Kehidupan adalah sebuah permainan

Kehidupan adalah sebuah permainan
Kepulangan nya mengubah suasana


__ADS_3

Kini hari telah menjelang malam dua mobil sport berwarna hitam dan putih masuk ke dalam sebuah garasi yang ukurannya lumayan besar. Di Selang beberapa menit kemudian seorang pria berumur 42 tahun keluar dari mobil sport berwarna hitam, Sedangkan seorang wanita berumur 40 tahun keluar dari mobil sport berwarna putih.


Meski keluar dari mobil dalam waktu yang bersamaan, mereka hanya berkontak mata lalu berjalan ke arah yang sama.


Di sisi lain seorang pelayan tengah berlari menaiki anak tangga menuju ke suatu kamar yang ada di lantai 2, ia terlihat sangat tergesa-gesa.


*Tok... Tok... Tok*


suara pintu terketuk pelan bahkan suara ketukan pintu itu membangunkan salah seorang gadis kembar yang tengah tertidur pulas di atas ranjang di dalam kamar itu.


"Non.."


"Non Hikura...Non Haruko" panggil pelayan di sela ketukan pintunya.


Di lain sisi, Hikaru yang masih mengatur kesadaran nya mencoba bangun dan beranjak dari kasur nya. ia berjalan pelan ke arah pintu kamarnya yang masih saja terketuk.


*Krekkkk*


Suara pintu terdengar terbuka pelan. meski pandangan Hikaru masih terlihat kabur ia masih dapat terlihat melihat dengan jelas, seorang pelayan tengah berdiri tepat di depan pintu kamarnya. pelayan itu terlihat sangat gelisah bahkan dari tatapannya saja Hikaru dapat mengartikan bahwa pelayan ini dalam kondisi perasaan yang sedang panik.


"Bii??? Ada apa??" tanya Hikaru sembari menyeka pelan salah satu matanya.


" Non... Ayah dan Ibu non. Mereka sudah pulang" jawab pelayan itu dengan nada sopan, hingga membuat gadis itu yang tadinya sulit untuk sadar. namun setelah mendengar ucapan dari si pelayan itu seketika membuat matanya terbuka lebar.


"Ayah?? Ibu??" tanya Hikaru yang masih dalam perasaan yang sediki terkejut.

__ADS_1


pelayan itu mengganggu pelan tanpa menjawab pertanyaan gadis itu "...."


"Saat ini mereka sedang berada di mana??" tanya Hikaru lagi.


"Saat ini mereka sedang menunggu Non Haruko dan Non Hikaru di ruang utama" jawab pelayan itu.


Hikaru mengangguk pelan sembari berjalan mendekati tangga dan hendak akan turun ke lantai bawah. Namun sebelum kaki nya sempat melangkah turun, ia menoleh ke arah pelayan yang masih berdiri di depan pintu kamarnya "Bii, Haruko masih tertidur di kamar, Bisakah bibi membantu saya untuk membangunkannya?? Saya harus menemui ibu dan ayah sekarang" kata Hikaru dengan sikap sopan nya.


"Baiklah saya akan membangunkannya Non" jawab pelayan itu dengan sopan.


Sementara itu Hikaru tengah menuruni anak tangga dengan berlari kecil, menuju ke arah ruang utama di mana ayah dan ibunya sedang menunggu dirinya dan juga saudari kembar ya ( Haruko )


*Krekkkk*


Suara pintu ruang utama terbuka pelan sehingga menjadi pusat perhatian di ruangan itu, bahkan pandangan beberapa orang yang berada di sana dibuat tertuju ke arah pintu ruang utama yang terus bergerak perlahan hingga terbuka lebar.


Mendengar nama nya disebut seketika membuat Hikaru mengubah tatapan nya menjadi sangat tajam, ini aneh ada apa dengan nya?? tidak hanya tatapan nya bahkan Aura tubuh nya pun juga mendadak berubah suram di sisi lain lelaki dan wanita yang tengah terduduk diatas sofa dibuat terheran saat melihat tingkah laku Hikaru.


"Hikaru?? Ada apa??" tanya lelaki itu sembari bangun dari duduknya.


Melihat lelaki itu bangun dari sofa tempat di mana ia duduk, membuat Zira bergeleng pelan sembari berjalan ke arah sofa yang tak jauh darinya.


"Tidak ada" sahut Hikaru dengan raut datarnya.


Setelah terduduk di sofa, mereka mulai berbincang dalam jangka waktu yang cukup lama. Setelah beberapa menit kemudian, seorang gadis bersurai gelap berjalan masuk ke dalam ruang utama. penampilan nya terlihat begitu kacau bahkan Hikura yang melihat makhluk itu datang membuat dirinya menepuk pelan kening nya sendiri.

__ADS_1


"Harukoo?? Penampilan mu sangat kacau, apa kamu baru saja bangun??" tanya wanita yang duduk di sofa tak jauh dari Hikura.


Mendengar namanya tersebut seketika membuat Haruko menyipitkan tatapan nya, memperjelas pandangan nya yang masih sangat kabur.


"Ya seperti yang kau lihat" jawab Haruko sembari duduk di sofa tepat di sebelah Hikaru.


Mendengar sahutan Haruko membuat sang ayah mengerutkan kening nya, ia tampak sangat marah tapi kenapa?? "Bicara dengan ucapan yang sedikit beretika Haruko!!" seru sang ayah memarahi gadis yang tengah duduk tepat di sebelah Hikaru.


"Apa?? Apakah ada yang salah dengan ucapan ku?" Haruko bertanya balik sembari menyilang kedua kaki nya hingga hal itu membuat respon sang ayah berubah mengamuk.


"Ehgg- Haruko...bukan seperti itu maksud ayah mu" ujar sang Ibu mencegah perkelahian diantara suami nya dan dengan Putri kesayangan nya ( Haruko )


Mendengar hal itu Haruko hanya terdiam raut serta tatapan nya juga tak kunjung mereda, hawa panas terus menyelimuti nya. ini aneh namun tak asing untuk si gadis yang duduk bersebelahan dengan si gadis bersurai gelap. tak lain adalah Hikaru kembaran dari si gadis bersurai gelap.


"kembali ke inti nya apa yang ingin kalian bicarakan dengan kami?? Jika ada hal penting yang harus di bicarakan, katakan secepatnya. ini sudah larut, besok kita ada kelas" kata Hikaru sembari melihat ke arah jam yang terpasang jelas di dinding ruang utama.


Sang ayah mengangguk pelan "Hikaru... Ayah datang kemari untuk menemuimu. ada hal yang harus kita bicarakan" ucap sang ayah sembari mengeratkan dasi yang melingkar di leher nya.


"Lanjutkan" sahut Hikaru dengan nada tenang nya.


"Setelah kamu lulus dari SMA nanti, ayah akan membawa mu pergi ke kota besar. di sana kamu akan masuk ke dalam kampus Universitas tertinggi. hingga kamu menjadi sarjana nantinya, kamu bisa melanjutkan bisnis di perusahaan Ayah" Jelas Ayah dengan raut senang nya.


"Hanya aku?? Lalu bagaimana dengan Haruko??" tanya gadis itu yang masih belum menyadari akan tujuan dari ucapan sang ayah.


"Ayah tidak membutuhkan nya" sahut sang ayah hingga membuat gadis bersurai gelap secara spontan melayangkan tangan nya, ia hendak akan memukul kaca yang ada tepat di depannya. Namun disisi lain Hikaru yang menyadari akan tindakan saudari kembar nya ini, membuat tangan nya secara antusias menahan tangan Haruko. sebelum tangan Gadis itu tersentuh di atas permukaan meja kaca di depan nya.

__ADS_1


"Cukup.. Kakak kendalikan amarah mu" ucap Hikaru dengan nada bisik nya.


__ADS_2