Kekasih Khayalan Menjadi Kenyataan

Kekasih Khayalan Menjadi Kenyataan
Moment indah di restaurant


__ADS_3

"Ril, aku lapar nih...perutku sakit sekali", keluh Rara sembari memencet perutnya.


"Eh iya sayang, tadi kan kita udah kelaparan....koq kita malah mendahulukan yang bisa ditunda, perut lapar pastilah harus secepatnya diisi yang, ayo kita cari resto di dalam mall ini!", sahut Syahril sembari menarik mesrah tangan kekasihnya.


Tidak lama berselang, merekapun mendapatkan tempat yang paling cocok untuk mereka makan, terdapat banyak menu di restaurant itu.


"Pesan apa sayang?", tanya Syahril sembari menyodorkan daftar menu yang ada di tangannya.


"Terserah kamu deh Ril, pokoknya apapun yang kamu pesan akan aku habiskan, kalau perlu dengan piring-piringnya!!!", jawab Rara tanpa berbalik ke arah kekasihnya, dengan wajah serius.


Syahril yang mendengar jawaban Rara seketika tertawa cekikikan, yang membuat Rara menoleh ke arahnya dan mengernyitkan keningnya, ternyata Rara tidak menyadari bahwa ucapannya tadi sangat lucu, apalagi di telinga Syahril.


"Lho malah ketawa.....apanya yang lucu? aku serius Ril, aku lapar banget, perutku sudah berbahasa Inggris sekarang", ucap Rara sembari terus memijit perutnya dengan kedua tangannya karena lapar efek sakit perut.


"okey sayangku, kalau gitu aku pesan semuanya deh, tapi janji ya....kamu harus habisin semuanya!", sahut Syahril dengan melirik ke arah Rara sembari tersenyum menggoda Rara yang lagi asyik menatap patung yang tidak jauh dari tempat duduk mereka.


Rara tidak menyadari ucapan Syahril, dia kelihatan sangat serius dengan apa yang dilihatnya.


Syahril betul-betul membuktikan ucapannya. Sesaat kemudian pesanannyapun datang, lagi...lagi...dan lagi.


"Lohhh....koq banyak amat Ril, kamu ngundang orang lain ya? makanan sebanyak ini, mau makan satu kampung?", tanya Rara dengan nada keheranan.


Syahril hanya tersenyum mendengar pertanyaan Rara yang dianggapnya terasa lucu.


"Ayo makan sayang!!! Tunggu apa lagi? katanya sangat lapar, ayo habiskan semuanya!!!", ucap Syahril yang kemudian mengambil piring dan memilih makanan yang paling cocok di lehernya.


"Ini semua untuk kita berdua saja Ril ?? apa-apaan ini, kau fikir lambungku sebesar raksasa? nafsu makanku jadi hilang lihat makanan sebanyak ini!!!", tanya Rara dengan nada serius dan tingkahnya yang konyol, membuat Syahril makin gemmes melihatnya.

__ADS_1


"Ngga usah banyak celoteh sayang, nikmati saja rezky Allah hari ini, lagian ada kak Syahril yang bantuin koq. Kamu belum tahu aja sayang, aku ini pernah dapat juara lomba makan", ucap Syahril sembari mengunyah makanan yang ada di mulutnya dan memonyongkan mulutnya.


Rara melayangkan cubitannya di pipi sang kekasih, "Iiiihh gemmess.....andaikan kamu makanan akan kulahap juga", canda Rara.


"Asyik tuh, kalau gitu aku mau jadi makanan ahh....kapan lagi bisa dimakan sama cewek cantik!", sahut Syahril melucu.


"Iiiihhhhh.....kesempatan", ucap Rara sembari tertawa terbahak-bahak sementara di mulutnya ada makanan yang baru saja dia masukkan ke mulutnya.


Rara kelihatan sangat lapar, ayam dan udang yang ada di atas meja hampir ludes semuanya.


Syahril sangat senang melihat kekasihnya makan dengan sangat lahap.


Mereka tidak sadar kalau dari arah meja lain ada sepasang mata yang memperhatikan gerak-gerik mereka.


Orang yang memperhatikan dua sejoli itu ternyata adalah si Lia yang tidak sengaja saat itu juga berada di tempat itu.


Pemandangan yang ada di depannya itu membuat Lia sangat geram. Dikepalnya tinjunya dan dipukulkannya ke meja, tapi tidak sampai kedengaran oleh Syahril dan Rara.


"Aku harus mengikuti mereka, kemanapun mereka pergi. Ini tidak boleh dibiarkan, sudah kelewatan", batin Lia sembari meneguk minuman di depannya


"Sebaiknya aku telfon tante Rini, tapi akh.....nanti dulu ah....tante Rini kan orangnya sibuk, tidak mungkin dia mau ngurusin hal semacam ini", batin Lia kemudian. Tante Rini adalah mama Syahril.


Syahril dan Rara terlihat masih asyik dengan makanan yang ada di depan mereka. Ternyata mereka berdua jago makan, makanan sebanyak itu hampir ludes karena mereka.


Kini tersisa hanya sepiring udang lagi. Secara bersamaan mereka menarik piring udang itu. Tak ayal lagi, tawa mereka memenuhi seluruh ruangan.


"Iiiihhhh......seneng banget mereka, kampungan!!!, sampai-sampai berebutan makanan. Seharusnya kan aku yang ada di depan Syahril, dasar perempuan tidak tahu malu. Nanti kau akan lihat siapa 'Lia' sebenarnya. Aku akan kasih tahu yang sebenarnya tentang hubunganku dengan Syahril", batin Lia penuh emosi.

__ADS_1


Syahril mengambil seekor udang itu dengan tangannya dan menyodorkannya ke mulut Rara dengan sangat mesrah sembari tersenyum manja,"Ayo makan sayang, I love you so much".


Rara tersipu malu melihat tingkah dan ucapan kekasihnya dan kemudian membuka mulutnya, menerima suapan kekasihnya yang tampan itu.


"Ya Allah, belum pernah aku sebahagia ini, terimakasih telah mengirimkan Syahril untukku, aku sayang dia Ya Allah", batin Rara sembari menebarkan senyum manisnya, yang membuat jantung Syahril berdegup kencang melihat kecantikan pujaan hatinya.


"I love you too.....", ucap Rara, menimpali ucapan Syahril yang terlihat sangat serius.


"Apa? Ucapkan sekali lagi sayang, aku sangat senang mendengar ucapan itu dari mulutmu yang imut!", ucap Syahril memohon.


"I love you too...", ucap Rara sekali lagi.


Tanpa perduli dengan sekeliling, Syahril meraih tangan Rara dan memberikan sebuah ciuman mesrah di atas telapak tangan kekasih hatinya itu.


Rara tersipu malu melihat tingkah Syahril sembari melirik kiri kanan karena malu dilihat orang.


Lia yang dari tadi mengawasi keduanya menjadi sangat geram melihat tingkah tunangannya itu. Bibirnya mulai gemetaran dan meraih gelas yang ada di depannya dan menggenggamnya erat-erat dan memukul-mukulnya di meja dengan hati-hati.


Syahril menatap sekeliling, dan alangkah kagetnya dia melihat kehadiran Lia yang sedang tertunduk sendiri dengan wajah yang tampak sedang menahan emosi.


"Sejak kapan dia disitu? pasti dia marah melihat apa yang baru saja terjadi. Aku panas-panasi lagi deh!!!", batin Syahril sembari tersenyum kecil.


Rara keheranan melihat raut wajah kekasihnya itu, yang kelihatan tersenyum-senyum sendiri dan kemudian melirik ke arah pandangan Syahril tadi yang membuat kekasihnya itu tersenyum-senyum sendiri.


Ternyata yang didapati Rara adalah sosok seorang gadis cantik yang lagi terdiam sendiri. "Belum apa-apa kamu sudah mulai melirik cewek lain Ril, bagaimana aku bisa percaya padamu?!", bisik hati Rara yang belum tahu siapa Lia sebenarnya.


"Apa kamu naksir sama cewek baju merah itu Ril?, sampai-sampai setelah memandangnya...kamu tersenyum-senyum gitu", tanya Rara dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


"Jangan cemburu dulu, nanti juga kamu akan tahu siapa dia!!", sahut Syahril sembari mencubit mesrah dagu yayangnya.


"Bikin penasaran saja nih Syahril, sebelah !!!", batin Rara sembari mencibirkan bibir tipisnya, menambah kecantikannya.


__ADS_2