
Didesa Ordo Green Dragon, para Algojo tengah bersiap untuk mengeksekusi anggota sayap kiri Ordo Red Phoenix, bersamaan dengan itu juga 7 pasukan Harimau datang mengunjungi desa Ordo Green Dragon untuk menjemput Mr Robert dan keluarganya, Tetua Reva terkejut ketika mendengar Mr Robert dan keluarganya berada di desa Ordo Green Dragon, ia segera memerintahkan anggota Elite White Tigers untuk mengawal Mr Robert sampai ke desa White Tigers, berita mengenai pengepungan oleh Ordo Red Phoenix juga sudah sampai ketelinga Tetua Reva, ia sangat mengkhawatirkan kondisi dunia sihir saat ini, ia memperingatkan Tetua Ghuba terkait serangan balasan dari Ordo Red Phoenix terkait hukuman mati terhadap orang-orang mereka,
Tampak sebuah bak besi besar disiapkan ditengah-tengah lapangan desa Ordo Green Dragon, para tahanan dari Ordo Red Phoenix juga sudah berada disitu, kaki-kaki mereka dipasung dengan bola-bola besi yang berat, mereka akan segera ditenggelamkan kedasar kolam besi yang sudah dipersiapkan.
semua pasukan Ordo Green Dragon berjaga-jaga disekitaran desa, memantau setiap gerak-gerik siapapun yang hendak mendekati desa mereka,
tak lama kemudian Tetua Ghuba segera melemparkan lonceng kematian ketanah, tanda eksekusi segera dilakukan, para algojo segera melemparkan ketiga tahanan dari pasukan sayap kiri Ordo Red Phoenix memasuki kolam besi yang telah terisi air penuh sedalam lima meter, mereka terseret oleh bola-bola besi itu dan turun hingga kedasar kolam,
satu menit berlalu...
dua menit berlalu..
tiga menit berlalu..
perlahan-lahan ketiga tahanan itu meronta-ronta ketika nafas mereka mulai tercekit diujung kerongkongan mereka, namun upaya mereka sia-sia bola-bola besi itu terikat kuat kekaki-kaki mereka, perlahan-lahan kesadaran mereka mulai hilang, gerakannya pun melambat.
samar-samar terdengar suara pertempuran dari arah luar desa, dan tak lama kemudian,
*BLAAM*
sebuah batu yang panas membara berdiameter tiga meter menghantam kolam besi itu mengakibatkan kolam itu pecah menjadi tiga bagian, air dikolam itu pun berhamburan ketanah, dahsyatnya serangan itu juga menyebabkan tanah didasar kolam itu berlubang sedalam sepuluh meter kebawah, ketiga tahanan itu pun tewas ditempat.
''Meteorid'' ujar Tetua Ghuba sambil mencari asal serangan tersebut,
tampak Tetua Hima datang dari arah gerbang desa dengan pasukan berkudanya sambil memegang sebuah tongkat yang berkilauan berwarna merah seperti Lava, kurang lebih mereka berjumlah tiga puluh orang,
Para anggota Ordo Green Dragon pun segera melindungi Tetua Ghuba,
Tetua Yin beserta beberapa orang berjubah hitam dengan lambang ular hitam ada disana, sepertinya kedua Tetua Ordo ini tidak datang sebagai tamu yang baik-baik,
"Hima, Yin ada maksud apa kalian kemari?” tanya Tetua Ghuba,
"semua yang gagal menjalankan perintah harus mati, dan aku sudah melakukannya sendiri, tidak perlu bantuanmu" ucap Tetua Hima dengan sorot mata kejam,
"jadi benar mereka melakukan ini atas perintahmu?, kurang ajar kau berani mengkhianati perjanjian damai" tegur Tetua Ghuba,
__ADS_1
"perjanjian damai apa Pak Tua Ghuba?, saat ini akulah penguasa dunia sihir, Light Corp sudah berada dalam kekuasaanku, jadi suka-suka aku ingin berdamai atau berperang" balas Tetua Hima,
"Berani sekali kau berkata demikian,.. ternyata kau masih licik seperti dulu, kali ini kuharal Jaques tidak akan memaafkan kalian" bentak Tetua Ghuba,
"Jaques?? cih... maksudmu dia?" ujar Tetua Hima seraya melemparkan sebuah karung besar ketanah dan ikatannya terbuka ketika menyentuh tanah,
tampak lima buah kepala manusia berceceran keluar dari karung goni itu,
"Ha Ha" ujar Hima tertawa terbahak-bahak diikuti beberapa anak buahnya,
Tetua Ghuba terhenyak,
"Jaq.. Jaques???, astaga kau telah membunuh Jaques??, brengsek kau, serang!!!!'' perintah Tetua Ghuba dengan penuh amarah ketika melihat kepala Mr Jaques dan keempat anggota elite Golden Eagle berlumuran darah keluar dari karung itu,
" TUNGUUUU!!!!" Teriak Tetua Hima sambil mengangkat Benda Pusaka Meteroid ditangannya,
''kalian berjumlah ratusan, sedangkan kami hanya tiga puluh orang saja" teriaknya lagi, membuat anggota Green Dragon berhenti sejenak,
"bukannya aku takut, kami bertigapuluh adalah anggota Elite dari masing-masing Ordo, ditambah lagi ada aku dan Tetua Yin, kalau kalian menyerang kami secara bersama-sama tentunya akan semakin banyak korban dari kalian, apa kau tidak menyayangi nyawa anak buahmu pak tua?" ujar Tetua Hima sambil tertawa,
Tetua Ghuba mencoba berpikir keras, ia melihat keadaan sekitarnya, memang secara tingkatan penyihir yang ada disekelilingnya berbeda jauh dengan para anggota Elite dari Ordo Red Phoenix dan Black Mamba yang ada dihadapannya, ditambah lagi Hima memegang salah satu tongkat sihir Legenda Meteorid,
”kalau saja tongkat Tjipetir ada ditanganku" gumam Tetua Ghuba sambil melihat sekelilingnya, sementara itu anggota Elite White Tigers sepertinya tidak tertarik terlibat perang karena mereka memiliki tugas untuk membawa Mr Robert kembali kedesa White Tigers,
setelah berpikir dengan seksama, Tetua Ghuba maju ketengah-tengah lapangan,
''kalau begitu biar aku menjadi lawan yang pertama...'' ujarnya
''Tetua..'' ujar para anggota Green Dragon yang terlihat khawatir melihatnya,
''Tetua biar aku saja yang menggantikanmu..'' ujar Eze pengawal pribadi Tetua Ghuba,
Tetua mengangkat tangannya,
''Tidak.. akulah yang mereka cari, biar saja kalau sampai hari ini aku mati, maka lepaskanlah orang-orangku Hima" ujar Tetua Ghuba,
__ADS_1
Tetua Hima dan Tetua Yin tertawa,
"baiklah kalau memang pak Tua bersikeras" ujar Tetua Hima seraya memberikan isyarat kepada Sisera untuk maju, Sisera pun mengangguk pelan dan melompat ketengah-tengah lapangan,
pertarungan langsung dimulai tanpa aba-aba, Sisera menembakan panah elemen api kearah Tetua Ghuba, serangan mendadak itupun membuat Tetua Ghuba sedikit kewalahan, ia menghindari serangan itu dan nyaris saja terluka akibat ledakannya,
Tetua Ghuba segera bangkit dan membalas serangan Sisera anggota kepala Phoenix, sebuah sengatan listrik mengalir deras dari kedua tangannya, Sisera pun melompat beberapa kali diudara berusaha menghindari serangan Tetua Ghuba, ia berusaha mendekat dan menyerang Tetua Ghuba dari jarak dekat, sebuah Tinju api mendarat telak diperut Tetua Ghuba, seketika api itu tertransfer kekulit sang Tetua dan membakar kulit perutnya, Tetua Ghuba tak menghiraukan perihnya api itu, ia segera bangkit dan menghantamkan tinju angin kearah Sisera, Sisera yang tidak menduga dengan serangan balasan itu terlempar telak setelah dadanya terkena serangan Tetua Ghuba, tubuhnya terjerembab ditanah, darah segar mengalir dari mulut dan dadanya yang terluka parah akibat serangan itu,
"CUKUP!!!" ujar Tetua Hima, seraya melirik Tetua Yin,
Tetua Yin sepertinya mengerti maksud Tetua Hima, ia segera memerintahkan anak buahnya segera turun,
''Feix..'' perintah Tetua Yin,
Feix adalah anggota elite pengawal Tetua Yin dari Ordo Black Mamba, ia terlihat sangat misterius dengan jubah khas Ordo Black mamba yang memiliki lambang ular hitam dipunggungnya, tubuhnya cukup ideal namun posturnya agak sedikit bungkuk dengan susunan gigi yang berantakan dan tajam-tajam seperti pisau,
tiba-tiba Tetua Ghuba tak mampu bergerak akibat sihir paralisis dari Feix,
Feix pun tersenyum,
''inilah ajalmu Tetua Ghuba''
bulir-bulir keringat membasahi wajah Tetua Ghuba, ia segera menyadari bahwa ia terkena sihir paralisis dari Ordo Black Mamba, sihir ini sangat merepotkan mengingat orang yang terkena sihir ini tidak bisa bergerak dan siap menjadi korban dari pengguna sihir itu,
Feix mendekat, ia membuka tangan kirinya yang terbungkus sarung tangan, tangan itu hijau pekat dan mengeluarkan asap ketika Feix membuka penutupnya,
''sihir beracun Black Mamba, siapapun yang terkena sihir itu akan tewas walaupun hanya tersentuh saja'' ucap salah satu anggota Green Dragon yang menyaksikan betapa mengerikannya sihir yang digunakan anggota elite Black Mamba itu,
Tetua Ghuba masih berusaha melepaskan diri dari sihir paralisis milik Feix tampaknya ia mengeluarkan segenap energinya untuk melepaskan diri, dan ia berhasil menggerakan sedikit anggota tubuhnya,
''kuat juga pak Tua ini...'' ujar Feix yang melihat Tetua Ghuba yang hampir melepaskan diri dari sihirnya, ia bergegas menyerang Tetua Ghuba sebelum ia berhasil melepaskan diri dari sihir paralisisnya, ia menyerang dengan sihir telapak tangan beracun miliknya,
"TETUAAAA!!!!” teriak Eze yang tampak begitu khawatir terhadap serangan mematikan itu,
*BLAAAMMMMM Rzzzzzzzzttttttttt Rzzztttttt*
__ADS_1
tubuh Feix mendadak bergetar hebat, sentuhan mematikannya berubah menjadi sengatan listrik tegangan tinggi ketubuhnya sendiri, Tetua Ghuba berhasil melepaskan diri pada detik-detik terakhir sebelum serangan Feix mengenai tubuhnya dan merapal mantera sihir perlindungan diri elemen listrik, bagaikan seekor belut listrik tubuh Tetua Ghuba menyalurkan berjuta-juta Volt dalam sekejap kepada tubuh lawannya dan membuat tubuhnya hangus seketika, semua mata terbelalak menyaksikan pertarungan sengit itu.