King Of Zorn

King Of Zorn
Ramuan Penyembuh untuk Kai dan Ryu


__ADS_3

Kondisi Mr Robert membaik dari hari kehari, ramuan penyembuh miliknya bekerja dengan sangat cepat, saat ini Mr Robert sudah dapat menggunakan kedua tangannya kembali,


Sore itu didepan Goa tempat Mr Robert dan keluarganya tinggal untuk sementara bersama Ryu, Mrs Ward dan Raine sedang berenang di danau yang mengkilap keemasan terpapar sinar matahari sore, Mr Robert duduk dengan secangkir kopi ditangannya, ini adalah kehidupan impiannya selama beratus-ratus tahun, namun selama ia menjadi anggota Light Corp hampir tidak pernah ia duduk santai menikmati alam, ia selalu disibukan dengan meracik ramuan-ramuan baru, yang disebut oleh Light Corp sebagai serum, hampir seluruh dunia sihir menggunakan ramuan milik Mr Robert, sebut saja ramuan immortal, ramuan penyembuh, ramuan anti sihir, ramuan vampire dan ramuan serigala, ramuan-ramuan tersebut dijual mendunia oleh Light Corp, tentunya tidak untuk dijual kepada manusia.


Seperti biasa Ryu baru saja selesai berburu ketika Mrs Ward dan Raine baru saja selesai mengganti baju mereka selepas mandi sore itu, cuaca berubah dengan cepat, langit mendadak berubah menjadi hitam pekat, Ryu mengajak Mr Robert dan keluarganya untuk membuat perapian dimulut Goa utama, Mr Robert pun ikut membantu menyusun tumpukan kayu kering yang baru didapatkan Ryu dari hutan beserta beberapa hewan buruannya,


*BLAsttt*


Ryu membakar kayu-kayu itu dengan sihir api miliknya,


Mr Robert memperhatikan hal kecil itu dengan seksama,


''kau menguasai elemen api?" tanya Mr Robert,


''ya..'' jawab Ryu singkat


”apa kau memiliki darah keturunan dari Ordo Red Phoenix?” tanya Mr Robert seraya memindahkan batu-batu untuk tempat mereka duduk, Raine dan Mrs Ward ikut membantunya,


"Ordo Red Phoenix??” balik Ryu bertanya, wajahnya menunjukan ia tidak memahami hal itu,


"Ordo Red Phoenix adalah Ordo penguasa elemen api” terang Mr Robert,


Ryu merapihkan susunan kayu-kayu untuk menggantung daging dan panci diatas tumpukan kayu yang sudah menyala,


”Kenapa hanya mereka yang menguasai elemen api?" tanya Ryu polos,


Mr Robert mengernyitkan dahinya, ia terheran-heran ada penyihir yang tidak mengerti terkait hal itu,


”Daging apa yang kau bawa Ryu?” tanya Raine seraya mengambil daun teh kering dari tempatnya, hujan mulai turun perlahan, untungnya mereka sudah memindahkan perapian kedalam goa utama,


"tadi aku menemukan bangkai manusia, jadi kupotong-potong buat makanan kita malam ini" jawab Ryu tanpa rasa bersalah,


Raine melotot tanpa berkata-kata


seperti biasa Ryu kembali tertawa,


"pernahkah kalian memakan daging manusia? kurasa cukup enak rasanya" ujarnya lagi


"apa kau sekejam itu Ryu?” tanya Raine kesal,


"ya, kalau memang terpaksa, kurasa tidak ada salahnya, tapi tenang saja, ini daging rusa kalian tenang saja ya" ujar Ryu seraya menusukan daging-daging itu ke dahan kayu tajam,


"jadi bagaimana Mr Robert? kenapa hanya Ordo tersebut yang menguasai elemen api" tanya Ryu,

__ADS_1


Mr Robert belum sempat menjawab,


"sihir elemen adalah yang paling dasar, tidak ada yang anehkan jika aku menguasai elemen" ujar Ryu seraya menyentil listrik dari tangannya, listrik itu melesat mengenai dinding goa dan meninggalkan bercak hitam disana, sekali lagi ia membuka telapak tangannya kearah hujan rintik-rintik dan Ryu menggerak-gerakan tangannya seakan-akan sedang melambai, hujan itu pun ikut menari-nari mengikuti gerakan tangan Ryu,


Mr Robert terbelalak dibuatnya, begitu juga Mrs Ward dan Raine, seakan-akan mereka bertanya-tanya semahir itukah seorang misterius dihadapannya memainkan elemen-elemen sihir itu?


"kenapa kalian terpesona denganku? ada yang salah?" tanya Ryu membuat ketiganya tersentak dari pemikiran mereka,


"kau dari Golden Eagle kah? atau ayahmu atau ibumu?" tanya Mrs Ward yang selama ini diam, Mrs Ward tidak pernah mengajak Ryu berbicara selama berada disitu, ia sangat berhati-hati terhadap orang yang baru dikenal, namun memang Mrs Ward adalah seorang pendiam, ia lebih memilih untuk memperhatikan daripada bicara, namun kejadian ini membuatnya ikut penasaran,


"atau seperti ini" ujar Ryu seraya menarik air Hujan untuk masuk kedalam panci digenggaman tangannya sambil tertawa bangga,


setelah itu Ryu melirik kearah Mrs Ward,


"Golden Eagle apa lagi itu?" tanya Ryu semakin tidak memahami pembicaraan Mr Robert dan istrinya,


"BLAAARRRR" petir menyambar tepat ketengah danau, suaranya memekakkan telinga mereka, Raine betul-betul terkejut dibuatnya, hampir saja ia menendang tumpah panci yang baru saja digantung Ryu diatas perapian,


semua terdiam disitu, hanya Ryu yang tampaknya tiba-tiba antusias,


"aaaahhh.. ka..kalian tunggu disini, lanjutkan tanpa aku" ucap Ryu tergesa-gesa seakan-akan ia baru menyadari sesuatu, tiba-tiba sorot matanya berubah tajam, dan cahaya merah itu keluar dari mata dan kedua telapak tangannya, ia berjalan keluar dan perlahan-lahan tubuhnya melayang diudara, ia melesat kearah tengah danau,


Raine dan Mrs Ward bingung dengan sikap Ryu,


"mau apa dia?" tanya Raine tanpa mengharapkan jawaban, karena ia tau kedua orangtuanya pun heran dengan sikap Ryu itu


"BLaAAaaRRR"


petir itu menyambar dua kali kearah Ryu, cahaya merah menyala yang berasal dari telapak tangannya membuat Ryu terlihat dikegelapan,


"kurasa ia mau menyerap kekuatan petir itu" jawab Mr Robert, seraya memperhatikan Ryu yang melayang-layang jauh ditengah danau,


"BLAAAAaarrrr"


petir itu kembali menyambarnya dengan kekuatan penuh,


Hampir dua jam Ryu berada diluar sana, hujan perlahan-lahan mereda, tidak terdengar lagi suara gemuruh diatas sana, perlahan-lahan awan pun menyibak diri dan mempersilahkan bulan menampakan wajahnya,


"Ahhh... nikmat sekali..'' ujar Ryu saat mendarat tepat didepan mulut utama Goa, cahaya ditubuhnya tampak lebih terang dari sebelumnya,


ia buru-buru masuk kedalam Goa tempat tinggalnya, sementara Raine dan ayahnya masih disitu menikmati secangkir teh hangat, Mrs Ward sudah masuk kedalam untuk beristirahat,


Ryu kembali keluar dari dalam goanya, ia sudah mengganti pakaiannya, ia menghampiri Mr Robert dan Raine dan segera menyeduh teh panas untuk dirinya sendiri,

__ADS_1


"Bagaimana apakah cukup?” tanya Mr Robert membuka percakapan,


"yah lumayan, sedikit mempercepat pemulihan" ujar Ryu tersenyum,


"sebenarnya apa tujuanmu saat pulih nanti Ryu" tanya Mr Robert penuh keingintahuan,


Ryu menuang air panas kecangkir miliknya,


"sebenarnya aku pulih atau tidak tidak masalah untukku, tapi..." pembicaraan Ryu terhenti,


Mr Robert seakan menunggu Ryu melanjutkan perkataannya,


''lalu, kenapa kau mengumpulkan energi dari petir tadi?" tanya Raine kebingungan,


''itu karena Kai..."ucap Ryu pelan, ia menyeruput teh hangat ditangannya,


"aku pulih atau tidak, tidak apa-apa, tapi Kai harus pulih" ujar Ryu dingin,


Raine semakin terheran-heran dengan kepribadian Ryu, sosok yang cuek, dan terkadang terlihat membenci Kai akan tetapi didalam hatinya ia mengusahakan kesembuhan kakaknya.


"kenapa? kenapa tidak kalian berdua pulih bersama-sama?" tanya Raine serius,


"ya, aku pun ingin demikian, tapi akan terlalu lambat untuk Kai jika kami membagi energi yang kami dapatkan selama ini" jawab Ryu penuh teka-teki


''tapi apa tujuanmu setelah kalian pulih nanti" tanya Mr Robert berhati-hati,


Ryu melirik kearah Mr Robert,


"melindungi kalian,.. setidaknya itulah yang akan dilakukan Kai" balas Ryu,


''melindungi kami? kurasa saat inipun kalian bisa melindungi kami" tanya Raine lagi,


''aku berharap semua baik-baik saja, tapi.. suatu saat nanti mungkin aku tidak bisa menjaga kalian, tapi Kai bisa.." balas Ryu


Raine terlihat kesal, terlalu banyak hal yang tidak ia ketahui dari Kai dan Ryu, menurutnya banyak ucapan-ucapan Ryu yang tidak ia pahami makna dan tujuannya,


mendengar hal itu, Mr Robert yang tadinya berhati-hati kini menjadi lebih terbuka,


''Ryu, kulihat kau dan Kai sebenarnya adalah orang baik, jika memang kalian bisa membawa kedamaian untuk seluruh dunia, maka aku akan membantu, sebentar aku ambilkan ramuan penyembuh untuk kau dan kakakmu'' ujar Mr Robert seraya masuk kedalam goa tempat tinggalnya yang terletak tidak jauh dari mulut utama goa.


tak lama kemudian ia keluar dengan membawa serum penyembuh dan memberikannya kepada Ryu,


''walaupun aku tidak tau seberapa parah lukamu dan kakakmu tapi kuharap ini bisa membantu kalian" ucap Mr Robert

__ADS_1


''mengkonsumsi lebih banyak tidak akan berpengaruh apa-apa, jadi sebaiknya pergunakan saja untuk kalian berdua'' Mr Robert menambahkan,


''Baik, terimakasih..'' jawab Ryu singkat, kehidupan keras yang sudah dilaluinya membuat Ryu memiliki karakter yang sangat unik, ia terlihat agak konyol, kejam, tapi juga terkadang terlihat polos. hari demi hari mereka semakin dekat satu sama lain, perlahan-lahan Mr Robert dan keluarganya mulai mempercayai Ryu dan Kai dan mulai menguak siapa sebenarnya mereka.


__ADS_2