
Tetua Ghuba memerintahkan seluruh anggotanya pulang ke desa Ordo Green Dragon pasca serangan dan pencurian benda pusaka milik Ordo mereka,
''Robert, aku terpaksa menahan kalian sampai penyelidikan ini selesai'' ujar Tetua Ghuba ketika keadaan mulai terkendali,
tidak ada kata-kata yang bisa dilontarkan oleh Mr Robert, ketika para penjaga desa Ordo Green Dragon menahannya, ia bisa saja mencoba melawan, akan tetapi itu akan menyebabkan keadaan semakin rumit, ditambah lagi ia harus melindungi putri kecilnya yang tidak bisa menggunakan sihir.
mereka ditempatkan di sel yang lembab dibawah tanah, sel itu gelap dan hanya diterangi oleh obor yang ditaruh disepanjang lorong, dan itu tidak cukup untuk menerangi ruang 3x3 yang ditempati Mr Robert dan keluarganya,
''kenapa jadi seperti ini?” tanya Mr Robert tanpa mengharapkan jawaban,
Raine yang masih penasaran segera meminta penjelasan kepada Nick Hayers,
''Nick, Apakah Ryu yang mencuri benda pusaka Tjipetir tadi?” tanya Raine geram,
Nick Hayers ketakutan dibuatnya, ia memiliki trauma dalam tekanan, sepanjang hidupnya ia dibully oleh semua teman-temannya,
tanpa sadar air mata Nick meleleh, sekali lagi diamnya membuat kekacauan,
''itu Ryu...'' jawab Nick pelan,
''Ryu? jadi itu sosok Ryu yang sebenarnya?” tanya Raine naik pitam,
Nick mengangguk pelan,
''jadi dia menghianati ayahku?" tanya Raine
Nick diam tidak mampu berkata-kata, ia menangis dalam diam,
''kurang ajar... tak kusangka Ryu selicik itu" teriak Raine seraya menggenggam jubah yang dikenakan Nick, membuat Nick nangis sesegukan,
"Raine, sudahlah nak.. anak itu sepertinya tidak bisa berbuat apa-apa'' ujar Mrs Robert berusaha menenangkan putrinya,
''Kai Ryu, siapapun kalian .. akan kubalas apa yang telah kalian perbuat hari ini...” ujar Raine kesal,
''a...a.. akuu tak tahu apa yang mereka lakukan, tapi... tapi, mereka hanya berusaha menyelamatkan kita..'' ujar Nick masih menangis,
__ADS_1
''menyelamatkan kita? dengan menjebak kita dan membuat keadaan menjadi runyam?” balas Raine,
''Raine!!! cukup'' suara Mr Robert meninggi,
ia menghampiri Nick,
''tenanglah nak, semua akan baik-baik saja.. sekarang ceritakan apa yang kau ketahui mengenai Kai dan Ryu'' pinta Mr Robert lembut kepada Nick,
''ya... yanggg.. yang.." belum sempat Nick melanjutkan, Mr Robert mengelus kepalanya,
''sudahi tangismu nak,.. kau pria dan pria itu harus tegar'' ujar Mr Robert,
Nick mencoba menenangkan dirinya, Raine dan Mrs Robert hanya memandanginya dari jauh, sementara Mr Robert bersikap mengayominya selayaknya seorang ayah kepada anaknya,
''semua itu berawal dari dua belas tahun yang lalu, saat ayahku dan ibuku meninggal, aku tinggal sebatang kara didunia ini, dan aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku'' terang Nick, Mr Robert diam menyimak dengan seksama,
''aku pergi keatas puncak gunung agar jauh dari keramaian, dan aku berharap bisa loncat dari puncak tertinggi, dan aku berhasil, tiba-tiba sebuah cahaya merah terang menyergap tubuhku yang melayang-layang diketinggian, aku pikir aku sudah mati ketika itu'' Nick menyeka air matanya,..
''lalu?" tanya Mr Robert,
''aku bertemu dengan Kai dan Ryu, mereka bertubuh tegap dengan jubah yang megah, berkilauan cahaya merah, dan mereka tersenyum kepadaku, aku mengira mereka adalah penjaga neraka, namun Kai menyapaku dengan lembut, Kenapa kau adik kecil, apa kau baik-baik saja tanya Kai kepadaku kala itu'' terang Nick panjang lebar, sambil kembali menyeka air matanya
''kemana engkau ketika mereka menggunakan tubuhmu?” tanya Raine menyela,
''ditubuhku, aku tetap bisa melihat dengan mataku dan merasakan apapun yang terjadi, hanya saja aku tidak bisa mengendalikannya'' jawab Nick,
''berarti kau sering mendengar percakapan Kai dan Ryu?” tanya Raine lagi,
''ya.. kami bertiga sering terhubung, mereka sering mengatakan bahwa sesuatu akan tiba, dan mereka belum siap untuk hal itu'' jawab Nick Hayers,
'' apakah mereka mengatakan dari Ordo mana mereka berasal?'' tanya Raine penasaran,
Nick menggeleng pelan,
''tidak...tapi mereka mengetahui ada bangsa vampire, penyihir dan serigala kala itu, Ryu sering membicarakannya dengan menyebut mahluk lemah'' jawab Nick,
__ADS_1
''cih.. Ryu mengatakan hal itu? Kai bagaimana menyetujuinya?” tanya Raine,
''tidak.. Kai jarang berbicara, ia sangat baik dan santun'' balas Nick,
''lalu apa yang dimaksud dengan tubuh mereka terluka dan didalam incubator?apa kau mengetahuinya?” tanya Raine lagi,
''ya, mereka sering mengatakan bahwa Kai telah melewati batas terbawah energinya, dan itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memulihkannya, incubator itu semacam alat yang dapat menyimpan tubuh mereka untuk beristirahat.'' jawab Nick,
''jadi kemana Kai saat ini?" tanya Raine,
''aku tidak tau, Tubuh Kai tertidur didalam Incubator selama ini'' jawab Nick singkat,
******
Didesa Ordo Red Phoenix, Tetua Hima sedang menunggu laporan dari Pasukan sayap kiri, hasratnya untuk menguasai kembali dunia sihir begitu besar, hasrat yang selama ini dipendam oleh Jaques, rasa dendam karena dipermalukan oleh Jaques dimasalalu membuatnya begitu menggebu-gebu,
''Tetua Hima, Jaques masih kuat pengaruhnya dalam dunia sihir, apa kau sudah mempertimbangkannya baik-baik'' ujar Anggota dewan Agung Ordo Red Phoenix,
Hima menyeringai, darah mudanya masih terasa kuat penuh hasrat,
''Tenang saja yang terhormat Dewan Ordo aku telah menyusupi orang-orang Red Phoenix disekitarnya, sampai dia begitu percaya dengan Leia dan Jonathan'' senyum Tetua Hima licik,
''jika gagal rencana ini akan membawa kita mundur ketiga ratus tahun lalu Tetua Hima, dimana dunia sihir terpecah belah'' terang anggota Dewan Ordo lainnya,
''benar.. kalau saja saat itu Jaques tidak ikut campur, aku akan membawa kejayaan Ordo Red Phoenix dan mempersatukan dunia sihir dan manusia dibawah kendaliku'' jawab Tetua Hima penuh ambisi,
''tapi berhati-hatilah Tetua Hima, masa depan Red Phoenix tergantung dari hari ini'' ucap anggota Dewan Ordo yang lain lagi,
Tetua Hima tampak murka, ambisinya sudah diluar nalarnya, ia mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya dan mengarahkannya kepada anggota dewan Ordo,
''dengar kalian, Red Phoenix dibawah kendaliku, walaupun kalian anggota Dewan Ordo sekalipun akan kuhabisi jika berani menentangku'' tantang Tetua Hima,
''Berani sekali kau mengancam kami dengan pusaka Ordo'' balas anggota dewan pertama,
''kau... kau kurang ajar kau, Meteorid kau gunakan untuk mengancam kami'' balas anggota dewan kedua,
__ADS_1
''cih, penjaga bawa mereka kepenjara paling dalam.., sebaiknya kalian diam dan tidak melawan, atau kubunuh kalian beserta keturunanmu, Ordo Red Phoenix adalah Ordo besar dan tidak butuh orang pengecut seperti kalian'' ujar Tetua Hima murka, tongkat legenda meteorid berkilauan menyala berwarna merah api, seperti siap ditembakan kepada para anggota dewan Ordo yang berjumlah tiga orang.
para penjaga loyalis Tetua Hima pun segera meringkus para anggota dewan Ordo, dengan tidak adanya anggota dewan Ordo maka Tetua Hima menjadi penguasa tunggal di Ordo Red Phoenix.