Kehidupan adalah sebuah permainan

Kehidupan adalah sebuah permainan
Hikaru


__ADS_3

"Dari mana saja kau??"


Seorang gadis dengan surai berwarna gelap tengah berdiri sembari bersandar di depan pintu kelas 8-1.


"Haruko??"


Pandangan Hikaru kembali menunduk, ia tak berani bertatapan langsung dengan saudari kembar nya ini. Meski dia tak tahu mengapa rasa nya jadi canggung seperti ini, dia mencoba tetap bersikap seperti biasanya. Entahlah, hal ini terjadi setelah dirinya selesai bicara dengan teman lama nya.


Sementara itu, Haruko yang melihat saudari nya terdiam, sedikit membuat nya kebingungan. "Ada apa? Apa telah terjadi sesuatu?" tanya Haruko.


"Tidak ada. Semua baik baik saja ko" sahut nya sembari berjalan menuju tempat duduk nya.


Melihat Hikaru berjalan meninggalkan diri nya, membuat Takia kembali memanggil nama nya. "Hikaru.."


"Ada ada??"


"Ini tas mu" ucap Haruko sembari menunjukkan tas hitam yang ada di tangan nya.


Hikaru memincingkan tatapan nya saat melihat Haruko tengah memegang tas hitam milik nya. Dia mendenguskan napas panjang nya, berjalan menghampiri Haruko, mengambil tas nya lalu berjalan meninggalkan gadis bersurai gelap itu.


"...."




Hari terus berganti dengan cepat. Sejak masuk semester 2, Haruko dan Hikaru dipisahkan oleh jadwal kelas yang berbeda. Karena Haruko lebih memilih bergabung di kelas music di bandingkan kelas tambahan, namun sebaliknya, justru Hikaru yang cukup tertarik dalam bidang pengusaha, membuat diri nya lebih memilih masuk ke dalam kelas tambahan itu.


Tidak hanya kelas, dan waktu kelas tambahan mereka yang berbeda, tpi juga dengan jam kepulangan mereka yang berbeda cukup jauh. Kelas seni music Haruko pulang pada pukul 19:40 sedangkan kelas tambahan Hikaru pulang pada pukul 22:50.


Jadi, Tak heran jika Haruko sering ketiduran di kursi taman sekolah nya, saat menunggu saudari kembar nya (Hikaru). meski Hikaru sudah mengingatkan berulang lagi pada nya untuk pulang terlebih dahulu, Haruko tetap menolak, karena pulang bersama dengan Hikaru saja dia masih sering terkena marah oleh Wildan. Lalu bagaimana jika dirinya kembali ke rumah tanpa Hikaru bersama nya??


Hanya bisa diam, memendam dan tak memberontak. Itulah yang dilakukan Haruko setiap di marahi oleh Wildan, meski hati nya terus berteriak "Apa salah ku, sehingga diri mu begitu membenci kehadiran ku?" namun mulut nya tetap terdiam serta mata nya yang selalu menahan tangis yang terhalang dengan kata "Untuk apa aku menangisi orang seperti nya? Bahkan di bandingkan tumpahan darah, tetesan air mata ku jauh lebih berharga"

__ADS_1


( Next Day )


Sepatu hitam, rok pendek yang pas dengan lutut, di lengkapi kaus kaki putih panjang yang menutupi kaki nya yang mulus, serta surai putih yang terurai di bahu nya. tak lain gadis itu adalah Akiyama Hikaru siswa populer tingkat ke 2 setelah Shion, teman sekelasnya.


Pagi ini Hikaru berjalan sendirian menuju ke kelas nya, karena Haruko dipanggil oleh menejer klub music nya untuk mendata jadwal nya di bulan depan.


Saat dirinya baru saja tiba di lantai 2, mata nya tanpa sadar melirik ke arah seorang lelaki yang tengah berbicara dengan seorang wanita di sebelah nya. Mereka terlihat sangat asyik dengan topik pembicaraan nya, sampai sampai kedua nya tertawa lepas.


'Haru??' batin Hikaru memanggil nama lelaki itu.


Meski dirinya dapat menyadari bahwa lelaki yang tengah berbicara dengan wanita itu adalah Haru, dia tetap tidak menghentikan langkah nya, ataupun menegurnya.


Cemburu?? Oh tentu tidak, bahkan jika bisa di katakan bahwa Hikaru cemburu, hal itu bukan lah hal yang aneh bukan?. Hikaru merupakan seorang gadis yang cukup dekat dengan Haru sewaktu mereka masih kecil. Bahkan di saat Haru mengatakan bahwa keluarga nya harus pergi dan tinggal beberapa bulan di luar kota, Hikaru tetap menunggu nya.


Apa cemburu itu sakit?? Jika diri mu mencintai seseorang dengan berlebihan, maka rasa cemburu itu akan makin sakit. Berbeda dengan prasaan Hikaru saat ini, meski hati nya berkata bahwa diri nya masih mencintai Haru, Tetapi diri nya sudah tak lagi merasakan sakit ketika hati nya di buat cemburu saat melihat Haru bersama dengan gadis lain nya.


"Pagi Nona Hikaru..." sapa Shion saat melihat Hikaru yang baru saja masuk ke dalam kelas dengan raut murung nya.


"..." tanpa menjawab, Hikaru hanya berjalan menuju ke tempat duduk nya, hingga membuat Shion teman sebangku nya kebingungan.


"Apa nya yang ada apa? Semua baik baik saja ko" sahut Hikaru sembari mengambil buku di dalam tas nya.


"Lalu? Mengapa ekspresi mu pagi ini sangat murung? Apa kau pagi ini kau belum sarapan?" tanya Shion lagi.


Hikaru mendenguskan napas nya pelan, lalu meletakan buku yang dia ambil dari tas nya ke atas meja. "Lagi pula? Ada apa dengan mu, Mengapa kau begitu banyak pertanyaan pagi ini?" Hikaru membalas pertanyaan Shion sembari mengubah ekspresi di wajah nya.


"Uhhh... Hal itu tak menjawab pertanyaanku tahu!!" sahut Shion sembari menyilang kaki nya, melipat tangan nya di dada serta menyandarkan punggung nya pada sandaran kursi nya.


Hikaru tersenyum kecil saat melihat tingkat Shion yang seperti anak anak ini. "....Kau terlihat seperti anak anak saja"


"Kalau begitu, jadilah ibu untuk ku. Karena anak anak seperti diri ku ini, butuh seorang ibu seperti diri mu" goda Shion sembari mengedipkan salah satu mata nya ke arah gadis di sebelah nya.


*Bukkk*

__ADS_1


"Aduhhh..!!!!"


Hikaru memukul pelan bahu Shion menggunakan buku yang berada di atas meja nya. Entah dia memukul dengan kekuatan yang seperti apa, namun Shion mengeluh kesakitan sembari mengelus-ngelus tangan nya.


"...."


"Mengapa kau begitu sensitif hari ini"


"Apa peduli nya dengan mu?"


"Tidak ada si.....Akan tetapi tanganku jadi sakit setelah menerima pukulan dari mu" keluh Shion dengan nada manja nya.


Hikaru mengerutkan kening nya, menatap sebal ke arah lelaki di sebelah nya. "Lalu?? Haruskan aku meminta maaf pada mu?" tanya Hikaru sembari menaiki salah satu alis nya ke atas, dia terlihat tengah menantang lelaki di sebelah nya.


~Srertttt....


Shion memutar bahu gadis bersurai putih itu, hingga membuat tubuh Hikaru menghadap ke arah nya. Bahkan kedua mata nya saling menatap satu sama lain, lingkaran biru indah yang tertutupi soflen indah terdapat banyangan lelaki itu.


'Me-Mengapa tubuh ku terasa kaku sekali??' batin Hikaru yang mencoba lepas dri situasi dadakan ini.


"~AAAAA.....Shion ini masih terlalu pagi"


Tiba tiba seorang lelaki berteriak dari arah jendela, hingga membuat Shion dan Hikaru menoleh ke arah nya. Tak lain lelaki itu adalah Liam teman sekelas nya.


"...."


"Shiooonnn.. Ini terlalu cepat, mengapa kau begitu terburu buru" Liam terus mengoda kedua teman nya itu dengan tingkah konyol nya.


Hal itu membuat teman sekelas nya yang lain ikut tertawa saat melihat tingkah nya.


Di saat semua orang tertawa, Hikaru menepis pelan tangan Shion yang berada di bahu nya, dan mengubah cara dirinya duduk di kursi nya.


*BRAKKKK*

__ADS_1


"Apa kau mencoba mencari masalah dengan ku??" merasa di permalukan, Shion yang kesal mendebrak meja yang berada tepat di tempat duduk nya. Tatapan yang awal nya sangat lembut menatap ke arah gadis di sebelah nya, kini telah berganti menjadi tatapan yang penuh dengan kebencian.


"A-Ahhaaa Shioon... Aku hanya bercanda, mengapa tatapan mu begitu mengerikan?" sahut Liam dengan senyum kikuk tak berdosa nya.


__ADS_2