_1