King Of Zorn

King Of Zorn
Keberuntungan Mr Robert


__ADS_3

Wuinngg...


wuinggg..


tit...


tittt..


tiittt...


Bunyi sebuah mesin incubator yang berbentuk tabung berukuran 2x1 meter berdiri tegak dengan tubuh seseorang didalamnya, orang itu memiliki paras yang tampan, berkulit putih bersih dengan rambut keemasan panjang dan tubuh yang ramping serta tinggi terkulai dibalik tabung kaca itu, terdapat banyak selang yang berbentuk seperti akar-akar dari besi menancap disekujur tubuhnya,


...''Kau kembali, bagaimana dengan Raine dan keluarganya"...


...”Tak perlu kau risaukan, yang penting kau bisa pulihkan''...


...''Kenapa kau menggunakan tubuh aslimu?, bagaimana dengan anak itu?"...


...”Sudahlah itu tak penting, anak itu baik-baik saja''...


...''Tapi, keadaanmu juga tidaklah baik, itu berbahaya untukmu''...


...''Cih, siapa aku?hanya bayang-bayang kau saja''...


...''Aku sudah bilang berkali-kali, jangan berpikiran seperti itu''...


...''Tapi memang kenyataannya seperti itu''...


...''............''...


...''Sudahlah pikirkan kesembuhanmu dulu, biar aku yang menjaga Raine dan keluarganya''...


******


Ketiga anggota pasukan sayap kiri ordo Red Phoenix yang ditangkap segera dihadapkan kepada Tetua Ghuba, dengan tangan terikat tali baja kuat tubuh mereka dihempaskan ketanah oleh para penjaga Ordo Green Dragon,


''ini dia penyusupnya Tetua''


Tetua Ghuba tampak masih geram dengan kejadian yang baru saja menimpa Ordonya,

__ADS_1


"ck ck ck Red Phoenix ternyata dalang dibalik serangan ini" ujar Tetua Ghuba seraya berpikir keras,


''kemana kalian bawa Tjipetir?'' ujar Tetua Ghuba,


''Tjipetir?... kami tidak mengerti maksud Tetua'' balas salah satu anggota sayap kiri ordo Red Phoenix,


''kurang ajar, masih kalian berani berlagak bodoh" ujar salah satu pengawal Green Dragon seraya menendang leher anggota sayap kiri itu sampai terjatuh,


''cukup.. cukup'' ujar Tetua Ghuba berusaha menghentikan serangan anak buahnya,


''apa Tetua kalian yang memerintahkan?” tanya Tetua Ghuba kepada anggota sayap kiri ordo Red Phoenix,


Tidak ada satupun anggota sayap kiri ordo Red Phoenix yang menjawab pertanyaan itu, mereka lebih baik mati daripada harus mengkhianati Ordo mereka,


''baik jika kalian tidak mau berbicara,..” ujar Tetua Ghuba kepada mereka,


''sebaiknya masukan mereka kedalam ruang tahanan jgn lupa isi bak air untuk mereka agar mereka tidak bisa menggunakan sihir mereka" ujar Tetua Ghuba kepada anak buahnya,


"Eze, segera kirimkan surat kepada Ordo Red Phoenix terkait hal ini, dan katakan kepada mereka, hukuman mati terhadap ketiga orang ini akan dilaksanakan dua hari lagi.." pinta Tetua Ghuba kepada Eze salah satu wanita yang menjadi penjaga dirinya,


''baik Tetua'' ujar Eze dan pengawal yang hendak membawa anggota sayap kiri Ordo Red Phoenix.


''satu lagi, bawa Robert kesini"pinta Tetua Ghuba,


Samar-samar suara langkah kaki beberapa pengawal terdengar dari tempat dimana Mr Robert dan keluarganya berada,


''sssttt, ada orang datang..'' ujar Mr Robert seraya bergerak mendekati pinggiran sel,


terdengar suara para pengawal sedang memasukan orang kedalam sel dan beberapa saat kemudian terdengar suara beberapa orang tercebur ke air yang ada dibak kayu berukuran cukup besar,


''BYUURRR''


''kalian akan disini sampai hukuman kalian dilaksanakan'' ujar salah seorang pengawal yang tidak terlalu terlihat karena gelap dari sel Mr Robert,


tak lama kemudian terdengar pintu sel ditutup dan dirantai kuat-kuat sebelum akhirnya langkah kaki mereka terdengar menghampiri sel Mr Robert,


''Tuan Robert, Tetua Ghuba ingin menemuimu'' jawab suara pengawal yang sudah ada didepan sel sambil membuka rantai dan kunci yang ada dipintu sel,


Mr Robert memandangi Mrs Robert dan Raine,

__ADS_1


''Tenang saja, Tetua Ghuba adalah sahabat dan aliansi kita'' ujar Mr Robert berusaha menenangkan istri dan anaknya,


Mr Robert pun dibawa oleh para penjaga dan dibawa kepada Tetua Ghuba yang sudah menunggunya,


Ruangan tempat Tetua Ghuba berada dijaga sangat ketat, banyak anggota Ordo Green Dragon yang berjaga-jaga dari depan desa sampai dengan kedalam desa, mereka berjaga-jaga kalau sampai ada serangan susulan,


''Robert, apa kau bekerjasama dengan Red Phoenix?'' Tetua Ghuba langsung mencecar Mr Robert,


''tidak..aku tidak tau menahu akan hal itu Tetua'' jawab Mr Robert,


''apakah yang mengambil Tjipetir ada hubungannya dengan anda?'' tanya Tetua Ghuba sekali lagi,


Mr Robert sebenarnya ingin berbicara jujur, akan tetapi ia berpikir anak sepolos Nick Hayers tidak mungkin berkata tidak benar, ia masih bertanya-tanya dalam hatinya sebenarnya kenapa Kai dan Ryu mau melindungi mereka, dan melindungi dari apa?


”tidak.. kalau memang aku hendak mengambil Tjipetir tanpa sepengetahuan Tetua, untuk apa aku menemui Tetua'' jawab Robert berusaha sejujur mungkin,


Tetua Ghuba tampak berbisik-bisik dengan Eze salah satu pengawal kepercayaannya,


''kami baru saja mendapati Ordo Red Phoenix mengepung desa kami Robert, sungguh sesuatu hal diluar dugaan kalau sampai Red Phoenix ingin mengambil Tjipetir'' terang Tetua Ghuba,


''Ordo Red Phoenix mengepung desa Green Dragon?” ujar Mr Robert terkejut,


Mr Robert semakin tidak memahami bagaimana mungkin Ordo Red Phoenix mengepung desa Ordo Green Dragon, apa maksud dan tujuannya, apakah berkaitan dengan kedatangannya ke desa ini, atau memang Ordo Red Phoenix memiliki maksud dan tujuan lain,


''Robert,'' suara Tetua Ghuba membuyarkan pikiran Mr Robert,


''hubungan ku dengan Tetua Reva sangat baik, bahkan Ordo kita salah satu yang memiliki aliansi paling lama, aku harap kau tidak menghancurkan hubungan itu Robert'' ujar Tetua Ghuba lagi,


Mr Robert menghela nafasnya,


''Tetua, jika berhubungan dengan hal itu aku tidak berani, Tetua Reva adalah orang yang paling aku hormati sepanjang aku hidup selain ayah dan ibuku, dan aku tau juga kebaikan Ordo Green Dragon selama ini terhadap Ordo White Tiger, maka aku bersumpah jika memang ada niatan aku untuk berbuat sesuatu yang jahat kepada Ordo Green Dragon maka aku bersedia dihukum mati tanpa ada yang membelaku'' jawab Mr Robert dengan raut wajah serius,


''cukup Robert, aku paham dengan niat baikmu, aku sudah meminta Tetua Reva mengirimkan utusannya untuk menjemputmu dan keluargamu'' ujar Tetua Ghuba,


''tapi Tetua, aku masih belum paham kenapa Red Phoenix mengepung desa ini?" tanya Mr Robert,


Tetua Ghuba, terdiam tampak sekali ia sedang memikirkan sesuatu,


''Entahlah Robert, kurasa sekarang akupun tidak bisa membedakan siapa lawan maupun kawan'' ujar Tetua Ghuba,

__ADS_1


selepas percakapan itu Mr Robert dan keluarganya beserta dengan Nick Hayers dibebaskan dari sel gelap yang selama ini mereka tempati, mereka dijamu dengan mewah dan diberikan kamar yang nyaman dengan fasilitas terbaik,


Mr Robert sendiri masih memiliki banyak pertanyaan dibenaknya, namun ia meminta keluarganya dan Nick Hayers merahasiakan segala pembicaraan mereka selama didalam sel untuk waktu yang belum ditentukan.


__ADS_2