King Of Zorn

King Of Zorn
Desa Green Dragon terselamatkan


__ADS_3

Suasana mencekam didesa Green Dragon berangsur-angsur mulai terkendali ketika Ryu mulai menguasai keadaan, Raine dan keluarganya tampak sudah mulai bisa bernafas lega, keangkuhan Tetua Hima berimbang dengan kesombongan Ryu sungguh tidak relevan dengan peribahasa membalas kejahatan dengan kebaikan, sebaliknya Ryu justru mempermainkan Tetua Hima dan kawanannya,


"jangan diam saja nona..." ujar Ryu menggoda Leia yang masih terpaku dengan kekuatan Ryu,


''atau pak Tua yang disana mau melawanku, sepertinya kau kuat?" ucap Ryu seraya menunjuk kearah Tetua Yin,


"anak ini sungguh kurang ajar" gumam Tetua Yin,


''kenapa pak Tua, apa kau takut?" ujar Ryu,


Tetua Yin tersenyum kecut, belum pernah ia diremehkan oleh seseorang dalam hidupnya, bahkan Jaques sekalipun,


krincing-krincing...


krincing-krincing...


krincing-krincing...


tiba-tiba bunyi lonceng memecah kesunyian, suasana Desa Ordo Green Dragon tiba-tiba berubah menjadi gelap,


semua orang disitu mulai ketakutan, Tetua Yin seperti merapalkan mantera dan melakukan ritual singkat, tangan kirinya tak henti-hentinya membunyikan lonceng kematian,


Sementara Ryu hanya terdiam memperhatikan, tak ada raut wajah gentar sedikitpun.


asap pekat dan hitam mulai berhembus entah darimana menyelimuti semua orang yang ada disitu, jarak pandang pun semakin rendah,


''Akkhhhh...'' tiba-tiba terdengar suara Ryu menjerit kesakitan, sebuah tangan hitam besar entah darimana meremas tubuhnya,


Ryu berusaha meronta-ronta, namun tubuhnya seperti tidak bisa bergerak,


Raine hanya melihat siluet bayangan Ryu yang meregangkan tubuhnya dan melihat ada bayangan tangan hitam raksaksa yang sedang meremasnya,


"He he he, apa kesombonganmu masih ada anak muda'' ujar Tetua Yin, seraya menghembuskan asap hitam pekat kearah Ryu,


"walau kau dapat melepaskan diri dari sihir itu, kau akan mati keracunan karena udah disekitarmu sangat beracun" ujar Tetua Yin yang terlihat menikmati penyiksaan itu,


krincing-krincing


krincing-krincing


krincing-krincing


Suara lonceng kematian terus menggema,


namun tiba-tiba sebuah tangan raksaksa berwarna hitam muncul dibelakang Tetua Yin dan meremas tubuhnya,


Tetua Yin terkejut, remasannya sangat kuat,


Kraaakkkk!!!


beberapa sendinya terdengar hancur,


"Aaaaaahhkkk"

__ADS_1


*BLAAAMMM* sebuah ledakan energi tiba-tiba menyingkirkan seluruh kabut hitam tebal itu, hingga terlihatlah sosok Ryu yang tengah duduk ditanah sambil memperhatikan Tetua Yin yang melayang-layang di udara dengan posisi terjepit, tidak ada tangan raksaksa disitu,


''sudah pak Tua?, sakit?” tanya Ryu ketika Tetua Yin membuka matanya,


Tetua Yin tampak kebingungan,


''Kau bisa menggunakan sihir manipulasi pikiran?" tanya Tetua Yin terheran-heran,


''kurang ajar kau, berani mempermainkan aku'' ujar Tetua Yin,


tiba-tiba Ryu bergerak dengan sangat cepat dan menghujamkan sebuah tendangan telak kearah perut Tetua Yin, Tetua Yin terpelanting dan tersungkur ditanah dengan wajah penuh luka akibat terseret beberapa meter ditanah,


''akhh...'' Tetua Yin memuntahkan segumpal darah segar, sepertinya organ dalamnya terguncang akibat tendangan tadi,


''cih, segini sajakah kekuatan seorang Tetua Ordo?, tidakkah ada yang lebih menantang?”tanya Ryu sambil melihat sekelilingnya,


*sluushhhhh*


tiba-tiba lima buah jarum hendak menghujam Ryu, Ryu pun menghindarinya dengan melangkah kekiri,


"kalian suka menyerang diam-diam rupanya" ujar Ryu tersenyum,


''keluar atau kau mati!!!'' ujar Ryu mendadak serius, rupanya ia kesal dengan sikap pengecut orang yang menyerangnya,


Ryu terdiam beberapa saat sambil memperhatikan siapa yang kira-kira menyerangnya,


"baik.. tidak ada yang mau mengaku?" tanya Ryu lagi,


"kena kau'' ujar Ryu,


ia membuka telapak tangannya dan menuju kepada salah satu orang dari Ordo Black Mamba,


tiba-tiba orang itu tertarik kearah genggaman tangan Ryu,


dan orang itu tercekik oleh genggaman tangan Ryu dan kakinya tidak menapak ketanah,


''Haha.. pengecut sepertimu tidak ada harganya ditempatku'' ucap Ryu seraya menggenggam kuat-kuat leher orang itu dan


BLASTTT


sebuah sengatan listrik bertegangan tinggi menghanguskan tubuhnya secara cepat


Ryu melemparkannya ketanah tubuh yang hangus hingga mengeluarkan asap itu,


''Ups, maaf aku tak sengaja" ucap Ryu pura-pura bersalah,


"Ah iya, aku lupa akan sesuatu'' ujar Ryu lagi sambil datang menghampiri Tetua Hima, dan ia mengambil tongkat Meteorid dari tangan Tetua Hima tanpa ada yang mencegah,


"orang sepertimu tidak layak memegang benda seperti ini'' ujar Ryu seraya meninggalkannya,


''Kakak ipar ayo kita pergi'' ujar Ryu memanggil Raine yang masih dijaga oleh 7 pasukan Harimau,


Mr Robert segera menghampiri Tetua Ghuba,

__ADS_1


''Tetua aku ijin pamit, terimakasih atas jamuan yang sangat baik ini'' ujar Mr Robert,


''Ryu bagaimana dengan mereka?" tanya Mr Robert ketika melihat Tetua Hima dan Yin yang masih memungkinkan untuk melanjutkan penyerangan didesa Green Dragon, pasalnya masih ada dua puluhan anggota elitenya yang masih terlihat segar bugar,


Ryu mengerti maksud Mr Robert, mereka saja berani menyerang Ryu secara licik apalagi jika Ryu sudah pergi meninggalkan desa itu,


''Baiklah, kalian boleh pergi membawa para Tetua sial ini dari sini sebelum aku berubah pikiran" ucap Ryu menggertak, disertai sinar merah yang meluap dari bola matanya,


''Diakah yang membantai pasukan tiga bangsa dimarkas vampir?" ujar anggota elite Red Phoenix kepada kawannya,


''pantas saja ia sangat kuat'' ujar yang lainnya


''kurasa ia dari Ordo Golden Eagle yang tersisa'' ujar anggota lainnya


''Kalian mau pergi atau mau bergosip disini'' ujar Ryu yang segera mengangkat tangannya, seakan-akan bersiap untuk menyerang,


mereka bergegas membawa para anggota dan kedua Tetua mereka yang kini menjadi pesakitan, dan bergegas meninggalkan desa,


''Ryu, Tetua Ghuba sebaiknya kita makamkan Tetua Jaques dan anggota elitenya seraya layak'' pinta Mr Robert sambil melihat potongan kepala kelima anggota Golden Eagle yang masih berserakan ditanah,


"biar bagaimana pun Tetua Jaques pernah memimpin dunia sihir dengan sangat bijak, dan dia pantas dihormati'' lanjutnya lagi


*******


Justin terkejut ketika kepulangannya ke markas Light Corp disertai dengan penangkapan oleh para anggota Light Corp yang kini dikepalai oleh Mr Jonathan,


''tunggu... tunggu ada apa ini?? kemana ayahku?" tanya Justin ketika mendapati tangannya diborgol dengan borgol khusus anti sihir oleh para anggota Light Corp,


''masa kepemimpinan ayahmu sudah selesai Justin" ujar anggota Light Corp yang kini didominasi oleh Ordo Red Phoenix dan Ordo Black Mamba,


''kemana Ayahkuuuu'' teriak Justin berusaha memberontak,


''stoppp..'' ujar Mr Jonathan yang tiba-tiba muncul dari ruangan CEO,


''ah.. Mr Jonathan, ada apa ini?" tanya Justin berharap Mr Jonathan bisa menolongnya,


Mr Jonathan menghampiri Justin,


''Justin ayahmu dan keempat pengawalnya telah meninggal'' terang Mr Jonathan,


"hah???bagaimana bisa??? kenapa bisa ayahku meninggal?" tanya Justin terkejut,


Mr Jonathan tersenyum,


Justin terheran-heran melihat reaksi Mr Jonathan,


"Ayahmu terlalu naif, sama sepertimu, sudah layaknya kalian turun dari singgasana ini'' jawab Mr Jonathan,


" apa maksud anda Tuan Jonathan?? Apakah ini penghianatan?? apakah kau terlibat??" teriak Justin


Mr Jonathan segera mengisyaratkan bawahannya untuk membawa Justin keruang tahanan khusus,


"Tunggu dulu, jelaskan kepadaku sejelas-jelasnya...brengsekkk!!" teriak Justin yang ditarik paksa oleh para anggota Light Corp.

__ADS_1


__ADS_2