
Dunia para penyihir sedang tidak baik-baik saja, setelah pengumuman terkait hilangnya Mr Robert, tiap-tiap Ordo menyikapinya dengan tindakan yang berbeda-beda, walaupun mereka mendukung pencarian Mr Robert akan tetapi hanya Ordo White Tiger sebagai Ordonya Mr Robert dan Green Dragon yang betul-betul menurunkan orang untuk mencari Mr Robert, sementara Ordo Black Mamba acuh tak acuh dengan hal itu, mereka tidak mau terlibat lebih jauh setelah kehilangan banyak anggota dipeperangan tiga bangsa kemarin, sementara Ordo Red Phoenix tampak sangat aktif berkomunikasi dengan Light Corp, namun sebenarnya banyak yang tidak menyukai Tetua Hima, ia terkenal sangat agresif dan licik, dan ia yang termuda selain Tetua Jaques bila dibandingkan Tetua Ghuba, Tetua Reva dan Tetua Yin, Tetua Hima menggantikan kedudukan ayahnya 300 tahun yang lalu, dimana saat itu Ordo Red Phoenix adalah Ordo terkuat didunia sihir, semasa mudanya Tetua Hima mengikuti jejak ayahnya yang suka menjajah Ordo-Ordo kecil, mereka sangat percaya diri dengan sihir Elemen api mereka, namun setelah ayahnya terbunuh oleh Tetua Jaques, Hima menjadi sangat marah ketika itu, dan mengajak Tetua Jaques bertempur satu lawan satu, dan dimenangkan oleh Tetua Jaques.
''Tetua Hima, pasukan sayap kiri melihat pergerakan empat orang penyihir menuju desa Ordo Green Dragon..'' ucap Anggota kepala Phoenix,
Kepala Phoenix adalah pasukan khusus dari Ordo Red Phoenix, mereka ditugaskan menjaga Tetua Ordo Red Phoenix, berisikan 9 orang penyihir tingkat tinggi berelemen api.
''siapa mereka?apakah Robert?” tanya Tetua Hima antusias,
''belum diketahui identitas mereka Tetua, masih dalam pengintaian" ucap Sisera,
Sisera, gadis ini terlihat agak tomboy dengan rambutnya terikat kebelakang, tatapannya dingin tampak sangat percaya diri. selama ini ia dipercaya untuk mengintai Leia dari kejauhan, dia yang menginformasikan keadaan Leia kepada Tetua Hima, Leia sendiri tidak akan menyukai jika tau bahwa dirinya diintai oleh Sisera atas perintah ayahnya.
''Kita harus segera menemukan Robert... bagaimanapun caranya, jangan sampai Ordo lain mendahului kita'' ujar Hima dengan tatapan liciknya,
''mereka sudah memasuki kawasan Green Dragon Tetua, kami takut akan memicu konflik jika kita menyergap mereka" jawab Sisera,
''kalau benar itu Robert, mau apa dia kesana?'' tanya Tetua Hima sambil menduga-duga,
Sisera diam menunggu perintah Tetua Hima,
''baik, minta seluruh pasukan sayap kiri mengintai desa Ordo Green Dragon, sampai mereka mengetahui siapa keempat orang itu'' perintah Tetua Hima,
''baik Tetua'', jawab Sisera sambil beranjak pergi,
''Cihhh, Jaques... Jaques, kini sudah saatnya Red Phoenix kembali menguasai dunia sihir'' ujar Tetua pelan Hima sambil tersenyum licik.
*****
Sementara itu didekat kawasan Desa Ordo Green Dragon, Mr Robert dan kawanannya baru saja selesai mengisi persediaan air disungai didekat situ, mereka baru berjalan kembali selama beberapa menit sebelum akhirnya,
"Sssttt'' ada yang mengintai kita.. ujar Mr Robert seraya menghentikan langkahnya,
mereka berempat pun siaga dan bersiap kemungkinan ada serangan kepada mereka,
''keluarlah...'' ujar Mr Robert kearah pepohonan rindang jauh didepannya,
tap...tap...tap
__ADS_1
tiga orang penyihir mendarat dihadapan mereka, mereka menggunakan jubah hitam berlambang naga berwarna hijau tanda mereka adalah anggota Ordo Green Dragon,
''salam tuan, kami dari Ordo Green Dragon, kalian memasuki kawasan desa kami, silahkan memperkenalkan diri anda dan tujuan anda kedesa kami'' ucap salah satu dari ketiga penjaga Ordo Green Dragon,
''Saya Robert bersama keluarga saya dari Ordo White Tiger'' balas Mr Robert seraya mengeluarkan cap besi yang menunjukan Anggota Tinggi Ordo White Tiger,
''Tuan Robert??.. andakah itu??'' tanya Penjaga Ordo Green Dragon sambil saling berpandangan,
''ssttt.. kuminta kalian merahasiakan kedatangan kami kesini, bisa aku bertemu dengan Tetua Ghuba??” tanya Mr Robert,
setelah melihat tanda yang ditunjukan Mr Robert dengan seksama akhirnya para penjaga itu mengijinkan mereka untuk masuk desa Ordo Green Dragon, dan mereka mendampingi rombongan Mr Robert menuju kediaman Tetua Ghuba,
sesaat setelah melewati kabut perisai, tampak sebuah desa sederhana dibaliknya, sebuah patung naga menghiasi bagian atap bangunan-bangunan sederhana disana, tampak lahan pertanian dan perkebunan ada disisi kiri dan kanan desa itu, tak lama kemudian mereka sampai disebuah gerbang besar setinggi delapan meter, gerbang itu terbuka sedikit menyisakan ruang untuk orang keluar masuk, tampak beberapa penjaga berdiri didepan gerbang itu dan sempat hendak menghentikan rombongan Mr Robert yang dikawal oleh tiga orang pengawal,
''mereka adalah tamu Tetua'' jawab salah satu dari tiga pengawal yang mengawal Mr Robert,
dibalik gerbang besar itu tampak beberapa bangunan yang sepertinya adalah istana untuk Tetua Ordo, para pengawal itu meminta Mr Robert untuk menunggu ketika mereka sampai disebuah bangunan yang lebih besar dari bangunan lainnya disitu,
pengawal itupun mengetuk pintu dan meminta ijin untuk masuk,
''Tetua Ghuba, ada Tuan Robert dari Ordo White Tiger ingin menemui anda'' ucap penjaga itu,
Tetua Ghuba tampak terkejut,
''Robert ada disini???” tanya pria tua itu yang ternyata adalah Tetua Ghuba, ia tak percaya ketika penjaga gerbang menyampaikan hal itu,
''cepat.. suruh dia masuk'' perintahnya lagi tergesa-gesa, seraya membereskan kertas besar dihadapannya,
Mr Robert pun beranjak masuk sambil melepaskan alas kakinya diluar ketika para penjaga mempersilahkannya untuk masuk kedalam bangunan yang dihiasi ukiran naga hijau pada kedua daun pintunya yang terbuat dari kayu tebal.
''Robert, kau disini rupanya'' ujar Tetua Ghuba tersenyum ketika Mr Robert melepaskan topi capingnya,
Mr Robert pun ikut tersenyum, ia menghampiri Tetua Ghuba dan memeluknya hangat,
"Apa Tetua Reva mengetahui hal ini" tanyanya lagi
Mr Robert menggeleng pelan,
__ADS_1
''belum, aku belum mengabari siapapun tentang keberadaanku'' balas Mr Robert, sambil melirik kearah penjaga yang ada diruangan itu,
Tetua Ghuba mengerti maksud Mr Robert,
''kalian boleh keluar dulu, dan Rahasiakan keberadaan orang ini'' perintah Tetua Ghuba, para penjaga itu pun bergegas meninggalkan ruangan itu,
''bagaimana keadaanmu Robert, apa yang telah terjadi?'' tanya Tetua Ghuba,
Mr Robert menghela nafasnya,
''Tetua Ghuba, aku baik-baik saja.. ini aku datang bersama anak dan istriku, sebelumnya kami disekap oleh kawanan Vampire demi mendapatkan rahasia ramuan vampire yang diperdagangkan oleh Light Corp'' ujar Mr Robert menceritakan kejadian yang menimpa ia dan keluarganya,
''jadi bagaimana apakah kau baik-baik saja Robert?apa yang mereka lakukan kepadamu?” tanya Tetua Ghuba berempati,
''mereka menyiksa aku dan keluargaku Tetua, tanganku dipatahkan mereka dan mereka menyetrum istriku dikursi listrik, aku sungguh tak punya pilihan'' terang Mr Robert lagi,
"Mereka sungguh keterlaluan, kalau saja Ordomu mengetahui hal ini mereka pasti tidak akan tinggal diam..'' ujar Tetua Ghuba, seraya memperhatikan kedua tangan Mr Robert dengan seksama,
''anak ini yang menyelamatkan ku'' ujar Mr Robert sambil menunjuk kearah Ryu,
belum sempat Tetua Ghuba berkata-kata, Mr Robert melanjutkan pembicaraannya,
''aku tau anak ini bersalah Tetua, tapi ... sebenarnya tujuan dia baik'' ujar Mr Robert lagi,
Tetua Ghuba terdiam memperhatikan Ryu dari ujung kaki sampai kepalanya,
''apa kesalahannya?''tanya Tetua Ghuba kepada Mr Robert,
Mr Robert tersentak kala Tetua Ghuba tidak mengetahui hal itu,
''mengenai peperangan itu, semua mengira anak ini menculikku Tetua'' balas Mr Robert,
''ah.. iya.. aku tau, kau diculik oleh anak ini ya, Jaques memberikan informasi itu kepada semua Ordo'' jawab Tetua Ghuba,
Kedatangan Mr Robert ke Ordo Green Dragon membuat Tetua Ghuba terkejut, Mr Robert dengan perlahan-lahan menceritakan duduk persoalan yang terjadi beberapa hari ini, sesekali Tetua Ghuba menanyakan hal yang kurang jelas dari cerita Mr Robert, apakah Tetua Ghuba menerima permintaan Mr Robert ?
selanjutnya di Next Chapter...
__ADS_1