Kekasih Sementara Sang Duke

Kekasih Sementara Sang Duke
#24 Menguak Misteri (Penyihir Hitam Gwinia)


__ADS_3

Setelah kejadian penculikan tersebut Yanneta terkurung di dalam mansion Soveil. Lionel tidak mengizinkan dirinya sama sekali melangkahkan kaki keluar dari rumahnya.


Lionel sendiri hari-hari ini disibukkan dengan pekerjaan di istana.


Peristiwa penculikan tersebut seperti tidak pernah terjadi. Pihak Putri Gwinia diam, menara Zonix tidak bereaksi, dan sikap Duke Soveil juga bungkam.


Seperti ada bom waktu yang siap meledak kapanpun.


Yanneta perlu untuk berbagi dugaannya dengan orang yang tepat. Maka dari itu hari ini dia berada di rumah sihir Dyos Tatiha. Letaknya masih di dalam teritorial Soveil, namun jalan menuju kesana sedikit terjal. Ada jalan setapak menuju ke bagian belakang mansion yang ternyata merupakan hutan lindung milik Soveil.


Dia datang sendiri. Hari ini adalah hari ketiganya di mansion Soveil. Sekilas dia sudah menghapal semua tempat di mansion.


"Apa yang membawa Lady jauh-jauh kesini?"


Sambutan Dyos sederhana. Ini adalah kali keduanya dia bertemu dengan Yanneta. Pertemuan pertamanya adalah setelah Yanneta sadarkan diri. Dia hanya menanyakan beberapa pertanyaan singkat.


"Saya ingin menyampaikan beberapa hal kepada Tuan Tatiha."


Suara Yanneta terdengar tenang. Padahal saat ini dia sedang berpikir bagaimana caranya menyampaikan isi pikirannya tanpa mengatakan jika dia tahu tentang kutukan Hell.


"Oh silahkan Lady." Dyos menegakkan punggungnya.


"Apakah Duke tahu atas kunjungan ini?" Tanyanya.


"Tidak." Yanneta jujur.


"Duke bisa menjadi gila bila menemukan anda disini." Sindir Dyos.


"Saya tidak akan lama."


"Ya silahkan." Dyos Acuh.


Sebelum membuka mulutnya Yanneta menghirup oksigen dalam-dalam kemudian menghebuskannya perlahan.


"Saat Duke pergi peninjauan wilayah perbatasan saya beberapa kali mengunjungi perpustakaan Soveil. Atas izin Duke saya bisa membaca buku apapun yang saya inginkan."


Jeda sejanak.


"Saya membaca buku tentang Ilmu Sihir Hitam."


"Selera Lady sangat mengejutkan." Celetuk Dyos.

__ADS_1


"Karena ada yang ingin saya selidiki."


"Perlu anda tahu jika sihir hitam di Zagc sangat terlarang. Jika ada yang tahu anda mempelajari hal-hal seperti itu nyawa anda tidak akan selamat. Bahkan saya ragu Duke bisa menyelematkan anda."


"Tidak. Saya hanya ingin mencari tahu sedikit."


"Tentang apa?"


Tatapan mereka bertemu.


"Saat saya sadar anda hanya bertanya pertanyaan yang mendasar. Seperti ada yang anda tutupi. Saya tahu itu. Saya tidak hanya meminum racun tapi saya juga terkena sihir bukan? Saya tidak sengaja mendengar percakapan anda dengan Duke."


Bola mata Dyos bergetar. Orang yang sejak awal terlihat tenang kini terguncang.


"Saya tahu siapa orang itu." Kata-kata Yanneta terus menusuk.


"Gwinia Zagc." Lanjutnya.


Kini ketenangan Dyos hancur berkeping-keping dihadapan Yanneta.


"Bagaimana anda..."


"Saya sudah banyak mencari tahu Tuan Penyihir." Yanneta menyerobot.


"Di perpustakan Soveil saya juga mencari tahu tentang silsilah keluarga kaisar. Ibu Putri Gwinia, Daisy Jonge adalah keturunan penyihir hitam. Tidak diragukan lagi jika Putri saat ini bisa merapal mantra hitam."


"Putri bahkan mempersembahkan korban jiwa, yaitu para pelayannya. Baru-baru ini Kepala Biro Penyelidikan, Count Frederik sedang menyelidiki kasus misterius meninggalnya para pelayan di istana Putri Gwinia. Bukankah waktunya pas, sihir hitam berbeda dengan sihir murni yang legal di Zagc. Sihir hitam butuh persembahan, yaitu kehidupan. Jiwa orang yang masih hidup adalah makanan bagi sihir hitam."


"Saat saya menghadiri pesta teh Putri, kami diajak ke Taman Eden, ksatria Zonix seolah sedang menunggu kehadiran kami. Saya diculik dan akan dibunuh. Bukankah saya akan menjadi korban selanjutnya? Sepertinya Putri mendapat dukungan dari menara Zonix. Jadi Tuan Penyihir, bagaimana pendapat anda?" Penjelasan Yanneta panjang dan lebar. Ditutup dengan pertanyaan yang dilemparkan pada Dyos yang wajahnya telah menjadi rumit.


"Saya takut jika sihir hitam bangkit lagi di Zagc. Bukankah anda setuju?" Yanneta kembali melemparkan pertanyaan dengam sedikit senyum di bibirnya.


Dyos tertohok hingga tak mampu berkata-kata. Dia memang sudah curiga pada Putri Gwinia. Dia tidak begitu bereaksi karena dia tidak mungkin mencurigai putri Kaisar Zagc yang agung.


Lagipula untuk apa dia belajar sihir hitam. Putri adalah orang yang sangat disayangi kaisar. Meskipun tidak lahir dari seorang permaisuri, Putri Gwinia dianggap sebagai anak sah kasiar. Dialah satu-satunya Putri Agung di Zagc. Kedudukannya persis di bawah Putra Mahkota Verdian Zagc.


"Untuk apa Putri Gwinia sampai melakukan hal seperti ini?"


"Entahlah. Saya juga tidak tahu. Tapi Putri Gwinia sejak lama telah menyukai Duke."


"Apakah anda resah Duke direbut oleh Putri?"

__ADS_1


Mata Yanneta melotot. Bukan itu yang dia maksud. Dia ingin memberi petunjuk pada Dyos bahwa mungkin saja Gwinia yang merapal mantra Hell pada Lionel. Itu artinya dia sedang mengincar Lionel. Dia tidak tahu pasti apa yang Gwinia inginkan dari Lionel. Yang pasti Yanneta yakin jika Gwinia bisa merapal kutukan Hell. Dia ingin lebih mencari tahu tentang ini.


Sayang maksud Yanneta tidak tersampaikan pada Dyos.


"Tentu tidak. Tapi jika sihir hitam ini dia gunakan untuk menyakiti Lionel saya tidak akan tinggal diam."


Tiba-tiba Yanneta teringat isi cerita Red Rose Tragedy. Gwinia Zagc tidak terlalu digambarkan karena fokus cerita adalah cinta segitiga Lionel, Rose, dan Verdian. Ketika ditolak oleh Lionel dia menghilang begitu saja. Namanya tidak lagi muncul setelah Lionel dan Rose bersama.


"Ada yang salah, pasti ada yang salah. Ceritanya bahkan belum mulai tapi sudah terjadi banyak peristiwa aneh. Dibagian mana yang salah?" Gumam Yanneta dalam hati.


"Lady tenang saja, saya tidak akan membiarkan itu." Jawab Dyos.


"Tapi Lady.." Kata-kata Dyos berhenti.


"Bisakah anda merahasiakan apa yang Lady tahu?"


"Ya?"


"Kita tidak boleh gegabah. Kurangnya bukti akan menjadi senjata makan tuan. Jika kita melemparkan fakta ini begitu saja tanpa bukti valid mungkin kita bisa dianggap menuduh."


"Ah benar." Yanneta setuju.


Para pengikut Putri Gwinia sangat banyak. Jika salah langkah bisa jadi dia yang akan menjadi mangsa.


Dulu kala Zagc adalah kota sihir. Karena eksistensi sihir murni dan sihir hitam tidak seimbang, kota menjadi kacau. Penyihir hitam yang mendominasi mulai serakah dan ingin menguasai menara sihir Zonix. Mereka membantai semua penyihir murni dengan sadis.


Karena sepenuhnya dikuasai oleh iblis hitam, para penyihir kehilangan jiwa kemanusiaannya.


Para penyihir murni yang selamat melarikan diri ke Soveil dan meminta suaka. Atas bantuan Soveil, menara Zonix bisa direbut kembali oleh penyihir murni. Seluruh kota disucikan dan para penyihir hitam dihukum gantung, tidak terkecuali para bangsawan pengikut sihir hitam. Setelah peristiwa itu Zagc menjadi kota netral dan damai. Hingga pembentukan kekasiaran baru di Benua Barat terjadi.


Namun setelah kekasairan baru terbentuk, Zagc yang takut akan kekuatan Soveil berbuat licik. Dia melempar kutukan untuk menundukkan Soveil.


Dan kali ini tanda-tanda kebangkitan sihir hitam mulai terlihat. Menara Zonix yang menjadi pusat sihir di Zagc telah mendukung penyihir hitam.


Tinggal menunggu kehancuran jika sihir hitam kembali menguasai Zagc.


"Saya akan melakukan penyelidikan khusus pada Zonix."


"Jika Tuan Penyihir butuh bantuan silahkan hubungi saya, saya akan siap membantu."


"Kenapa anda bertindak sejauh ini?"

__ADS_1


"Untuk Duke. Saya ingin Duke tetap aman." Jawab Yanneta jujur. Senyumnya kian merekah.


Bersambung...


__ADS_2