Kehidupan adalah sebuah permainan

Kehidupan adalah sebuah permainan
Keributan di pagi hari


__ADS_3

Kini tahun pun telah berganti. Hubungan antara Hikaru dengan Shion terasa semakin merenggang, kedua nya bagaikan orang asing yang tak saling mengenali.


Bahkan saat bertemu saja, mereka hanya terdiam dengan raut wajah yang amat datar. akan tetapi mereka tetap menyapa, meski hanya sebuah kode alis semata.




Hari ini adalah 10 hari sebelum hari kelulusan. Tepat nya semua siswa kelas 7 dan 8 tengah melaksanakan Ujian akhir semester, tidak dengan kelas 9. Mereka sibuk dengan ujian sekolah yang tengah mereka hadapi.


Hari kelulusan ini adalah hari penuh kenangan, Hikaru dan Haruko menghabiskan banyak waktu mereka dengan bermain bersama Haru, Rekky dan juga anak kelas 8-1 lain nya.


Disisi lain, sosok lelaki yang pada awalnya cukup dekat dengan Hikaru kini menjadi asing. Lelaki ini bernama Shion, ia adalah teman sekelas Hikaru dan Haruko sejak mereka masih di kelas 7. Bahkan mereka juga di kenal sebagai sahabat anti drama di sekolah itu.


Entah mengapa, Perubahan sifat Shion juga membingungkan Hikaru. Ia merasa sesuatu yang aneh telah terjadi, Namun ia tak berani menanyakan hal ini langsung pada Shion.


( Next story )


"Woii jangan lupa contekan nya yaa"


"Tenang, semua akan dapat. Jangan ribut nanti guru yang lewat di koridor mendengar nya"


"Ahahah...maaf maaf"


Obrolan para siswa kelas 9 terus terdengar di pagi pagi buta. Mereka tengah sibuk menyiapkan berbagai macam contekan di selembar kertas lalu menyembunyikan nya di berbagai tempat.


Namun tidak dengan lelaki yang tengah terduduk di kursi yang berada di dekat jendela. Lelaki itu sibuk membaca buku nya, menyiapkan hapalan kisi-kisi yang di berikan guru pada nya.


*Tokk...Tok...Tok.*


Di tengah keasikan membuat contekan, tiba tiba pintu kelas 8-3 terketuk dari luar. Dengan cepat para siswa langsung menyembunyikan lembaran kertas tersebut di dalam saku nya, lalu menyuruh salah seorang teman nya untuk membukakan pintu kelas nya.

__ADS_1


Saat pintu terbuka. Sebagian siswa menghela nafas lega nya, saat mereka tahu bahwa yang datang bukan lah guru pengawas ujian, melainkan seorang anak laki laki dari kelas 8-3. tak lain itu adalah Haru.


Dia datang untuk menghampiri Hikaru, Namun untuk saat ini Hikaru datang sedikit terlambat, jadi saat lelaki itu datang Hikaru belum berada di kelas nya.


"Sungguh? Kapan dia akan sampai?" tanya Haru yang berada di luar pintu kelas.


"Kurasa 10 menit sebelum bell masuk" jawab salah seorang siswa.


Haru terdiam, manik mata nya mulai menelusuri isi kelas 9-3. Dari perilaku nya, Haru terlihat seolah tak mempercayai jawaban dari teman sekelas Hikaru.


"...."


Di pihak lain, Dari kejauhan Shion yang merasa terganggu dengan sikap Haru yang tidak sopan. Membuat nya bangun dari kursi nya lalu menolehkan kepala nya ke arah pintu kelas nya.


"Jaga etika mu saat berada di kelas senior mu, bocah" ujar Shion dengan tatapan sangar nya. Ia terlihat tengah mencoba menunjukan sisi gelap nya.


Mendengar ucapan lelaki itu, tatapan Haru langsung beralih dan ikut menatap lurus ke arah Shion yang berdiri jauh dari nya. "Siapa yang kau sebut bocah?" Haru bertanya dengan nada yang menantang.


"Apa? Apakah aku melakukan hal yang salah?" sahut Haru sembari menyeringaikan raut wajah nya.


"Tidak mempercayai ucapan senior mu, lalu melihat ke dalam kelas senior mu? Itu adalah hal yang sangat tidak sopan"


"Aku hanya bertanya.."


"Kau juga sudah mendapat jawabannya bukan? Lalu, untuk apa kau masih berada di sini?" Shion terus menanggapi ucapan ucapan Haru dengan kalimat yang terdengar tidak begitu enak.


Haru merasa sangat kesal saat diri nya terus di serang dengan sahutan yang tidak terdengar begitu enak. Bahkan keributan kecil itu sampai membuat para siswa yang berjalan di koridor menolehkan kepala nya, untuk melihat hal apa yang terjadi di kelas 8-3.


"Sudah bukan?? Lalu mengapa kau tidak kembali ke kelas mu?? Apa kau lupa, hari ini masih ada ujian kan?"


Haru kembali terdiam, namun untuk saat ini kerutan kecil perlahan mulai terlihat di antara kedua alis nya. "Apa hak mu meminta ku kembali ke kelas?! Aku datang untuk menemui teman ku, apa itu salah?"

__ADS_1


"Tidak, aku tidak berkata kau salah jika ingin menemui teman mu. Namun untuk saat ini Hikaru juga belum datang, lalu untuk apa kau masih berada di sini? Menunggu? Itu akan membuang buang waktu mu saja"


"KAUUU-" Haru yang kesal dengan sepontan menaiki nada biacara nya.


"Stts- jangan berisik!! Yang lain sedang belajar. Kalian kalau mau bertengkar jangan disini, menangganggu saja!!" ujar salah seorang siswa di kelas itu.


Di tengah tengah hawa panas di kelas itu, tiba tiba saja 2 orang gadis kembar datang dari arah belakang lelaki yang berdiri di dekat pintu kelas.


Kedatangan kedua gadis itu, membuat semua pandangan beralih kepada nya, seolah pusat perhatian di sana berganti dengan cepat. Tak hanya itu, tatapan yang di berikan teman sekelas nya juga sangat tajam. Kenapa??


"Ada apa ni?? Kok rame banget" tanya Hikaru dengan raut kebingungan.


Haru yang melihat akan kehadiran gadis yang du cari nya, membuat sebuah ide licik muncul di kepala nya.


"Mengapa baru sampai? Aku sudah menunggu mu dari tadi" Haru bertanya pada gadis yang berdiri di sebelah nya.


"Menunggu ku?? Ada apa?"


"Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan, tapi saat aku datang kemari, lelaki itu berkata pada ku seolah mengusirku dari sini" ujar Haru sembari menunjuk sekilas ke arah lelaki yang berdiri di dekat jendela (Shion).


"Shion?"


"Yaa.."


"Mengadu pada seorang gadis? Kau ini sangat di ragukan bagai sosok laki-laki.. Pengecut" sambung Shion dari kejauhan.


Melihat keributan di kelas nya, membuat gadis bersurai hitam berjalan ke arah tepat duduk nya, ia terlihat sangat terganggu dengan suasana pagi ini.


*Brakkkk!!!*


Suara permukaan meja terhantam dengan kuat oleh gadis bersurai hitam itu, saat ia telah terduduk di kursi nya.

__ADS_1


"Hari ini adalah ulangan matematika. Sekarang juga masih terlalu pagi, jadi ku minta selesaikan pertengkaran ini dengan cepat, jangan membuat ku melewati batas kesabaran ku" ucap Haruko dengan nada datar nya.


__ADS_2