Kisah

Kisah
11


__ADS_3

Tepat pukul 2 pagi pintu rumah diketuk, Bayu kembali entah darimana. Aku bangkit dan membuka pintu, Bayu masuk tanpa ada perasaan bersalah sama sekali. Aku kembali menutup pintu, dan berjalan mengikutinya. Kulihat dia membawa handuk dan langsung mandi.


"Abang darimana?" tanyaku saat dia telah selesai berpakaian.


"Bertanya tentang pekerjaan sama teman" jawabnya santai.


"Kenapa selarut ini, tidak enak dilihat tetangga, disini bukan Lombok, sudah biasa kalau pulang pagi, Bang!" aku menaikkan nada bicaraku tanpa membuatnya tersinggung.


"Ah, sudah lah! untuk apa hal kecil begini diributkan! dirumah salah, pergi tanya kerjaan juga salah!" dia langsung berbaring dengan posisi membelakangi ku.


"Jujur, bang, apa yang abang lakukan itu tidak salah, tapi ya dilihat dulu jam ditangan, apakah udah waktunya pulang atau belum, kan begitu" aku masih memberi nasehat kepadanya.


Bayu diam tanpa merespon apa yang aku katakan, aku tahu dia belum sepenuhnya tertidur. Aku hanya menghela nafas kasar. Aku lihat Amara untuk meredakan amarahku, ada ketenangan saat menatap wajahnya.


"Tidurlah, maaf kalau abang tersinggung!" aku ikut berbaring sambil mengelus punggung Amara.


Esoknya aku bangun pagi dan menyiapkan sarapan, aku membeli semua kebutuhan dari uang yang diberi oleh abang ku. Kalau mengharapkan dari pemberian suami mungkin Amara juga ikut kelaparan. Tapi sudahlah, siapa yang punya rejeki sementara tutupi kebutuhan rumah tangga.


"Dapat duit darimana?" Bayu duduk dan langsung memakan gorengan yang aku beli diwarung.

__ADS_1


"Abang yang kasih, lumayan bisa beli kebutuhan dapur dan perlengkapan Amara" ucapku seadanya.


"Banyak lah ya, belikan abang rokok juga ya" perintahnya yang langsung ku tolak, bukan karena pelit sama suami, tapi aku harus berhemat karena dia belum juga bekerja.


"Pelit, nanti aku dapat kerja, jangan coba minta!" dia langsung pergi dan pergi entah kemana lagi.


Aku tidak tahu harus berkata apa, makin hari sifat dan kelakuannya buruk. Mama sudah banyak memberi masukan, terlebih nasehat dari abang kandungku.


"Kemana lagi suamimu itu?" Mama datang membawa sepiring lauk kerumah.


"Entah lah ma, aku pun bingung, setiap diberikan nasehat dia tidak mendengar, marah kalau diberi tahu" aku menyuapi Amara makan sambil sesekali membersihkan mulutnya.


"Biarkan dia cari kerja dulu, ma, nanti kalau masih belum kerja juga, biarlah aku yang cari kerja"


"Bagus gitu, kebutuhan kalian berdua siapa yang mau menanggung, abang kamu itu tidak selalu bisa memberi duit, pikirkan anak, jangan pikir yang lain" nasehat mama panjang lebar.


"Iya, ma, baik nya begitu saja. Capek harus ribut setiap hari membahas masalah duit dan duit" aku berdiri dan membersihkan bekas makanan Amara.


"Ya sudah, mama pulang, perhatikan Amara dan kunci pintu, jangan sampai dia merangkak sampai keluar!" Mama pulang sambil menutup pintu.

__ADS_1


Aku kedepan dan langsung mengunci pintu. Kembali duduk sambil memikirkan omongan mama. Seharusnya aku kembali bekerja mengingat kebutuhan setelah punya anak itu sangat banyak.


Tidak berapa lama, Bayu pulang sambil membawa tas ransel. Sepertinya dia ingin pergi.


"Abang mau kemana?" tanyaku.


"Kerja, daripada diam disini, tambah pusing kepala?" dia masih memasukkan beberapa baju kedalam ransel.


"Abang udah dapat kerja, kerjanya dimana, bang?" tanyaku kembali.


"Di pulau seberang, tidak lama, cuma 1 bulan" dia menutup ransel merasa cukup membawa beberapa pasang baju.


"Berangkatnya kapan, besok ya? gajinya sudah abang bahas belum, nanti ditipu lagi seperti kemaren" aku berbicara panjang lebar dan mengingatkan pengalamannya pernah ditipu sama bos ditempatnya bekerja.


"Sudah, jangan cerewet, abang tau mana yang jujur dan mana yang pembohong!" ucapnya dengan ketus.


"Ya sudah kalau begitu, abang makan lah dulu, tadi mama ada memberi lauk" aku kebelakang dan mengambil piring untuknya.


Aku hanya memandangi Bayu dari belakang, semoga dia tidak ditipu untuk kali ini. Besok dia akan berangkat bekerja, aku hanya berdoa semoga dia diberi kesehatan dan keselamatan di manapun dia berada, aamiin.

__ADS_1


__ADS_2