
"Heii Ayolah.. Lihat aku sebentar saja...." lelaki itu terus mencoba meminta gadis di depan nya untuk menatap ke arah diri nya.
"Woee hentikan!!" seru gadis bersurai hitam itu sembari mendorong pelan tubuh lelaki di depan nya, hingga membuat jarak di antara diri nya dengan tubuh lelaki itu.
"..." perlakuan Haruko membuat Rekki terdiam, bahkan saat tubuh nya terdorong ia tetap tak mengeluarkan suara nya.
"Apa kau gila?? Tidakkah kau berfikir telah melakukan apa?"
"Aku tahu, maaf" jawab Rekki dengan pelan.
"Ahgg sudah lupakan!!" dengan rasa kesal di dada nya, Haruko pergi menuruni tangga. Meninggalkan lelaki yang masih terdiam sembari menghadap ke dinding di depan nya.
Sesampai nya di bawah, Haruko segera berlari menuju ke ruangan bimbingan music. Diruang music, Haruko menutup pintu nya dengan sangat rapat, lalu mendudukan diri nya di dekat pintu. Dengan posisi lutut yang terpeluk dengan kepala yang tertompang di atas lutut nya.
"Ahggg-"
"Bodohhhh!!!"
"Apa yang dia lakukan.... Dia benar benar membuatku hampir gila" Haruko terus menggerutu sembari memeluk lutut nya semakin kuat.
"Seandainya aku tahu seperti apa dia menganggap ku, setidaknya bukan hanya aku yang merasakan rasa ini di dalam hati ku"
__ADS_1
"Aku bodoh sekali tentang percintaan"
Seorang diri di dalam ruangan music yang gelap, mengeluarkan apa yang ia rasakan di dalam hati nya. Terkadang Haruko juga membahas tentang ayah nya di dalam ruangan itu, ia bersyukur ruangan music kali ini sangat kosong dan sepi.
Jadi tak akan ada yang tahu keluh kesah diri nya di tengah kegelapan.
Beberapa saat kemudian, sebelum Haruko akan kembali ke kelas nya. Ia bertemu dengan Haru teman sekelas Rekki tengah mengobrol berdua dengan seorang gadis.
Haruko tak heran saat melihat hal itu, karna gadis itu sering kali mengobrol dengan Haru. Pada awalnya Haruko beranggapan bahwa mereka adalah teman dekat, Namun entah mengapa makin lama, Haruko justru semakin kesal. Meski ia tak tahu mengapa ia merasa kesal saat melihat Haru dengan gadis itu.
Karna tak ingin memiliki beban di pikiran nya, Haruko berjalan menghampiri Haru dan gadis teman sekelas nya itu.
"Haruu" tegur Haruko saat menghampiri nya.
"Haruko? Sedang apa kau di sini?"
"Siapa dia?"
"Dia? Apa maksud mu?" tanya Haru tak mengerti sembari melirik sekilas ke arah gadis di sebelah nya.
"Aku bertanya pada mu, siapa dia??"
__ADS_1
"Heii kau ini kenapa?"
"Haru, sudah sering kali aku melihat mu bersama gadis ini di jam pelajaran. Bahkan Terkadang kamu juga izin pergi ke toilet hanya untuk mengobrol berdua dengan gadis ini. Hikaru?? Dimana kau meletakan Hikaru"
"Di hati ku, berdua dengan pacar ku ini" Haru menjawab pertanyaan Haruko sembari melirik ke samping seolah ia tengah menunjuk ke arah gadis di sebelah nya.
Mendengar hal itu, tiba tiba membuat ekspresi Haruko berubah 180°, pada awalnya Haruko santai dalam bertanya. Namun saat mendengar jawaban lelaki itu membuat kerutan jelas di antara kedua alis nya.
"Bajingann!!!" seru Haruko sembari melayangkan tangan nya ke arah gadis yang berada di sebelah lelaki lawan bicara nya.
*Srettttt-*
Sebelum tangan Haruko dapat mendekati gadis itu, dengan cepat Haru menangkap tangan Haruko lalu mencengkramnya dengan kuat.
"Jauhkan tangan mu dari nya!!" Ujar Haru sembari menguatkan cengkraman nya pada pergelangan tangan gadis bersurai coklat di depan nya.
"Eghh" rintih Haruko, sembari berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman lelaki di depan nya. entah apa yang ada di pikiran lelaki itu, namun Haru semakin kuat mencengkram tangan nya.
"Apa?? Apa kau pikir bisa lepas dari cengkraman ku?"
"...."
__ADS_1
*Krekkkk*
"Oii Haru, Lepasin dia bodoh!!"