KAPAN USAI PENDERITAAN INI

KAPAN USAI PENDERITAAN INI
part 25


__ADS_3

Akhirnya malam yang panjang yang telah di lewati oleh Anita dengan sedu tangis berakhir jua. Kini ia bangkit kesiangan jam telah menunjukkan pukul 10 lewat, itupun ia terbangun karna cahaya Matahari yang memasuki celah-celah jendela kamar yang ia tepati.


Anita melihat Anindira juga masih tertidur pulas, tetapi Adam sudah terbangun. Kali ini Anita mengurungkan niat nya untuk keluar kamar, meski ia merasakan lapar. Ia juga tak ingin menatap wajah perempuan pelak*r itu, jadi ia memilih menahan lapar. itu lebih gampang dari pada menahan sakit hati.


Kreek,,,,,,, pintu terbuka pelahan, Anita menoleh kearah suara pintu terbukan. Ya yang berdiri di balik pintu adalah Arsen. Arsen sembali melakahkan kaki mendekati Anita yang terduduk termenung di atas ranjang.


"Bawa Anindiria makan kebawah" ujar Arsen


"Aku tidak makan" ucar ku malas


"Bagaimana Dira hendak makan?" tanya Arsen.


"Kalau perutnya lapar ia pasti tau mengambilkan nya sendiri" elak Anita


Setelah membicarakam itu Arsen keluar. Namu, langkahnya terhenti karna ucapan Anita.


"Mas kita pulang ke kampung halaman saja ya" ujar Anita lirih


"Pulang apa yang kamu katakan, aku mau kekebun" ketus Arsen.

__ADS_1


"Apa mbak Yel ikut?" tanya Anita kembali dengan raut wajah cemburu.


"iya, jangan berfikir macam - macam".


Lalu Arsen melangkah keluar meninggal kan Anita setelah berpamitan. ia berangkat kelebun bersama dengan Yel. Seperti biasa Yel slalu memperhatikan ketampanan yang di miliki Arsen. Setelah lama memanen kayu manis. Akhirnya Yel memcoba buka berbicara apa yang ia rasakan selama ini kepada Arsen.


"Hmm,,, Arsen" ujar Yel terbata - bata manatap Arsen dengan tatapan yang menegang.


"Ya ada apa mbak? " ujar Arsen menatap wajah Yel, kesan itu menambah kegugupan Yel.


"Eee,,, emm" ujar Yel, kali ini jantungnya berdetak kencang.


"Eeh,,,, tidak" kata Yel sambil menggaruk kepalanya. berusaha menghilangkan rasa gugup.


"Trus" Ujar Arsen srmbari mengangkat kedua Alis nya. Karna ia bingung dengan kelakuan Yel.


"Hmm,,,,," sambil memegang tangan Arsen dan memandang wajah Arsen lekat dengan mata berbinar. Arsen yang di pegang tiba - tiba oleh Yel yang di anggap tak lebih dari kakak sendiri oleh Arsen, ia hanya tercengang diam, tak ada penolakan darinya.


"Nikah kan mbak, jadi kan mbak yang kedua" ujar Yel tanpa menyimpan rasa malu sedikit pun.

__ADS_1


Arsen mendengar ucapan dari Yel langsung menepis tangan Yel begitu kasar, tatapnya yang tadinya biasa - biasa saja kini berubah begitu tajam dan sangat menyeramkan.


"haha jangan bercanda terus mbak, ntar jatuh lagi" ketus Arsen tak menganggapnya serius.


"Mbak serius Sen, mbak terlanjur mencintaimu"


"Apaan ini mbak" suara Arsen sedikit menaik


"Kenapa Sen? Apa mbak salah dengan hal itu? " ujar Yel menunduk berusaha menarik perhatian Arsen.


"' MUR*HAN!" bentak Arsen mencoba menahan emosi.


"Ya Arsen mbak bodoh, bodoh karna cinta. Mbak sangka selama ini kamu juga ada peresaan sama mbak, tetapi perlakuan manis mu yang selama ini hanya PHP" ujar Yel sembari menetesi air matanya. Entah apa yang ia tangis, seolah-olah ia adalah orang yang paling tersakiti.


"PHP bagaimana ya mbak, saya sudah nganggap mbak sebagai kakak saya sendiri, tetapi mbak bertanggapan lain pada saya. Jika saya dari awal tau akan begini akhirnya tak akan pernah mau saya di ajak serumah dengan mbak"


Yel terdiam, kini yang terjadi di luar dugaan nya. Ternyata mengambil Arsen dari istri sah nya bukan semudah yang ia pikirkan.


"Mbak hanya bertanya Arsen, itupun jika kamu berkenan kalau tidak pun tak bermasalh"

__ADS_1


"Saya tak suka pertanyaan seperti ini, saya jadi merasa tak punya harga diri di hadapan anda! Benar yang di duga istri saya selama ini tentang anda" ujar Arsen merubah panggilan mbak manjadi Anda, seakan berbicara dengan orang asing. Setelah membicarakan itu Arsen pergi meninggalkan Yel di kebun, tanpa mendengarkan lagi ocehan yang keluar dari mulut wanita murah*n itu.


__ADS_2