KAPAN USAI PENDERITAAN INI

KAPAN USAI PENDERITAAN INI
part 26


__ADS_3

Sejauh mana pun kaki melangkah yang menjadi tujuan rumah, saat ini Arsen tak langsung pulang ia merenung kan diri di tepi sungai. sementara, Yel tetap terduduk di rumah ladang perkebunan milik nya.


POV. Arsen.


Aku tak tau apa yang aku rasakan sekarang, aku hanya bisa menatap datar langit dan air mengalir. Apakah ini salahku? kini aku benar-benar tak bisa berfikir jernih. Tiba-tiba aku teringat kejadian tadi malam. Diamana, mbak Yel kesandung oleh kaki ku, ia mengatakan kakinya terkilir dan sangat sakit lalu ia memintaku untuk memijitnya, aku tak tahu karna kejadian itu aku bisa seribut itu dengan istriku tadi malam, sadisnya karena kejadian tadi malam, aku memperlakukan Anita sangat-sangat kasar hanya merasa malu dan tak enak hati kepada Yel, tetapi sekarang setelah perkataan wanita ini aku menyadari. Seberapa sakitnya yang di rasakan Anita. Sudahlah aku rasa tak perlu terlalu aku pikirkan, aku akan membawa Anita pulang hari ini juga.


Kulangkah kan kaki dengan gontai, sudah jauh lah rasanya aku berjalan akhirnya tiba jua di rumah yang aku tujuai. Aku langsung memasuki kamar, kebetulan pintu kamar tak dikunci oleh istriku. Kubuka perlahan, aku masih melihat Anita duduk di tepi ranjang dengan mata sembab, aku tahu berapa sakit yang ia rasakan, betapa terlukanya hatinya, aku dapat merasakan itu.


Detak langkah ku membangunkan nya dari lamunan, entah apa yang ia pikirkan sekarang, aku menghiraukan seolah-olah bersikap tidak tahu bahwa ia tidak baik-baik saja. aku pun mengurungkan niat membicarakan cerita yang terjadi di kebun tadi.


(disini mereka tak saling tahu ya Reader's apa yang terjadi di belakang mereka. Arsen tak pernah mengetahui apa-apa saja yang di bicarakan Yel kepada Anita, begitu pun sebaliknya. Anita tak pernah tahu kejadian yang terjadi antara Arsen dan Yel di kebun. Karena memang mereka tak saling menceritakan hal itu. )


"Sudah pulang mas"


"Hmm" jawab ku dingin, lalu meraih handuk kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Kenapa pulang cepat ada masalah atau bagaimana? " ujarnya di balik pintu kamar mandi. Bahkan, disaat ia terluka pun ia masih mengkhawatirkan apa-apa saja yang terjadi padaku.


"Katamu sekarang mau pulang kekampung" ujar ku lalu membersihkan seluruh tubuh ku, terutama bagian tanganku yang telah di sentuh oleh perempuan murah*n itu. Seusai aku membersihkan diri aku keluar dari kamar mandi dengan muka datar tanpa memperlihatkan kepedulian ku pada Anita istriku. Seperti biasa, ia selalu menyiap kan baju yang siap setrika untukku jika mau berpergian jauh. Aku mengenakan nya tanpa mengeluarkan sepatah katapun, bahkan minta maaf pun aku aku enggan mengucap nya.

__ADS_1


"Kenapa tak sedari tadi mas bicara kita jadi pulang hari ini, kan aku bisa beres-beresnya sedari tadi dan tinggal berangkat saja" ucar nya hangat seakan ia melupakan kejadian tadi malam yang telah apa-apa yang aku perlakukan padanya.


"Kalau mau pulang jangan banyak tanya" tegas ku, sebenarnya aku tak ingin lagi menyakiti hatinya lagi, tetapi aku tak mau saja ia menjadi menja padaku karna perhatian ku. maka dari itu aku bersikap selalu dingin padanya.


"Mas,,, apa mas keberatan ingin pulang kekampung?" tanya nya menatapku dengan mata sembabnya dengan sedikit memerah di pipinya karna tamparan ku.


"Kenapa? "


"Sepertinya mas sangat betah dirumah ini"


"Kenapa bicara begitu"


"Apa lagi yang kau katakan ini, tak bosan-bosan mencari ribut denganku" ujar ku.


ia tak lagi menjawab perkataanku. ia memang mempunyai kebiasaan begitu sedari dulu, ia selalu memancing amarahku setelah terpancing amarah ini ia hanya diam tak menjawab sepatah kata pun.


Ia terus membereskan barang-barang dan mengurus Anindira dan Adam. Seusai semuanya ia memintaku untuk membawankan barang-barang. Aku mengiyakan tintah darinya, saat ingin keluar dari kamar wanita itu datang kembali menghampiri kami.


POV. Author

__ADS_1


"Dira mau Kemana? ucar Yel membukuk berbicara kegadis belia yang yang baru saja berumur 2 tahun itu.


"Dila mau pulang tante"


"Kenapa pulang, tak enak yah tinggal di rumah tante"


"Enak,,,, tapi mama celalu menangis kalo tinggal dicini cerus" jawab Anindira.


belum sempat Yel bertanya lagi pada Anindira gadis kecil yang imut itu, tetapi tangan nya telah di tarik paksa oleh Anita selaku mama dari Anindira. Sementara, Arsen telah sedari tadi jalan duluan dari Anita tanpa menghiraukan kehadiran Yel. Anita berjalan menghampiri Arsen yang sedari tadi menunggu Anita. Yel yang di gitukan oleh keluarga itu tak merasa enak hati, walaupun sakit hatinya kepada keluarga Anita, Yel tetap merasa iba dan kecil hati di tinggal oleh mereka bagaimana pun sifat lucik dan jahat yang Yel miliki ia tetap mempunyai kasih sayang yang melekat untuk Anak-anak Arsen dan Anita. Saat Anita dan Arsen ingin melangkah meninggal kan rumahnya, ia pun berlari keluar menghampiri mereka.


"Tunggu" ujar nya dengan wajah yang sedih. Sementara, Anita dan Arsen tak mengeluar sepatah kata pun, merekan hanya berhenti segenap.


"Sebelum pergi izinkan aku memeluk putri kecilku" ujar Yel dengan mata berkaca-kaca.


"Tante jangan nangis, besok Dila kecini lagi kok" ujar Anindira berlari di pelukan Yel. lalu Yel melepas pelukan dari Anindira, dan mengecup-ngecup pipi kana dan kiri serta dahi Anindira berulang-ulang kali, dengan air mata yang tak bisa ia tahan lagi. "Tante jangan cedih, Dila janji bakal kecini lagi" ujar Anindira mengusap lembut wajah Yel. Yel yang di perlakukan begitu oleh Anindira, merasakan kasih sayang teramat dalam dari seorang Anak itu, hantinya tersentuh luluh dibuatnya, lalu memeluk erat kembali tubuh mungil anak yang berusia dua tahun ini, lalu melepaskannya kembali. "Cepat nanti kita ketinggalan bus" ujar Anita memcahkan percakapan antara Yel dan putrinya. "Hati-hati cantik ku" ujar Yel tersenyum hangat dengan mata berkaca-kaca. "Siap tante cantik" ketus gadis kecil itu. "Kami pamit dulu" ujar Anita setengah hati pada Yel. "hati-hati, jaga Anindira baik-baik" ujar Yel dengan mata yang masih berkaca-kaca.


mereka meninggal kan Yel tanpa menoleg sedikit pun kebelakang, langkah mereka semakin jauh, satu-persatu punggung dari mereka mulai mengihilang dari tatapan Yel. Akhirnya, air mata yang tadi ia coba menahan kini ia jatuh kan jua dengan lancar tanpa halangan dan tepisan dari tangannya.


"Andai perpisahan ini secara baik-baik, mungkin hatiku tak terpukul sesakit ini untuk menjumpai perpisahan ini, salah aku juga yang tak pernah tau arti kasih sayang yang erat dan kini aku merasakan saat kehadiran Anindira gadis kecil ini, saat inilah aku tahu arti kasih sayang sesungguhnya .Tuhan,,, Andai aku tak menyimpan rasa pada Arsen mungkin tak kan berakhir begini. maafkan aku Tuhan" Yel membatin hanyut dalam sedu tangis yang begitu mendalam menyiksa akan kesakita dalam hatinya.

__ADS_1


(Tak semua yang berawal dari pertemuan yang indah akan berakhir dengan perpisahan yang indah pula, tetapi adakala nya sebuah perpisahan terjadi karna hal yang menyakitkan).


__ADS_2