Kehidupan adalah sebuah permainan

Kehidupan adalah sebuah permainan
Keahlian yang entah datang dari mana.


__ADS_3

...Di suatu ruangan di lantai 4 gedung barat, tepat nya di ruang seni music. Tengah terjadi sebuah rundingan besar antara menejer dan ketua klub music itu. Suasana di sana cukup senyap, tatapan dari kedua nya begitu tajam, seolah mereka tengah membicarakan masalah yang cukup serius....


"Minum lahh" menejer Yui memberikan secangkir teh hangat pada gadis yang terduduk di depan nya.


Gadis itu terdiam, tangan nya menerima cangkir teh hangat itu lalu meminum nya. "Jadi?? hal apa yang ingin kau sampaikan?" tanya gadis itu setelah ia selesai meminum teh hangat yang di berikan oleh menejer Yui.


"Apa kau yang membuat nya??" tanya menejer Yui sembari meletakan tabung eksperimen cairan kimia di atas meja.


Melihat menejer Yui mengeluarkan tabung itu, dengan perlahan membuat kerutan di wajah gadis bersurai gelap lawan bicara nya terlihat. "Dari mana kau mendapatkan itu?" tanya gadis itu dengan tatapan penuh dengan kebencian.


"Jawab pertanyaan nya ku!! Bukan malah bertanya kembali pada ku, Akiyama Haruko" bentak menejer Yui yang mulai menaiki nada suara nya.


...Haruko terdiam sejenak, mata nya beralih melihat ke arah tabung eksperimen kimia milik nya. Ia dapat melihat dengan jelas bahwa takaran cairan itu lebih sedikit di bandingkan terakhir kali ia melihat nya....


...Tangan nya bergerak ke atas meja, Haruko hendak akan meraih tabung eksperimen nya, Namun sebelum tangan nya menyentuh tabung nya tiba tiba.......


*----*


...Tabung eksperimen milik Haruko terhempas hingga jatuh dari atas meja. Cairan yang berada di dalam tabung itu juga tumpah dan membasahi lantai di bawah nya....


"Saya sedang berbicara dengan mu Haruko!!" bentak menejer Yui yang kesal karena merasa di abaikan oleh gadis itu.


"Ada apa dengan mu?" tanya Haruko tanpa mengangkat kepala nya, ia masih terus menatap ke arah cairan kimia milik nya yang kini bergenangan di atas lantai tak jauh dari kaki nya.

__ADS_1


"Ada apa dengan ku? Haruskah aku mengulangi ucapan ku? Kimia itu, Apa kau yang membuat nya??!" tekan menejer Yui.


Mendengar menejer Yui terus mendesak diri nya, hal itu membuat gadis ini mengangkat kepala nya serta bangun dari tempat duduk nya. "Jika aku berkata iya, hal apa yang akan kau lakukan??" tanya Haruko sembari memasang raut menantang pada lawan bicara nya ini.


Sementara itu, menejer Yui yang mendapat respons tak mengenakan itu membuat diri nya semakin kesal "Katakan pada ku, dari mana kau belajar membuat cairan kimia itu!!"


Haruko tersenyum "Aku mempelajari nya sendiri" ucap nya dengan santai.


...Menejer Yui terkejut, bagaimana bisa siswi pemalas seperti nya mampu melewati batas pembuatan cairan kimia yang di ajarkan di sekolah itu....


"Kurang ajar!! Aku tak pernah mengajari mu membuat eksperimen mengerikan itu. Sebenarnya apa yang ada di pikiran mu itu??!"


"Mengerikan?? Darimana kau tahu cairan itu berbahaya, sedangkan kau belum pernah mencoba nya" sahut Haruko.


...Suasana di ruangan itu kini terasa semakin panas, menejer Yui masih sangat kesal dan bahkan di tengah kekesalan menejer Yui, Haruko sebagai lawan bicara nya terus menanggapi ucapan nya dengan kata kata yang sangat tidak enak, seakan dia meremehkan guru kimia disana....


...Tidur di kelas, mendengarkan musik, tak mengerjakan soal yang di berikan guru saat di kelas, dan bahkan tak pernah serius dalam melakukan pembelajaran. Lantass, mengapa dia mampu mencoba hal yang tak pernah di coba oleh siswa pintar sekali pun....


...Gadis ini adalah gadis yang pertama kali mencoba hal baru dengan sangat cepat, dan bahkan di ruang labotarium ipa tidak ada cairan kegagalan dari eksperimen itu....


"Ada lagi?Apakah ada hal lain yang ingin kau katakan? Kau telah membuang waktu ku cukup banyak" ucap Haruko sembari melihat ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangan kiri nya.


"...." Disana menejer Yui masih terdiam cukup lama, ia tak tahu harus berkata apa lagi. Ia masih tak percaya dengan hal yang baru saja ia ketahui.

__ADS_1


Di saat menejer Yui masih di tengah kediaman nya, Haruko beranjak pergi meninggalkan tempat duduk nya menuju ke arah pintu keluar. Namun sebelum tangan nya hendak akan meraih gagang pintu ruangan itu, ia sempat terhenti sebentar lalu berkata.


"Jika kau bertanya pada ku, Mengapa aku membuat cairan itu, maka dengan senang hati aku akan menjawab nya.. Karna dengan cairan itu aku akan membuat sebuah obat, lalu memberikan nya pada ayah ku" ujar gadis itu dari kejauhan.


Menejer Yui sangat terkejut, bahkan kepala nya sepontan menoleh ke arah gadis bersurai gelap yang berdiri di dekat pintu. "...."


"Oh yaa, Aku juga belum memberi tahu mu apa nama cairan itu.."


"...."


"Apa kau ingin mengetahui nya, menejer Yui?" lanjut Haruko tanpa menolehkan kepala nya.


"Omong kosong!! Bahkan tanpa kau memberi tahu ku, aku sudah dapat mengetahui nya lebih dulu, Akiyama Haruko"


"Sungguh?? Wahh itu menarik...."


"...."


"Tapi sayang sekali, lebih baik kita akhiri saja obrolan ini. Kau membuat ku merasa tidak nyaman" ujar Haruko sembari membuka pintu yang ada tepat di depan nya. Sebelum ia melangkah keluar, ia sempat melirik sekilas ke arah gadis yang terdiam di belakang nya.


"Ekspresi mu itu lucu sekali, menejer Yui" ucap Haruko pelan, lalu pergi keluar dari ruangan itu.


Di sisi lain, menejer Yui masih terdiam diri di tempat duduk nya. 'Me-Mengapa tangan ku gemetar??' batin menejer Yui terkejut saat mata nya melihat ke arah kedua telapak tangan nya yang terus gemetar setelah berbicara dengan gadis itu...

__ADS_1


"Cairan kimia penghilang ingatan?? Sebenarnya apa yang ada di pikiran iblis kecil itu.. Ayah nya?? Obat?? Dan cairan kimia?? Apa maksud dari ucapan nya itu?"


__ADS_2