
Tak berselang lama percakapan Antara Arsen dan Yel, mereka pun berangkat di perkebunan kayu manis. Sementara, Anita tinggal dirumah mengurus anak-anaknya dan membersihkan piring sisa makan. Tidak ada rasa curiga atau pun cemburu yang dirasakan oleh Anita. Ia hanya mempercayai semuanya kepada mereka. Anita yang sudah selesai membersihkan dan membereskan pekerjaan rumah, dan Adam pun sudah tertidur, Anita pun ikut tidur. Sementara Anindira bermain di ruang tamu.
Sisi lain, sedari tadi perjalanan kekebun hingga sampai di kebun milik Yel, Yel terus menerus curi-curi pandang menatap Arsen.
Di tengah kebun Yel berusaha terlihat terpesona oleh Arsen, ia menunjukkan batang kayu manis yang sudah seharusnya di panen. Namun, si Arsen hanya mengangguk tanpa memperhatikan Yel sedikitpun. Yel tak sadar ia sedari tadi berjalan di samping Arsen dan terus-menerus memperhatikan wajah tampan Arsen, ia tersandung oleh akar. Arsen yang jalan lebih dulu darinya langsung menoleh kebelakang saat mendengar ada sesuatu yang jatuh.
"Hahaha kenapa mbak? Makanya jalan itu hati-hati kan jadi jatoh" tanpa basa basi membantu Yel sedikit pun, Arsen meneruskan langkahnya.
"Eh,,,heheh" sedikit ketawa paksaan yang di keluarkan oleh Yel karna malu. Yel pun merasa kesal dengan tingkah Arsen yang menertawakan nya tanpa memberikan sedikitpun bantuan pada nya.
Yel yang terjatuh pun bangkit kembali mengejar Arsen. Karna ia kesal ia pun mengajak Arsen pulang dan besok saja untuk memanen kayu manisnya.
"Arsen" imbauan Yel membuat Arsen membalik badan.
"Ah,,, tampan sekali" Yel membantin.
"Apa mbak" ucap Arsen masih tersenyum, karna ia mengingat kejadian Yel terjatuh karna terus melihatnya, sebenarnya Arsen tahu tentang itu tapi ia hiraukan.
"Ah sudah kita pulang saja, besok saja memanennya"
"Hah bukan kah tadi mbak pengen cepat-cepat di panen kan, kenapa sekarang gak jadi, kaki mbak sakit karna jatuh tadi hehe" ucap Arsen terkekeh kecil.
Karna merasa kesal, Yel langsung meninggalkan Arsen dan terus pulang. Arsen pun mengekornya pulang dari belakang.
Setiba di rumah Yel langsung masuk, begitupun dengan Arsen. Yel terus kekamar karna ia ingin mandi membersihkan badan, tetapi Arsen berhenti di sofa ruang tamu, ia melihat anak sulung nya sedang tertidur di atas sofa, Arsen pun menggendong putri sulungnya dan menaiki anak tangga lalu meletakkan putrinya di atas ranjang. Kejadian itu intip diam-diam oleh Yel dari pintu kamarnya, setelah melihat itu Yel pun merebahkan diri.
Arsen yang melihat Anita sedang tertidur, ia enggan mengganggunya, Arsen pun langsung mandi membersihkan diri. Seusai mandi Arsen pergi kebelakang dapur dimana ada kolam berenang, dan pandangan yang begitu indah. Tak berselang lama Arsen berdiri di depan kolam renang Yel pun menghampirinya. Arsen pun terkaget oleh Yel, dengan melihat Arsen yang kaget diamata Yel Arsen sangat lucu.
"Eh mbak ngagetin aja" lalu Arsen masuk dan meninggalkan Yel sendirian di sana. Dengan maksud Yel ingin pergi kekolam berenang bukan untuk mandi melainkan ingin menghampiri Arsen, tetapi hatinya kesal karna Arsen meninggalnya begitu saja.
Sementara Arsen naik ke lantai atas ingin tidur dikamar, Arsen membaringkan tubuhnya di ranjang, Akhirnya Arsen tertidur, setelah Arsen tertidur Anita pun terbangun, ia melihat di sampingnya sudah ada Arsen.
"hah mas Arsen sudah pulang, jam berapa sekrang?" ucapnya membatin lalu melihat jam tangannya telah menunjukkan pukul 14:26.
__ADS_1
Anita pun keluar dari kamar ingin menanyakan kepada Yel mengapa mas Arsen pulang cepat. Anita mencari-cari keberadaan Yel hingga mengentuk pintu kamar Yel, tetapi tak ada sedikit pun jawaban, lalu Anita dengan lancang membuka pintu kamar Yel ternyata Yel tidak dikamar. Anita menuruni anak tangga saat ingin kedapur mengambil air minum, ternyata Yel sedang memasak, katanya untuk makan malam nanti.
"Eh mbak kok gak minta bantu sama aku, kan aku bisa bantu mbak" ujar Anita mendekat di posisi Yel berdiri.
"Tak usah, lagikian kamu kayaknya capek bangat sedari tadi ngurus rumah sendirian" kata Yel.
"Gak kok mbak" ucapku
"Udah, mbak juga udah biasa ngerjain ini sendirian kok" ujar Yel.
"Ngomong-ngomong, suami mbak kemana ya, maaf mbak kalo saya bertanya tak sopan" ujar Anita sedikit tersenyum tak enak hati.
"Mbak sudah bercerai, baru saja setengah tahun ini, karna mbak gak bisa ngasih keturunan, padahal kami sudah menikah selama lima tahun, tapi semua hancur begitu saja" Yel menunjuk kan wajah sedih.
"Hmm,, maaf mbak pertanyaan saya jadi bikin mbak sedih" ujar Anita, "aku izin keluar teras dulu mbak, cari angin segar" ujar Anita lalu pergi meninggal kan Yel sendirian di dapur.
"Tak apa-apa, aam,, eh,,, Anita" Anita yang merasa namanya terpanggi pun berhenti melangkah.
"Ada apa mbak?" Anita berhenti dan menbalikkan badan. "Boleh skalian mbak mintak tolong sirami bunga yang di depan, keran air nya ada disana" tintah Yel, lalu Anita mengiyakannya, lalu minggalkan Yel di dapur.
"Eh bukanya kamu yang dulu tinggal dirumah papan sebelah itu ya?" tanya perempuan paruh baya itu.
"Iya buk, jadi mbak Yel mengajak saya untuk tinggal dirumahnya, kebetulan ia sendiri dirumah. Jadi mengajak saya dan suami saya untuk tinggal saja di rumahnya" jelasku.
"Hati-hati neng, jangan keseringan ninggalin suami beduaan dengan Yel" ujar nya membuatku heran.
"Emang kenapa buk, mbak Yel orang nya baik juga, kalo berdua pun ngomongin soal kerja atau pergi kekebun" jelasku.
"Ibuk hanya ngomongin neng, cuma kasih perhatian doang kalo sudah jadi apa boleh buat, semua pasti tinggal penyesalan saja" ujar ibuk paruh baya di depan ku ini. Aku terdiam dan berfikir apa maksud dari perkataan ibuk ini.
"Ibuk cuman ngasih tau, dia pisah sama suaminya pun gara-gara dia bawa laki-laki lain kekamar trus kepergok deh, seluruh kampung tau neng, soalnya suami Yel itu bawa RT kerumahnya dan banyak orang-orang dan pas itulah suaminya menjatuhkan talak tiga untuk istrinya. Bukan ibuk ingin buruk burukin nama Yel" lanjut jelas panjang dari wanita paruh baya itu, berhasil membuat Anita ragu.
"Hmm,, setiap orang pasti akan berubah buk, makasih juga udah ngingatin aku"
__ADS_1
"Iya udah neng, maaf ya udah lancang bicara begitu, ibuk permisi dulu" ujar wanita paruh baya itu, langsung ingin pergi karna melihat keberadaan Yel sudah sedari tadi berdiri didepan teras.
"Ya buk" Anita pun melanjutkan menyiram bunga.
Seusai menyiram bunga, Anita langsung berjalan menuju rumah, tapi tehenti di teras karena Yel meminta meminta Anita untuk menemaninya berbicara sebentar dengan alasan Yel kesepian selama ini tak punya teman curhat
"Ibuk yang tadi ngomong apa ya Ta" ujar Yel yang penasaran serta takut jika ibuk-ibuk yang tadi membuka rahasianya atau bicara yang tidak-tidak.
"Ouh yang tadi cuman nanya aku orang mana mbak" ujar Anita, berusaha menutupi yang di bincangkan oleh ibuk yang tadi padanya, jika Anita jujur, ia takut menyinggung perasaan Yel dan tak di Izinkan lagi tinggal lagi dirumah ini
"Ouh,,, cuman nanya itu"
"Iya mbak, kenapa emangnya?" tanya Anita sok-soan gak tau.
"Gapapa, yaudah ayo masuk, sudah magrib nih"
Anita dan Yel pun masuk kedalam rumah, tak menunggu lama mereka pun makan bersama, setelah makan Anita bersama suami dan anak-anaknya pergi ka atas untuk tidur. Sementara, Yel menonton tivi diruang keluarga.
Tiba-tiba Arsen terbangun karna merasa haus dan ingin memgambil air kedapur, ia menuruni anak tangga. Disisi lain Yel yang belum tertidur, karna ia mempunyai kebiasaan bergadang. Yel mendengar ada seseorang menuruni tangga ia berjalan kearah pintu lalu membuka sedikit dan mengitip siapa yang turun. Ternyata benar dugaan Yel itu adalah Arsen. Yel pun menunggu Arsen selesai menuruni tangga, lalu Yel pun mengikutinya dari belakang sampe di dapur. Yel mencoba sok-sokan kesandung supaya Arsen menyambutnya. Ya itulah caranya modus dengan Arsen, berapa kali ia ingin mendekati Arsen, tetapi gagal terus. maka kali ini ia tak akan gagal lagi.
"Ee,, eh,, " Yel pura-pura kesandung di depan Arsen, dengan sigap Arsen menyambut Yel dengan tangan kekar miliknya.
"Ahh,,,, nyaman sekali aku di dekapan Arsen" Yel membatin.
"Mbak kenapa bisa jatuh" ujar Arsen melepas kan pegangannya dari Yel.
"Gak tau, mbak mau ngambilin air putih, tapi ngantuk bangat" alasan Yel.
Setelah minum, tanpa menjawab sepatah kata pun dari Yel, Arsen pun langsung pergi. Sementara Yel hanya terpaku di tempat ia berdiri, Yel sedang senyum-senyum sendiri karna kali ini rencananya berhasil tunggu rencana selanjutnya dan ia akan merebut Arsen dari Anita.
POV. Anita
...****************...
__ADS_1
Malam pun telah tergantikan siang, aku hendak membangunkan mas Arsen untuk mandi, karna ia akan pergi kekebun milik mbak Yel hari ini. Namun, aku mengurungkan niatku sebentar. Tiba-tiba aku kepikir perkataan ibuk yang kemaren sore, tapi tidak mungkin juga, kulihat mbak Yel biasa-biasa saja. Tapi,, iya sih waktu itu aku pernah curiga karna mbak Yel ada di kamarku saat mas Arsen sedang mandi, tapikan alasan yang ia berikan masuk akal juga. Ah,, kenapa aku jadi berfikir yang tidak-tidak dengam mbak Yel, padahalkan ia sudah banyak membantu keluarga ku. Tapi,,,, kok bisa ya mbak Yel baru kenal, mau ngasih kami tinggal dirumahnya tampa pamrih, dan juga mengasih lowongan untuk mas Arsen. Ah,,,,sudahlah, aku tak boleh sok uzon begini. Setelah bertengkar dengan pikiran aku pun membangunkan mas Arsen.
"Mas,,, mas,,,,bangun mas,, udah pagi" ujarku sambil menggoyangkan badan mas Arsen, ia pun bangun dan mengiyakan tintah ku. Ia memasuki kamar mandi.