
Para penduduk St Lorraine beraktivitas seperti biasanya, sudah hampir 2 pekan terakhir mereka hidup dengan dibatasi jam malam karena situasi yang tidak kondusif, Kai seperti biasa sibuk dengan dunia perkuliahannya, hari ini tidak tampak seperti biasanya, Raine absen dari beberapa kelasnya dihari itu, Kai sendiri cukup terheran-heran karena jarang sekali Raine tidak hadir dikelas, apalagi situasi di St Lorraine sedang tidak baik-baik saja. hal itu disadarinya saat Mr Downey membagikan hasil ujian minggu lalu, seperti biasa Kai mendapatkan nilai sempurna, begitu juga dengan Raine, namun sampai dengan kelas berakhir tidak tampak kehadiran Raine untuk mengambil hasil ujiannya.
Hari itu Kai mengawasi betul-betul pergerakan siapapun yang ia ketahui sebagai anggota Geng Light, Wolf maupun Death, namun sudah dua pekan juga para anggota Wolf dan Death tidak hadir dikampus, hanya beberapa anggota Geng Light yang terlihat termasuk Justin sang ketua senat.
Tidak banyak orang yang memperhatikan Kai dikampus, ia merupakan seorang mahasiswa cerdas, namun ia memilih untuk tidak bergaul dengan siswa lainnya, ia begitu tertutup dan cenderung menyendiri sejak dari SMA, sehingga walaupun ia berprestasi namun ia tidak sepopuler Jack, Ramond dan Justin ditingkat SMA maupun dikampus
"Hi Bro, sibuk mencari gadismu?" tegur Erick saat Kai hendak berjalan pulang,
Kai mencoba menghindari Erick, namun tangan besar Erick mencengkram kerah Jacketnya,
"lepaskan aku, lepaskan" ujar Kai berusaha melepaskan diri, namun cengkraman Erick terlalu kuat,
sebuah pukulan hendak mendarat telak diwajah Kai, namun gerakan acak Kai dalam berusaha melepaskan diri membuat tangan Erick memukul angin, Kai berhasil melepaskan diri dan meninggalkan jaketnya dalam genggaman Erick,
''stop...stop kumohon" ucap Kai mengiba,
namun Erick terus saja memburunya,
"tidak ada yang bisa membantumu kali ini bocah ingusan” ujar Erick yang tampak masih kesal dengan kejadian tempo hari,
Kai terus saja berusaha menghindar, dan berusaha menjauhi Erick, Namun Erick tidak tinggal diam saja, ia terus melancarkan pukulan dan tendangannya,
sampai akhirnya Kai terpojok kedinding dekat belakang kampus,
tak ada orang disitu, tidak ada yang bisa menghentikan Erick dan beberapa kawannya kali ini.
BRUAKKKK!!!!!
meleset, tinju Erick mengenai tembok disamping kepala Kai, tembok itu berlubang.
Kai terperangah..
" Kau...kau bukan manusia sepertinya" ujar Kai ketika melihat dinding yang berlubang itu,
Seketika, Kai reflek menendang ******** Erick dan membuat Erick tersedak sesaat, Kai segera lari kearah lapangan dibelakang kampus,
"Ya.. larilah, lari sebisamu kutu" tawa Erick
kawanan Erick bantu mengejar Kai, ada lima anggota Light disitu, semua berusaha menangkap Kai,
''sial, ayo segera buru dia, bawa dia kehadapanku" teriak Erick kepada rekan-rekannya,
namun Kai ternyata cukup lincah, tidak ada satupun dari mereka yang berhasil menangkapnya, berulang kali gerakan-gerakan aneh Kai mampu menghindari sergapan mereka, sampai tiba-tiba
"Dhuuaaarr" sebuah bola api melesat dan meledak disisi kanan Kai, tubuhnya terpental dan tersungkur ditanah, melihat Kai terjatuh, kelima anggota Light tadi segera meringkusnya,
"ap...apa itu tadi?" tanya Kai sambil terengah-engah, bajunya penuh dengan debu.
__ADS_1
Erick sudah berada dihadapannya, tampak ia sangat emosional, ia menghampiri Kai dan mencengkram kuat baju Kai, Kai tidak bisa bergerak, kedua tangannya dipegangi kawanan Erick.
''banyak orang hilang belakangan ini, kurasa dengan bertambah satu kutubuku yang hilang tidak akan berpengaruh banyak" ujar Erick seraya mengepalkan tangannya, tampak tangan Erick mengepal bola api yang menyala-nyala, ia sudah siap menghantam bola api itu kekepala Kai,
"CUKUP Erick!!!!!" Teriak suara di belakang mereka,
semua melirik melihat keasal suara itu,
"kau sudah gila??'' tanya Justin seraya menghampiri mereka,
" Aaaaaahhhh!!!!" teriak Erick melepaskan Emosinya, tampak ia kesal dengan kehadiran Justin yang menghentikan perbuatannya
bola api ditangan Erick padam, ia terpaksa menyingkir memberikan Justin jalan,
"Hi, kau tidak apa-apa Kai?" tanya Justin lembut,
kawanan itupun melepaskan tangan mereka dari tubuh Kai,
''tapi Justin, dia sudah melihatnya.." ujar Erick sambil menoleh kearah kampus hendak memastikan tidak ada orang lain di sana,
''yang benar saja, kalian menggunakannya untuk seorang manusia?? seorang Kutu buku??, dimana rasa malumu" ujar Justin, tampak kesal..
''jadi bagaimana Justin?, sesuai aturan kita bahwa manusia yang mengetahui harus mati" ujar Erick melihat kearah Justin,
Justin menghela nafasnya sambil memandang Kai,
"bawa dia, kita urus nanti saja setelah semua tenang" jawab Justin tersenyum licik.
Mereka menahan Kai disebuah tempat dikaki pegunungan Green, terdapat sebuah kastil besar yang tampak menjadi markas dari Geng Light, bangunan itu terbuat dari batu keras seperti batu bata besar berwarna abu-abu ciri khas bangunan tua eropa,
sepanjang jalan mereka menutup mata Kai dengan menggunakan kain, dan baru membukanya saat mereka berada didepan gerbang besar, mereka membawa Kai dengan menggunakan mobil Justin, tempat itu sangat luas, terdapat beberapa penjaga mengenakan jubah terusan berwarna hitam, dengan penutup kepala yang membuat mereka sangat misterius.
Mereka membawa masuk Kai kedalam kastil, tangan Kai terikat dengan borgol tak kasat mata, Justin yang mengikatnya dengan kekuatan sihirnya, Kai melihat ada beberapa orang sedang memainkan bola api ditangannya, memainkan listrik dari kedua tangannya, dan ada juga yang sedang berkelahi dengan kemampuan masing-masing, tampaknya tempat ini tempat dimana para Geng Light berlatih, sampai ia didudukan dalam sebuah ruangan yang memiliki sofa besar, dan Justin duduk dimeja besar berhadap-hadapan dengan sofa itu.
"Kai, si kutu buku kenapa dia ada disini?'' ujar seorang anggota geng Light ketika masuk kedalam ruangan itu,
”hanya untuk sementara.., mungkin kita bisa sedikit bermain-main dengannya" jawab Justin tersenyum,
Stephanie tiba-tiba masuk kedalam ruangan itu, Kai mengenalinya walau ia tertutup kubah dan kerudung seperti seorang penyihir misterius
"Justin, Light Corp baru saja mengabari bahwa banyak anggota Light Corp yang menghilang beberapa hari terakhir ini'' ujarnya memberi informasi kepada Justin,
Justin tertegun,
''ah Kai, disini kau.., apakah dia mainan barumu Justin?" tanya Stephanie menggoda,
Justin hanya menggelengkan kepalanya sedikit memberi isyarat kepada Stephanie
__ADS_1
"siapa pelakunya?'' tanya Justin singkat
''Kemungkinan Wolf atau Death" jawab Stephanie
"berengsek, Serigala dan Vampire itu..., apakah mereka tidak takut kita stop supply kepada mereka?" ujar Erick,
''Serigala dan Vampire?, kalian sedang membicarakan apa sebenarnya?'' tanya Kai dengan lugu,
semua mata tertuju kepada Kai,
"sudahlah guys, dia tidak akan bisa membuka ke dunia luar" ujar Justin memberi isyarat bahwa Kai akan segera dibunuh oleh mereka,
Tiba-tiba telepon genggam Justin berbunyi,
"ya pa, ada apa?" jawab Justin sambil membuka percakapan dengan speaker,
''Justin,.. persiapkan seluruh anggotamu.. Vampire telah menculik Mr Robert dan keluarganya, kita harus bisa merebut mereka kembali" ujar Mr Jaques diujung telepon,
"kurang ajar, apa anggota kita yang hilang juga disebabkan oleh mereka yah?" tanya Justin dengan raut wajah serius,
"mungkin saja, kalau benar seperti itu mereka akan membayar mahal atas hal ini" jawab suara Mr Jaques diseberang,
sambungan telepon ditutup,
"Brengsek mereka sudah berani melawan kita" ujar Justin mulai emosional,
"Mr Robert? maksud mu Ayah Raine?" tanya Erick penasaran,
"ya.. seharusnya kita melindungi mereka, Mr Robert adalah aset berharga untuk Light Corp" jawab Justin,
"Raine? maksud kalian Raine diculik para Vampire?? Death Corp?? Ramond??" tanya Kai kebingungan,
Justin menoleh kearah Kai,
"dengar baik-baik Kutubuku, Raine saat ini ada ditangan Death Corp, banyak kemungkinan yang akan terjadi, mengingat Ayah dan Ibu Raine adalah pencipta dari serum-serum tersebut, maka dari itulah sebenarnya kami harus melindungi keluarga mereka, walaupun mereka ingin hidup normal selayaknya manusia tapi biar bagaimana pun mereka adalah keluarga penyihir, satu kesatuan dengan kami dalam Light Corp" terang Justin,
"Raine seringkali tidak mau bergabung dengan kami, karena ia ingin hidup normal layaknya manusia biasa, kalau bukan karena ayah dan ibunya yang sangat berjasa dengan ramuan-ramuan buatan mereka, mereka sudah pasti akan dihukum berat oleh dewan petinggi ordo kami" lanjut Justin lagi,
Ada sesuatu yang meletup-letup didalam kepala Kai,
*Raine dalam bahaya??*
*ordo?*
*penyihir, serigala dan Vampire?*
*Raine jg seorang penyihir?*
__ADS_1
semua pertanyaan berkecamuk didalam diri Kai, benar dugaannya selama ini, hal yang tidak ingin ia campuri sedari dulu, kita membuatnya terlibat didalamnya, bahkan didepan matanya kini,
apalagi melibatkan Raine, satu-satunya gadis yang bisa berbicara dengannya, satu-satunya gadis yang memikat hatinya dari awal ia mengenalnya.