
Dipusat kota St Lorraine dimarkas besar kepolisian terdapat sel khusus dengan jeruji listrik bertegangan tinggi untuk tahanan yang dianggap sangat berbahaya, Jack dan Ramond serta puluhan kawanan mereka menempati sel itu,
"hmmfffttt" Jack merenggangkan tubuhnya, bahkan untuk merangkakpun ia butuh usaha yang keras, tubuhnya lemas seperti tidak memiliki tenaga lagi, dengan statusnya sebagai manusia serigala biasanya tubuhnya cukup cepat dalam menyembuhkan luka maupun tenaga yang terkuras dalam setiap pertempuran, tapi nyatanya kali ini sudah hampir 3 minggu ia belum juga pulih.
''Jack, bagaimana kondisimu?" tanya James yang masih berbaring dengan air liur yang melebar dilantai, sungguh James sangat letih saat ini, tidur berhari-haripun hanya mampu menyembuhkan 10% dari kekuatan tubuhnya,
''ak.. aku, aku tak bisa merasakan kakiku" jawab Jack sambil tersenyum" rasa pasrah dengan kondisi tubuhnya membuat Jack hanya bisa berserah pada keadaan saat ini,
dari sisi lain ruangan tersebut tampak Ramond berjalan terhuyung-huyung mendekati Jack dan James,
melihat hal itu Jack dan James pun bersiap-siap
''mau apa kau?'' tanya Jack sambil melihat kearah Ramond,
Ramond hanya terdiam dan terus melangkah mendekati Jack
"sudah separuh saja nyawamu masih ingin kau cari keributan?” tanya Jack lagi sambil berusaha bangkit berdiri,
Ramond menggerakkan tangannya sebagai isyarat agar Jack tenang dan kembali duduk,
''tenang.....tenang, duduk dulu Jack" ujar Ramond lemah,
Ketika sampai didekat Jacm Ramond pun duduk, tubuhnya lebih pucat dari biasanya dan terlihat tua berkeriput,
Ramond memperhatikan Jack dan James dengan sorot matanya yang layu
''Aku butuh darah Jack.., kurasa aku tidak akan selamat dari sini" ujar Ramond memandang Jack dan James dengan lemah,
__ADS_1
Jack berada dalam situasi yang sangat canggung, Ramond dalam keadaan sekarat dihadapannya, seseorang yang biasa menjadi rivalnya disepanjang hidupnya mini tampak lemah tak berdaya, bahkan lebih sekarat daripada dirinya,
''lalu.." jawab Jack singkat,
''semua ini ulah penyihir itu, ia menyerap semua tenaga kita.." lanjut Ramond dengan suara pelan,
''kalau saja aku tidak bisa bertahan, tolong sampaikan keayah dan ibuku, kalau aku menyayangi mereka" ujar Ramond sambil berkaca-kaca
Ramond yang biasa terlihat elegant dan berkelas saat ini terlihat seperti orang tua yang sudah sekarat,
''cih, hapus air matamu..” jawab Jack seraya membuang mukanya,
Jack tidak menyukai situasi canggung seperti ini, ia pun bangkit berdiri
''kau tenang saja, ayahku baru saja menyeludupkan ponsel kesini, mereka akan segera membebaskan aku, kalau itu terjadi aku akan melepaskanmu, anggap saja itu sebagai hutang budi yang harus kau balas dikemudian hari" terang Jack tidak mau melihat kearah Ramond.
*****
tampak beberapa anggota geng Light sedang dalam pelatihan pertarungan satu sama lainnya diluar sana, dihamparan tanah yang luas dan berbukit, mereka saling merapal ilmu sihir yang mereka kuasai, semburan api, bola-bola api, hempasan angin yang kuat, batu-batu yang berhamburan dari tanah, sambaran listrik yang terlontar dari tongkat sihir dan banyak lagi sihir-sihir element yang mereka ciptakan, walaupun ini sebuah latihan, namun tampaknya mereka serius dalam menyerang satu sama lainnya, pandangan Kai tiba-tiba terfokus kepada sesosok yang ia kenal betul, ada Justin disitu, sang ketua senat, Pria terpopuler dikampus, pria yang selalu terlihat elegan, berwibawa dan cerdas, namun sayang nilainya selalu dibawah Kai, Justin berdiri berhadap-hadapan dengan lima orang anggotanya sekaligus, disisi lain ada seorang pria yang cukup berumur yang tampak memandangi latihan mereka, sepertinya orang tua ini adalah pengawas disitu,
kelima anggota geng Light segera menembakan serangan sihir kearah Justina ketika pertarungan itu dimulai, bola-bola api memancar dengan cepat kearah Justin, Justin mampu menghindari tembakan itu dengan sigap, namun disaat bersamaan tubuhnya diikuti dengan kilatan listrik yang menari-nari disekitarnya seakan hendak menghanguskan tubuh Justin, tapi tak sehelai rambut Justin tersentuh kedua serangan itu, melihat hal itu salah seorang punisher mulai merapalkan manteranya dengan tangan kosong, dan sesaat kemudian tanah disekitar Justin bergerak hebat membuat Justin sedikit kehilangan keseimbangan, Justin berusaha menghindar dengan melompat dari tempatnya berpijak namun sepertinya hal itu dimanfaatkan oleh penyihir lainnya untuk menyerang Justin, sebuah gumpalan api besar berwujud burung Phoenix melesat menuju Justin, ini adalah jurus maut dari Ordo Red Phoenix, walaupun kekuatan serangan bergantung dengan kekuatan perapalnya akan tetapi bisa menguasai sihir ini sudah merupakan petunjuk bahwa penyihir dari Ordo Red Phoenix ini setidaknya sudah mencapai tingkatan Elite, Justin dibuat agak kewalahan dengan jurus mematikan dari Ordo Red Phoenix itu,
''BLAAAMMMM'' Sihir itu meledak diudara saat mengenai sasarannya,
gumpalan asap hitam membumbung tinggi keatas, kelima penyihir yang menjadi lawan Justin berpikir kalau mereka telah menang, namun perlahan-lahan tubuh Justin muncul dari balik kepulan asap hitam tanpa terluka sedikit pun, terlihat sebuah perisai naga air besar melingkari sekujur tubuh Justin, ia berdiri dengan tegak melayang diudara dan ia pun tampak menyiapkan serangan balasan, mulutnya merapal mantera, kedua telapak tangannya terbuka dan dalam sekejap ia melemparkan gumpalan angin yang berdesir kencang kearah kelima lawannya, gumpalan itu bergerak dengan sangat cepat membuat para lawannya itu terhantam kuat tanpa sempat menghindarinya, mereka terpelanting ke berbagai arah dan mendarat dengan telak tersungkur diatas tanah
belum cukup sampai disitu, Justin sudah siap dengan serangan berikutnya, ia kemudian merapalkan sihirnya lagi, kedua telapak tangannya kembali terbuka dan diarahkan kepada salah satu penyihir yang menjadi lawannya, sebuah cahaya emas berwujud elang melesat dari tangannya
__ADS_1
melihat hal itu sang pengawas segera menghardik Justin,
"Justin cukuuup!!!'' teriak orang tua yang mengawasi latihan itu,
namun sia-sia Justin terlanjur melepaskan manteranya dan serangan itu segera terpancar ke arah salah seorang yang menyerang Justin dengan burung Phoenix api tadi, tampaknya Justin cukup kesal dengan serangan tadi,
tangan pengawas itu segera terangkat dan ia merapalkan mantera untuk melindungi penyihir yang menjadi target dari serangan Justin,
Dan
" BLAAAAAARRRRRR” ledakan dahsyat menghempaskan beberapa orang disekitarnya, mereka terlempar hampir sejauh lima meter daei pusat ledakan tersebut,
semua mata tertuju kearah bekas ledakan yang menghasilkan lubang di tanah dengan radius sembilan meter dan sedalam tiga meter,
''jaga emosimu nak" ujar pengawas itu kepada Justin,
samar-samar tampak Erick, penyihir yang diserang Justin telungkup di tanah sambil memegangi kepala dengan kedua tangannya, sebuah perisai cahaya berwarna hitam tampak menutupi tubuhnya seperti sebuah kubah kecil dan segera menghilang setelah kepulan asap membumbung tinggi keatas,
semua penyihir disitu rata-rata hanya menguasai satu macam element saja, seperti api, listrik, batu, kayu, angin, air, es dan logam namun sepertinya Justin menguasai lebih dari satu element dan itu adalah kemampuan dari Ordo Golden Eagle, mereka bisa menguasai banyak element bahkan bisa seluruhnya mereka juga bisa mengkombinasikan element-element itu, itulah kenapa Ordo Golden Eagle dihormati di dunia para penyihir.
Justin terlihat berusaha kembali menguasai emosinya, ia tersenyum
"Erick kau baik-baik saja?" tanya Justin singkat
semua masih terdiam melihat dampak yang dihasilkan oleh serangan sihir mematikan Justin
Sementara itu dari balik kamar Kai diam datar menyaksikan pemandangan dihadapannya, entah apa yang ada didalam pikirannya saat itu, ketakutan?, penasaran?, kemarahan? atau kah kesedihan.
__ADS_1
*****