
...Permainan pun di mulai, Regu maling pun berlari sejauh dan sekencang yang mereka bisa. Tak peduli seberapa panas cuaca hari ini, senyum tetap terukir di wajah mereka....
...Begitu pun dengan gadis bersurai putih perak ini, dia tengah berlari di halaman belakang sekolah dengan seorang lelaki yang tengah berlari mengejar nya dari belakang. Lelaki itu terlihat sangat nafsu dengan gadis yang menjadi target penangkapan nya ini....
"Jangan pergi terlalu jauh!!" lelaki itu berteriak dari belakang. Namun, gadis di depan nya terlihat tak begitu menghiraukan nya. "...."
"Perhatikan langkah mu, di sini banyak sekali akar yang tubuh nya sangat memanjang. Kau bisa terjatuh nanti nya" seru lelaki itu tanpa menghentikan kejaran nya.
"Berhentilah mengejar ku!! Mengapa kau tidak mengejar yang lain saja?!" sahut Hikaru.
"Bagaimana jika aku tidak mau?" tanya lelaki itu dengan tawa kecil nya.
Hikaru mendecih sebal saat mendengar sahutan lelaki itu. "..."
...Namun saat Hikaru berlari sedikit jauh, Haru tiba tiba mempercepat larian nya, dan menarik lengan kanan Hikaru hingga membuat langkah nya terhenti antusias....
"Egh-"
"Baiklah, kau tertangkap...saat nya kembali gadis kecil" goda Haru dengan senyum manis nya. Namun reaksi yang di tunjukan gadis itu sangatlah kesal, karena Haru menarik tangan nya terlalu keras, dan itu rasanya sangatlah sakit.
"...."
...Melihat gadis itu terdiam, Haru sedikit terheran lalu melepaskan tangan nya dari lengan gadis itu....
"Ada apa??" tanya Haru sedikit cemas.
Hikaru memalingkan pandangan nya, lalu mengusap pelan lengan nya yang sakit. "Tidak ada"
...Sahutan singkat itu membuat Haru merasa bersalah, di tambah lagi saat manik mata nya melirik ke arah tangan gadis di depan nya yang terus mengusap lengan kanan nya....
"Maaf...Apa aku menarik mu terlalu kasar?" tanya Haru sembari mencoba menyentuh gadis itu.
__ADS_1
Hikaru bergerak mundur, sedikit menjauhi lelaki itu. "Tidak!! Lupakan saja. Sebaiknya kita kembali ke lapangan " sahut Zira dengan nada datar nya.
...Haru sempat terdiam sejenak, selain dirinya merasa bersalah akibat menahan lengan gadis itu terlalu kencang, dia juga mengkhawatirkan kondisi nya saat ini. Gadis itu terlihat tengah menahan rasa lelah nya, meski saat ini nafas nya terengah-engah, dia tetap berdiri tegak....
"Apa kah lelah?" tanya Haru setelah mereka terdiam beberapa saat yang lalu.
Hikaru menolehkan kepala nya. "Tidak" sahut nya dengan singkat.
"Akan tetapi, kau terlihat sangat kelelahan Hikaru" lanjut Haru.
...Hikaru hanya terdiam, Lalu mendudukan diri nya di sana, dia berniat ingin beristirahat sebentar sebelum dia akan berjalan kembali ke sekolah nya. Namun sebelum dirinya akan duduk, Haru mengulurkan tangan kanan nya, seolah tengah mengajak gadis itu pergi bersama nya....
"Hari sudah makin siang, cuaca nya juga sangat panas. Apa kau tidak ingin kembali?" lelaki itu bertanya lagi pada gadis di dekat nya.
"Sebentar... Biarkan aku beristirahat sebentar saja." sahut Hikaru sembari bersandar di dekat pohon yang ada di sana.
Haru tersenyum. Lalu membungkukan tubuh nya setara dengan gadis itu. "Kakakmu akan khawatir nanti nya. Naik lah, aku akan mengendong mu sampai ke sekolah" ucap lelaki itu sembari meraih lembut salah satu tangan gadis di dekat nya.
"Huhhh!!!"
"Ayoo..." Haru kembali mengajak gadis itu lagi.
Hikaru memalingkan pandangan nya, lalu berkata "B-baiklah" jawab nya dengan suara yang terbata. Karena jantung nya berdegup begitu cepat.
...Haru tersenyum, dia membantu gadis itu bangun dari duduk nya. Melihat lelaki ini memperlakukan gadis di dekat nya sangat lembut, seolah perlahan membuat Hikaru merasa nyaman. Tatapan nya, cara lelaki itu menggenggam tangan nya, berbicara pada nya, tersenyum pada nya, seolah sosok ayah yang sangat menyayangi anak perempuan nya....
'Mengapa jantungku berisik sekali!!' batin Hikaru mulai terbawa suasana.
...Sementara itu, Haru yang melihat gadis itu terdiam berkalikali, sedikit membuat nya kebingungan, apakah ada hal yang mengganggu pikiran nya?....
"Hikaruu" tegur lelaki itu dengan suara lembut nya, dia berniat menyadarkan gadis itu dari lamunan nya namun tidak membuat nya terkejut.
__ADS_1
Ya tentu saja, mendengar lelaki itu menyebut nama nya, lamunan Hikaru teralihkan, dia juga menoleh ke arah lelaki di dekat nya ini. "A-Ada apaa??"
"Untuk kali ini saja, biarkan aku membantu mu kembali ke sekolah"
"Apa maksud mu??" tanya Hikaru yang kebingungan.
"Naiklah ke punggung ku, aku akan menggendong mu sampai ke gerbang belakang sekolah"
"....." Hikaru terdiam, dirinya tak berani mengatakan apa pun. Karena dirinya sangat malu jika harus merepotkan lelaki ini, disisi lain dirinya juga sangat lelah jika harus berjalan kembali ke sekolah nya.
"Kau ini sedang menggumamkan apa si?? Jika ada hal yang ingin kau katakan, maka katakan saja"
Hikaru tertunduk. "Terima kasih, aku sangat menghargai niat Hikaru mu. Namun aku juga tak mau membuat mu jauh lebih kelelahan jika harus menompang tubuh ku" Hikaru menjelaskan keraguan yang ada di hati nya.
"Tak apa, lagi pula tinggi ku cukup untuk menggendong tubuh mu yang kecil" goda lelaki itu sembari tertawa kecil.
Mendengar hal itu, Hikaru mengangkat kepala nya, menatap ke arah lelaki itu. "Katakan, berapa tinggi tubuh mu saat ini?" tanya Hikaru seolah dirinya tersinggung dengan ucapan lelaki itu tadi.
"167cm, bagaimana dengan mu?" jawab Haru, lalu bertanya balik pada gadis itu.
"150cm" Hikaru membuang pandangan nya, di saat lelaki itu mulai tersenyum kecil.
"Manis nya... Sudahlah tak apa, lagi pula tinggi mu yang seperti itu tidak akan membuat kesempurnaan diri mu berkurang"
"Uhh??" gadis itu sedikit tertegun saat mendengar ucapan lelaki di depan nya ini.
"Ayolahh... Apa kau ingin terus berlama lama di sini??"
"...." Hikaru masih terdiam, kepala nya masih memikirkan ucapan lelaki itu tadi. perkataan itu... bagaimana bisa dia mengatakan hal seperti itu pada nya.
"Setelah kita sampai di sekolah, kau bisa beristirahat di sana."
__ADS_1
Setelah mencoba beberapa cara, Akhirnya Hikaru mengangguk, menerima ajakan lelaki itu. "...."
'Tinggi tubuh ku tak mengurangi kesempurnaan diri ku?? kau ini sebenarnya siapa? bagaimana bisa kau mengatakan hal yang bahkan kedua orang tua saja tak pernah mengatakan nya' gumam Hikaru yang kini tubuh nya telah berada di atas punggung lelaki itu.