King Of Zorn

King Of Zorn
Bertahan sekuat tenaga Tetua Ghuba


__ADS_3

Tetua Ghuba terluka, walau saja ia berhasil membunuh Feix namun ia sempat tersentuh dengan sihir telapak beracun milik Feix dan itu cukup untuk mengaliri tubuh Tetua Ghuba dengan racun mematikan milik Ordo Black Mamba,


Tetua Yin sangat terkejut melihat salah satu anggota elitenya tewas secara mengenaskan,


sebenarnya jika Tiga Naga tidak terluka parah saat mempertahankan tongkat Tjipetir, mungkin situasinya tidak terlalu berat seperti ini, namun saat ini Ordo Green Dragon memang tidak memiliki penyihir yang mumpuni untuk menghentikan keganasan penyihir elite Red Phoenix dan Black Mamba,


"Cuih..." Tetua Ghuba membuang air liurnya ketanah, sambil kembali berusaha menghisap bekas luka ditangan kanannya, ia bermaksud dapat mengeluar racun itu dengan menghisapnya. air liurny berwarna merah kehijauan karena darahnya sudah mulai bercampur dengan racun mematikan,


"Gavriel giliranmu" ujar Tetua Hima kepada salah satu anggota pasukan Kepala Phoenix,


tanpa menunggu Tetua Ghuba yang sedang mencoba mengurangi efek racun ditubuhnya, Gavriel langsung menghembuskan semburan api dari mulutnya, semburan api panas itu jangkauannya sangat jauh, hampir delapan belas meter membuat Tetua Ghuba segera menghindar dengan melompat kesisi kanannya,


melihat serangannya dihindari oleh lawannya Gavriel tak tinggal diam, ia segera melanjutkan serangannya ia melemparkan bola-bola api yang menghasilkan ledakan-ledakan kecil ketika menyentuh tanah, namun semua berhasil dihindari oleh Tetua Ghuba,


"apa kau bercanda? sihir rendahan seperti ini..bahkan tidak mampu melukai penyihir tingkat 1" ujar Tetua Ghuba,


Gavriel tersenyum mendengar kata-kata Tetua Ghuba,


dan sebuah Burung Phoenix panas membara tiba-tiba turun dari langit menghujam kearah Tetua Ghuba,


Tetua Ghuba melompat kebelakang bermaksud menghindarinya namun ledakannya cukup besar sehingga ia terlempar beberapa meter ditambah rambut tuanya sedikit terbakar akibat panasnya sihir Phoenix api itu,


''rupanya kau bermaksud membuat ku lemah dengan sihir amatirmu itu, lalu menyerang sesekali dengan sihir mematikan ya'' ujar Tetua Ghuba,


''cepat juga reflekmu pak Tua" balas Gavriel,


mereka berdua saling berhadapan kembali, dan saling waspada satu sama lain,


Gavriel melompat keatas dan kembali menghujani Tetua Ghuba dengan sihir bola api, Tetua Ghuba melompat-lompat untuk menghindari serangan itu,


Tetua Ghuba merapalkan mantera dan membuat sebuah cambuk dari listrik, Tetua Ghuba melempar cambuk itu keudara, namun Gavriel menghindarinya, cambuk listrik itu berputar, menghalau serangan bola-bola api, sehingga bola api itu meledak diudara, hingga akhirnya dalam satu kesempatan cambuk listrik itu berhasil mengenai dan mengikat kesalah satu kaki Gavriel


Gavriel tersengat dan terlihat kejang-kejang, ia terjatuh dan menggelepar-gelepar ditanah,


''jangan pernah meremehkan sihir Ordo Green Dragon, kalau kau tak mau binasa'' ujar Tetua Ghuba seraya terus mengaliri tubuh Gavriel dengan listriknya,


Tetua Hima terlihat begitu kesal ketika salah satu anggota elitenya nyaris saja tewas, diam-diam ia merapalkan sebuah mantra...


dan tiba-tiba satu sambaran Phoenix api menghempaskan tubuh Tetua Ghuba, ia terpelanting hebat, Tetua Ghuba muntah darah, darahnya berwarna merah kehijau-hijauan, tampaknya ia keracunan semakin parah


''Tetua...'' teriak para anggota Green Dragon seraya berusaha membantu Tetua Ghuba,

__ADS_1


Gavriel selamat, nafasnya tersengal-sengal, pandangannya buram, nyawanya nyaris saja terlepas dari tubuhnya,


''cih, kalian curang rupanya'' ujar Tetua Ghuba lemah,


Tetua Hima tertawa puas,


"anggota elite kami masih berada beberapa tingkat dibawahmu, seharusnya kau melawanku Ghuba..." ucap Tetua Hima,


"tapi tidak dengan cara menyerang diam-diam seperti itu" ujar Eze yang marah dengan ulah Tetua Hima,


Tetua Hima melirik kearah Eze,


"kalau begitu apa kau ingin menggantikan Tetuamu untuk bertarung?" tanyanya dengan tatapan tajam,


semua terdiam, walaupun jumlah anggota Green Dragon banyak, namun mereka bergetar ketika melihat Tetua Hima membawa tongkat Legenda Meteorid,


namun tiba-tiba,


''kurang ajar kalian, berani kalian memperolok Tetua Ghuba'' ucap suara dari belakang kerumunan,


suara itu berasal dari Mr Robert, ia tampaknya tidak mampu lagi membendung amarahnya melihat sikap arogan Tetua Hima dan Tetua Yin,


Tetua Hima tampak sangat antusias, ia tersenyum karena ia tak menyangka akan menemukan Mr Robert disini,


7 pasukan Harimau segera melindungi Mr Robert, mereka menutupi Mr Robert dengan tubuh mereka,


melihat hal itu Tetua Hima bereaksi,


''Ah.. ada tujuh kucing kecil juga rupanya'' ujar Tetua Hima meremehkan ketujuh anggota elite White Tigers,


"jangan ganggu dia, karena kami tidak ikut campur dalam pertempuran ini" ujar Kuki pemimpin 7 pasukan Harimau,


''kalau aku mau kalian ikut campur bagaimana?" tanya Tetua Hima,


''Hei Hima, urusanmu denganku, jangan kau ganggu tamuku'' ujar Tetua Ghuba seraya mencoba bangkit


Keadaan begitu mencekam, seorang yang tampak sangat kejam ini ingin mengobrak-abrik dan berbuat semena-mena didesa Ordo Green Dragon,


''Pak Tua, satu jengkal lagi aku bisa membunuhmu dengan sangat mudah, tapi aku tidak begitu tertarik lagi, lebih baik kita bermain-main dengan kucing-kucing kecil ini'' tawa Tetua Hima sambil melihat Tetua Yin dibelakangnya,


"aku setuju Hima, sepertinya kucing-kucing ini sudah tidak sabar untuk bermain-main dengan kita" ujar Tetua Yin menimpali,

__ADS_1


"Ah begini saja, kita buat kesepakatan, berikan Robert dan keluarganya maka kalian semua akan kulepaskan" ujar Tetua Hima,


Kuki tidak melihat itu sebagai sebuah pilihan, perintah Tetua Reva sangatlah jelas, membawa Mr Robert dan keluarganya ke desa White Tigers, jadi sampai matipun 7 pasukan Harimau akan tunduk dengan perintah itu,


"tidak, kami ditugaskan membawa Mr Robert kembali pulang, dan itulah misi kami" balas Kuki pemimpin 7 pasukan Harimau,


''Ha Ha, kau pikir ini sebuah pilihan...??" tanya Tetua Hima tertawa,


dalam situasi genting seperti ini, Nick Hayers sangat ketakutan, terlebih lagi jika ada yang mengenalinya sebagai penyihir telapak tangan merah, maka ia berusaha menghubungi Ryu dan Kai lewat bathinnya, ia tau Ryu dan Kai terhubung dengan tubuhnya, atau semua akan dibunuh habis oleh pasukan Red Phoenix dan Black Mamba dihadapannya.


*Ryu... Kai... bantu kami* ucapnya dalam hati,


*Kai.. Ryu... aku tau kalian mendengarku disana.... jawaaablah... ini sangat penting....* ucapnya lagi ketika tidak mendapatkan balasan,


*Kai... Ryuuu.....* Ziiiiiiiiiiingggghg


tiba-tiba Nick Hayers merasakan tubuhnya kebas seraya mati rasa, pendengarnya menurun seperti kupingnya ditutupi oleh sesuatu, bunyi Ziiiingggg menggantikan suara-suara yang ia dengar sebelumnya, tubuhnya kaku. tiba-tiba ia mendengar dua orang yang sedang berbicara satu sama lain


*Nick membutuhkan bantuanmu*


*lebih baik kita focus dengan penyembuhanmu saja dulu*


*tapi Nick mungkin dalam bahaya Ryu*


*Kai, Ryu saat ini Tetua Red Phoenix ada dihadapanku, situasinya sangat berbahaya disini, Raine dan keluarganya mungkin saja terbunuh*


*cih, kita sudah tersambung dengan bocah itu rupanya*


*Nick, apa kabarmu?* suara Kai menggema di bathin Nick penuh wibawa,


*kami masih didesa Green Dragon, dan kami membutuhkan kalian.. kumohon* jawab Nick panik,


*astaga manusia-manusia ini sungguh merepotkan saja, kami ada urusan yang lebih penting*


*Ryu, kau tau alasanku kesinikan,memilih tempat ini!! kalau alasan itu sudah tidak ada, tidak ada gunanya lagi semua*


*Kai, Kau sudah gila ya,.. demi gadis itu kau ...*


*ini perintah Ryu...*


*Akkkhhh brengsek...*

__ADS_1


suara bathin Nick Hayers terputus,


mendadak ia menggeliat memanjangkan tulang-tulangnya yang terasa penat.


__ADS_2