King Of Zorn

King Of Zorn
Perjalanan Dimulai!!!


__ADS_3

Suara serangga hutan perlahan-lahan sirna dan segera digantikan oleh kicauan burung dipagi hari, mentari masih bersembunyi dibalik gunung Green, akan tetapi cahayanya sudah mulai mewarnai langit dengan dengan warna biru cerah, Ryu dan keluarga Mr Robert tengah bersiap untuk pergi menuju desa Ordo Green Dragon, mereka menyamar dengan menggunakan jubah penyihir panjang berwarna hitam agar tidak dikenali, saat Ryu mengajak Raine kekota mereka melihat bahwa Nick Hayers (tubuh yang digunakan Ryu) sedang dicari-cari oleh pihak kepolisian dan Light Corp, ada imbalan besar untuk orang-orang yang bisa memberikan informasi keberadaannya, maka untuk berjaga-jaga mereka melakukan penyamaran dengan membeli pakaian sihir ditoko yang menjual baju-baju haloween,


''Ryu, berjanjilah untuk tidak membuat keributan dan hal-hal yang menarik perhatian mereka" ujar Mr Robert saat mereka memulai perjalanan ini,


Ryu hanya mengangguk saja dibalik topi caping yang ia kenakan, wajahnya tidak terlihat,


Sepanjang perjalanan mereka tidak terlalu banyak bicara, khususnya Ryu, tidak seperti biasanya ia hanya menjawab singkat setiap ditanya, namun hal itu tidak terlalu dipikirkan mereka, Mr Robert yang memimpin perjalanan kali ini sudah mempersiapkan bekal untuk sampai ketujuan, mereka akan melewati hutan dan tebing untuk mencapai ke Desa Ordo Green Dragon,


''bisa kita istitahat sebentar?" tanya Ryu, mereka sudah berjalan selama delapan jam didalam hutan, semua melihat kearah Ryu yang berjalan dibelakang


" ada apa Ryu? apa kau kurang sehat hari ini?" tanya Mr Robert menghampiri,


''tidak.. semua baik-baik saja.. aku hanya butuh lima belas menit saja" ujar Ryu..


Mr Robert melihat kearah Raine dan istrinya,


"baik.. mari kita istirahat sejenak'' ujar Mr Robert sambil mencari tempat duduk yang nyaman dibawah sebuah pohon tua, tubunya yang agak gemuk membuatnya sedikit kesulitan ketika harus duduk ditanah.


tak lama kemudian Raine mengeluarkan perbekalan dari tas besar dipunggungnya dan memberikannya kepada Ayah, Ibunya dan Ryu,


Ryu menenggak habis minuman yang diberikan oleh Raine, tampaknya ia cukup lelah,


''yang benar saja.. kau yakin kau baik-baik saja?” tanya Raine ketika melihat Ryu menghabiskan minumannya dengan cepat.


Ryu hanya mengangguk saja mendengar pertanyaan Raine,


''apakah masih jauh Mr Robert?” tanya Ryu kepada Mr Robert,


''mungkin sekitar tiga jam perjalanan lagi, kita akan bertemu sungai dan tidak jauh dr sungai itu kita akan sampai di desa Ordo Green Dragon" jawab Mr Robert,

__ADS_1


setelah beristirahat sejenak mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.


*****


Pemberlakuan jam malam mulai ditiadakan aktivitas masyarakat di St Lorraine pun sudah mulai kembali normal, Justin bersama Jack dan Ramond kini tampak akur, mereka ditugaskan oleh ayah mereka masing-masing untuk ikut terlibat dalam menyelidiki Nick Hayers, orang yang selama ini mengaku sebagai Kai, Nick Hayers sudah diketahui sebagai seorang anak yatim piatu yang pernah hilang selama sepuluh hari beberapa tahun yang lalu, Namun bagaikan ditelan bumi Nick Hayers beserta keluarga Mr Robert tidak diketahui keberadaannya sampai saat ini,


Dimarkas Light Corp


Mr Jaques tampak meradang, ia benar-benar tak habis pikir bahwa mereka bisa dikerjai oleh seorang anak muda, dan sama sekali tidak terpantau oleh orang-orang mereka, bahkan Mr Jonathan yang dipercaya Mr Jaques sebagai dekan di Lorraine's University saja tidak mampu mendeteksi mahasiswanya yang sudah memasuki tahun keempat,


"gila kau Jonathan..." bentak Mr Jaques,


''Dengar Jaq, aku tau aku salah... tapi sungguh aku sama sekali tidak merasakan bahwa anak itu adalah seorang penyihir...'' ucap Mr Jonathan membela diri,


''bukan hanya penyihir Jo, dia kuat... dia berhasil mempermalukan kita, para vampire dan serigala... bagaimana mungkin???” balas Mr Jaques dengan nada tinggi,


''tapi ayah.. sung...sungguh, aku pun tak merasakan energi sihir dari anak itu, Erick pun tidak mengetahuinya benarkan Erick??'' ujar Justin, berusaha membela Mr Jonathan sambil melirik Erick,


''Mereka masih muda Jonathan.. pengalaman mereka masih sedikit, tapi kau??” tunjuk Mr Jaques masih dengan nada tinggi,


Mr Jonathan tertunduk diam, ia tidak berani melawan kepada Mr Jaques, bisa berbahaya bagi dirinya, Mr Jaques adalah penyihir legenda dimasalalu, dan lagi Tetua Ordo Hima dari Red Phoenix sudah mempercayakan kepemimpinan bangsa penyihir kepadanya,


Mr Jonathan sendiri bukanlah penyihir biasa, di Ordo Red Phoenix ia merupakan dewan pengurus Ordo yang cukup disegani, dan memiliki kekuatan hanya tiga tingkat dibawah Tetua Ordo Hima,


hanya dua orang didunia penyihir yang disegani Mr Jonathan, yaitu Tetua Ordo Hima dan Mr Jaques, melawan Mr Jaques sama saja ia tidak mengindahkan perintah Tetua Ordo Hima,


''kalian selidiki segera mengenai anak itu, apapun perkembangannya beritahukan kepadaku'' ujar Mr Jaques seraya merapihkan jas hitam yang membungkus tubuhnya.


******

__ADS_1


Berbeda dengan para penyihir yang tinggal dikota dan bergabung bersama Light Corp didunia yang modern, penyihir yang masih setia tinggal didesa tiap-tiap Ordo hidup dengan penuh kesederhanaan, desa dari Ordo White Tiger penuh dengan aura sakral dan menyatu dengan alam, wilayah mereka tidak terlalu besar hanya memiliki radius sebesar lima kilometer dan tertutup salju, desa Ordo White Tiger dikelilingi oleh sungai yang lebar dan dalam, namun desa para penyihir selalu tertutup dengan kabut tipis yang membuatnya tak kasat mata, sehingga manusia biasa tidak mampu melihatnya, ditiap ujung-ujung desa juga dijaga oleh energi tak kasat mata yang sering menampakan diri untuk menghalau para manusia tersesat memasuki desa mereka, Energi itu mampu menyerupai wujud apa saja, yang mungkin lebih sering disebut manusia sebagai hantu ataupun setan.


Tetua Reva tampak agak murung beberapa hari ini, pikirannya tertuju kepada salah satu anggota Ordonya yang hilang bersama keluarga,


''masih belum ditemukan ya?" tanya Tetua Reva lembut kepada anggota Ordo White Tiger yang sedang membawakannya minuman hangat keruangannya,


''belum tetua, 7 pasukan Harimau juga sudah diturunkan untuk mencari keberadaan Robert'' balas anggota Ordo White Tiger yang bernama Niaz,


Tetua Reva sudah berumur ratusan tahun, ia berpenampilan layaknya orang tua berumur 80-90 tahun, dengan janggut putih yang memanjang sedadanya, ia mengenakan jubah besar berwarna putih dengan gambar cakaran macan berwarna merah dipunggunya,


''Tetua jangan terlalu memikirkan Robert, dia pasti bisa menjaga dirinya dan juga keluarganya'' ujar Niaz yang melihat kekhawatiran Tetua Reva,


''Jaques juga belum memberi kabar?” tanya Tetua Reva lagi,


Niaz menghela nafasnya pelan,


''belum Tetua, saya yakin Robert pasti akan selamat Tetua'' ujar Niaz berusaha menenangkan Tetua Reva,


''Robert orang yang cerdas, banyak jasanya bagi dunia sihir, seharusnya aku menarik dia kembali kesini dulu..'' ujar Tetua Reva sambil menerawang, ia ingat betul kala dewan Ordo memintanya untuk menarik Robert dari kota saat mendengar Jaques memperdagangkan serum-serum buatan Mr Robert,


''Tetua, Robert dan istrinya sangat berjasa bagi negeri sihir, sudah selayaknya seluruh Ordo berusaha mencarinya saat ini'' jawab Niaz kembali berusaha menghilangkan kekhawatiran Tetuanya.


''Niaz, dunia sihir tidak sedamai yang kelihatannya.. banyak dari mereka tampak baik, akan tetapi ada maksud dan tujuan lainnya, tidak semuanya setuju dengan persatuan dunia sihir, beberapa hanya mementingkan Ordo mereka saja sebenarnya'' lanjut Tetua Reva,


''kalau begitu siapa yang bisa kita percaya Tetua?” tanya Niaz polos,


Tetua Reva meminum perlahan minuman yang dibawakan oleh Niaz,


''jangan percaya kepada siapapun, bahkan di Ordo kitapun belum tentu semua sependapat dengan aku, pada dasarnya semua baik menurut pemikiran mereka sendiri-sendiri, tapi ingat Niaz... jadilah orang yang memikirkan sesama juga'' ucap Tetua Reva memberikan nasihat kepada Niaz.

__ADS_1


Tetua Reva adalah Tetua kedua yang memimpin Ordo White Tiger, sepanjang perjalanannya Ordo White Tiger adalah Ordo yang sangat netral dan memiliki spiritual yang tinggi, mereka lebih mengutamakan perlindungan terhadap yang lebih lemah.


__ADS_2