King Of Zorn

King Of Zorn
Kai, Pemersatu Ketiga Bangsa


__ADS_3

Anggota Elite Ordo Golden Eagle, baru saja tiba dimarkas bangsa Vampire, mereka disambut dengan pemandangan yang sangat mengerikan, ratusan bahkan ribuan mayat bergelimpangan diseluruh bukit dan terpusat pada bagian depan bangunan markas bangsa Vampire, mereka terheran-heran dan berhati-hati memeriksa mayat-mayat itu,


sampai mereka melihat sesosok tubuh yang masih bergerak dengan lemah, merekapun menghampirinya,


''sudah selesai... sudah selesai, Kai.. Kai membawa Mr Robert dan keluarganya entah kemana..." ujar Erick yang tampak sangat lemah, tulang punggungnya patah akibat benturan keras,


tak lama kemudian para penyihir yang tersisa mulai menghampiri keempat anggota elite Ordo Golden Eagle, mereka tampak lelah sehabis mengalami pertempuran besar,


''Kai..??, siapa dia..?'' tanya Dark seraya memeriksa tubuh Erick,


''entah darimana ia tiba-tiba muncul dengan sihir cahaya merah, orang itu sangatlah kuat dan kejam" ucap salah seorang penyihir yang selamat,


Dark memandang ketiga anggota elite Golden Eagle lainnya,


''orang itu lagi..." ucap Fire sambil memperhatikan sekitarnya,


''kita harus melaporkan ini ke Tetua Jaques" ucap Rain seraya mengambil ponsel dari sakunya,


''bagaimana dengan Vampire dan Serigala?” ujar Rock seraya melihat bangunan markas bangsa Vampire yang hancur berantakan pada bagian bangunannya,


''kami tidak tau, tapi sosok itu masuk sendirian kesana dan berhasil membawa Mr Robert dan keluarganya" ujar salah seorang penyihir lagi,


tak lama berselang, ada pergerakan dari dalam markas bangsa Vampire, tampaknya Mr Steve dan Mr Andrij serta enam orang pengawal Mr Andrij keluar dengan sangat berhati-hati dari sana,


mereka mengetahui apa yang terjadi dari pantauan cctv yang ada disekeliling markas bangsa Vampire itu,


''Heiii... '' panggil Mr Steve kala melihat bangsa penyihir yang sudah lemah lunglai dikejauhan,


ada enam belas penyihir yang tersisa disana, bersama dengan empat anggota elite Ordo Golden Eagle menjadi duapuluh orang penyihir,


mereka semua menoleh kearah asal suara itu, dan melihat Mr Steve dan Mr Andrij serta kawanannya, hanya mereka yang tersisa disana, selebihnya hanya mayat-mayat dan para serigala juga vampire yang terluka parah.


''hati-hati Rain..'' ujar Dark ketika melihat Rain melangkah mendekati kawanan Vampire dan Mr Steve disitu,


''Fire, Rock, temani dia" pinta Dark lagi, biar bagaimana pun Vampire dan Serigala adalah bangsa yang licik,


Mr Steve dan Mr Andrij tampak kesal melihat keadaan yang ada,


''siapa yang bertanggungjawab atas semua ini?” ujar Mr Andrij ketika Rain dan dua orang kawannya mendekati,


''Mr Jaques mau berbicara dengan anda berdua'' ujar Rain sambil memberikan ponselnya kepada Mr Andrij, Mr Andrij mengambil ponsel itu


''Halo...'' ucapnya datar


''Hei Andrij, Steve, mari kita hentikan peperangan ini, kurasa sudah saatnya kita berada dipihak yang sama'' ujar suara Mr Jaques dispeaker telepon genggam,

__ADS_1


''siapa yang bertanggungjawab atas semua ini Jaq?'' tanya Mr Steve


''dia adalah Kai, Mahasiswa Lorraine's University, mereka adalah salah satu teman dari anak-anak kita, belum banyak yang aku ketahui mengenai anak itu... ah, berbicara mengenai anak-anak, saat ini Jack dan Ramond ada ditempatku, dan ku jamu mereka sebaik mungkin, kita sudahi saja peperangan ini dan akan kuserahkan anak-anakmu” terang Mr Jaques panjang lebar,


''Jack..., bagaimana keadaannya?'' tanya Mr Steve khawatir,


''kalian tenang saja, Jack dan Ramond akan kembali sehat dan segera pulang bersama kalian nanti" ujar Jaques,


''tapi, kalian harus bantu aku menyelamatkan Robert dari tangan anak itu" pinta Jaques,


''cih sudah kuduga kau akan memberikan syarat'' ujar Mr Steve sambil membuang ludahnya,


''oh ayolah Steve, anak itu sudah mempermalukan kita saat ini, kau lihat berapa banyak korban dari anggota kita yang disebabkan oleh anak itu" balas Mr Jaques memprovokasi,


Mr Steve melihat banyak anggotanya yang tewas dan terluka parah, ditambah lagi adiknya Leo juga terluka parah, membuat darahnya mendidih


''baik Jaq, kita atur pertemuan antara kita bertiga sesegera mungkin” balas Mr Steve seraya melihat kearah Mr Andrij, tampak Mr Andrij pun geram dengan ulah anak itu, rencananya untuk terlepas dari ketergantungan terhadap Serum buatan Light Corp kini hancur berantakan.


******


Kota St Lorraine masih terisolasi dari dunia luar, barikade dijalan-jalan masuk kota St Lorraine belum dibuka, tidak ada petugas disana, namun Light Corp sudah membersihkan sisa pertempuran di markas besar kepolisian, saat ini pihak kepolisian masih mencari dan mendapat laporan banyak orang hilang terkait kejadian dua hari lalu, tidak banyak yang bisa mereka perbuat saat ini, pasalnya dari pihak kepolisian sendiri banyak kehilangan anggotanya, mereka sedang berusaha meminta bantuan kepusat terkait hal ini, namun putusnya sambungan telekomunikasi yang dilakukan oleh salah satu anak perusahaan Light Corp mempersulit pekerjaan pihak kepolisian, saat ini komunkasi hanya bisa dilakukan secara lokal saja, bahkan panggilan radio pun terblokir untuk keluar dari kota St Lorraine.


Sementara itu jauh dihutan pedalaman dibagian paling utara gunung Green, Raine baru saja bangun pagi itu, sinar matahari sudah masuk kedalam mulut Goa besar yang ada didepan dua Goa kecil tempat keluarganya dan Ryu berada, Raine melihat kedua orangtuanya masih tertidur pulas disisinya, cuaca pagi itu cukup sejuk walaupun matahari bersinar cerah, pelan-pelan ia memandangi wajah kedua orangtuanya yang tampak begitu letih akibat kurang tidur selama beberapa hari kemarin, ada perasaan lega karena mereka telah terbebas dari penyekapan oleh bangsa Vampire,


Raine, pergi keluar untuk mencari makanan pagi itu, setidaknya ada sesuatu yang bisa ia berikan kepada kedua orangtuanya ketika mereka terbangun nanti,


Ryu sudah membakar daging kelinci diluar sana, lengkap dengan secangkir kopi dihadapannya,


''kau mau kopi atau teh?” tanya Ryu kepada Raine,


"darimana kau dapatkan itu?" tanya Raine sambil menghampiri Ryu yang duduk disebuah batu gunung seperti bangku,


''aku membelinya dari kota'' jawab Ryu santai,


''boleh teh saja" ujar Raine seraya duduk dibatu kecil berhadap-hadapan dengan Ryu, ditengah-tengah mereka Ryu menggantung sebuah panci diatas kayu yang melintang dengan bara api dibawahnya,


''aku juga sudah membeli perlengkapan mandi, dan beberapa baju untuk kalian, katakan saja kalau kau ingin membilas tubuhmu'' balas Ryu lagi sambil memanaskan air didalam panci dihadapannya,


Raine memandang kesekitarnya, pemandangan yang sangat indah dihadapannya, mereka berada dikelilingi barisan bukit dengan sebuah danau dihadapan Goa tempat mereka tinggal,


''Bagaimana kondisi Kai?'' tanya Raine


''Tidak terlalu banyak perubahan, butuh waktu yang cukup lama untuk kami pulih seperti sedia kala" jawab Ryu sambil menuangkan air kedalam gelas yang juga dibelinya dari pusat kota,


''jadi selama itu juga kau menggunakan tubuh anak ini?” tanya Raine,

__ADS_1


''yup, aku tidak ada pilihan.. dan lagi anak ini juga sudah bosan untuk hidup'' balas Ryu dengan sikap cueknya,


Raine mengambil secangkir teh yang diberikan Ryu kepadanya,


''ini punya kalian" ujar Ryu seraya mengambil piring makanan untuknya dan menyisakan tiga piring lagi diatas batuan datar disebelah kanan perapian,


''Kai tidak makan?'' tanya Raine ketika memperhatikan jumlah piring yang ada,


Ryu tersenyum,


''biar saja anak itu mati kelaparan.. biar mati saja sekalian'' jawab Ryu dengan gaya asal-asalan,


''Ha Ha'' dia tertawa puas setelah ia melihat perubahan wajah Raine yang tampak kesal mendengar jawabannya,


''kami tidak butuh makanan'' jawab Ryu lagi sambil menyantap daging dipiringnya,


''lalu kenapa kau makan?'' tanya Raine bingung,


''tubuh anak ini butuh makan, tidak dengan ku, kami hanya membutuhkan energi'' jawab Ryu,


''energi? jadi darimana kau mendapatkannya?” ujar Mr Robert yang tiba-tiba muncul dari dalam mulut Goa,


''kau mau kopi atau teh?'' balas Ryu


"Kopi saja" jawab Mr Robert,


Mr Robert datang menghampiri Ryu dan Raine yang sedang sarapan sambil menikmati indahnya pagi ditempat itu,


''kami menyerapnya dari kalian” jawab Ryu singkat,


''dari kami?" tanya Mr Robert,


''maksudku dari para penyihir, serigala dan mahluk pucat itu'' ujar Ryu sambil kembali memanaskan air untuk Mr Robert,


''apakah manusia juga?” tanya Mr Robert penasaran,


''tergantung, kalau aku bisa saja, tapi Kai tidak, Kai takut manusia-manusia itu mati karena mereka terlalu lemah'' jawab Ryu lagi,


''jadi untuk pulih, kau dan kakakmu butuh energi yang cukup banyak?'' tanya Raine menimpali,


''bukan cukup banyak, tapi sangat banyak..., bahkan jika kami menghisap seluruh bangsa kalian pun belum tentu cukup, kami sekarat saat ini" jawab Ryu, sambil kembali menuangkan air panas kecangkir yang sudah diisi kopi untuk Mr Robert,


''Hmm, kenapa kau tidak menyerap energi matahari saja? kurasa itu satu-satunya pusat energi terbesar, atau hanya energi dari mahluk hidup saja?" tanya Mr Robert kepada Ryu,


Ryu tertawa,

__ADS_1


''incubator didalam itu menyerap energi dari matahari yang panelnya ada diatas sana, jarak matahari terlalu jauh, dengan kondisi seperti ini mungkin kami butuh waktu 240 tahun lagi..'' jawab Ryu sambil memberikan secangkir kopi kepada Mr Robert,


Mr Robert tampak memikirkan sesuatu, bahkan dalam kondisi sekarat saja mereka sudah sekuat ini, siapa sebenarnya Ryu dan Kai ini?, darimana mereka berasal? apakah mereka adalah penyihir Legenda yang tidak pernah terdeteksi sebelumnya?


__ADS_2