Kekasih Sementara Sang Duke

Kekasih Sementara Sang Duke
#33 Mencarimu (Yanneta Rainhart)


__ADS_3

"Anda memanggil saya Yang Mulia."


Lionel mengangkat kepalanya kemudian meletakkan penanya. Tinta basah menyebar di kertas putih yang baru saja dia buka.


"Ikutlah bersamaku besok pagi ke istana. Kaisar ingin bertemu denganmu."


"Maaf?"


"Kamu akan tahu besok."


Mata Lionel menguncinya. Sejauh ini Dyos telah menutup mulutnya dengan rapat. Tapi sampai kapan dia bisa bertahan di tengah gempuran Lionel yang kapan saja bisa membunuhnya.


"Baik Yang Mulia." Jawabnya pasrah.


Setelah bangun dari krisis yang panjang, Lionel mengamuk. Dia mencari Yanneta dengan membabi buta. Di saat lukanya belum pulih sepenuhnya, Lionel memberi perintah untuk mencari Yanneta Rainhart. Namun sampai saat ini dia tidak membuahkan hasil.


Maju buntu. Mundur tidak ada jalan. Ke kanan dan kiri juga sama. Dia menjadi gila sejak tidak bisa menemukan Yanneta. Dyos sendiri tidak tahu dimana keberadaan wanita itu. Dia seperti hilang ditelan bumi. Tidak ada petunjuk. Padahal dia juga ingin memberitahu jika masa depan yang dia lihat telah salah.


Duke Soveil memang bertemu dengan Lady Attlier, tapi hubungan mereka tidak seperti yang Yanneta katakan. Mereka tidak saling jatuh cinta apalagi berhubungan intens penuh gairah. Dyos sendiri juga penasaran dengan penyebabnya. Tidak ada yang bisa diajak bicara. Dia sendiri merasa kehilangan teman diskusinya.


Sampai saat ini Lionel belum menemukan jawabannya. Dimana Yanneta setelah pertempurannya dengan Gwinia. Cerita dari Dyos dan Verdian tidak cukup membuatnya percaya. Seperti ada sesuatu yang disembunyikan. Tapi apa, Lionel sendiri tidak tahu.


Satu-satunya cara adalah bertemu langsung dengan Verdian, sekaligus Dyos. Mereka harus dipertemukan baru Lionel bisa mencerna apa yang mereka katakan.


Sayangnya, baik Verdian maupun Dyos tidak tahu taktik yang dilakukan Lionel. Verdian yang mendapat kunjungan dari Duke Soveil terkejut bukan main. Sebaliknya Dyos juga baru tahu jika Verdian tidak pernah mengundangnya ke istana.


Ini adalah jebakan Lionel.


Kini mereka bertiga duduk berhadapan dengan wajah yang tegang.


"Salah satu dari kalian mungkin bisa menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir tanpa ada yang ditutup-tutupi." Ucap Lionel sadis.


Dia mengesampingkan kedudukan. Tidak peduli dengan Verdian yang kini sudah menjadi kaisar. Bahwa dia adalah bawahan yang seharusnya hormat padanya. Mereka sebelumnya tidak seakrab ini. Setelah kejadian sihir hitam Gwinia, mereka seolah menjadi teman dekat.


"Duke apa maksud anda?" Verdian pura-pura bodoh.


"Tidak perlu saya jelaskan kalian pasti sudah tahu."


"Saya kaisar Zagc saat ini mohon Duke bersifat sopan." Gertak Verdian.


Verdian salah. Gertakan seperti ini tidak akan mempan pada Lionel. Lihatlah betapa dingin wajahnya. Verdian mungkin masih punya nyali, tidak dengan Dyos. Sejak menginjakkan kaki hingga sekarang dia lebih memilih untuk diam.


"Kembalikan kekasih saya sekarang jika anda ingin saya bersikap hormat."


"Saya tidak pernah mencuri kekasih Duke."


"Yanneta Rainhart. Bawa dia ke hadapan saya sekarang kalau anda tidak ingin seluruh Zagc terbalik."

__ADS_1


"Duke."


Lionel acuh. Orang dihadapannya sekarang tidak lebih dari apapun. Dia tidak takut. Kutukan Hell telah sirna, tidak ada yang mengendalikannya lagi.


"Saya tidak bis menunggu lama. Saya bukanlah orang yang sabar. Jika tidak ada yang mau membuka mulutnya terpaksa saya akan menggunakan cara lain." Ancam Lionel.


"Apa, cara apa yang akan anda gunakan?" Verdian gagap.


"Anda ingin mencobanya?" Seringai Lionel muncul.


Hawa pembunuh menguar dari tubuhnya. Kekuatan ilahinya telah kembali. Rasa mendominasi dan intimidasinya semakin kuat. Tidak ada yang membatasinya sekarang, kekuatannya menjadi sempurna setelah kutukan Hell diangkat.


Verdian yang ketakutan melirik Dyos yang menjadi pendiam hari ini.


"Tuan Tatiha tolong katakan sesuatu. Duke bisa saja membunuh kita disini."


Karena terdesak oleh situasi akhirnya Dyos mengangkat kepalanya.


"Kami tidak tahu keberadaan Lady Rainhart Yang Mulia. Mohon redakan amarah anda."


"Bagaimana aku bisa tenang hah? Kalian bersekongkol di belakangku." Suara Lionel naik satu oktaf.


Mereka berdua membeku. Lionel memang benar. Untuk fakta ini mereka tidak bisa mengelak. Hanya Lionel yang tidak tahu tentang sihir hitam Gwinia sebelumnya.


Ketika pertempuran meletus dia sangat bingung dan mempertanyakan kenapa ada Dyos Tatiha di medan pertempuran itu. Di tambah dengan para penyihir murni juga.


Fokus Lionel teralih ke Verdian.


Dia kemudian mulai menceritakan kondisinya. Kedatangannya ke mansion Soveil waktu itu. Pertemuannya dengan Yanneta. Hingga rencana mereka untuk menggagalkan rencana Gwinia.


"Tentang mimpi itu, maksud anda Lady Attlier?" Tanya Lionel.


Verdian mengangguk seraya menjawab.


"Menurut Lady Rainhart, Lady Attlier adalah cinta sejati Duke. Dia adalah orang yang bisa menyembuhkan anda dari kutukan."


"Lady Rainhart datang dari dunia lain." Timpal Dyos.


Kali ini Dyos yang mulai membuka suaranya. Hanya benerapa poin penting saja yang dia ungkapkan. Tentang rahasia yang selama ini dia sembunyikan atas permintaan Yanneta.


Verdian juga sesekali menimpali dan mengiyakan. Tanpa mempedulikan berubahan wajah Lionel yang semakin gelap. Fakta-fakta ini menbuat darahnya mendidih. Bukan karena kebenaranya, tapi karena dia yang merasa dibodohi selama ini. Dia tidak tahu apa-apa.


Apakah dia orang yang tidak bisa diandalkan hingga Yanneta memilih orang lain untuk berbagi rahasinya. Apakah Yanneta sebegitu takut padanya hingga tidak mau berbagi tentang dirinya yang sebenarnya.


Lalu dia ini apa bagi Yanneta.


Hati Lionel tenggelam oleh kenyataan. Katanya dia mencintainya. Bukankah orang yang saling mencintai bergantung satu sama lain, tapi kenapa Yanneta tidak. Lionel patus asa. Dia harus menemukan Yanneta. Dia ingin menanyakan langsung padanya.

__ADS_1


"Dimana Yanneta sekarang?"


Verdian dan Dyos kompak diam.


"Sejauh ini saya tidak bisa menemukannya Yang Mulia. Sihir saya tidak bisa bekerja padanya, perlu Yang Mulia tahu." Dyos jujur.


Dia pernah gagal mencari Yanneta atas perintah Lionel, yaitu setelah pesta ulang tahun Verdian di awal tahun ini. Waktu itu Lionel mendapatkan serangan dan dia ditolong oleh seorangw wanita. Nah, Dyos tidak bisa menemukan Yanneta dengan sihirnya.


Belakangan dia baru tahu setelah Yanneta menceritakan kisahnya. Sihirnya tidak bisa menembus orang dari dunia lain.


Satu-satunya orang yang tahu dimana Yanneta adalah Verdian. Dia mengatur wajahnya senatural mungkin agar tidak tertangkap. Yanneta memang tidak pernah mengatakan dia ada dimana. Tapi bukan Verdian jika tidak mengirim orang untuk mencari tahu.


Bermodalkan surat yang pernah Yanneta kirim, Verdian melacaknya. Tak butuh waktu lama, dia akhirnya menemukan Yanneta. Wilayah timur, dia bersembunyi di mansion Marquiss Vexia.


"Tutup semua pintu perbatasan. Sebelum Yanneta ditemukan, tidak ada yang bisa masuk atau keluar dari Zagc."


"Duke." Protes Verdian.


"Anda keberatan?"


"Tentu saja. Saya adalah kaisar Zagc saat ini. Anda tidak lupa menghadiri upacara penobatan saya bulan lalu bukan? Duke tidak boleh sewenang-wenang."


Protes Verdian masuk ke telinga kanan kemudian langsung keluar dari telinga kiri Lionel.


"Anda tidak ingat siapa yang menjadikan anda sebagai kaisar?"


Verdian tertohok. Wajahnya memucat.


Setelah kebenaran tentang Gwinia Zagc yang ingin membangkitkan sihir hitam hingga menimbulkan kekacauan serta menewaskan kaisar, masyarakat antipati dengan nama Zagc. Mereka mencurigai seluruh keluargq Zagc adalah penyihir hitam. Banyak mata membidik Verdian. Dia adalah satu-satunya orang yang tertinggal dari keluarga Zagc.


Jika bukan karena Duke Soveil yang mampu merebut hati rakyat, menenangkan hingga membalikkan keadaan. Sudah pasti Verdian akan dieksekusi bersama dengan Gwinia.


Dukungan besar dari Soveil ini telah mengantarkan Verdian Zagc menjadi kaisar Zagc selanjutnya. Kredibilitasnya dijamin oleh Duke Soveil. Bahkan nama Zagc masih melekat di belakang namanya.


Rakyat percaya padanya karena rakyat percaya pada Verdian Zagc. Tanpa Soveil, Verdian pasti sudah mati.


"Apa yang Duke inginkan?"


"Menemukan Yanneta."


"Silahkan lakukan apa yang Duke inginkan."


Verdian kalah. Faktanya kekuatan Duke Soveil lebih besar dari pada Zagc. Kehendak Soveil adalah kehendak Zagc.


"Mohon izin untuk mengirim pasukan ke Zavilion, Rowvata dan Vexia. Saya sendiri yang akan memimpin pasukan."


"Melakukan apapun yang Duke inginkan."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2