Kekasih Khayalan Menjadi Kenyataan

Kekasih Khayalan Menjadi Kenyataan
Jatuh ke Laut


__ADS_3

"Aku betul-betul sayang sama kamu Ra', sejak pandangan pertama aku sudah menaruh hati padamu", ucap Syahril yang kemudian menatap wajah Rara dengan sangat mendalam.


"Kamu bergurau kan Ril, bukannya waktu itu kamu sangat marah padaku?", jawab Rara mengingatkan.


"Di luarnya memang marah, sebelum aku lihat wajah kamu, tapi setelah aku melihat wajahmu tiba-tiba saja perasaan itu muncul, entah kenapa?!", ucap Syahril menjelaskan.


"Apa karena aku cantik di matamu?", timpal Rara sembari tersenyum melirik Syahril yang juga meliriknya dan memainkan alisnya naik turun sembari tersenyum.


"Kalau difikir-fikir sih, kita berdua banyak kesamaan, satunya cantik....satunya ganteng, sama-sama kulit putih, sama-sama pandai, sana-sama ngga mau kalah, sama-sama.....apa lagi yah?


"Sama-sama senang jalan, tapi ada bedanya juga Ril !!!", ucap Rara yang kemudian berdiri dan berjalan perlahan.


"Apa itu Ra'?", tanya Syahril kemudian.


"Hmmm....kamu kaya aku miskin, kamu cerewet aku pendiam", jawab Rara sembari tersenyum dan mencibirkan bibirnya yang merah dan tipis.


Rara kemudian berjalan meninggalkan Syahril yang kelihatan sedang asyik dengan pasir ditangannya.


"Kalau perbedaan itu sih ngga masalah, kita kan bisa saling melengkapi", sahut Syahril tanpa berbalik ke arah Rara.


Melihat tingkah Syahril, Rara kemudian mengatur siasat untuk ngeprank Syahril dengan bersembunyi di balik batu besar yang tidak jauh dari tempat Syahril.


Menyadari tidak ada suara-suara, Syahril pun berbalik ke arah tempat Rara tadi berdiri.


"Ehh....Rara!! Kamu dimana?", ucap Syahril sembari berdiri dari duduknya dan memutar badannya mengelilingi pantai mencari keberadaan Rara.


"Rara kemana? Jangan-jangan dia turun ke laut dan....., akh tidak...tidak mungkin, aku harus cari dia", batin Syahril sembari menatap ke laut lepas.


"Rara!!! Rara!!!", teriak Syahril dengan wajah kusutnya.


Syahril berjalan ke arah dimana Rara tadi berdiri. Sesaat kemudian dia menatap batu besar di dekatnya.


Dia berjalan ke arah batu itu.


Rara yang menyadari kedatangan Syahril segera mempersiapkan diri untuk mengangetkan cowok topan ini.


"Rara!!! Ra'!!, kamu disitu? jangan sembunyi dong, aku jadi panik nih!!!", ucap Syahril dengan suara gemetar.


"Eng ing eng!!!", Rara muncul tiba-tiba di hadapan Syahril dengan tertawa cekikikan.


"Astagfirullah, Ra'!! Jangan main-main gitu akh, aku jadi panik nih, aku takut kehilangan kamu", rayu Syahril dengan pura-pura marah.


"Gitu aja marah, katanya sayang....salah dikit udah marah", ucap Rara cemberut.


Sesaat kemudian Syahril tertawa terbahak-bahak sembari menunjuk Rara. Tingkah Syahril membuat Rara bingung tapi kemudian Rara ikutan tertawa karena dia sudah tahu maksud Syahril.

__ADS_1


Awas kamu Ra'!!!, aku kejar kamu sampai ke ujung dunia!", seru Syahril yang kemudian berlari pelan mengejar Rara.


Rara berlari menyusuri pantai dan diikuti oleh Syahril.


Dari jauh Rara melihat dermaga. Setelah sampai di depan dermaga, dia pun berbelok masuk ke dalam dermaga.


Syahril masih tertinggal di belakang.


Setelah sampai di ujung dermaga, Rara pun berhenti dan menoleh ke belakang.


Syahril menghentikan langkahnya. Diapun menghampiri Rara.


Syahril merangkulnya dari belakang. Rara yang menyadari rangkulan itu kemudian terlihat sangat kaget sembari bergumam, "Ril, jangan gitu akh, nanti dilihat orang....malu, nanti kita diusir oleh penjaga pantai ini", ucap Rara mengingatkan.


Mendengar ucapan Rara, Syahril kemudian melepaskan rangkulannya.


"Maaf ya sayang, aku sangat sayang padamu....jadi tidak menyadari sikapku yang mungkin berlebihan", jawab Syahril.


Rara hanya tersenyum menatap Syahril mendengar ucapannya.


"Ril, kalau misalnya besok aku menolakmu, apakah kamu akan memusuhiku?", tanya Rara serius.


"Aku berharap kamu mau menerimaku Ra', kalau misal kamu menolakku, aku pasti akan frustasi dan akan mengurung diri di kamar selama berhari-hari tapi aku tidak akan memusuhi gadis yang sangat kusayang", jawab Syahril serius.


"Tapi Ril, kamu tahu kan aku orang miskin, sedangkan kamu....kamu punya segalanya", timpal Rara yang kemudian menatap Syahril dengan wajah kecut.


Mendengar jawaban Syahril, diapun mengulurkan tangan kanannya menggapai tangan Syahril.


Syahril menerima uluran tangan Rara dengan tangan kirinya. dan kemudian kedua insan ini menatap ke laut lepas. Ombak saat ini kelihatan sangat tenang.


"Ril, semoga besok aku tidak mengecewakanmu!!!, ucap Rara yang tetap memandang ke arah laut.


"Aamiin, aku bersumpah di atas laut ini, aku akan menyayangimu dan menjagamu selamanya sayang", ucap Syahril yang kemudian menatap wajah cantik Rara.


Mendengar sumpah Syahril, Rara tersenyum dan berkata, "Hati-hati mengucap sumpah Ril, jika itu bukan dari lubuk hatimu yang paling dalam".


"Aku tidak mengada-ada Ra', aku serius dengan ucapanku", jawab Syahril.


"Kalau begitu....kejar aku!!!", seru Rara yang kemudian berbalik dan berlari menyusuri dermaga kecil yang terbuat dari kayu.


Syahril pun berlari mengikutinya dari belakang.


Bukkk....


Tiba-tiba kaki Rara terpeleset dan jatuh ke laut.

__ADS_1


Melihat kejadian itu, Syahril menjadi panik dan tanpa berfikir panjang diapun melompat ke laut untuk menolong Rara.


"Rara!!!", teriak Syahril kemudian.


Bukkk....


Syahril menyelam mencari keberadaan Rara.


"Ra', kamu dimana sayang? Jangan tinggalkan aku!", batin Syahril sambil sesekali mengeluarkan kepalanya dari laut untuk menghirup oksigen.


Dia pun menenggelamkan kepalanya dan segera melanjutkan pencariannya.


Tidak lama kemudian dia pun mendapati Rara yang sudah tidak sadarkan diri.


Tanpa fikir panjang, dia segera memeluk Rara dan menyelam ke arah bibir pantai.


"Bertahan Ra', bertahan sayang....aku akan membawamu ke rumah sakit termahal di kota ini!", ucap Syahril setengah berbisik.


Setibanya di pinggir pantai, dia kemudian menggendong Rara dan berlari menuju parkiran.


Semua mata menatap Syahril yang sedang berlari dengan menggendong seseorang.


Tetangga - tetangga Rara sudah tidak kelihatan batang hidungnya.


Syahril membuka pintu mobilnya dan membawa Rara ke rumah sakit internasional yang jaraknya lumayan jauh dari tempat itu.


"Ra', bertahan sayang...kamu pasti selamat!", ucap Syahril.


Mereka pun tiba. Syahril segera membawa Rara ke UGD. Rara kemudian dibawa masuk oleh para perawat.


Setelah ditangani oleh dokter dan para perawat, akhirnya Rara siuman, "Ril, kamu dimana?", gumam Rara dengan suaranya yang sangat lemah.


Setelah diizinkan masuk, Syahril segera masuk dan memegang tangan gadis pujaannya.


"Ril, aku takut papa dan mama marah kalau sampai mereka tahu kejadian ini", ucap Rara.


"Jangan fikirkan itu sayang, aku yang akan menjelaskan semuanya", sahut Syahril sembari membelai rambut Rara.


"Tapi tadi aku izin kerja kelompok, kalau mereka tahu pasti aku tidak akan pernah mendapat izin lagi", tangkis Rara yang masih sangat lemah.


"Sekarang jam berapa Ril?", tanya Rara kemudian.


Syahril melirik arlojinya, "12.30", jawabnya.


"Semoga ntar sore aku sudah agak mendingan Ril, supaya kita tidak dicurigai papa dan mama", ucap Rara.

__ADS_1


Syahril hanya mengangguk.


__ADS_2