Kekasih Khayalan Menjadi Kenyataan

Kekasih Khayalan Menjadi Kenyataan
Pede kate


__ADS_3

Papa Rara kelihatan sedang berfikir, dia sangat penasaran dengan kejadian semalam.


Ada rasa takut di hatinya membayangkan anak gadisnya digangguin oleh maling itu.


"Semalam pintu kamar kamu terkunci kan nak?", tanya sang papa dengan wajah yang tampak cemas.


"Tidak terkunci pa, tadi mama yang buka pintu kamar Rara dari luar. Rara lupa mengunci pintunya", sahut mama Rara sembari mondar-mandir dengan menyatukan jari kedua tangannya dan menggoyang-goyangkannya.


Mereka kelihatan sangat cemas akan hal yang kemungkinan menimpa putri mereka.


"Tunggu!!!, papa cek dulu handle pintunya", ucap papa Rara yang kemudian berjalan menuju kamar putrinya, dan diikuti oleh istri dan anaknya.


Papa Rara mulai memeriksa pintu anaknya. Dia memeriksanya berulang-ulang, takutnya salah dalam mengambil tindakan atas kejadian itu.


"Bagaimana pa? Apa pintunya rusak?", tanya mama Rara dengan sangat penasaran.


"Alhamdulillah, pintunya tidak dicungkil, Rara memang lupa mengunci pintunya semalam", ucap papa Rara menjelaskan.


"Semalam Rara merasa ada yang mencium kening Rara pa, tapi Rara tidak membuka mata karena Rara ngantuk sekali pa. Rara fikir itu hanya mimpi, tapi seperti kenyataan", ucap Rara mengutarakan apa yang dia rasakan semalam.


"Ya Allah, semoga itu hanya mimpi anakku. Semoga orang itu tidak berbuat jahat pada anakku", ucap papa Rara menimpali ucapan Rara sembari menengadahkan kedua tangannya.


"Aamiin....", ucap Rara dan mamanya dengan bersamaan.


"Ingat ya sayang, setelah kejadian ini kamu jangan teledor lagi. Ingat selalu untuk menutup pintu kamarmu. Setidaknya banyak waktu yang dibutuhkan maling itu untuk masuk ke kamarmu", ucap papa Rara menasehati anaknya sembari memeluknya dan mencium ubun-ubun anaknya.


"Apa kamu baik-baik saja nak? Apa tidak ada rasa sakit diseluruh tubuhmu?", tanya mama Rara sembari melirik ke arah pintu kamar Rara.


Papa dan mama Rara masih terlihat cemas akan kejadian semalam.


"Alhamdulillah ma, tidak ada yang sakit sedikitpun", sahut Rara sembari tersenyum pada mamanya.


"Alhamdulillah nak", sambung mama Rara yang kemudian memeluk anaknya lalu mencium keningnya.


"Oh ya pa, ma... Rara siap-siap mau kerja kelompok, semalam kan Rara sudah pamit?!", ucap Rara mengingatkan orang tuanya, takutnya papa dan mamanya lupa karena memikirkan kejadian semalam.


"Hati-hati ya sayang, pulangnya jangan terlalu lama ya?!!!", sahut mama Rara dengan lembut.


"Iya ma!!!", timpal Rara yang kemudian berjalan menuju kamar mandi yang tadinya ngga sempat masuk ke kamar mandi karena kaget dengan teriakan mama.


Rara bergegas mandi dan kemudian menghabiskan nasi goreng yang telah disiapkan mamanya.


"Kelihatannya buru-buru amat sayang, koq ngga pakai baju dulu lalu sarapan", tanya mama Rara sembari mencuitkan bibirnya.


"Takut telat ma, anak pintar harus disiplin kan?", jawab Rara yang kemudian melontarkan pertanyaan yang tidak harus dijawab oleh mamanya.


Rara masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap.

__ADS_1


Dia melirik handphone nya yang ada di atas meja.


Ternyata Syahril sudah beberapa kali melakukan panggilan padanya.


Melihat riwayat panggilan Syahril, Rara langsung menelpon balik.


Kringgg


Kringgg


Kringgg


Syahril sedang berada di kamar mandi sewaktu panggilan Rara masuk.


Melihat panggilan cewek pujaannya, tanpa fikir panjang... Syahril langsung menelfon balik.


"Ra', apa kamu udah siap sayang?", tanya Syahril di balik handphone nya.


"Sedikit lagi Ril", jawab Rara setengah berbisik, takut ketahuan papa dan mamanya.


"Oke kalau begitu, aku segera kesana. Biar nanti aku nunggunya di tempat yang kamu maksud", lanjut Syahril.


"Iya Ril, ingat ya, kamu jangan sampai masuk ke lorong rumahku, takut sama tante-tante gosip", sahut Rara sembari menutup telfonnya.


Waktu menunjukkan pukul 10 pagi, Rara berjalan menuju tempat yang ia pilih untuk bertemu dengan kekasih khayalannya.


Syahril sudah sejam tadi menunggunya sembari menyalakan musik romantis di tape mobilnya.


Seseorang mengetuk kaca mobil Syahril.


Syahril yang lagi asyik mendengarkan musik dengan menyandarkan tubuhnya di kursi mobil kebesarannya, tidak menyadari kehadiran gadis pujaannya.


"Ril !!!", ucap Rara sangat lembut.


Seketika Syahril mengangkat tubuhnya dan berbalik ke arah suara gadis yang sangat lembut itu. Hatinya seketika berbunga-bunga melihat kehadiran cewek pujaannya itu.


Syahril segera turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Rara.


"Silahkan sayang!!! Maaf tadi keasyikan dengar musiknya!", ucap Syahril sembari meminta maaf.


Rara hanya tersenyum geli mendengar ucapan Syahril.


Kali ini Syahril membawa Rara dengan mobil Alphard nya.


"Ya Allah, mimpi apa aku dipertemukan dengan cowok sekaya ini", batin Rara.


Syahril menjalankan mobilnya agak kencang. Iya ingin segera sampai pada tujuannya.

__ADS_1


Berselang 30 menit kemudian, mereka tiba di sebuah pantai yang begitu indah.


Syahril memarkirkan mobilnya agak jauh dari mobil-mobil lain.


Syahril segera membukakan pintu mobil dan mengajak Rara turun dari mobilnya.


Mereka berjalan beriringan.


"Kita duduk di bawah pohon itu yuk?!!", ajak Syahril sembari menunjuk ke arah pohon kelapa yang tidak jauh dari mereka.


Di bawah pohon kelapa yang tak berbuah itu terdapat dua buah kursi dan sebuah meja.


Rara mengangguk dan kemudian berjalan mengikuti Syahril yang berjalan mendahuluinya.


"Silahkan duduk tuan putri!", ucap Syahril dengan rayuan mautnya.


"Tunggu sebentar ya, aku pesan jus dulu. Kamu mau minum apa?", ucap Syahril dan kemudian bertanya pada gadis pujaannya.


"Jus alpokat aja Ril, jangan lupa air putihnya juga ya?!!", sahut Rara.


"Baik cantik!", jawab Syahril dan kemudian berlalu dari pandangan Rara.


Sesaat kemudian Syahril datang dengan membawa dua gelas jus di tangannya.


"Silahkan sayang!!!", ucap Syahril sedikit melucu.


Syahril kemudian menarik kursi di hadapannya lalu duduk pelan-pelan.


"Ra', aku ingin mengatakan sesuatu yang penting sama kamu", ucap Syahril dengan serius.


"Ada apa Ril? Koq sepertinya serius amat?!", jawab Rara yang kemudian melontarkan pertanyaan pada Syahril.


"Gini Ra', aa'....aaaku sangat sayang sama kamu....aku mencintaimu", jawab Syahril dengan terbata-bata.


"Maukah kau jadi pacarku?", tanya Syahril dengan menatap wajah Rara dan kemudian tertunduk menunggu jawaban.


"Apa kamu serius Ril? Saya ini hanya seorang gadis miskin yang hidupnya serba kekurangan. Aku takut kamu kecewa nantinya", ucap Rara balik bertanya.


"Saya tidak pernah mempermasalahkan status keluargamu Ra. Aku tahu bagaimana kehidupanmu, tapi bukan itu yang menjadi penghalang", jawab Syahril dengan wajah yang sangat serius.


Rara terdiam dan kemudian menatap tajam mata Syahril.


"Terus terang Ril, aku masih tidak percaya kalau cowok setampan dan sekeren kamu, naksir sama gadis seperti aku", tangkis Rara menguji keseriusan Syahril.


"Harta dan jabatan bukan jadi penghalang cintaku padamu Ra' ", sahut Syahril serius.


"Aa...pa aku bisa menunda jawabannya?", tanya Rara.

__ADS_1


"Baiklah Ra', aku tunggu jawabanmu besok", tangkis Syahril selanjutnya.


__ADS_2