Kekasih Khayalan Menjadi Kenyataan

Kekasih Khayalan Menjadi Kenyataan
Saatnya Pulang


__ADS_3

"Bagaimana Ril?, apa aku sudah bisa pulang sekarang? aku bosan di kamar ini", tanya Rara sembari mencibirkan bibir tipisnya.


Syahril menggelengkan kepalanya sembari tertunduk lesu dan melirik wajah Rara yang kelihatan lesu setelah melihat gelengan kepala Syahril.


"Prank!!! Sekarang juga kamu bisa pulang my sweety", seru Syahril sembari berlari kecil ke arah Rara dan mengangkat kekasihnya sembari memutarkan badannya.


Mereka berdua terlihat sangat bahagia, tanpa mereka sadari sesuatu yang buruk akan menimpa mereka.


"Turunkan aku Ril !!! Aku takut jatuh, tolonggg!!!", pinta Rara yang masih berada dalam gendongan Syahril sembari memukul-mukul mesrah punggung kekasihnya.


"Sttt....jangan minta tolong Ra', nanti didengar orang, bisa-bisa aku dituduh mau nyulik kamu", ucap Syahril dengan tertawa kecil.


"Oke...oke aku turunkan, huuupppp!!!", ucap Syahril kemudian.


Syahril menarik tangan Rara menuju tempat dimana Rara berbaring tadi kemudian mengangkat Rara ke atas tempat tidur dan menyuruhnya untuk duduk dengan tenang.


"Ra' sayang, sekarang kan kita sudah resmi jadian, sekarang aku pangeranmu...sedangkan kamu permaisuriku. Bolehkan aku mengecup kening mu sayang?", ucap Syahril dengan menatap lurus ke mata indah kekasihnya.


Rara hanya mengangguk.


Seketika Syahril mendaratkan bibirnya di atas kening Rara.


"Hmmm....permisi !!!", sapa seorang perawat dari arah pintu.


Syahril yang mendengar suara dari arah pintu itu, seketika terhenyak dan berbalik ke arah suara itu.


Wajah keduanya merona merah karena malu dilihat oleh perawat itu.


"Ii'...iya sus!", sahut Syahril terbata-bata.


"Hari ini pasien atas nama Rara sudah bisa pulang, tolong istirahat dulu ya sesampai di rumah. Jangan banyak gerak dulu, terimakasih", lanjut perawat itu sembari berbalik meninggalkan mereka berdua.


"Kamu sih Ril, malu kan jadinya....dilihat perawat", ucap Rara sembari mencibirkan bibirnya.


Syahril tersenyum memandangi pujaan hatinya yang kemudian mencubit mesrah hidung mancung kekasihnya, "Iiiihhh gemmesss....cantik banget gadis ini", rayu Syahril dengan memandang mesrah pada wajah cantik Rara.

__ADS_1


"Iiiihhh gombal....kamu hanya merayuku kan Ril, aku pasti tidak secantik ucapanmu", ucap Rara dengan mencibirkan bibirnya.


"Tidak ada satupun wanita yang mengalahkan kecantikanmu di muka bumi ini", rayu Syahril dengan mencubit mesrah dagu kekasihnya.


Rara tersipu malu melihat tingkah Syahril. Dia merasa sangat bahagia saat itu, bisa berduaan dengan kekasih khayalan yang selama ini dia impi-impikan.


"Ril, kalau misalnya aku tidak cantik, apa kamu bisa naksir sama aku?", tanya Rara sembari menggoyang-goyangkan kedua kakinya yang bergelantungan di atas tempat tidur.


"Hmmm....aku harus jawab apa ya? pastinya aku belum tentu naksir sama dia jika dia tidak cantik", batin Syahril.


"Begini sayangku, kita berdua sudah ditakdirkan jatuh cinta dan masalah wajah itu bukanlah penghalang untuk cinta kita", ucap Syahril setelah lama berfikir.


"Tapi aku yakin kamu tidak akan naksir sama aku kalau wajahku jelek", tangkis Rara sembari menatap tajam wajah kekasihnya.


"Ra', cinta itu muncul dari dalam hati...apapun adanya seseorang jika cinta sudah menggoda maka kecantikan bukanlah hal yang utama. Di luar sana banyak wanita cantik, tapi aku hanya sayang sama gadis yang satu ini", ucap Syahril sembari mengangkat Rara dari duduknya dan berdiri berhadapan.


"Udah yuk!!! kita beres-beres! Kamu kan sudah bosan di kamar ini sayang", ucap Syahril kemudian.


Rara mengangguk mendengar ucapan Syahril.


"Oke kita pulang, selamat tinggal kamar cantik yang punya kenangan indah untukku dan gadisku, sampai jumpa lagi, kenanganmu tak akan aku lupakan", ucap Syahril sesaat setelah mereka sudah siap akan meninggalkan kamar itu.


"Tega ku Ril !!!, berarti kamu mendo'akan aku masuk kamar ini lagi,baku ngga' mau Ril, aku mau sehat", tangkis Rara sembari mencibirkan bibir mungilnya.


"Bukan, bukan begitu maksudku sayang, maksudku...kamar ini menyimpan kenangan terindah dalam hidupku, aku tidak akan pernah melupakannya", sahut Syahril tersenyum tipis.


"Iiiihhh...kamu Ril, makanya kalau ngomong jangan asal", ucap Rara yang kemudian mukul-mukul dengan mesrah dada kekasihnya dengan kedua tangannya.


Seketika Syahril melayangkan kecupannya kembali di kening Rara.


Rara hanya tersipu malu. Kemudian mereka berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit itu dengan bergandengan tangan, seakan dunia milik mereka berdua.


"Masih jauh parkirannya Ril?, kaki ku sudah pegal ini", tanya Rara sembari berjalan sempoyongan.


"Dikit lagi sayang, mau aku gendong?", jawab Syahril yang kemudian menawarkan jasa pada kekasihnya.

__ADS_1


"Ngga' usah Ril, malu dilihat orang", sahut Rara yang kemudian menyempatkan diri duduk di sebuah kursi besi yang ada di dekatnya.


"Baiklah, kita istirahat dulu, aku cari minum dulu ya sayang?!", ucap Syahril kemudian.


"Ngga' usah Ril, kamu duduk disini aja", cegah Rara sembari menarik tangan Syahril.


Syahril mengikuti keinginan Rara yang kemudian duduk mesrah di samping kekasihnya.


"Aku beruntung mendapatkan kamu Ril, kamu tampan, perhatian dan baik hati", rayu Rara sembari tersenyum ke arah kekasihnya.


Syahril yang sedari tadi asyik memandangi bunga anggrek di batang pohon yang ada di depannya, seketika terbatuk mendengar kalimat rayuan yang baru saja Rara ucapkan, "Ternyata gadisku juga pandai merayu ya, aku baru tahu keahliannya sekarang", ucap Syahril sembari tertawa cekikikan.


Rara yang tersipu malu seketika menggelitik pinggang Syahril yang membuat kekasihnya tertawa geli.


"Yuk Ril kita jalan!!! sepertinya capekku sudah hilang sekarang. Pokoknya aku mau lampiaskan hari-hariku di rumah sakit dengan memakan makanan yang paling enak", ajak Rara sembari menggandeng tangan kekasih hatinya.


"Siap bosku, apapun yang bosku minta akan aku laksanakan", sahut Syahril dengan lagaknya yang sangat lucu, seperti badut sedang berjalan.


Rara hanya tersenyum melihat tingkah kekasihnya yang sangat konyol.


Suasana di rumah sakit itu sangat sunyi, tidak ada satupun orang yang terlihat di perjalanan mereka menuju parkiran.


"Tuh mobil kita sayang, kita udah sampai sekarang!!! silahkan tuan putri duluan, pangeran akan mengawal tuan putri yang sangat cantik", ucap Syahril sembari menunjuk ke arah mobilnya yang berjarak hanya sekitar sepuluh meter dari mereka.


"Iya terimakasih pangeran tampan, aku akan mengikuti perintah pangeran tampan!", sahut Rara ikutan melucu.


Mendengar jawaban Rara, Syahril tertawa cekikikan.


Syahril kemudian membukakan pintu untuk Rara, "Silahkan sayangku, I love you so much!", ucap Syahril dengan senyuman tipis di bibirnya.


"I love you too...", sahut Rara.


"Seperti dalam mimpi saja kejadian yang aku alami ini, bahagia banget punya kamu Ril. Aku merasa akulah wanita paling beruntung setelah bertemu denganmu", batin Rara sembari melirik ke arah Syahril yang sedang mengemudikan mobilnya dengan hati-hati.


Mobil Fortuner itu pun meninggalkan rumah sakit tempat Rara dirawat semalam. Mobil melaju dengan lambat.

__ADS_1


****


__ADS_2