
"Oii Haruko sudahlahh.. Kau sudah minum terlalu banyak"
Terdengar suara seorang lelaki tengah meminta gadis di sebelah nya untuk berhenti meminum bir.
Namun disisi lain, pikiran gadis itu sangat kacau hingga ia tak bisa sadar dengan apa yang sedang ia lakukan saat ini (mabuk).
"Haruko..lihatlah diri mu saat ini, kau benar-benar telah kehilangan kesadaran mu"
"Aku tidak peduli!! Biarkan aku merilex kan pikiran ku" sahut Haruko sembari menjatuhkan kepala nya ke atas permukaan meja di depan nya.
Melihat hal itu membuat lelaki ini semakin mengkhawatirkan nya, meski ia mengerti seperti apa hancur nya pikiran gadis itu. Namun meminum banyak bir untuk menghilangkan stres juga tidak baik untuk kesehatan. Apalagi jika yang meminum nya seorang gadis di bawah umur.
"Ahgg- sudahlah!! Berhenti minum, ayo pulang. Aku akan mengantar mu" ajak lelaki itu sembari meraih dan menggandeng tangan gadis itu dengan lembut.
"Tidak!! Berikan aku satu gelas lagi.. Kumohonnn"
"Tidak akan!! Kau sudah minum terlalu banyak"
"Rekki Ayolah, satu gelas saja" ucap gadis itu memohon pada lelaki yang tengah mengajak nya pulang.
"Tidak!! Sekali aku bilang tidak ya tidak..sudah ayo kita pulang. aku sudah membayar bill nya"
Setelah bersusah payah membujuk gadis itu untuk kembali, akhirnya mereka pun berjalan menuju ke rumah keluarga Akiyama.
Di sepanjang jalan, lelaki bernama Rekki ini tak berhenti sesekali melirik ke arah gadis yang tengah ia papah di sebelah nya. Ia terlihat begitu mengkhawatirkan gadis itu, ia bahkan kebingungan harus berkata apa saat mereka tiba di rumah kediaman Akiyama.
Setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka tiba di gerbang pintu rumah akiyama. Suasana di sana cukup sepi, gelap dan tiada siapa pun. Bahkan penjaga di rumah itu juga tidak terlihat sama sekali.
Meski suasana di sana cukup aneh, Rekki tidak memedulikan hal itu. Ia tetap membuka gerbang lalu berjalan menuju ke pintu rumah akiyama dengan gadis di sebelah nya.
__ADS_1
*Tok... Tok... tok*
Rekki mengetuk pintu dengan pelan, kesadaran gadis di sebelah nya juga perlahan kembali. Namun Haruko masih belum bisa membuka mata nya.
Setelah beberapa lama menunggu, tak ada sahutan apa pun dari dalam. Ketukan pintu yang di buat oleh Rekki tidak mendapat respon apa pun, hal itu membuat Rekki nekat dengan membuka pintu rumah akiyama.
*Krekkkk*
Suara pintu terbuka perlahan. Saat pintu mulai terbuka, pandangan Rekki langsung di pertemukan dengan ruang utama yang begitu gelap. Ia sangat kebingungan mengapa tak ada siapa pun di rumah yang sebesar ini.
"Oi Haruko, kemana keluarga mu pergi. Mengapa tak ada siapa pun di rumah" Rekki bertanya pada gadis di sebelah nya.
"Mereka bekerja di luar kota, sibuk bahkan tak ada waktu untuk kembali ke rumah"
"Sesibuk itukah orang tua mu?"
"....jangan tanya aku, aku juga tidak peduli jika mereka tak ada di rumah" sahut Haruko yang sedang menyestabilkan kesadaran nya.
"Tentu saja tidak"
Mendengar jawaban gadis itu membuat Rekki tak bisa berkata apa apa lagi. Di saat itulah pandangan nya seketika beralih ke pintu kamar di lantai 2.
"Haruko" panggil Rekki dengan suara pelan nya.
"Eummm"
"Dimana kamar mu berada?"
"Lantai 2. Sudah biarkan saja aku, kau kembali lah ke rumah mu" ucap Haruko sembari memosisikan tubuh nya agar ia bisa berdiri tegak.
__ADS_1
Menyadari bahwa tubuh gadis di sebelah nya tak lagi bersandar ke tubuh nya, membuat lelaki ini menoleh dengan tangan yang siap menangkap jika tubuh gadis itu tumbang karna kesadaran yang tak stabil.
"K-kau mau kemana?" tanya Rekki yang sedikit cemas.
"Kembali ke kamar ku, dan beristirahat" jawab Harus dengan senyum kecil di tengah wajah sayu nya.
"Apa kau mabuk?" tanya Rekki lagi
"Tidak.. Aku tidak mabuk, semua sudah kembali."
"Apa perlu ku belikan obat untuk mu?"
"Untuk apa??"
"Agar kau bisa beristirahat dengan tenang tanpa isi pikiran yang berantakan"
"Tidak perlu, lagipula ini sudah malam. Kembali lah ke rumah mu. Terimakasih telah meluangkan waktu mu untuk ku"
"Jangan bicara begitu, lagi pula aku juga lagi senggang"
Haruko tersenyum sembari mengangguk pelan. "...."
Sebelum lelaki itu akan berkata selamat tinggal pada gadis di sebelah nya. Tiba tiba saja lampu di ruangan itu mendadak menyalah hingga menerangi ruang utama.
*Prokk..prokk*
Beberapa menit setelah lampu menyalah tiba-tiba terdengar suara tepukan tangan datang dari lantai dua.
Suara itu mengalihkan perhatian Haruko dan juga lelaki di sebelah nya (Rekki), bahkan mereka juga menoleh ke arah lantai dua untuk melihat siapa yang berada di sana.
__ADS_1
"Seorang gadis pulang di jam 23:30 dengan seorang lelaki. Pergi ke mana saja kau?"
"Kemana aku pergi itu bukan urusan mu, Ayahh"