Kehidupan adalah sebuah permainan

Kehidupan adalah sebuah permainan
Rumor pembunuhan 1 tahun yang lalu


__ADS_3

“Harukoo.. ayo bangun, apa kau masih belum juga bangun?” seru seroang gadis dari balik pintu, ia mencoba membangunkan gadis bersurai gelap yang masih terbaring di atas kasurnya.


“Ada apa?” tanya gadis bersurai gelap ini tanpa mengubah posisi tiduranya, arah pandangnya juga masih tertuju ke langit-langit kamarnya.


“Ayo pergi, sudah jam berapa ini??” tanya gadis di balik pintu itu sembali melihaat ke arah jam yang melingkar di pergelangan tanganya yang indah.


“Tinggalkan aku sendirian”


“Hah?? kau ini bicara apa si?”


“UH?! Tidak, maafkan aku. Tunggu sebentar, Aku akan mengambil tas sekolahku terlebih dahulu”


Pagi yang sangat cerah, Hikaru sangat bersyukur pagi ini ia tak perlu berdebat terlebih dahulu dengan Haruko seperti hari sebelumnya. Namun disisilain, ia juga merasa kebingungan dengan ekspresi Haruko yang tidak bersemangat.


Di tambah lagi dengan earphone yang terus menggantung di telinga nya, hal itu sangat membuat gadis bersurai putih ini kebingungan.


Sesampainya di sekolah, mereka segera berjalan menuju ke kelas nya. Akan tetapi saat mereka akan melewati kelas 8-1, perhatian Haruko tiba tiba beralih, ia menoleh sekilas kearah kelas itu. Bahkan Hikaru dapat menyadarinya, hanya saja Hikaru tetap terdiam dan tak berani mengajukan pertanyaan.


“Selamat pagi” sapa Liam saat melihat kedua gadis ini tiba di kelas nya. sapaan nya pun hanya si tanggapi dengan sebuah anggukan.


Belum sampai ke tempat duduk nya, Shion teman sebangku Haruko tiba-tiba bangun dari duduk nya. “Haruko ikut aku!!” ajak Shion dengan berbicara datar pada gadis itu.

__ADS_1


Haruko melirik ke arah lelaki itu, lalu berkata “Aku lelah, lain kali saja” tolak Hikaru sembari menaruh tas sekolahnya di atas meja.


“Pak Alex meminta ku untuk membawa mu pergi menemuinya.”


“Aku tak punya waktu untuk itu”


Shion meraih tangan gadis itu, lalu berkata “Tidak” jawab Shion dengan menatap datar ke arah gadis yang saat ini tanganya tergandeng oleh nya.


Perlakuan Shion pada Haruko menarik perharian seisi kelas. Disisi lain, Haruko yang masih berada dalam hawa mod yang tidak bagus. Ia merasa risih dengan tatapan semua orang yang menatap ke arah dirinya.


“Singkirkan tangan mu dari ku” Haruko menepis tangan lelaki itu dengan pelan.


“.....Berhenti buang buang waktu. Ikut aku!!”


“Sungguh? Aku masih tidak percaya akan hal itu”


“Mengerikan sekali, bahkan luka bekas tikaman nya terdeteksi sangat dalam.”


“YA kau benar, itu sangat dalam. Coba bayangkan dengan kekuatan seperti apa dia mendorong pisau itu masuk ke dalam jantungnya”


Ucapan para siswa mulai terdangar di setiap sudut kelas, hal itu membuat gadis bersurai putih ini merasa aneh dan terganggu.

__ADS_1


“Brisik sekali” ucap Hikaru sembari duduk di kursi nya.


Umpatan Hikaru terdengar oleh lelaki yang duduk di depannya, tak lain lelaki itu adalah Liam. Lelaki yang menyapa mereka saat pagi tadi. “Ada apa Hikaru, mengapa kau terlihat begitu kesal?” tanya Liam tanpa menoleh ke belakang. Dimana gadis lawan bicaranya berada.


“Apa yang sedang mereka bicarakan?”


”Saudari kembar mu”


“Uhukkk.. A-Apaa?!!” bagaikan sebuah petir yang menyambar di siang bolong, Hikaru sangat terkejut saat mendengar jawaban lelaki itu mengenai siapa yang tengah di bicarakan oleh teman sekelasnya ini.


“HM? Kurasa kau belum bembaca berita hari ini si ponsel mu ya?”


“U-Untuk apa??”


“DI grup sekolah, tersebar kabar tentang rumor pembunuhan 1 tahun yang lalu”


“1 tahun yang lalu??”


“Ku rasa kau mengingatnya, saat dimana kita datang ke sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat Shion yang sedang memangku kepala Haruko dengan tubuh yang penuh dengan luka. Kau ingat itu bukan?”


Hikaru terdiam, kini kepala nya kembali mengingat akan hal itu. Namun setelah kejadian itu, mereka sempat bertengkar dengan sang ayah dirumahnya. Dan hal itu membuat pikiran Hikaru berhenti berfikir hal apa yang terjadi ruangan saat itu.

__ADS_1


“kepala sekolah beranggapan bahwa Akiyama Harukolah yang melakukannya” lanjut Liam yang kini mulai menolehkan kepala nya ke belakang, dan melihat ke arah gadis lawan bicaranya.


“JANGAN BERCANDA!!” dengan perasaan tak percaya, Hikaru berajak dari kursinya dan berlari meninggalkan kelas nya.


__ADS_2