Kekasih Khayalan Menjadi Kenyataan

Kekasih Khayalan Menjadi Kenyataan
Jawaban yang telah lama ditunggu


__ADS_3

"Ril !!! bangun Ril !!!, sudah jam 12 siang nih, bangun!!! Ayoo bangun!!!", desak Rara sembari menggelitik tangan Syahril.


Syahril pura-pura tidak menyadari teriakan Rara. Syahril membuka sedikit matanya yang tidak ketahuan oleh Rara.


"Duuh ini orang tidur atau orang pingsan? sudah diteriaki, digelitik, masih saja tidak mempan", gumam Rara sembari memandangi Syahril yang kelihatan masih terpulas.


"Baiklah, hari ini aku tidak akan memberi jawaban pada seseorang yang telah lama menunggu jawaban itu!", ucap Rara sembari melirik Syahril yang kelihatan masih asyik dengan dengkurannya.


Mendengar ucapan Rara, seketika Syahril terbangun dari tidurnya dan segera berlari ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya


Syahril membasuh wajahnya sembari menatap wajahnya di cermin, "Semoga Rara menerimaku, kalau dilihat wajahku kan cakep, masak sih Rara menolakku?!! Akh...tapi jangan terlalu berharap dulu, nanti kamu kecewa Ril, bukan hanya ketampanan yang menjadi pilihannya kan, bisa jadi ada sebab lain yang membuat Rara menolakmu", batin Syahril yang seketika tertunduk lesu.


Syahril keluar dari kamar mandi dan mendekati Rara, "Hai yayangku! Apa kabar hari ini? Apa kamu sudah mendingan?", tanya Syahril sembari menatap mesrah gadis pujaannya yang telah duduk dan memeluk kedua lututnya.


"Alhamdulillah Ril, aku sudah segar sekarang. Apa kita bisa pulang sekarang?", jawab Rara sembari melontarkan pertanyaan balik ke Syahril.


"Menurut aku sih, kamu udah bisa pulang....tapi menurut dokter belum tentu sayang. Ntar aku tanyakan dulu, tapi sebelumnya aku mau minta jawaban dari gadis cantik impianku", lanjut Syahril sembari menatap mesrah wajah Rara dan memegang ujung jari kanan pujaan hatinya.


Rara tertunduk sembari melirik Syahril dan kelihatan tersipu malu, "Ril, kamu yakin serius mau jadian sama aku yang miskin ini? umpamakan kamu ada di atas langit, aku di perut bumi, kita sangat berbeda Ril. Aku takut kamu hanya ingin mempermainkan aku", ucap Rara dengan serius sembari menatap wajah Syahril.


"Ra', apa belum cukup bukti yang kamu lihat di depan matamu? apa kamu masih ingin bukti lain? kita langsung nikah!", jawab Syahril serius sembari menggenggam erat tangan Rara.


"Akh...segitunya Ril, masak harus nikah....iiihh kamu....", sahut Rara yang kemudian mencubit mesrah bahu Syahril sembari menebarkan senyum manisnya, yang membuat Syahril semakin degdegan.


"Masya Allah, kamu cantik banget Ra', belum cuci muka tapi wajahmu tetap cantik, moga kamu tidak menolakku sayang", batin Syahril sembari menatap wajah Rara tanpa berkedip.


"Baiklah Ril, kali ini aku akan menjawab dengan serius. Sebenarnya aku juga sangat sayang sama kamu. Memang sih awal bertemu, aku sangat benci sama kamu. Menurutku kamu itu orang yang sombong, mentang-mentang kaya", ucap Rara dan kemudian berhenti sejenak.


"Lanjut Ra', jangan berhenti dulu, aku mau tahu isi hatimu yang", ucap Syahril tidak sabaran.


Rara menyunggingkan senyuman dan kemudian melanjutkan ucapannya, "Tapi sekarang aku tahu yang sebenarnya tentang kamu. Kamu orang baik Ril, terbaik dari yang pernah aku kenal. Aku terima cinta kamu Ril, I love you too", lanjut Rara sembari tersipu malu.


Mendengar ucapan Rara, seketika Syahril berdiri dari duduknya dan berseru, "Alhamdulillah ya Allah, dia terima cintaku....Rara!!! I love you sayang, aku akan menjagamu selamanya!!!!", seru Syahril dengan suara yang menggelegar, membuat orang-orang yang lewat di depan kamar menengok ke arah mereka sembari tertawa melihat tingkah Syahril.


"Duuhh segitunya anak muda sekarang!!!", ucap seorang ibu yang baru saja lewat di depan kamar Rara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ril, stttt....didengar orang tuh, kan malu", ucap Rara sembari menempelkan jari telunjuk kanannya di bibirnya dan kemudian tertawa cekikikan.

__ADS_1


Syahril kemudian bersujud di lantai memperlihatkan rasa syukurnya karena Rara telah menerimanya.


Rara tidak bisa membendung tawanya, dia keheranan melihat tingkah Syahril.


"Sudah Ril, bangun akh...dilihat orang tuh, apa ngga malu kamu?", pinta Rara yang kemudian bertanya pada kekasihnya.


Syahril berdiri dan menatap Rara, "Malu? untuk apa aku malu, sekarang aku adalah orang yang paling bahagia di dunia. Gadis impianku telah aku dapatkan", ucap Syahril dengan wajah yang sangat serius.


"Lebayyy!!!", gumam Rara tapi tidak sampai kedengaran oleh Syahril.


"Jadi sekarang kita sudah jadian kan sayang?", tanya Syahril yang kemudian memegang kedua tangan Rara dengan kedua tangannya.


Rara tersenyum dan mengangguk mendengar pertanyaan Syahril.


Sesaat mereka berdua tertawa cekikikan melepas kebahagiaan mereka.


"Oh ya Ril, kamu tanya suster dulu, apa aku sudah bisa pulang sekarang? aku sudah bosan di kamar ini", pinta Rara yang kemudian turun dari tempat tidurnya.


"Tunggu!!! jangan turun dulu sayang, tunggu aku tanya perawatnya dulu!", cegah Syahril snari berjalan menuju kamar perawat.


"Misi sus, apa adik saya atas nama Rara udah bisa keluar hari ini?", tanya Syahril pada salah seorang perawat yang terlihat sangat serius menatap laptop di depannya.


"Baik sus!!!", sahut Syahril yang kemudian mengikuti arahan perawat itu untuk duduk dulu. Dia memilih duduk agak jauh dari perawat itu.


Sesaat kemudian perawat itu memanggil Syahril, "Keluarga Rara!!!".


"Iya sus!!!", sahut Syahril sembari berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ke depan perawat itu.


"Rara sudah bisa pulang hari ini, tapi di rumah masih harus banyak istirahat", ucap perawat itu menjelaskan.


"Oh iya sus, makasih banyak atas bantuannya", sahut Syahril yang kedengaran sangat senang mendengar ucapan perawat tadi.


"Bagaimana dengan administrasinya sus? diselesaikan disini atau dimana?", tanya Syahril.


"Sebentar ya, aku totalkan dulu semuanya. Silahkan duduk kembali!", ucap perawat itu.


"Baik sus, terimakasih", sahut Syahril yang kemudian berjalan ke tempat duduknya tadi.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian....


"Keluarga Rara!", seru sang perawat.


"Iya sus!!!", sahut Syahril sembari berjalan mendekati perawat itu.


"Begini de', total semuanya adalah Rp. 4.150.000,-", ucap perawat itu.


"Oh iya sus, bisa tidak pakai gesek?", tanya Syahril kemudian.


"Maaf pak, yang kami terima uang cash", sahut perawat itu kemudian.


"Oh iya sus, aku cari ATM dulu, permisi", ucap Syahril sembari pamit pada sang perawat.


Perawat itu hanya mengangguk dan tersenyum.


Sesaat kemudian Syahril datang dengan membawa sebuah kantongan hitam yang berisi uang tunai sebanyak Rp. 6.000.000,-.


Syahril mengeluarkan lembaran senilai Rp. 4.150.000,- dan menyodorkannya ke perawat itu.


Setelah urusannya selesai, Syahril langsung menuju kamar Rara.


"Rara!!! Kamu dimana? Ra'?!!!", seru Syahril sembari memutar kepalanya mengelilingi ruangan yang terdapat hanya sebuah tempat tidur, televisi, sofa dan sebuah kulkas.


Tapi Syahril tidak menemukan Rara.


Buukkkk!!!!


Rara muncul tiba-tiba dari arah belakang Syahril dan menepuk bahu Syahril dengan agak keras.


"Aduuuh.....sakit Ra'!!!, kamu kemana aja tadi?", seru Syahril bergurau sembari melontarkan pertanyaan pada kekasihnya.


"Aku sembunyi di samping sofa, masa' sih kamu ngga' lihat?", sahut Rara sembari tertawa cekikikan.


Mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak melepaskan rasa lucu yang ada di hati mereka.


****

__ADS_1


Terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca hasil karyaku, semoga kalian suka. Jangan lupa dukungannya ya....🙏🙏🙏


__ADS_2