Kehidupan adalah sebuah permainan

Kehidupan adalah sebuah permainan
Permainan kisah cinta ( bagian 3 )


__ADS_3

Di sebuah taman bermain, terlihat seorang gadis bersurai gelap tengah terduduk seorang diri di salah satu ayunan di sana. Ia duduk dengan posisi kelapa yang tertunduk.


*Tap..Tap..Tap*


Beberapa saat kemudian, tiba tiba seorang gadis lain nya datang menghampiri gadis bersurai gelap yang tengah terduduk di area taman. Tak lain gadis ini adalah sosok gadis bersurai putih, saudari kembar dari gadis bersurai gelap itu.


Disisi lain, Gadis bersurai gelap itu terlihat tengah memikirkan sesuatu yang berat di kepala nya, bahkan kedatangan gadis bersurai putih tidak dapat membuat perhatian ataupun manik mata nya bergerak.


"Apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya Hikaru saat ia berdiri tepat di hadapan gadis itu.


"Tinggalkan aku!!" pinta Haruko tanpa mengangkat kepala nya.


Mendengar sahutan Haruko membuat Hikaru terdiam sejenak, Namun beberapa detik kemudian ia berlutut menyama tinggikan gadis di depan nya.


"Heii.. Ada apa? Mengapa kau bertingkah seperti ini?" tanya Hikaru lagi.


"Tidak bisakah kau mendengar ku? Aku meminta mu untuk meninggalkan ku!!" Haruko yang kini berada di hawa panas nya, tanpa sadar mulai menaiki nada bicara nya.


Kini tingkah Haruko benar-benar membuat Hikaru berada di dalam ambang kebingungan. Ia tak mengerti dengan apa yang terjadi dengan saudari kembar nya ini.


Semua berawal dari kembali ke kelas sudah dengan ekspresi yang sangat membingungkan.


"Harukooo.." panggil Hikaru dengan suara pelan nya, mencoba membuat isi pikiran Haruko membaik walau itu hanya sedikit.


"....."


"Kamu tidak sendirian kak. Jika memang telah terjadi sesuatu pada mu, mengapa tidak katakan pada ku? Aku akan membantu mu" Hikaru mulai terduduk di atas rerumputan tanah, hal itu membuat tinggi nya lebih rendah dari gadis yang terduduk di ayunan.


"...." mendengar ucapan Hikaru tak membuat gadis di depan nya mengangkat kepala nya. Sehingga gadis di bersurai putih menidurkan kepala nya di atas pangkuan gadis bersurai gelap itu.


"Jangan buat aku khawatir seperti ini Haruko.. Apa pun itu, Katakan saja pada ku"

__ADS_1


"Tinggalkan Haru!!" setelah terdiam cukup lama, Akhirnya Haruko membuka mulut nya, hingga membuat gadis lawan bicara nya spontan mengangkat kepala nya.


"Ha-Haru??"


Haruko mengangguk pelan "ya"


"Pelan-pelan saja... Jelaskan pada ku, apa yang terjadi"


Mendengar hal itu, membuat Haruko mendenguskan nafas nya pelan lalu mulai mengangkat kepala nya secara perlahan. "Dia bukan lelaki yang baik"


"A-Aku sangat tidak mengerti dengan apa yang kau katakan"


"Kau tak kan mengerti. Sebelum kau merasakan nya, aku ingin kau tahu terlebih dahulu. Bahwa Haru selalu mempermainkan mu" Haruko bangun dari posisi duduk nya.


Melihat gadis itu berdiri, membuat Hikaru ikut terbangun dan berdiri di depan gadis itu. "A-akuu... Tak tahu apa pun. Tapi mengapa kau terlihat begitu marah?"


Haruko terdiam saat mendengar ucapan tersebut terlontar santai dari mulut saudari kembar nya. Bahkan kepala nya juga berfikir sejenak, bahwa yang di katakan Hikaru benar. Semua ini tak berkaitan dengan diri nya, lalu mengapa ia terbawa emosi sampai seperti ini.


Pandangan Hikaru kembali di tunjukan oleh moment diam nya Haruko. Gadis ini benar-benar sulit di mengerti, ekspresi yang ia tunjukan cepat sekali berganti sesuai dengan isi hati nya.


Hangat?? Genggaman nya terasa begitu Hangat, Haruko dapat merasakan dengan jelas suatu hal aneh yang tengah menggemam tangan nya.


"Kembali lah duluan Hikaru, aku ada kelas hari ini" ucap Haruko sembari melepaskan pelan tangan Hikaru yang menggengam tangan nya.


"Kelas??"


"Ya,"


"Kapan kelas itu akan berakhir?"


"Tak perlu menunggu, kembali lah ke rumah terlebih dahulu. Ayah bisa marah jika kau harus menunggu ku lagi"

__ADS_1


Hikaru hanya terdiam, walau sejujurnya ia ingin sekali berkata tidak pada saat ini. "...."


"Sudah tak perlu berfikir panjang.. Kembali dan beristirahat lah, aku akan kembali saat kelas ku telah selesai" ucap Haru dengan menepuk bahu gadis di sebelah nya 3× lalu berjalan meninggalkan nya.


"Berhati-hati lah. Pastikan kau pulang sebelum jam 10 malam"


"Ya, tentu"


Setelah mengatakan hal itu, Hikaru menoleh ke belakang Namun punggung saudari kembar nya sudah tak terlihat lagi dari pandangan nya.


'Haru?' batin Hikaru memanggil nama lelaki yang di bicarakan oleh gadis kembaran nya tadi.


Sangat menganggu. Hikaru berjalan kembali ke sekolah nya, karna mobil serta supir pribadi nya masih menunggu diri nya dan juga saudari kembar nya.


Sore ini cukup sejuk, angin yang tertiup di udara membuat helaian-helaian dari surai gadis bersurai putih ini tertiup lembut dengan angin.


"Nona Hikaru.." sapa supir pribadi nya saat melihat Hikaru berjalan mendekati mobil nya. Tak lupa ia juga membungkukan tubuh nya, menghomati nona muda di depan nya.


"Kita kembali ke rumah"


"Baik nona.. Tapi maaf, nona Haruko?? Apa dia tidak ikut pulang bersama?" tanya supir pribadi itu sembari membukakan pintu mobil untuk gadis itu.


"Hari ini dia ada kelas tambahan, kembali dan aku akan menjemputnya saat jam 8 nanti"


"Baik, dimengerti nona"


Setelah berbincang cukup lama, mobil yang di naiki oleh Hikaru akhirnya berjalan. Selama perjalan baru kali ini ia membuka jendela mobil nya, melihat ke arah langit senja di depan nya.


Suasana yang tenang, tidak dengan isi pikiran gadis ini. Semua benar benar menganggu pikiran nya, ia hanya terdiam melamun saat mata nya melihat ke arah langit yang berwarna sangat indah.


'Cinta?? Sebenarnya kisah cinta itu apa? Aku baru saja mendengar hal ini dari saudari kembar ku, Namun sudah membuat pikiran ku berantakan. Lalu bagaimana jika aku mengetahui hal ini jauh lebih dulu'

__ADS_1


'Aku sangat tidak mengerti apa itu cinta.. Ayah.. Ibu.. Mereka tidak pernah menunjukan apa itu cinta pada kami.. Yang kami tahu hanya sebuah pertemanan yng berujung dengan kata nyaman'


'Seandainya aku tahu apa itu cinta.. Mungkin saat mendengar hal ini akan membuat ku menangis. Tapi aku juga beruntung jika tak terlalu mengetahui apa itu cinta.. Setidaknya aku masih memiliki sosok malaikat yang selalu berada di sisi ku.. Terima kasih Haruko' gumam Hikaru dalam diam nya.


__ADS_2