Kehidupan adalah sebuah permainan

Kehidupan adalah sebuah permainan
Guru bimbingan Haruko


__ADS_3

"Bagaimana? Apakah perasaan mu jauh lebih baik?"


Haruko mengangguk pelan "Kurasa begitu"


"Baguslah, kalau begitu Ayo, aku akan mengantarmu ke kelas mu" ajak lelaki itu sembari melepaskan pelukan nya.


Haruko hanya mengangguk, kini wajah nya terlihat sangat kacau karna di basahi oleh air mata nya sendiri. "..."


"Harukoo..tunggu sebentar"


Sebelum Haruko akan membalikan arah tubuh nya, pergerakan nya di buat terhenti saat lelaki itu menahan tangan kanan nya dengan tangan kiri nya. Di beberapa detik setelah nya, lelaki itu mulai mengangkat tangan kanan nya, lalu menyeka bagian mata bawah gadis di depan nya, menggunakan ibu jari tangan kanan nya.


*Fushhhhh*


Tingkah lelaki itu benar-benar membuat jantung gadis di depan nya terus berdegup dengan kencang.


"He-heii... Apa apaan kau ini" Haruko menepis tangan lelaki itu yang tengah membelai lembut wajah nya.


"Apa nya yang apa? Wajah mu basah kuyup karna air mata mu. Jika kau kembali ke kelas dengan keadaan yang seperti ini, kau bisa di tertawakan nanti nya" ucap lelaki itu sembari melepaskan tangan yang awal nya mengganggam salah satu tangan gadis di depan nya.


Mendengar hal itu seketika membuat Haruko mengalihkan pandangan nya, ia terlalu gugup saat menatap lelaki itu.


"O-ohh... Terima kasih" ucap nya sembari menyeka pelan wajah nya.


Rekki yang melihat tingkah malu gadis di depan nya, perlahan membuat wajah nya menyeringgai. "Kau ini kenapa? Mengapa bertingkah seperti itu?" lelaki itu bertanya setelah gadis di depan nya selesai menyeka air mata nya.

__ADS_1


"Tidak ada!!" sahut Haruko sembari berjalan meninggalkan lelaki di belakang nya.


Melihat gadis itu berjalan terlebih dahulu dari nya, ia hanya bisa terdiam sembari berjalan mengikuti langkah gadis itu dari belakang.


Disisi lain, tepat nya di kelas 8-1 terlihat seorang guru baru tengah mengajar di kelas itu. Guru baru itu terlihat sangat tampan, tinggi tubuhnya juga sangat bagus sehingga membuat para siswi di kelas itu berdecak mengagumi ketampanan nya. Nama nya pak alex, usia 25 tahun, ia mengajar di bidang kimia. Guru


Di saat siswi lain sibuk berkomentar tentang ketampanan pak Alex, tiba tiba arah pandang pak Alex beralih melihat ke arah siswi bersurai putih perak.


"Heii...kamu yang warna rambut nya putih" seru pak Alex memanggil gadis bersurai putih.


Mendengar warna surainya tersebut, manik mata gadis ini mulai bergerak naik ke atas tanpa mengangkat kepala nya.


"Iya?"


"Akiyama...Hikaru" jawab gadis itu dengan menyebutkan siapa nama nya.


Mendengar jawaban gadis itu, pak Alex mengangguk pelan, kemudian bertanya lagi pada gadis itu"Akiyama Haruko... Apa benar itu nama saudari kembar mu?".


Hikaru mempertajam tatapan nya, lalu berkata "Untuk apa bapak menanyakan hal seperti itu?"


Pak Alex tersenyum kecil "Saya adalah guru bimbingan kelas music Haruko" jelas pak Alex memberitahu siapa diri nya. Dan bahkan seisi kelas yang baru mengetahui hal itu pun ikut terkejut di buat nya.


"Bapak ngajar di kelas music pak?" siswi lain mulai mengajukan pertanyaan.


"Yaa, tentuuu" jawab pak alex dengan ramah.

__ADS_1


*Krekkkk*


Di tengah perbincangan di kelas, tiba tiba pintu kelas itu terbuka pelan. Dengan seorang gadis dan lelaki berdiri tepat setelah pintu itu terbuka, tak lain 2 murid itu adalah Haruko dan teman nya Rekki.


Mendengar suara pintu terbuka, pandangan seisi kelas seketika beralih ke arah dua siswa di depan pintu kelas nya.


"Selamat pagi Harukoo" sapa pak Alex sembari mengangkat tangan nya setinggi dada.


"Pa-pak Alex??" Haruko sangat terheran, mengapa guru kelas music nya berada di kelas nya saat ini.


"Pak? Bapak sedang apa disini?" tanya Haruko sembari melangkah memasuki kelas nya.


"Hahaha... Pertanyaan mu lucu sekali. Ya jelas aku sedang mengajar di kelas ini."


"Hah? Yang benar saja!! Bapak ini bukan guru kimia"


"Heii kamu jangan terlalu meremehkan ku yaa.. Di usia ku yang masih muda ini, pengalaman ku tentang kimia itu banyak lhoo"


"Oh yaa!?" Haruko menghentikan langkah kaki nya setelah ia berdiri tak jauh di hadapan pak Alex di depan nya.


Melihat tingkah gadis di depan nya, perlahan membuat sudut bibir pak guru di depan nya mulai sedikit terangkat. "Heii jangan terlalu meremehkan ku Harukoo. Bagaimana pun aku ini guru mu, aku jauh lebih tahu dari dirimu."


Di tengah obrolan antara guru dan murid itu, di sisi lain Hikaru merasa sedikit aneh dengan sikap pak Alex, batin nya juga merasakan ada hal yang di sembunyikan oleh pak Alex di dalam diri nya.


'Mengapa? Mengapa reaksi nya begitu mencurigakan'

__ADS_1


__ADS_2