King Of Zorn

King Of Zorn
Kedatangan Pasukan ke 13


__ADS_3

Jauh diatas sana, disekitaran matahari tiba-tiba muncul sebuah bintik hitam ditengah badai energi, dan tiba-tiba dua buah kapsul bulat melesat keluar dari bintik lubang hitam itu dan segera meninggalkannya menuju kearah Bumi,


kapsul itu bergerak sangat cepat, ditambah lagi dengan bantuan dorongan dari badai matahari membuat mereka terlontar sangat cepat, kapsul itu sampai bercahaya seperti komet karena kecepatannya,


"Isabel... benarkah mereka ada disini" ujar Rekt seraya melihat Bumi yang biru indah dari kejauhan,


''koordinat terakhir yang terlacak adalah disini Rekt'' jawab Isabela melalui saluran telepatinya,


"sepertinya planet yang Indah.. pantas saja mereka menginginkan planet ini" ujar Rekt yang bertubuh besar dan kekar,


''Waw.. aku tak sabar menemui mereka" ujar Isabela bersemangat,


*Blussshhhh*


sebuah kapsul terbang menyusul mereka dari belakang


''jangan lupakan aku Jendrallll..." ucap Seth diiringi tawa Isabela


"kau lambat sekali Seth'' goda Isabela yang suka menggoda Seth


''Pasukan ke13 Zorn tiba.. bersiaplah kalian...'' canda Seth


''Hei Seth, ada Ryu disana.." goda Isabela lagi,


"mudah-mudahan ia tidak merepotkan" balas Seth tertawa,


''Hei... bagaimanapun dia adalah adik dari Kai, kau tidak boleh berkata seperti itu'' balas Rekt,


"Ha Ha Ha, Baik Jendral..." balas Seth


''segera melacak dan menyesuaikan dengan waktu setempat" ujar Rekt,


"pendaratan kurang dari 24 jam lagi.. bersiaplah" ujar Rekt kepada kedua temannya


...****************...

__ADS_1


Ryu dan Rombongannya telah tiba di desa White Tigers, sebuah desa bersalju dan memiliki aliran sungai yang meliuk-liuk mengelilingi desa, anehnya sungai itu tidak membeku, bahkan terdapat pada rumput hijau dibelahan sisi lain desa itu, sebuah patung macan putih besar berdiri tegak ditengah-tengah desa, Rombongan mereka disambut oleh para penjaga gerbang, desa itu dikelilingi oleh susunan batuan yang tersusun rapih membentuk sebuah benteng dengan tiga gerbang besar sebagai pintu masuknya dibagian bawah, kanan dan kiri desa, sementara pada bagian atas terdapat bukit yang terdapat sebuah bangunan seperti istana tempat Tetua Reva berada,


Desa itu memiliki jalanan berbatu rata yang digunakan sebagai jalan penghubung. jalan-jalan itu tersusun rapih membentuk blok-blok pada tiap sisinya, Desa White Tigers tampaknya sedikit lebih modern jika dibandingkan dengan desa Green Dragon, masyarakat disini sudah menggunakan beberapa teknologi seperti televisi, dan sepeda. selebihnya mereka masih menggunakan hewan sapi untuk angkutan, sistem pertanian didesa itu sangat rapih, alat-alat pertanian bergerak sendiri untuk menghasilkan bahan-bahan hasil tani, mereka diberi sihir agar mampu bergerak dan menyelesaikan sendiri pekerjaan mereka.


"Tuan Robert, selamat datang kembali kedesa White Tigers" salam dari seorang penjaga gerbang ketika melihat kawanan Mr Robert yang dikawal oleh 7 pasukan Harimau.


Mr Robert tersenyum kepada para penjaga itu, ia menarik nafas lega dan ada kebahagiaan tersendiri ketika kembali kekampung halamannya.


Sepertinya seluruh desa sihir menggunakan kabut pelindung untuk menutupi keberadaan mereka dari manusia, hal ini biasa dilakukan didunia sihir, ditambah lagi para manusia sangat takut dengan hal-hal berbau mistik, maka mereka menggunakan sihir untuk menciptakan mahluk-mahluk yang menyerupai hantu berdasarkan cerita legenda setempat untuk menghalau manusia memasuki desa mereka, kalaupun mereka berhasil memasuki desa para penyihir secara tidak sengaja maka ramuan penghilang ingatan Mr Robert akan membuat mereka hilang ingatan jangka pendek sampai menengah agar mereka tidak dapat menceritakan pengalaman mereka kepada sesamanya.


"apa kau pernah kesini sebelumnya kakak ipar?" tanya Ryu kepada Raine,


''pernah waktu aku masih berumur tujuh tahun" jawab Raine sambil menikmati segarnya udara didesa White Tigers,


''Ryu.. bisakah kau berhenti menyebutku kakak ipar?" pinta Raine yang tampak terganggu dengan panggilan itu,


''tidak.. terserah aku saja'' balas Ryu sesuka hatinya,


''aku bahkan belum pernah bertemu dengan Kai... maksudku dengan tubuh aslinya'' jawab Raine lagi,


"cih.. pede sekali kau, aku tidak mudah menyukai seseorang'' ujar Raine sambil meninggalkan Ryu dan menghampiri ayah dan ibunya.


Tetua Reva tengah menunggu mereka disana, kedatangan Mr Robert dan keluarganya rupanya disambut hangat oleh seluruh anggota White Tigers,


''Tetua Reva... bagaimana keadaan anda" tanya Mr Robert sesaat setelah menghampiri Tetua Reva dipintu gerbang istana Ordo,


Tetua Reva mengelus janggut panjangnya,


''Baik Robert dan selalu akan baik.. ayo kita masuk" ucap Tetua Reva mempersilahkan,


mereka pun berjalan beriringan memasuki ruangan dengan meja kayu tua berukuran panjang, meja ini biasa digunakan untuk menjamu tamu Ordo,


para pelayan sibuk mempersiapkan makanan dan minuman penyambutan untuk Mr Robert, sementara ketujuh pasukan Harimau mohon undur diri kepada Mr Robert dan Tetua Reva karena misi mereka telah selesai,


''Robert, apa yang terjadi... mengapa kau sampai berada di desa Green Dragon?" tanya Tetua Reva disela-sela jamuan makan,

__ADS_1


"Tetua Reva, sebelumnya perkenalkan anak muda ini, dialah yang menyelamatkan saya dan keluarga beberapa kali ini'' ujar Mr Robert memperkenalkan Ryu kepada Tetua Reva,


Ryu berdiri memberikan sikap hormatnya kepada Tetua Reva,


Tetua Reva memandangi Ryu dengan seksama,


"inikah penyihir telapak tangan merah itu?" tanyanya perlahan,


''ya Tetua, dia penyihir yang memiliki kemampuan istimewa'' balas Mr Robert, sementara Ryu hanya mengangguk pelan,


''Desa Green Dragon diserang oleh Hima dan Yin, mereka tengah berkhianat dengan membunuh Jaques dan kawanannya, kami hampir saja diserang juga oleh mereka kalau saja anak ini tidak ada, ia menyelematkan kami dan desa Green Dragon Tetua...'' lanjut Mr Robert menerangkan kejadian yang menimpanya beberapa waktu lalu,


''lalu bagaimana dengan Tetua Ghuba?" tanya Tetua Reva terkejut,


"Tetua Ghuba terluka, namun ia baik-baik saja.." jawab Mr Robert lagi,


''syukurlah kalau begitu, Ah ini pasti Raine.. aku sudah lama tidak bertemu denganmu" ujar Tetua Reva sambil tersenyum kearah Raine,


Raine balas tersenyum canggung,


"ia Tetua, sudah lama sekali aku tidak mengunjungi desa White Tigers" jawabnya,


"kau dan ayahmu pasti sibuk dengan kehidupan kalian dikota, tidak apa-apa aku mengerti" balas Tetua Reva,


Para pelayan Istana Ordo tampak membawa beberapa hidangan yang special yang dimasak langsung oleh juru masak istana Ordo,


”ayo dimakan..." ujar Tetua Reva ketika makanan dan minuman sudah selesai disajikan oleh para pelayan Istana Ordo


sambil makan, mereka disuguhkan tayangan berita melalui televisi besar diruang makan itu, tampaknya sedang ada berita khusus dari Lorraine Tv,


*ledakan badai matahari kali ini jauh lebih besar daripada yang pernah ada sebelumnya, matahari baru saja melontarkan tiga buah bola pijar menuju bumi dengan kecepatan nyaris dua puluh kali lebih tinggi dari biasanya, Pihak Nasa ingin mencoba memastikan apakah bola pijar itu akan bertabrakan dengan bumi atau tidak dan bagaimana dengan dampaknya kemudian*


Ryu yang baru saja hendak menyantap hidangannya tersentak ketika mendengarkan berita itu.


"Akhirnya mereka Tiba" gumamnya yang terdengar oleh Raine yang duduk disebelahnya

__ADS_1


...****************...


__ADS_2