
Tok,,, tok,,, tok,,,
"Assalamualaikum tan" salam ku dari ambang pintu, saat sudah berdiri tepat di depan rumah tante Neni.
"Walaikumsalam" pintupun terbuka, "eh Anita, masuk" tawar tante Neni dengan ramah.
Aku pun malangkah masuk, tanpa disuruh aku pun langsung duduk di sofa ruang tamu tante Neni.
"Ini Adam mbak?" tanya Kina yang baru saja keluar dari kamar karena mendengar kedatanganku.
"Eh Kina, iya ini Adam" ujar ku tersenyum kecil.
"Wah,,,, udah besar aja,,, udah lama banget ya mbak gak kesini,, dulu terakhir mbak kesini waktu Anindira masih kecil" ucap nya kagum.
"Hahaha kamu ini ada-ada aja, Anindira sekarang juga masih kecil, cuma Adamnya kecepatan lahir" celetuk ku sambil menyeringai.
"Eh mbak, kan emang iya mbak udah lama gak kesini" cakapnya kesal.
"Eh sudah-sudah Kina, kedalam buatin air teh untuk mbak mu, bukan bicara aja ntar kering tenggorokan nya loh" papar tante Neni membuat kami tertawa serentak.
"Hahaha"
"Iya-iya ini mau kebelakang juga nih" cemberut Kina.
Kina pun malangkah dengan santainya ke arah dapur perlahan meninggalkan ruangan tamu yang aku duduki bersama tante Neni.
"Kina itu rindu banget sama kamu Ta, makanya dia sampe gak sadar gituh" ujar tante Neni tersenyum hangat padaku.
"hahaha masa iya sih tan," celetuk ku.
"Iyalah, ini anak kamu udah umur berapa, cepat banget sih besarnya rasanya baru kemaren tante dengar kelahirannya" tanya tante Neni sambil mencuil pipi gemoy Adam.
"Baru sembilan bulan tante" jawab ku
"Lah kamu ini becanda aja, seriusam kamu" ujar tante Neni tak percaya dengan ucapanku.
"Serius itu mah tan, kalau gak percaya coba aja hintung sendiri" lontarku.
"Yang benar kamu Ta?" tanya tante Neni kembali untuk menyakini apa yang aku bicarakan.
"Iya" jawabku santai.
"Ya Ampun cepat kali bisa jalan nya, kirain tante udah umur satu tahunan lebih" Guman tante Neni seolah kagum dengan pertumbuhan Adam.
__ADS_1
"Ya belum lah tan,baru aja kemaren ia lahir masa udah lebih satu tahun" sungut ku.
Aku dan tante Neni asik mengobral dan berbagi cerita, saling tertawa berbahak-bahak, Akhirnya Air teh buatan Kina pun datang.
"Nih mbak silahkan diminum kalau mau, kalau gak juga gak gapapa" gurau Kina, sambil menunjukkan muka jutek yang di buat-buat.
"Eh kamu ini" tegur tante Neni padanya.
"Eh kok kurang sih Kina, satu gelas mana cukup kalai lima gelas baru cukup buat mbak" candaku dengan ekspresi cemberut yang di buat-buat.
"Hahaha kayak kunti dong mbak" ujar nya tertawa, Tante Neni pun ikut tertawa.
"Kalo gini mah kamu yang kunti nya Na, ketawanya mirip soalnya" sambungku kembali setelah mendengar ketawa Kina yanh keterlaluan.
Rasanya sudah lama kami berbincang sehingga suara Azan suhur terdengar di kumandangkan, tante Neni meninggakan aku bersama Kina dikarenakan ia mau sholat berjamaah di mesjid di dekat rumahnya.
Aku dan Kina terlihat sangat akrab kami bercanda dan tertawa berbahak-bahak, ya maklumi saja kami jarang bertemu.
Karena ke asikkan mengobrol aku sampe lupa di mana Adam, aku pun berdiri hendak mencari Adam, tetapi hati ku kembali lega karena melihat Adam tertidur dengan sendirinya di atas sofa di ruang tamu.
jam telah menunjukkan pukul 3 sore. Aku, Kina, tante, dan om duduk barengan. aku berniat ingin pulang karena hari sudah mulai sore.
"Aaa gini tan, aku kesini mau main sekalian mau minta izin sebenarnya" ucap ku.
"Aku rencana nya sama mas Arsen mau ke Lubuk Pinang tan, om" ujar ku.
"Menrantau ke situ" tanya Om Akas
"Iya om, siapa tau biasa merubah kehidupan kami" jelasku tersenyum hangat.
"Ya tante cuman bisa pesan, jaga diri baik-baik disana" ucap tante Neni.
"Iya tan, lagi pula aku gak mungkin sampai besok-besoknya seperti ini terus" terang ku.
Akhirnya setelah lama ber bincang dengan keluarga tante Neni, aku berpamitan untuk pulang.
****
Pagi ini aku bersiap-siap mebereskan barang-barang yang akan kami bawa ke Lubuk pinang.
Anindira dan Adam sudah aku mandikan dan ku-uruskan pakainanya. kini hanya tinggal membereskan barang-barang saja.
"Sudah siap Ta" ujar mas Arsen, mencondong kan kepala nya ke dalam kamar dari luar.
__ADS_1
Sementara aku masih sibuk membereskan pakaian Adam dan Anindira, supaya tak ada yang ketinggalan.
"Ini hampir siap mas," ujar ku, sambil menutup sleeting tas besar yang sudah berisikan baju-baju sertakan kain yang akan kami gunakan setelah tiba di sana.
"Ini mas, udah siap bantu angkat ke luar," ujar ku sambil menyuguh kan tas besar yang barusam selesai aku bereskan.
Mas Arsen langsung menyambut barang yang aku sughuhkan padanya.
"Kamu gimana? udah siap" tanya mas Arsen kembali, sambil mengangkat tas besar.
"Sudah mas" jawab ku singkat
"Barang-barang kita gimana" tanya mas Arsen kembali.
"Udah beres semua mas tinggal berangkat aja lagi" ujar ku sambil menggendong Adam. Lalu keluar dari kamar.
Aku dan mas Arsen pun meminta izin pada ibu dan ayah, dan minta doa selamat sampai tujuan jua mestinya.
Perlahan mobil yang kami tumpangi berjalan meninggalkan ibuk dan ayah. Kami sambil melambaikan tangan.
Perjalanan yang kami tempus hampir setengah jam, kepalaku mulai merasa pusing dan di hulu hati juga merasa sekidit mual seperti akan mau muntah.
Untung saja yang aku urus hanya diri ku seorang, Anindira dan Adam di dekapan papa nya.
Aku mencoba untuk menutup mata supaya tertidur untuk menghilangkan rasa mabuk yang menyerang. Akhinya aku terlelap di dalam dunia mimpi yang menghundariku dari rasa ingin mambuk karena bauk kendaraan yang kami tumpangi.
🌱🌱🌱
"Ta,,,, Ta,,, bangun,,, " aku mendengar suara mas Arsen memangil namaku, serta ia menggoncangkan badan ku.
"Hmmm" lirihku, berusaha membuka mata yang sejak tadi sudah terpejam entah berapa lama.
"Bangun Ta, udah sampai" suara lembut dari mas Arsen membuatku terbangun dari tidur dan rasa kantukku.
Kami segera bergegas turun dari mobil yang kami tumpangi, tak lupa mas Arsen memgambil tas besar yang berisikan barang-barang kami.
Anindira kami biarkan ia berjalan, sementara Adam hendak aku gendong tapi ia menolak dan meminta jalan sendiri, anak sembilan bulan berjalan, tentu saja jalan nya sangat pelan.
Tas di sandang oleh mas Arsen.
Karena keletan berjalannya Adam berjalan, akhirnya aku paksakan Adam untuk ku gendong. Meski kepala ku masih terasa sedikit pusing.
🌱🌱🌱
__ADS_1