Kehidupan adalah sebuah permainan

Kehidupan adalah sebuah permainan
Sebuah kecupan singkat di hari Ujian sekolah


__ADS_3

"Sudahlah, bubar-bubar!!"


"Kembali ke kelas masing-masing!!!"


Seru salah seorang lelaki yang merupakan seorang ketua kelas di kelas 9-3. Lelaki itu bernama Elberty Alan, yang biasa di panggil dengan sebutan Alan.


Setelah mendengar ucapan lelaki itu, membuat beberapa orang yang berkerumung di koridor depan kelas nya, mulai berjalan menuju ke kelasnya masing-masing. Begitu juga dengan lelaki lawan bicara Shion, tak lain lelaki adalah Haru Akimeru, anak kelas 8-1. Ia juga kembali ke kelas nya dengan raut wajah yang terlihat begitu kesal.


Ya itu bukanlah hal yang perlu di khawatirkan, yang jelas saat ini kelas 9-3 kembali tenang. Bahkan murid di kelas tersebut juga kembali ke kursi nya, dan lanjut mempelajari kisi kisi.


"Pagi-pagi begini sudah bikin kesal saja!!" geram Alan sembari berjalan menghampiri kursi tempat duduk nya.


"....." saat kondisi kelas nya kembali tenang, Shion kembali duduk ke kursi nya, begitu juga dengan seorang gadis yang duduk tepat di sebelah nya. Tak lain gadis itu adalah Akiyama Haruko, kembaran dari gadis bersurai putih.


Beberapa menit kemudian, bell masuk pun berbunyi. pengawas ujian juga datang di waktu yang bersamaan. Karna itulah, semua siswa mengeluh dan mulai merapihkan buku-buku yang masih berada di atas meja mereka.


Ujian matematika kali ini menghabiskan waktu sekitar 120 menit/2jam. Setelah siswa berhasil menyelesaikan ujian sebelum waktu habis, mereka di perkenankan untuk istirahat terlebih dahulu.


Mendengar hal itu, membuat gadis bernama Haruko tertarik. Dan hal yang sangat mengejutkan adalah, ia berhasil menyelesaikan ujian dalam waktu 30 menit saja. Hal ini justru membuat pengawas ujian tercengang, bahkan pengawas ujian juga memeriksa ketelitian Haruko dalam mengisi lembar jawaban.


Tetapi tetap saja, lembar ujian dari no 1 hingga 45 terisi dengan penuh. Bahkan essai saja gadis itu mampu memberikan cara yang cukup panjang.


Karna tak ada alasan lain untuk mencegah gadis itu, akhirnya pengawas ujian memberikan izin pada Haruko. Setelah beri izin, tanpa pikir panjang gadis itu pun segera berlari meninggalkan kelas nya.


"Bagaimana bisa dia mengerjakan ujian dengan begitu cepat?? Apa dia mengarang jawaban nya??" tanya salah seorang siswa di kelas itu.


"Kalau mengarang juga itu butuh waktu yang lama"

__ADS_1


"Apa otak nya sepintar itu?? Bahkan Shion dan Hikaru saja belum menyelesaikan ujian nya"


"Ahahaha... Gadis itu masih sangat misterius"


"Oii sudah-sudahh!! Lanjutkan ujian nya, tak perlu mengobrol." seru pengawas ujian menghentikan para siswa yang terus membicarakan Haruko.


Disisi lain, gadis yang terus di bicarakan di kelas, ia tengah berlari di koridor lantai 3. saat ia hampir di tangga turun ke lantai 2, tiba-tiba...


"Harukoooo"


Tanpa aba-aba, tiba-tiba seorang lelaki keluar dari balik tembok. Kehadiran lelaki itu membuat gadis yang tengah berlari ini terkejut dan terjatuh ke lantai.


*Brukkk*


"Hahaha... Haruko ada apa dengan mu?"


"Rekki kau keterlaluan!! Itu tadi tidak lucu tahu" geram Hikaru sembari merapihkan sedikit penampilan nya.


"Maaf, aku juga tidak berniat begitu." sahut Rekki sembari mengusap-usap tengkuk nya.


"Huh, yang benar saja" Haruko yang masih berada dalam amarah nya, hanya berjalan melewati lelaki itu lalu menuruni anak tangga yang berada di belakang lelaki itu.


Sebelum Haruko akan menuruni tangga, salah satu tangan nya di tahan oleh lelaki yang berdiri tepat di belakang nya.


"Heii- apa kau mencoba mengabaikan ku?" tanya lelaki itu tanpa menolehkan kepala serta tanpa melepaskan genggaman nya dari pergelangan gadis itu.


"Tidak. Aku sibuk, jangan ganggu aku" sahut Haruko dengan jawaban datar nya.

__ADS_1


Mendengar sahutan singkat gadis itu, membuat lelaki di belakang nya, menarik pelan lalu menyandarkan punggung gadis itu ke dinding di di dekat nya. Posisi kedua nya kini saling berhadapan satu sama lain.


*Deg-Deg-Deg*


Suara degupan jantung kedua nya semakin cepat. Tak hanya itu, perlahan warna merah merona menyelimuti wajah gadis yang terus mencoba menyembunyikan degupan kencang di dada nya.


Sementara itu, lelaki yang terus merasa di abaikan ini mulai membuka suara nya saat ia melihat gadis di depan nya tak berhenti mengalihkan pandangan nya.


"Heii- mau sampai kapan kau terus berpaling seperti itu?" tanya lelaki itu tanpa membiarkan gadis di depan nya keluar dari kedua tangan nya.


"A-Apa apaan kau ini" Haruko bertanya dengan nada suara yang gemetar.


"Hei Haruko, lihat aku" pinta lelaki itu dengan suara lembut nya.


Tak mengerti dengan apa yang ada di dalam pikiran lelaki di depan nya, membuat Haruko memejamkan mata nya. Ia tak kuasa melihat sosok lelaki yang bertingkah cukup aneh di depan nya.


"..."


Rekki yang melihat Haruko memejamkan mata nya, membuat kerutan samar muncul di dahi nya. Ia ingin kesal pada gadis itu, namun rasa sayang nya jauh lebih besar di bandingkan amarah nya saat ini.


Bahkan setelah beberapa menit kemudian gadis itu tak kunjung membuka mata nya, hal itu membuat Rekki mendekatkan wajah nya ke arah dahi gadis itu lalu....


*Cup*


Sebuah kecupan singkat mendarat di berikan oleh Rekki di kening gadis itu.


"Lihat akuu... Mau sampai kapan kau terus berpaling dari ku"

__ADS_1


__ADS_2