Kehidupan adalah sebuah permainan

Kehidupan adalah sebuah permainan
Permainan kisah cinta ( bagian 2 )


__ADS_3

Seorang lelaki yang datang entah dari mana, ia langsung menangkap tangan Haru, dan memisahkan antara tangan lelaki itu dengan tangan gadis yang ada di cengkraman nya.


"Rekki?"


"Oi, kamu udah gila ya? Dia ini senior, dan kamu mencoba mencari masalah dengan senior?" Rekki bertanya pada teman nya ini sembari berjalan lalu berdiri tepat di depan gadis bersurai hitam yang sibuk mengelus pergelangan tangan nya yang sakit.


"Kamu ini ngomong apa si Rekk, dia duluan yang berniat ingin menampar Laura" elak Haru yang berusaha menyalahkan gadis bersurai hitam itu.


"Jangan mencoba memutar balikan keadaan Ru, aku mendengar semua."


"Apa? Memangnya apa yang kamu dengar?! Aku dan Laura ini teman mu lhoo"


"Lalu apa yang-


"Lelaki brengs3k seperti mu tidak layak mendapatkan hati malaikat adik kembaran ku" Haruko menyela ucapan Rekki yang belum terselesaikan.


"Tidak!! Kau salah, aku telah berhasil mendapatkan nya." sahut Haru.


Haruko menggelengkan kepala nya, mencoba menahan amarah yang ada di dalam diri nya. "...."


"Harukoooo"


Di tengah keributan, tiba tiba seorang lelaki datang dan memanggil nama gadis yang tengah menahan amarah nya.

__ADS_1


Mendengar nama nya terpanggil, membuat gadis si pemilik nama ini dan juga ke 3 siswa di sana menoleh ke arah lelaki yang berdiri tak jauh dari mereka. Tak lain lelaki itu adalah Shion, teman sekelas Haruko.


"...."


"Kembali ke kelas, ujian ke dua akan segera di mulai" ucap Shion sembari memasukan kedua tangan nya ke dalam saku sweter yang ia kenakan.


"Kakak... Teman lelaki mu datang menjemput mu, sebaiknya kau kembali" saat mendengar ucapan Shion, membuat gadis bernama Laura ini membuka mulut nya untuk mengajak bicara Haruko.


"...." Haruko hanya terdiam, dada nya terus merasakan sakit seolah ia tertikam pedang. Melihat tingkah manis gadis itu membuat Haruko sangat kesal.


"Oii Haruko.. Mau sampai kapan kau berada disana?" Shion kembali memanggil gadis bernama Haruko ini.


"Ya.. Tunggu aku" jawab Haruko sembari berjalan menghampiri Shion yang berdiri menunggu diri nya.


Saat gadis itu melewati bahu kanan Shion, ia juga dapat merasakan hawa aneh melintas di sekitar nya.


"Oii, buka dan gunakan mata mu saat kau berjalan" tegur Shion sembari membalikan arah tubuh nya. Namun saat tubuh nya berbalik, pandangan nya masih tertuju pada gadis yang tengah berjalan di lorong mendekati pintu kelas nya.


'Tatapan mancam apa itu... Sangat mengerikan' gumam Shion sembari mengambil langkah nya, dan berjalan mengikuti gadis itu, kembali ke kelas nya.



*Krinnggggggg*

__ADS_1



Ujian kedua adalah ujian seni, ujian kali ini menghabiskan waktu sekitar 15 manit. Bahkan sebelum 15 menit, ada beberapa anak yang sudah mengumpulkan kertas ujian nya.


Tidak dengan gadis bersurai hitam ini (Haruko), dia terlihat duduk sembari melamun menatap ke arah lembar kertas ujian yang sama sekali belum ia kerjakan.. Pikiran nya saat ini sangat kacau, ia bingung harus menjelaskan hal ini bagaimana pada saudari kembar nya.


"Oiii Haruko!! Kerjakan ujian nya!! Mengapa kau melamun seperti orang bodoh?" tegur pak Alex meminta Haruko menyelesaikan ujian nya.


Bahkan saat Haruko menyadari teguran itu, ia tetap terdiam. Tangan nya mencoba meraih pulpen di depan nya, Namun entah mengapa mod nya saat ini benar benar kacau. Dan sangat sulit tuk di jelaskan.


Beberapa menit kemudian, tiba tiba pandangan seisi kelas di buat beralih saat melihat gadis bernama Haruko ini bangun dari kursi nya dan membawa tas di punggung nya.


"Oii Haruko, selesaikan ujian mu terlebih dahulu" seru pak Alex.


"Akan ku selesaikan besok.. Aku akan pulang sekarang" sahut Haruko dengan menghembuskan sekali nafas nya dengan pelan.


Melihat tingkah gadis itu membuat pandangan pak Alex tak merubah. Bahkan saat gadis itu hendak akan pergi, Shion sebagai teman sebangku Haruko menoleh ke arah gadis itu dan bertanya..


"Jangan bertingkah seperti anak kecil, Haruko" ujar Shion dengan suara pelan nya.


"Suatu hari nanti kau akan mengerti apa itu berfikir dewasa. Cinta bukanlah tempat sebuah permainan" sahut Haruko sembari berjalan meninggalkan tempat duduk nya dan berjalan menuju ke pintu kelas nya.


Kepergian gadis itu membuat seisi kelas saling memandang satu sama lain, begitu juga dengan Hikaru. Ia tak mengerti dengan tingkah saudari kembar nya saat ini, bahkan di saat ujian nya belum selesai ia kebingunan harus mengejar Haruko dengan apa.

__ADS_1


__ADS_2