Kekasih Khayalan Menjadi Kenyataan

Kekasih Khayalan Menjadi Kenyataan
Kemalingan


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 2 dinihari. Suasana malam yang sangat mencekam. Suara lolongan anjing terdengar silih berganti.


Rara, mama, papa dan adik bayinya tertidur pulas. Tanpa dia sadari handle pintu belakang rumahnya di goyang-goyangkan seseorang.


Suasana belakang rumah Rara memang sangat sepi karena di belakang rumahnya itu adalah sawah yang luas. Gelap mencekam membuat siapa saja yang baru ke tempat ini pastilah merasa ketakutan.


Ceklek


Ceklek


Ceklek


Seseorang mencoba membuka pintu belakang rumah Rara dengan paksa.


Sosok laki-laki memakai topeng tiba-tiba masuk dengan mencungkil pintu belakang rumah Rara.


Seluruh penghuni rumah tertidur pulas.


Laki-laki bertopeng itu berjalan mengendap-endap sembari melirik sekeliling. Entah apa yang dia cari.


Dengan senter yang ada di tangannya, dia berusaha mencari sesuatu.


Dia berjalan menuju kamar. Setelah dia buka ternyata kamar itu adalah kamar papa dan mama Rara. Dia menutupnya kembali. Kemudian melangkah ke kamar sebelah.


Ceklek...


Pintu kamarpun terbuka dan seketika wajahnya berbunga-bunga melihat pemandangan di depannya dengan senter yang dia arahkan ke tubuh Rara.


"Gadis pujaanku!!! Gadis yang sangat cantik, yang tidak mungkin aku miliki dengan wajah seperti ini", batin laki-laki itu.


Kemudian diapun berjalan menghampiri Rara dan duduk ditepi ranjang di samping Rara. Dia pun membelai lembut rambut Rara dan kemudian mencium rambutnya dengan penuh kasih sayang.


"Walaupun aku tidak bisa memilikimu sayang, tapi aku selalu mendo'akan kebahagiaanmu. Untuk berterus terang, itu adalah hal yang mustahil bagiku. Selamat bermimpi indah bidadari cantikku", bisik hati lelaki itu sembari mencium kening Rara untuk yang kedua kalinya.


Kemudian diapun berjalan mengendap-endap mencari jalan keluar.


Sesampai di depan pintu kamar Rara, tiba-tiba pintu kamar papa dan mama Rara berbunyi seperti ada yang membukanya. Seketika laki-laki itu tercengang dan kemudian masuk kembali ke kamar Rara dan kemudian mengunci pintu kamar Rara.


Rara membalikkan tubuhnya dan sedikit membuka matanya yang kemudian menutupnya kembali karena rasa kantuk yang tidak tertahankan.


Terdengar langkah kaki menuju dapur.

__ADS_1


Laki-laki itu kelihatan bingung. Dia menunggu langkah kaki itu kembali ke kamar sebelah.


Beberapa waktu kemudian, terdengar langkah kaki menuju kamar sebelah dan terdengar suara pintu terbuka dan tertutup kembali.


Setelah menunggu agak lama, laki-laki misterius itu kembali membuka pintu kamar Rara dan berjalan keluar dengan mengendap-endap menuju dapur.


Dia mencari makanan di atas meja dan didapatinya ayam goreng chryspi kesukaannya. Tak ayal lagi, diapun segera menghabiskannya,"Pasti ayam chryspi ini buatan Rara, senang banget bisa mencicipi masakan gadis pujaan hatiku", batin laki-laki itu.


Setelah menghabiskan ayam itu, diapun segera keluar dari rumah Rara dengan mengendap-endap.


Dia menutup pintu dengan hati-hati dan berjalan menyusuri pematang sawah yang ada di belakang rumah Rara. Kemudian dia pun masuk ke sebuah rumah mewah yang tidak jauh dari rumah Rara.


Ternyata laki-laki itu adalah penggemar berat Rara yang tinggalnya tidak jauh dari rumah Rara. Sudah setahun lalu dia mendekati Rara tapi tak kunjung dia dapatkan.


Usia Rara dan laki-laki ini terpaut jauh, sekitar 8 tahun. Wajah laki-laki ini memang tidak tampan ditambah jerawat yang sangat banyak di wajahnya dan juga kulitnya yang sangat hitam membuat dia risih untuk melanjutkan niatnya menembak Rara.


Sedangkan Rara adalah gadis idola di kampungnya. Banyak laki-laki yang mengejarnya, termasuk laki-laki ini yang sebenarnya bernama Firman.


Firman mengendap-endap masuk ke kamarnya dan kemudian membuka pintu dengan hati-hati, takut ketahuan mama dan papanya.


Sesampai di kamarnya, dia langsung menghempaskan tubuhnya pada kasur empuk yang ada di kamar mewah itu.


Sementara itu di rumah Rara....


Rara terbangun sekitar pukul 3 dinihari. Rara merasa ada yang mencium keningnya...


"Akh...ternyata hanya mimpi, syukurlah....tapi rasanya seperti kenyataan, koq bisa ya?", batin Rara sembari menarik selimut yang lupa dia kenakan sebelum tidur tadi.


Tidak lama kemudian, Rara pun tertidur dengan pulasnya.


Tok


Tok


Tok


Terdengar suara pintu diketuk.


"Rara!!! Bangun sayang!!! udah jam 5 nih, sholat subuh dulu nak!!!", ucap mama Rara dari balik pintu kamar Rara yang kemudian mencoba membuka pintu kamar anaknya yang ternyata tidak terkunci.


Mama Rara melangkah masuk mendekati anaknya yang masih dalam keadaan tertidur pulas.

__ADS_1


"Ra'!!! Sudah adzan maghrib sayang, bangun dulu nak!!! Kita sholat subuh sama-sama!!!", perintah sang ibu dengan penuh harap.


Rara membalik badannya yang kemudian membuka matanya perlahan.


"Mama?!!! Bentar ma, rasanya koq ngantuk banget", sahut Rara sembari menunjukkan ke mamanya expresi orang yang sedang ngantuk, menguak.


"Apa semalam kamu begadang? tidak biasanya kamu ngantuk begini sayang", tanya mama Rara dengan membelai rambut panjang anaknya yang hitam legam.


Mama Rara kemudian keluar dari kamar anaknya dan menuju ke dapur untuk mempersiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya.


Mama Rara menghentikan langkahnya di samping meja makan dan kemudian membuka penutup saji yang ada di meja.


"Haaa??? Ayamnya kemana? Semalam masih ada 5 potong, koq sekarang tidak ada sama sekali?", gumam mama Rara dengan keheranan.


Tak lama berselang, Rara pun keluar dari kamarnya dan berjalan lunglai menuju dapur.


"Ada apa ma?, mama kelihatannya sedang bingung, ada apa?", tanya Rara penasaran sembari mengusap matanya yang masih kusut.


"Iiii...ini Ra, ayam chrispy yang semalam masih sisa 5 potong koq sudah habis, tidak tersisa. Apa papamu yang habisin ya? Tapi akh tidak mungkin papa makan ayam sebanyak itu. Atau kamu Ra'?", curhat mama Rara sembari bertanya pada anaknya.


Mendengar pertanyaan mamanya, Rara spontan menggelengkan kepala,"Tidak ma, semalam Rara tidak makan di rumah", sahut Rara kemudian.


Mendengar suara ribut di dapur, papa langsung bergegas dari tempat tidurnya menuju dapur.


"Ada apa ini ma?" Kedengarannya serius banget", tanya papa Rara sembari menguak.


"Ini pa, semalam kan ayamnya masih tersisa 5 potong, tadi pas mama lihat, ayamnya sudah habis, tidak tersisa...apa bukan papa yang menghabiskannya?", jawab mama Rara yang kemudian melontarkan pertanyaan pada suaminya.


"Bukan papa ma!!, mama kan tahu kalau papa ngga kuat makan ayam sebanyak itu", jawab papa Rara yang kemudian berlalu menuju kamar mandi.


"Iya sih pa, tadi mama fikir juga begitu. Berarti semalam ada yang masuk ke rumah kita. Itu berarti kita kemalingan", sahut mama Rara yang kemudian berjalan menuju pintu belakang dan memeriksa pintu tersebut.


"Pa!!! Pa!!! Coba lihat pintu ini pa! Pintunya tidak terkunci pa!", seru mama Rara dengan suara yang agak keras.


Papa Rara segera mendekati istrinya dan kemudian memeriksa pintu belakangnya.


"Betul, semalam ada yang masuk ke rumah kita. Kita kemalingan", jawab Papa Rara yang kemudian bergegas mengelilingi seisi rumahnya mencari tahu barang-barang yang hilang.


Mendengar rumahnya kemalingan, Rara terhentak kaget, "Jangan-jangan semalam yang kurasakan itu beneran? Ada yang mencium pipiku?", batin Rara ketakutan.


Sejenak semuanya diam dengan fikiran masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2