Kehidupan adalah sebuah permainan

Kehidupan adalah sebuah permainan
You are my first enemy


__ADS_3

“JAWAB BAPAK HARUKO!!” bentak pak Ridwan sembari memukul meja di depan nya hingga bersuata *BRAKKKK* Sangat kencang.


Berdiri di tengah-tengah kerumungan para guru, Haruko hanya menunduk bersalah. Keberadaanya saat ini bernarbenar menghina diri nya, kepala nya juga terus bertanya pada dirinya sendiri mengapa Shion tidak berdiri di sebelahnya. Dan mengapa hanya dirinya yang mmenjadi pusat perhatian tatapan menjijikan di sana.


“A-aku tidak membunuhnya” jawab Haruko dengan suara pelan nya.


“Berhenti berbohong Haruko!! Semua orang sudah mengetahui nya, hal apa lagi yang ingin kau sembunyikan dari kami??”


“Kau salah, aku sama sekali tidak menikamnya. Justru akulah yang tertikam olehnya”


“Mengapa kau terus mengelak seperti ini Haruko”


“Tidak, aku tidak mengelak. Tapi inilah kenyataan nya”


“Kau berbohong Akiyama Haruko”


Haruko menggelengkan pelan kepalanya sembari mengangkatnya dengan perlahan. “T-Tidakk, sudah ku katakan aku tidak membunuhnya”


“Ya, kau yang membunuhnya Haruko!!” sambung seorang lelaki sembari berjalan keluar dari kerumungan.


Manik mata Haruko terbuka lebar, ia tak percaya dengan apa yang ia lihat. Lelaki itu berjalan menghampirinya dengan wajah yang sedang menyeringgai. Seolah lelaki itu tengah menghina jati diri nya saat ini.

__ADS_1


“Sh-Shion?? Kau...”


“Ya, ini aku” lelaki itu menghentikan langkahnya, dan berdiri tak jauh dari gadis itu.


“Kenapa? A-Apa yang kau lakukan??” Haruko mulai bertanya dengan menggelengkan kepala nya, ia masih sangat tidak percaya akan hal ini.


“...”


“Aku bertanya pada mu Shion!! Apa yang kau katakan pada mereka!!”


“Mengapa kau membuat mereka menyalahkan ku seperti ini?”


Mendengar ucapan gadis itu, membuat lelaki ini menurunkan tatapan. Ini adalah pertama kalinya ia melihat ekspresi Haruko yang seperti ini. “Aku berkata yang sebenarnya”


“Saat aku tiba di ruangan itu, kau tengah bertarung dengan lelaki itu bukan??” lanjut Shion, ia mencoba menceritakan hal apa yang terjadi 1 tahun yang lalu.


“Ya, aku bertarung dengannya. Tapi saat kau tiba di sana, kau berlari lalu menikamnya dari belakang bukan!! Aku tahu itu Shion. Mengapa kau memutar balikan fakta”


“Aku tidak menikamnya Haruko. Justru kaulah yang menikamnya, Tim forensik mengatakan bahwa hasil autopsi yang mereka dapatkan adalah. Luka tikam itu berada di depan dan tepat mengenai jantung nya.” jelas Shion memberitahu gadis itu mengenai hasil autopsi itu.


“Kau tidak menyadari hal itu?? Aku datang untuk menjatuhkan lelaki itu, Namun saat kau berkata padaku, bahwa kau lelah. Di situlah aku dapat menyadari rasa lelah yang kau rasakan saat bertarung dengan lelaki itu, Tapi bukan itu yang membuat ku mencemaskan ku, malainkan sebuah pisau kecil yang berada di tangan kanan mu”

__ADS_1


Mendengar ucapan lelaki itu, membuat Hikaru mengangkat dan melihat ke arah telapak tangan nya. ia masih tak mengerti, bagaimana ia bisa tak sadar saat melakukan hal kriminal seperti itu. “....”


“Tidak ada waktu untuk menyesal Haruko.”


“Aku keluar dari sekolah ini!!” ucap gadis itu dengan mengangkat kepalanya, memperlihatkan wajah dengan tatapan datar nya.


Seisi ruang guru di buat tercenangang saat mendengar ucapan gadis itu, ia berbicara seolah tak tahu akan hal yang terjadi pada nya.


“Itu hukuman untuk ku bukan?” tanya Haruko tanpa mengubah ekspresi wajahnya.


“Ka-Kauu?!” Shion sendiri juga di buat tercengang dengan kebranian yang tak pernah ia lihat sebelumnya.


“Saya permisi” Haruko membalikan arah tubuh nya, dan berjalan menuju ke arah pintu ruang guru.


“Harukoooo” sebelum gadis itu akan melewati ruang utama. Lelaki bernama Shion ini berteriak memanggil nama gadis itu.


Mendengar lelaki itu memanggil nama nya, membuat gadis ini menghentikan langkahnya lalu berkata pada lelaki itu bahwa Himself is the first enemy for him, and he will wait for him in the future., ungkapan tersebut membuat lelaki itu terdiam. Entah mengapa justru ia malah merasa bersalah akan hal ini.


‘I’m waiting for you? what do you mean, haruko” gumam shion sembari menutup wajah nya dengan kedua tanganya.


Perasaan yang sanngat kacau kini mulai menyelimuti dirinya, bukan karna ia gagal membuat gadis itu ketakukan, cemas dan bahkan khawatir. Melainkan rasa bersalah yang ia rasakan karna telah mengingkari sebuah janji yang satu-satunya pernah ia ikat dengan gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2