
"Haruko" panggil lelaki yang tengah berdiri di depan pintu kelas nya, tak lain lelaki itu adalah lelaki yang datang bersama dengan Haruko tadi ( Rekki ).
Mendengar nama nya terpanggil, membuat gadis pemilik nama itu seketika menolehkan kepala nya. "..."
"Aku akan kembali ke kelas sekarang" ucap nya sembari menoleh sekilas ke arah kelas pintu kelas nya.
"O-ohhh baiklah. Sekali lgi terima kasih" balas Haruko sembari tersenyum kecil.
Lelaki itu mengangkat salah satu alis nya, di sertai dengan senyum yang terukir di wajah nya. "Yaa, tentu" jawab lelaki itu sembari melambaikan tangan nya lalu mulai berjalan pergi dari hadapan gadis itu.
Beberapa menit setelah lelaki itu pergi, suasana kelas mulai terdiam saat melihat gadis bersurai hitam tak kunjung mengalihkan pandangan nya dari pintu kelas nya.
*Prokk-prokk*
Pak Alex menepuk tangan nya sebanyak 3kali berturut-turut hingga membuat pusat perhatian di sana beralih ke arah nya, begitu juga dengan perhatian gadis bersurai hitam itu.
"Baik... Haruko silahkan kembali ke tempat duduk mu, pelajaran akan segera bapak lanjutkan" ujar pak Alex.
Haruko hanya mengangguk pelan lalu berjalan menuju tempat duduk nya. "...."
Jam pelajaran pun akhirnya kembali di mulai, suasana di kelas juga cukup tenang selama pelajaran berjalan. Biasanya ketenangan kelas adalah hal yang paling di sukai oleh gadis bersurai putih perak ini, Namun tidak untuk saat ini.
Dia terlihat sangat memperhatikan guru di kelas nya dengan tatapan yang sangat tajam. entah apa yang membuat diri nya sangat curiga sehingga disetiap pergerakan nya, ia akan menggeser manik mata nya tanpa harus mengangkat kepala nya.
*Ning nong*
•
•
Beberapa jam kemudian, bell istirahat pun berbunyi.
Di saat seluruh siswa berlari menuju ke kantin sekolah, seorang gadis bersurai putih ini hanya terdiri di koridor lantai 3. Ia termenung sembari memikirkan beberapa keganjalan di kepala nya.
__ADS_1
"Hikaru"
Terdengar teguran seorang lelaki melintas di telinga gadis yang tengah termenung itu. Bahkan teguran itu juga menyadarkan nya.
"H-haru?"
Melihat gadis itu merespons teguran nya dengan ekspresi kebingungan, membuat lelaki ini sedikit terpaku. "H-hikaru ada apa? Mengapa kau bereaksi seperti itu?" tanya lelaki itu sembari melangkah sekali mendekati gadis di depan nya.
Hikaru hanya terdiam, kening nya terus berkerut saat menatap ke arah lelaki itu. "...."
"Hikaru? Kau kenapa, apa telah terjadi sesuatu?" lelaki itu bertanya lagi. Ia terlihat tampak sangat mengkhawatirkan gadis di depan nya.
Mendengar lelaki itu bertanya lagi, seketika membuat Hikaru menurunkan pandangan nya. "Tidakkkk.. K-kau sendiri sedang apa disini" tak ingin membuat lelaki itu tahu, Hikaru mencoba mengalihkan keadaan dengan bertanya kembali pada lelaki itu.
"Aku? Aku akan pergi ke kelas 8-3" jawab nya sembari menunjuk ke arah pintu kelas nya.
Hikaru terkejut saat mendengar bahwa lelaki itu akan pergi ke kelas nya. "Untuk apa?" tanya Hikaru lagi.
"Dia tak ada di kelas"
Haru terdiam sejenak, manik mata nya melirik sekilas ke arah pintu kelas 8-3 di dekat nya. Kelas itu tampak sangat kosong, dan tak ada satupun siswa yang berada di dalam kelas nya.
"Kemana dia pergi?" Haru mulai bertanya pada gadis yang kini tak lagi menatap nya.
"Kurasa dia pergi ke kantor guru. Sebelum dia mengakhiri pelajaran, dia sempat berkata bahwa dia akan mengambil daftar nilai di meja nya."
"Kapan? Sebelum datang kemari, aku sudah memeriksa nya di kantor guru. Namun tak ada pak Alex di sana" sahut Haru sembari melipat tangan nya di dada.
Mendengar hal itu membuat perhatian gadis di depan nya teralihkan. "Pak Alex?"
"Iya, siapa lagi"
"Sejak kapan dia mengajar di sekolah ini?"
__ADS_1
"Sekitar 4-5 tahun yang lalu. Ada apa? Mengapa kau menanyakan hal seperti itu?"
"Aku tak pernah mendengar bahkan melihat wajah nya selama ini"
"Sungguh, Bagaimana bisa? Kau adalah murid yang cukup mengenal banyak tentang sekolahan ini. Lalu bagaimana bisa dengan pak Alex kau tidak mengenalnya?"
"Tidakkk.. Bukan itu maksudku."
"Lalu apa?"
"Ku pikir dia adalah guru baru di sekolah ini. Tapi setelah dia mengatakan bahwa dia adalah guru dari kelas music Haruko, hal itu membuat ku bertanya-tanya"
"Bertanya-tanya? Mengapa? Apakah ada hal yang aneh"
"Eum...Entahlah"
Disisi lain, Haru yang melihat ekspresi Hikaru yang tangah berada di ambang kebingungan, membuat diri nya terdiam. Ia juga tak tahu harus membantu ataupun menjelaskan dengan cara apa.
Gadis ini terlihat ingin mengetahui banyak tentang pak Alex, seolah ia mengkhawatirkan hal buruk yang bersangkutan dengan guru itu.
"Heii sudahlah. Mengapa kau terlihat begitu keras memikirkan hal yang tak begitu penting"
Hikaru menggeser manik mata nya, lalu berkata "Tahu apa kau tentang diri ku?" tanya Hikaru dengan tatapan tajam nya.
Respon yang Haru dapat selalu membuat diri nya terdiam sejenak, ia tak mengerti mengapa gadis ini terlalu mudah terbawa suasana. "Tidak. Lupakan saja" ucap nya sembari berdiri di sebelah gadis bersurai putih perak itu.
Pada akhirnya suasana di antara Haru dan Hikaru mulai canggung, kedua nya hanya terdiam diri. Mereka tak memulaii satupun kata dari mulut nya.
Namun, 3 menit sebelum bell istirahat berakhir. Haru menepuk salah satu bahu gadis di sebelah nya, sembari mengulurkan tangan nya seolah ia tengah mencoba memberikan sesuatu pada gadis itu.
"Kalung?" ucap Hikaru saat melihat sebuah kalung berwarna emas putih di atas telapak tangan lelaki itu.
Haru mengangguk, lalu tersenyum lembut ke arah gadis di depan nya. "Yaa... Kuberikan untuk mu. Khusus untuk dirimu"
__ADS_1